Konsistensi BI dalam Pengembangan Ekonomi Syariah
Indonesia, dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam sektor ekonomi dan keuangan syariah global. Meskipun pertumbuhan sektor ini telah terlihat, dengan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia tumbuh 3,93% pada 2023 dan mencapai 5,07% pada kuartal II 2024, negara ini masih perlu lebih serius mengembangkan dan memaksimalkan potensi tersebut. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang ke-11 pada 2024, yang dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia (BI), kementerian/lembaga terkait, dan pelaku usaha.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menekankan pentingnya sinergi dalam mewujudkan ekonomi syariah sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. ISEF 2024 mengusung tema "Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Ketahanan dan Pertumbuhan Berkelanjutan", yang mencerminkan upaya untuk mengintegrasikan ekonomi syariah dengan nilai-nilai lokal dan mendekatkan Indonesia pada visi global sebagai pusat ekonomi syariah. Dalam ajang ini, sejumlah inisiatif baru diluncurkan, seperti aplikasi Halal Traceability, digitalisasi produk pesantren, serta pengembangan strategi nasional literasi dan inklusi ekonomi syariah.
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, juga memberikan apresiasi terhadap peran BI dalam mendorong ekonomi syariah, dan menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo, dalam Kabinet Merah Putih, berkomitmen untuk mempercepat kemandirian nasional melalui sektor ekonomi syariah. Salah satu bukti konkret dari keberhasilan ekonomi syariah di Indonesia adalah pembukuan transaksi bisnis yang signifikan dalam ISEF 2024, yang mencapai Rp1,85 triliun, dengan kontribusi yang signifikan dari sektor UMKM dan produk-produk buatan pesantren.
Meskipun Indonesia telah mencatatkan kemajuan, masih ada tantangan besar yang perlu dihadapi, terutama untuk memperbaiki posisi Indonesia dalam Indeks Ekonomi Syariah Global, di mana Indonesia saat ini berada di peringkat ketiga. Hal ini mengharuskan kolaborasi lebih lanjut antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan adanya dukungan dari Bank Indonesia dan berbagai pihak terkait, Indonesia memiliki potensi untuk mengukir prestasi lebih tinggi di sektor ini dan menjadikannya sebagai pemain utama dalam ekonomi syariah global.
Dampak Minim dari Bea Masuk Antidumping Baja Impor
Pemerintah Indonesia telah lama menerapkan kebijakan perlindungan terhadap produsen baja nasional melalui bea masuk antidumping (BMAD), tantangan besar masih dihadapi oleh industri baja dalam negeri. Pemerintah melalui PMK No. 71/2024 kembali memperpanjang BMAD untuk produk baja tertentu, termasuk produk hot rolled coil (HRC) dan baja jenis H Section serta I Section, dengan tujuan membatasi impor dari negara-negara seperti China, Korea Selatan, dan Taiwan. Namun, meskipun kebijakan tersebut sudah ada sejak 2008, serbuan produk baja impor dengan harga sangat murah, terutama dari China, masih mengancam daya saing produsen baja lokal.
Berdasarkan data Komite Antidumping Indonesia (KADI) dan laporan dari asosiasi produsen baja, terdapat indikasi praktik dumping oleh negara-negara seperti China, Ukraina, dan Singapura. Produk baja impor ini telah mengalami kenaikan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan dampak yang cukup besar terhadap penjualan produsen baja lokal. Beberapa produsen bahkan melaporkan penurunan penjualan hingga 20%, dan khawatir menghadapi kesulitan bertahan tanpa dukungan kebijakan yang lebih kuat.
Tokoh penting seperti Direktur Eksekutif IISIA, Wi-dodo Setiadharmaji, dan Ketua Umum Asosiasi Roll Former Indonesia, Nicolas Kesuma, menekankan bahwa pemerintah perlu memberikan proteksi yang lebih besar untuk menjaga industri baja domestik. Salah satu langkah yang dianggap penting adalah pengamanan terhadap impor ilegal, yang semakin marak pascapandemi, serta memperketat peraturan tata niaga untuk mengurangi impor produk baja yang sudah dapat diproduksi di dalam negeri.
