;

Era Telemedicine: Peluang Apoteker dalam Industri Kesehatan

Hairul Rizal 03 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Keberadaan apoteker di Indonesia masih kurang dan penyebarannya tidak merata, meskipun profesi ini memiliki peran penting dalam menjaga mutu dan integritas obat yang beredar di masyarakat. Berdasarkan data Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), hingga 31 Juli 2024 terdapat 106.157 apoteker, dengan peningkatan produksi apoteker dari 8.000 menjadi 10.000 orang per tahun. Namun, Ketua Umum IAI, Noffendri Roestam, mengungkapkan bahwa 60% apoteker masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, terutama di ibu kota provinsi.

Noffendri menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mengatur sebaran rumah sakit, klinik, dan apotek agar distribusi apoteker lebih merata. Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti layanan telemedicine perlu ditingkatkan untuk mendukung kinerja apoteker, terutama dalam administrasi dan dokumentasi, tanpa menggantikan peran penting mereka.

Waspadai Perdagangan Kripto Ilegal

Hairul Rizal 03 Oct 2024 Kontan (H)

Anda investor aset kripto? Ada hal penting yang harus Anda perhatikan. Tanggal 16 Oktober 2024 mendatang, adalah batas akhir (deadline) bagi pedagang kripto existing saat ini, untuk memperoleh izin sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) dari otoritas kripto yakni Badan Pengawas Perdagangan Berjangka (Bappebti). Jika sampai batas waktu itu, perusahaan pedagang kripto tempat Anda biasa bertransaksi tidak memiliki lisensi PFAK, maka aktivitas yang dilakukan mereka ilegal. Jika nekat beraktivitas,  PFAK harus siap kena saksi pidana. Deadline tersebut tertuang dalam Peraturan Bappebti No. 8/2024 Pasal 42 ayat (2). Izin PFAK menjadi krusial setelah Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meresmikan PT Bursa Komoditi Nusantara atau Commodity Future Exchange (CFX) sebagai pengelola bursa kripto di Indonesia, pada 17 Juli 2023 silam. Kepada KONTAN, Kasan, Kepala Bappebti, mengatakan bahwa dari dari 35 perusahaan yang terdaftar sebagai calon PFAK, ada 4 perusahaan berstatus PFAK. Mereka adalah PT Pintu Kemana Saja (PINTU), PT Bumi Santosa Cemerlang (PLUANG), PT Aset Digital Berkat (Tokocrypto), dan Kagum Teknologi Indonesia (Ajaib Kripto). Kasan bilang, aturan ini akan menguatkan perlindungan nasabah. Dengan resmi jadi PFAK. terdaftar di Bursa Kripto, lembaga Kliring, serta terintegrasi pada kustodian, transaksi aset kripto akan lebih transparan serta terjamin keamanannya. "Ini juga akan mendorong kepercayaan masyarakat dalam berinvestasi aset kripto di Indonesia," sebut Kasan, Rabu (2/10). 

Kasan menambahkan, periode Januari-Agustus 2024, nilai transaksi aset kripto di Tanah Air sudah mencapai Rp 393,01 triliun. Angka ini melonjak 354,64% dibandingkan periode sama tahun lalu. Chief Marketing Officer (CMO) Tokocrypto Wan Iqbal Iqbal menegaskan, Tokocrypto telah mendapatkan lisensi PFAK dari Bappebti pada 5 September 2024 lalu dan menjadi anggota bursa sejak 30 April 2024. "Dengan lisensi ini, Tokocrypto menjadi lebih diakui secara legal sebagai platform yang terpercaya," kata Iqbal kepada KONTAN. Chief Executive Officer (CEO) Ajaib Kripto Adrian Sudirgo mengatakan sejak September 2024, Ajaib telah meraih lisensi PFAK dari Bappebti. Sebut Adrian, Ajaib Kripto juga mengalami pertumbuhan transaksi yang sangat positif dalam setahun terakhir. Sekadar informasi, untuk memperoleh lisensi PFAK, sejumlah syarat harus dipenuhi perusahaan pedagang aset kripto, mulai dari sertifikasi ISO 27001 hingga terdaftar sebagai anggota Bursa dan Lembaga Kliring Berjangka. Sebab, sebut Guru Besar Hukum Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Nindyo Pramono, ada sanksi pidana seperti tercantum dalam UU No. 10/2011 tentang Bursa Berjangka Komoditi yakni ancaman hukum penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp 20 miliar.

