Ekonomi Indonesia Diperkirakan Tumbuh Cepat
Menaklukkan Dunia dengan Sambal
Ketiga jenama sambal itu lahir dari kegigihan, keuletan, kepahlawanan, dan jiwa bondo nekat (bonek) khas suroboyoan dalam diri Ie Lanny (71) dengan sambal Bu Rudy, Susilaningsih (69) dengan sambal DD1 Dede Satoe, dan Mujiati (55) dengan sambal CUK! Lanny, Susi, dan Mujiati kini menuai serta memanen jerih payah dan ikhtiar mengembangkan usaha sambal. Setelah puluhan tahun usaha yang diwarnai jatuh bangun, mereka mendekati ”puncak kemenangan”. Pedas sambal mereka membawa kenikmatan duniawi yang membuat lidah bergoyang, tubuh bercucuran keringat, dan sumpah serapah karena kelezatan yang menyempurnakan santapan.
Sebelum sukses sebagai pemilik Pusat Oleh-oleh Bu Rudy dengan tujuh outlet dan beromzet harian miliaran rupiah, Lanny merantau dari Madiun ke Surabaya menjadi pelayan toko, buruh pabrik sandal, lalu pedagang alas kaki. ”Situasi sosial, politik, ekonomi di Madiun tidak menentu. Saya lahir 1953, sekolah hanya bisa sampai kelas 3 SD. Tahun 1970 saya pergi ke Surabaya dengan bekal satu setel baju di kantong keresek,” kata pemilik jenama Bu Rudy ini saat ditemui di Depot Dharmahusada (Pusat Oleh-oleh Bu Rudy), Kamis (26/9/2024). Lanny menceritakan, usah kuliner dimulai pada Juli 1995 saat berjualan nasi campur dan nasi pecel ala Madiun de- ngan mobil. (Yoga)
Presiden Jokowi dan presiden terpilih Prabowo Subianto Berkomitmen Sejahterakan Hakim
Kebijakan Antidumping China Terhadao Alkohol Uni Eropa.
Ribuan Rumpon di Indonesia Belum Berizin
Pemerintah menetapkan 3.443 lokasi penempatan rumpon pada 11 wilayah pengelolaan perikanan penempatan rumpon pada wilayah perairan 4-12 mil dilakukan gubernur, sedangkan di atas 12 mil merupakan kewenangan Menteri Kelautan dan Perikanan. Abdi mengemukakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar penertiban rumpon melalui sosialisasi dan gerai perizinan rumpon, antara lain di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung, Sulawesi Utara. Dari gerai itu, sejumlah 7 SIPR telah terbit, sedangkan 21 permohonan pengajuan titik lokasi rumpon dalam proses penerbitan PKKPRL. (Yoga)
Bisnis Ilegal Jaringan Internet Mandiri RT/RW Net Marak
Sabut Kelapa Sebagai Media Tanam dan Plapis Dinding Konstruksi Jalan di China dan Indonesia
Dorong Kolaborasi demi Keberlanjutan Layanan Transportasi Umum
Jakarta Bikin Cetak Biru untuk Kejar Target Kota Global
Kajian tersebut dilakukan organisasi perangkat daerah, badan usaha milik daerah, dan melibatkan partisipasi kementerian/lembaga, organisasi non-pemerintah, akademisi, dan asosiasi profesi. Mereka bekerja dalam
Produksitivitas di Indonesia Belum Meningkat
Kebijakan hilirisasi oleh Presiden Jokowi harus terus ditingkatkan produktivitasnya agar dapat mencapai visi Indonesia Emas 2045. Dengan meningkatkan produktivitas maka Indonesia bisa meningkatkan juga pendapatan. Dalam kebanyakan teori mainstream, berbicara tentang alokasi sumber daya, bagaimana cara mengefisiensikan alokasi sumber daya. Hal ini diungkapkan Profesor and Dean of the Institute of New Structural Economics, Peking University/Deputy Director, Economic Committee of the Chinese People’s Political Consultative Conference, Justin Yifu Lin dalam sesi diskusi “Indonesia & The Global Economic Order,” dalam acara BNI Investor Daily Summit 2024, bertajuk “Accelerating Resselient Growth” di Jakarta Convention Center (JJC), pada Selasa (08/10/2024).
Prof Justin
mengatakan jika melihat negara-negara yang sukses, yang paling penting adalah
bagaimana meningkatkan pertumbuhan produktivitas setiap saat. “Dan jika Anda ingin meningkatkan
produktivitas maka Anda harus mengikuti
satu prinsip dalam cara pertumbuhan.
Anda harus mengikuti keunggulan
kompetitif Anda. Tentukan apa yang menjadi keunggulan pabrik Anda, apa yang
Anda miliki saat ini, dan cari tahu apa yang bisa Anda lakukan dengan baik
berdasarkan apa yang Anda miliki. Itulah, keunggulan kompetitif Anda. Ini
adalah pinsip yang sangat umum,” ujar Prof Justin. (Yetede)