Menurut Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics, Mohammad Faisal, pemerintah perlu memberikan proteksi yang lebih besar dan lebih tegas untuk mengatasi fenomena impor ilegal dan menjaga keberlanjutan industri baja nasional. Pemerintah diharapkan untuk meningkatkan kebijakan yang dapat melindungi produsen lokal dari tekanan harga baja impor yang lebih murah, agar industri baja dalam negeri dapat bertahan dan berkembang.
Hasil Pemilu AS Jadi Penentu Ekonomi Indonesia
Eksportir Butuh Insentif untuk Devisa yang Parkir Lama
Lesunya Harga Komoditas Menekan Laba Perusahaan
Emiten Migas Masih Bertahan di Tengah Tekanan
BBCA Pacu Kredit di Penghujung Tahun
9 Orang Tewas akibat Pohon Tumbang
Sembilan orang tewas akibat sebuah pohon besar tumbang di lokasi wisata Situs Bulu Matanre, Kabupaten Soppeng, Sulsel, Minggu (3/11) siang. Peristiwa pohon tumbang ini terjadi di tengah hujan deras dan petir. Berdasar laporan Kapolres Soppeng AKBP Muhammad Jusuf kepada Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisono, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 Wita. ”Kejadian tersebut bermula saat pengunjung Situs Bulu Matanre beristirahat di pondok pengunjung saat hujan deras turun. Tiba-tiba pohon yang ada di dekat pondok roboh dan menimpa pondok tersebut,” kata Jusuf dalam laporannya.
Akibatnya, pengunjung yang ada di dalam dan sekitar pondok tertimpa pohon sehingga mengakibatkan sejumlah korban meninggal dan luka-luka. Hingga Minggu sore, tercatat sembilan orang meninggal dan delapan orang lainnya dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka-luka. Kepala Pelaksana BPBD Sulsel, Amson Padolo membenarkan adanya peristiwa ini. Dia mengemukakan, para korban merupakan pengunjung yang datang ke Situs Bulu Matanre untuk berziarah. ”Korban adalah keluarga yang datang ke situs tersebut untuk ziarah. Mereka membawa sesajian ke sekitar pohon dengan maksud membayar hajatan.
Hujan deras yang turun disertai petir menyebabkan pohon tumbang dan menimpa korban,” kata Amson. Berdasarkan data BPBD Sulsel, sembilan korban tewas ialah Wa Menneng Sewo (60), Karyati Sewo (55), Agus, St Rabiah Sewo (50), Karyati, Rosmini (37), Marnuni Lisu Lawo (34), Nuraeni, dan Asse (40). Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, tampak sejumlah pondok di Bulu Matanre yang rusak parah karena tertimpa pohon. Pohon yang tumbang tersebut berukuran cukup besar dan tinggi. Pondok yang tertimpa itu merupakan bangunan beratap seng dengan dinding seng dan balok sebagai penyangga. Dalam video itu, juga tampak sejumlah korban yang tergeletak di sekitar pondok. (Yoga)
Negara harus lebih serius memberantas judi daring
Bandar judi daring tak mungkin hanya dilindungi oleh pegawai Kemenkomdigi. Negara harus lebih serius memberantas judi daring. Polda Metro Jaya pada akhir pekan lalu menetapkan 14 tersangka yang diduga melindungi bandar judi daring. Sebanyak 11 orang di antaranya merupakan pegawai Kemenkomdigi. Penangkapan pegawai Kemenkomdigi berarti membenarkan dugaan bahwa selama ini, banyak pihak yang seharusnya ikut memberantas judi daring, tetapi karena menerima aliran uang haramnya, malah menjadi pihak yang melindungi kejahatan tersebut. Penangkapan pegawai Kemenkomdigi seharusnya dapat membuka kotak pandora, siapa saja pihak yang semestinya memiliki otoritas untuk ikut memberantas judi daring, tetapi malah menjadi beking aktivitas tersebut.
Melihat bagaimana ekosistem judi daring bekerja, kemungkinan bandar judi daring tak hanya menyuap pegawai Kemenkomdigi untuk melindungi operasi mereka. Untuk dapat beroperasi, bandar judi daring setidaknya membutuhkan keamanan jaringan internet, kemudahan pembayaran deposit dan transaksi keuangan, serta perlindungan keamanan operasi mereka. Sebab, sampai hari ini, judi di Indonesia masih merupakan tindak pidana. Dengan ekosistem judi daring yang seperti itu, kita sebenarnya dengan mudah mengetahui siapa saja pihak yang mungkin bisa menjadi beking atau pelindung di balik aktivitas judi daring yang menyasar orang Indonesia. Bila serius, negara dapat dengan mudah memberantas judi daring.