Suku Bunga Turun, Ruang Pemangkasan Semakin Lebar

Hairul Rizal 03 Oct 2024 Kontan

Bank Indonesia (BI) masih membuka ruang penurunan suku bunga acuan atau BI-Rate pada akhir tahun ini. Terakhir, BI menurunkan bunga acuannya pada September lalu sebesar 25 basis poin (bps) ke level 6%. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung menyampaikan, ruang penurunan suku bunga tersebut sejalan dengan kondisi inflasi yang masih rendah dan nilai tukar rupiah yang stabil. Pertimbang lain, adanya kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi. Inflasi pada September 2024 tercatat 1,84% year on year (yoy), lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 2,12% yoy. Inflasi ini juga berada dalam target sasaran BI yang berada di rentang 1,5% hingga 3,5%. Sementara itu, dari sisi nilai tukar rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor) kemarin berada di level Rp 15.247 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah dibanding hari sebelumnya Rp 15.204 per dolar AS. Namun posisi ini masih lebih kuat dibanding awal September yang masih berada di level Rp 15.536 per dolar AS. Dari sisi perekonomian, sejumlah indikator menunjukkan adanya pelemahan. Sebut saja Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang berada di zona kontraksi selama tiga bulan berturut-turut, jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) terus bertambah, dan optimisme konsumen serta pebisnis yang melemah. 

Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalia Situmorang memperkirakan, seiring dengan terus meredanya inflasi domestik, BI berpeluang menurunkan suku bunga acuannya pada Desember 2024 sebanyak 25 bps. Hal ini sejalan dengan peluang lanjutan pemangkasan bunga The Fed. Bahkan, Myrdal Gunarto, Staf Bidang Ekonomi, Industri dan Global Markets Maybank Indonesia memprediksi, BI masih akan menurunkan suku bunganya pada Oktober, November dan Desember. Masing-masing besaranya diperkirakan 25 bps. Sehingga pada akhir 2024 nanti, BI-Rate diperkirakan di level 5,25%. Sebelumnya, Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro meramal, BI akan memangkas suku bunga acuan lagi sebesar 25 bps pada Oktober 2024. Ia juga mengatakan, pemangkasan BI-Rate akan sejalan dengan arah penurunan suku bunga The Fed, yang juga diperkirakan turun lagi masing-masing 25 bps di November dan Desember berdasarkan konsensus pasar.

Kenaikan Permintaan Jadi Harapan Baru

Hairul Rizal 03 Oct 2024 Kontan

Kucuran stimulus Pemerintah China untuk mendongkrak ekonomi negaranya berpotensi menggerakkan pasar dan harga komoditas tambang mineral-logam. Ini sekaligus jadi sentimen positif bagi emiten pertambangan nikel di Tanah Air untuk memoles kinerja. Sejumlah emiten nikel sudah berancang-ancang untuk mengoptimalkan peluang efek stimulus ekonomi China. Contoh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). Dua emiten nikel ini melihat stimulus China sebagai katalis tambahan yang bisa mengerek prospek kinerja di sisa tahun ini. Apalagi, berkaca pada kinerja keuangan semester I-2024, performa Grup Merdeka ikut terdongkrak kontribusi yang lebih besar dari MBMA. Sejalan dengan peningkatan produksi di tambang nikel maupun pada hilirisasi, yakni rotary kiln electric furnace (RKEF) dan nikel matte. Head of Corporate Communications MDKA, Tom Malik optimistis, prospek kinerja emiten ini di semester II-2024 akan membaik. "Target produksi MDKA dan MBMA masih on the track. Ditambah dengan outlook harga mineral dan logam yang optimis merespons stimulus ekonomi China," kata Tom Malik kepada KONTAN, Selasa (1/10). Analis Yuanta Sekuritas, Alditya Galih Ramadhan mengamati, performa emiten nikel masih cenderung melemah. Kondisi ini lantaran permintaan stainless steel. Kucuran stimulus ekonomi China diharapkan mendongkrak outlook permintaan stainless steel dan bahan material lain yang berkaitan dengan properti. 

