IPO di Era Prabowo: Bursa Siap Ngebut
Tekanan pada Rupiah Diperkirakan Berlanjut hingga 2025
Bursa Targetkan Kenaikan Moderat di Tahun Depan
Peluang Keuntungan dari Program Swasembada Pangan
Wajah Baru ACES Jadi Harapan Bisnis
FDI Dibutuhkan untuk Mensupport Program Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pemerintah Baru, Perdagangan dan Investasi Telah Terbentuk lengkap
Pemerintahan baru dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah terbentuk lengkap. Visi pemerintahan dibawah komando Presiden yang baru telah disampaikan, arahan kepada jajaran Menko, Menteri Mawen, pimpinan negara non-departemen, penasehat, utusan khusus dan perangkat lainnya juga disampaikan dengan gamblang. Pembekalan untuk pelaksanaan tugas kepemerintahn juga telah diberikan. Kini masyarakat dan kalangan bisnis menunggu bagaimana rencana dan strategi pemerintah periode 2024-2029 akan diterjemahkan kedalam langkah konkrit dan menghasilkan outcomes yang terukur. Apabila dapat dipadatkan sari-patinya, maka tekad pemerintah yang baru terbentuk ini mungkin cukup terwakili oleh satu kata: Resilience.
Baik di bidang ekonomi, politik, sosial-budaya maupun pertahanan-keamanan, hal yang ingin diwujudkan adalah kemandirian. Sebagai bangsa besar yang merebut kemerdekaan berkat perjuangan anak-anaknya sendiri, untuk mewujudkan kemandirian bangsa ini. Hal yang perlu diingat adalah bahwa Indonesia tidak beroperasi dalam sebuah vakum yang terisolasi diri dari lingkungan sekitarnya. Sejatinya, tidak ada satu negara pun di muka bumi ini yang benar-benar mandiri dan dapat mengisolasi diri dari hubungannya dengan negara atau bangsa lain: memenuhi kebutuhannya yang tidak dapat dipenuhinya sendiri. Dalam konteks perdagangan, pemenuhan kebutuhan ini lazimnya dilakukan melalui pertukaran barang dan jasa melintasi batas-batas negara dan bentuk suatu pola tertentu. (Yetede)
Penurunan Daya Beli Masyarakat Menjadi Urusan Pemerintah
Kredit dan Efisiensi Topang Laba Bersih BCA Tumbuh 12,77%
Mentan Amran: Hulu Hilir Pangan Harus Satu Kendali
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa BUMN di sektor hulu dan hilir pangan harus satu komando dengan orkestrasi dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk bersama-sama saling berkolaborasi mewujudkan target swasembada pangan dalam 4-5 tahun ke depan atau lebih cepat. BUMN yang bergerak di hulu pangan antara lain PT Pupuk Indonesia (PI Persero) sebagai penyedia pupuk dan di hilir salah satunya Perum Bulog sebagai pembeli siaga (offteker), sedangkan Kementan memposisikan diri di tengah antara keduanya.
Mentan Amran menyatakan, dalam mencapai target swasembada pangan tidak boleh ada dualisme. Presiden Prabowo Subianto sendiri telah meminta agar hulu hilir pangan harus satu komando. Di tengah sektor pangan, Kementan berada ditengah antara hulu dan hilir, sedangkan di hulu terdapat PI dan di hilir ada Bulog. "Kalau dualisme agak sulit (tercapai swasembada pangan). Kami pernah dengar langsung dari Bapak Presiden bahwa harus satu komendo, hulu hilir satu komendo. Contoh, pertanian (Kementan) ada ditengah, hulu ada pupuk (PI), hilir ada Bulog sebagai offtaker," ujar Mentan. (Yetede)