Dengan semua sumber daya dan infrastruktur yang dimiliki, pemerintah dan aparatnya sebenarnya tahu siapa saja bandar judi daring dan para penguasa industri ini. Penangkapan pegawai Kemenkomdigi hanya contoh kecil bagaimana pemerintah sebenarnya dapat dengan mudah membongkar jaringan perjudian daring. Namun, perlu diingat bahwa bandar judi daring dan jaringan mereka tak hanya satu. Sampai hari ini, aktivitas judi daring masih dengan mudah dimainkan di Indonesia. Banyak situs judi daring yang menargetkan konsumen asal Indonesia sebagai pemain masih leluasa beroperasi. Negara jangan sampai kalah dengan bandar judi daring. (Yoga)
Anggur Impor Shine Muscat yang Menghebohkan
Anggur Shine Muscat menghebohkan ASEAN karena temuan residu pestisida di Thailand. Kasus itu menyadarkan kita tentang urgensi produksi buah lokal. Harian Kompas (Kompas.id) mengutip Bangkok Post, 25 Oktober 2024, memberitakan temuan residu pestisida pada anggur Shine Muscat di Thailand. Temuan dilaporkan Jejaring Kewaspadaan Pestisida Thailand dan Dewan Konsumen Thailand, dua organisasi nonpemerintah peduli bahaya pestisida. Mereka menemukan, sembilan dari 24 sampel yang diperiksa berasal dari China, sisanya tidak teridentifikasi asalnya. Hasil uji menunjukkan, 23 dari 24 sampel anggur mengandung residu pestisida melebihi ambang batas yang diizinkan di Thailand.
Rinciannya, satu sampel mengandung chlorpyrifos, insektisida yang dilarang di Thailand. Sebanyak 22 sampel lain mengandung 14 residu kimia berbahaya melebihi ambang batas aman dan 50 residu pestisida lain. Dari 50 residu pestisida lain yang ditemukan itu, 22 jenis pestisida belum diatur di Thailand, seperti triasulfuron, cyflumetofen, tetraconazole, dan fludioxonil. BPOM Thailand juga mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan telah memeriksa 246 ton anggur Shine Muscat impor. Namun, seperti disampaikan Direktur Pemeriksaan Makanan dan Obat-obatan BPOM Thailand Wattanasak Sornrung, hanya empat sampel yang diambil yang memiliki residu pestisida melebihi ambang batas aman.
Selain itu, semua anggur dari China yang masuk dengan kereta api juga dinyatakan aman. Kemenkes Malaysia, seperti dikutip The Star, 28 Oktober 2024, mengumumkan, anggur Shine Muscat yang ada di negaranya tidak mengandung residu kimia melebihi kadar yang diizinkan. Melalui Program Kualitas dan Keamanan Pangan, Kemenkes Malaysia memeriksa 234 sampel anggur dan ditemukan empat sampel tidak memenuhi standar, tetapi itu bukan anggur Shine Muscat. Di Indonesia, pemeriksaan dilakukan Badan Karantina Indonesia (Barantin).
Dalam siaran pers Barantin, 31 Oktober 2024, hasil pengawasan anggur impor menunjukkan residu pestisida yang ada masih di bawah ambang batas aman. Pemerintah, seperti dikemukakan Wamentan Sudaryono, masih menunggu hasil pemeriksaan BPOM Indonesia. Tiga pelajaran dari kasus anggur Shine Muscat, Pertama, standar ambang batas aman residu pestisida mesti mengikuti standar internasional. Kedua, kasus ini seharusnya menyadarkan pemerintah untuk menjaga keamanan pangan rakyat kita. Ketiga, produksi buah lokal yang sangat kaya ragamnya di Tanah Air perlu ditingkatkan untuk membatasi impor buah sehingga kesejahteraan petani buah meningkat. (Yoga)