Founder Stocknow.id Hendra Wardana melihat, pasar berharap efek stimulus di China bisa mendongkrak permintaan nikel global. Ini akan kembali mendongkrak harga nikel, yang bakal jadi faktor kunci bagi profitabilitas emiten di sektor ini. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer mencermati, dalam beberapa hari ini sejumlah saham emiten nikel terpapar sentimen positif dari stimulus ekonomi China. Apalagi, dalam beberapa pekan terakhir, harga nikel global sudah menanjak. Analis BCA Sekuritas, Achmad Yaki sepakat, stimulus ekonomi di China akan berimbas positif pada saham sektor komoditas. Hanya saja, Yaki mengingatkan defisit pasokan di China belum cukup mengerek harga komoditas Pelaku pasar juga perlu mencermati potensi kelebihan pasokan di dalam negeri. Ini setelah pemerintah menyetujui sebagian besar kuota produksi pertambangan. Dus, investor perlu selektif memilah saham nikel.

Emiten Bergembira di Tengah Suku Bunga Rendah

Hairul Rizal 03 Oct 2024 Kontan

Pasca Bank Indonesia (BI) dan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) menurunkan suku bunga acuan pada September lalu, euforia pasar belum usai. Sebab, BI dan The Fed diproyeksi bakal kembali memangkas bunganya di akhir tahun ini. Pasar memprediksi, BI akan menggunting lagi suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) di rapat dewan gubernur (RDG) Oktober ini. Pemangkasan BI-rate ini sejalan dengan arah penurunan suku bunga The Fed, yang juga diperkirakan kembali turun. Sebelumnya, dalam pertemuan FOMC 18 September 2024, The Fed memangkas suku bunga 50 bps jadi 4,8%. Di waktu bersamaan, dalam RDG 17-18 September 2024, BI juga menurunkan BI Rate 25 bps dari 6,25% menjadi 6%. Founder Stocknow.id Hendra Wardana melihat, dengan suku bunga rendah, biaya pinjaman menjadi lebih terjangkau, mendorong peningkatan konsumsi dan investasi. Sejalan dengan itu, efek pemangkasan suku bunga menjadi sentimen positif bagi prospek sektor emiten tertentu. Di sektor perbankan, misalnya, biaya pinjaman yang lebih rendah akan mendorong pertumbuhan kredit. 

Bank menawarkan pinjaman dengan suku bunga menarik. Hendra juga melihat, sektor properti diuntungkan tren suku bunga rendah. Pembiayaan properti jadi lebih terjangkau bagi konsumen. Sektor ritel juga diuntungkan dari meningkatnya daya beli masyarakat. Ini memacu pertumbuhan penjualan emiten ritel. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer bilang, penurunan suku bunga The Fed bisa menarik aliran modal asing, memperkuat nilai tukar rupiah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai, emiten yang akan merasakan dampak penurunan suku bunga, antara lain, perbankan, properti, dan otomotif. Ini tercermin dari harga saham emiten yang diapresiasi pasar.

Inovasi dan Ekspansi Kunci Pertumbuhan

Hairul Rizal 03 Oct 2024 Kontan

Penurunan suku bunga acuan memberikan efek positif terhadap prospek PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL). Pelonggaran moneter itu bakal memberikan ruang ekspansi yang lebih lebar bagi MTEL. Apalagi manajemen emiten yang juga disebut Mitratel ini telah menyatakan, fokus di semester II ini memonetisasi alat produksi dan memperkuat bisnis di ekosistem menara. Ini guna memastikan pertumbuhan sehat, serta agresif dalam pengembangan portofolio baru di ekosistem menara. Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, ekspansi dan inovasi yang dilakukan MTEL memberikan peluang untuk memperluas jaringan secara efektif. Namun ekspansi MTEL baru dapat memberikan dampak pertumbuhan pendapatan dalam jangka panjang. Di awal MTEL masih membutuhkan pendanaan cukup besar. Meski begitu, Sukarno melihat saat ini rasio utang MTEL tidak begitu besar dan peluang meningkatkan utang untuk ekspansi masih memungkinkan. Ditambah, penurunan suku bunga menjadi pendorong tambahan untuk prospek MTEL. Analis Sinarmas Sekuritas, Yosua Zisokhi memaparkan, MTEL memiliki debt to equity ratio (DER) sebesar 0,4 kali pada semester I 2024, jauh lebih rendah dari rata-rata industri sebesar 2,4 kali. 

Rasio utang bersih terhadap EBITDA sebesar 1,8 kali dibandingkan dengan rata-rata industri sebesar 4,6 kali. Penurunan suku bunga juga diperkirakan akan berdampak positif terhadap laba bersih MTEL. "Perubahan 100 basis poin pada tingkat suku bunga efektif di tahun 2025 dapat mengakibatkan penyesuaian laba bersih sebesar 4,6% dibandingkan dengan proyeksi awal kami, dengan asumsi sekitar 50,5% dari total utang MTEL memiliki tingkat suku bunga tetap," jelas Yosua. Selain itu, MTEL terus mengembangkan bisnis fiber to the tower (FTTT) sebagai salah satu penopang pertumbuhan pendapatan. Pada semester I 2024, MTEL memiliki 37.600 kilometer (km) kabel serat optik, atau tumbuh 15,6% sejak awal tahun. Ini masih berpotensi tumbuh lebih lanjut di tengah tingginya permintaan dari operator telekomunikasi untuk pengembangan jaringan. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Nico Margaronis memproyeksi, pertumbuhan pendapatan organik MTEL sebesar 7% yoy pada 2024. Pendorongnya, kontribusi yang kuat dari proyek-proyek Telkom, Telkomsel, penyewaan ISAT dan FTTT.

Kredit Bank: Pelumas Utama Pertumbuhan Ekonomi

Hairul Rizal 03 Oct 2024 Kontan

Fungsi intermediasi perbankan masih berjalan dengan baik. Rasio penyaluran kredit terhadap dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun mengalami peningkatan. Kredit yang disalurkan ke sektor usaha maupun untuk konsumsi sama-sama tumbuh dua digit. Ini menandakan kredit bank berperan besar terhadap ekonomi. Otoritas Jasa Keuangan mencatat, kredit perbankan per Agustus 2024 tumbuh 11,4% secara tahunan menjadi Rp 7.508 triliun. Adapun DPK tercatat sebesar Rp 8.650 triliun, atau tumbuh 7,0%. Jika dirinci, kredit modal kerja tercatat tumbuh 10% per Agustus. Kredit investasi meningkat 12,08% dan kredit konsumsi naik 10,83%. Senior Vice President LPPI Trioksa Siahaan mengungkapkan, penyaluran kredit perbankan berkorelasi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Tapi, ini terjadi bila kredit disalurkan ke sektor produktif yang dapat mendorong perputaran ekonomi. Direktur Kepatuhan Oke Bank Efdinal Alamsyah menyadari bank-bank KBMI 4 ini tak tertandingi. Dengan modal yang lebih besar dan sumber daya lebih lengkap, Efdinal menilai bank jumbo lebih mampu memberikan pinjaman dalam jumlah besar. 

Meski demikian, Efdinal menilai bukan berarti bank- di luar KBMI 4 tak bisa memberi kontribusi pada perekonomian. Justru, ia melihat bank-bank seperti Oke Bank memiliki peran dalam segmen-segmen yang spesifik. Setali tiga uang, Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan menyebut, bank KBMI 3 bisa menyamai KBMI 4 dalam ekspansi kredit. Ini pernah terjadi sebelum era suku bunga tinggi. Ketua Asbanda sekaligus Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi bilang, kontribusi terhadap ekonomi tak bisa hanya dilihat dari kredit.Tapi juga dari dukungan infrastruktur keuangan. Misal BPD mendukun pengelolaan keuangan daerah, penerimaan pajak, retribusi, infrastruktur daerah dan UMKM.

Tren Kredit Macet Fintech Lending Menurun

Hairul Rizal 03 Oct 2024 Kontan

Kredit macet industri fintech peer to peer (P2P) lending terus melandai. Menilik data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus, angka tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) fintech lending sebesar 2,38%. Ini adalah level terendah sejak Mei 2022. Ketua Umum AFPI Entjik Djafar menyampaikan, perbaikan TWP90 tak terlepas dari strategi banyak penyelenggara fintech lending yang kini lebih fokus pada debitur yang sudah punya track record baik. Pemain fintech lending juga semakin hati-hati dalam memberi pinjaman dana. Entjik menambahkan, membaiknya TWP90 juga dipengaruhi kesadaran borrower untuk membayar tepat waktu yang kian baik. "Para borrower yang menunggak akan dilaporkan ke Sistem Layangan Informasi Keuangan (SLIK) dan akan berdampak pada nama baik di masa depan," ungkap dia. Para pemain mengamini TWP90 terus turun. PT Akselerasi Usaha Indonesia misalnya menyebut angka TWP90 berada di bawah 1%. 

Group CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas Tambunan memprediksi tingkat kredit macet secara agregat bisa berada di bawah 1% hingga akhir tahun ini. Modalku juga mengalami perbaikan kredit macet. Country Head Modalku Indonesia Arthur Adisusanto mengatakan, per 1 Oktober 2024, TWP90 turun 0,2% menjadi 2,1%, dari 2,3% pada akhir September 2024. Untuk menekan kredit macet, Modalku akan fokus menerapkan prinsip kehati-hatian. PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) menyatakan akan menerapkan sejumlah upaya untuk menjaga angka TWP90 di level terendah. Berdasarkan data di situs perusahaan, AdaKami mencatat angka TKB90 sebesar 99,80%. Ini artinya TWP90 Adakami ada di 0,2%. Chief of Public Affairs AdaKami Karissa Sjawaldy bilang, AdaKami berkomitmen menjaga kualitas kredit yang disalurkan lewat inovasi teknologi dan pelayanan.

Alarm PERTUMBUHAN EKONOMI

Yoga 02 Oct 2024 Kompas (H)

Perekonomian Indonesia terindikasi kian melemah seiring dengan terjadinya deflasi lima bulan berturut-turut hingga September 2024. Indikasi lain, industri manufaktur terus terpuruk, mengalami kontraksi selama tiga bulan berturut-turut, akibat melemahnya permintaan domestik dan global. Kombinasi ini menjadi alarm yang perlu diwaspadai bagi prospek pertumbuhan ekonomi ke depan. Indonesia kembali mencatat deflasi pada September 2024 sebesar 0,12 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Dengan demikian, deflasi berlangsung selama lima bulan berturut-turut sejak Mei 2024. ”Apakah ini indikasi penurunan daya beli masyarakat? Tentu untuk menghubungkan apakah ini ada kaitannya dengan penurunan daya beli masyarakat, kita harus melakukan studi lebih dalam karena angka indeks harga konsumen yang kita catat hanya berdasarkan harga yang diterima konsumen,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti dalam jumpa pers bulanan soal besaran inflasi yang dilakukan secara hibrida di Jakarta, Selasa (1/10/2024).

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi kelompok utama penyumbang deflasi. Dalam lima bulan terakhir, komoditas daging ayam ras masuk dalam lima besar komoditas utama yang menyumbang deflasi. Kendati pada September terjadi deflasi secara bulanan, secara tahunan masih terjadi inflasi sebesar 1,84 persen.Angka ini berada pada zona bawah rentang target inflasi pemerintah dan Bank Indonesia, yakni 1,5-3,5 persen. Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies Yose Rizal Damuri mengatakan, deflasi yang telah terjadi lima bulan berturut-turut menunjukkan daya beli masyarakat masih lesu. Karena
terjadi kelebihan pasokan ko-moditas yang tidak diimbangi dengan permintaan, harga punmengalami penurunan, yang pada akhirnya memicu deflasi. Pelemahan daya beli, menurut Yose, disebabkan berbagai permasalahan struktural yang dialami dunia usaha, seperti deindustrialisasi dini dan sempitnya lapangan kerja. 

Selain itu juga masih belum efisiennya produksi akibat tingginya biaya energi hingga biaya logistik. Oleh karena itu, ia menekankan, penting sekali untuk membenahi persoalan ini. Dalam jangka pendek, pemerintah bisa memberi stimulus dengan menyalurkan bantuan sosial untuk merangsang daya beli masyarakat. Adapun dalam jangka panjang, pemerintah perlu terus membenahi ekosistem dunia usaha sehingga bisa merangsang investasi dan produktivitas serta penciptaan lapangan kerja yang masif dan berkualitas serta memberikan upah yang berk u a l i t a s. Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia, Teuku Riefky, menjelaskan, fenomena deflasi ini menunjukkan pelemahan daya beli masyarakat. (Yoga)

JELAJAH SAMBAL NUSANTARA dari Aceh sampai Papua

Yoga 02 Oct 2024 Kompas (H)

Indonesia, apa pun santapannya, selalu ada sambal yang menemani. Walaupun berstatus kondimen, tanpa sambal, sajian hidangan tak lengkap. Tidak berlebihan jika banyak orang merasa belum makan puas tanpa merasakan sengatan pedas di mulut. Sambal memang tak terpisahkan dari kuliner Nusantara dari ujungAceh sampai Papua.Meskipun demikian, cabai yang kini banyak dikenal dan digunakan di Indonesia ternyata bukan asli tanaman Nusantara. Merujuk penjelasan Fadly Rahman, sejarawan makanan dari Departemen Sejarah Universitas Padjadjaran, Bandung, serta dua peneliti dari Universitas Bina Nusantara, Reggie Surya dan Felicia Tedjakusuma, dalam pertemuan via Zoom dengan Kompas untuk persiapan Jelajah Sambal Nusantara, menjelang akhir Juni 2024 lalu, diketahui bahwa cita rasa pedas dalam masakan Nusantara dapat dikategorikan semasa sebelum dan sesudah abad ke-16. Sebelum itu, rasa pedas dimasakan Tanah Air telah dikenal luas berkat penggunaan beberapa bahan, seperti jahe, andaliman, lada, cabe jawa, dan rempah-rempah asli Indonesia lainnya. Olahan makanan kala itu berwarna kuning, bukan merah. 

Capsicum sp atau cabai yang kita kenal saat ini sebelumnya telah ribuan tahun dimanfaatkan oleh masyarakat di Amerika Tengah dan Selatan. Kemudian, pada awal abad ke-16 itu. Seiring gencarnya perdagangan global kuno antar bangsa lewat jalur laut, cabai masuk ke Nusantara. Sejak saat itu, cabai menemukan surganya yang lain untuk tumbuh, berkembang, melahirkan varian lokal, seperti katokkon di Sulawesi Selatan, dan tentu saja, digandrungi. ”Masakan Nusantara pun menemukan warna barunya, yaitu merah,” kata Fadly. Kehadiran cabai memperkaya rasa pedas lokal. Kreasi kuliner percampuran dari pengaruh luar dan bahan asli kian menjadi di tangan masyarakat Nusantara. Aneka sambal lahir dna terus berkembang dengan menjaga kesedapan ataupun menikmati berbeda dari setiap daerah.  dan terus berkembang dengan menjaga kesedapan ataupunau ikan k kenikmatan berbeda dari setiap daerah. Asam udeung, tuktuk, balado, lengkong tamban, jokjok, buraq dengkek, cibiuk, tumpang, sambal pecel, matah, beberuk, lau kepah, rimbang, gami, tudai, cakalang, duo sale, lawar kaci,kaluku, kenari, pepaya, dan co lo-colo. Nama-nama itu baru sebagian dari deretan racikan sambal khas Nusantara dari Aceh sampai Papua. Selain cabai, pembuatan sambal di tiap daerah rata-rata menggunakan bahan lokal. Sambal di daerah pesisir, misalnya, biasa menggunakan aneka udang atecil dari laut. Lengkong tamban, sambal dari Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, ada berkat melimpahnya ikan tamban di perairan setempat. (Yoga)

Pilihan Editor