DBS dan Flip.id Permudah Nasabah Bertransaksi Digital
PT Bank DBS Indonesia bekerja sama dengan PT Fliptech
Lentera Inspirasi Pertiwi atau Flip.id yakni aplikasi penyedia layanan transfer
gratis antarbank. Kolaborasi tersebut untuk mempermudah nasabah serta pelaku usaha
dalam bertransaksi secara digital di tengah pandemi Covid-19. Head of Salas
Global Transaksi Bank DBS Husin Hartono mengungkapkan, pemenuhan transaksi real
time tidak hanya meningkatkan efisiensi untuk nasabah perseroan dan penghematan
biaya, tetapi juga memberikan pengalaman serta menempatkan nasabah korporasi
perseroan sebagai pemimpin pasar di industrinya.
Pelaku bisnis mikro pun dapat terbantu dengan layanan transfer bebas biaya antar bank melalui aplikasi Flip.id. Bisnis mikro dapat menghemat pengeluaran operasiona saat harus melakukan transaksi kirim uang ke supplier maupun konsumen.
CEO Flip.id Rafi Putra Arriyan mengatakan, pihaknya melihat peningkatan kebutuhan masyarakat untuk melakukan transaksi kirim uang secara online, yang sebelumnya lebih banyak di dominasi penggunaan ATM. Salah satunya Flip.id yang mencatat adanya peningkatan pengguna sebanyak hamper 100% atau dua kali lipat selama pandemi berlangsung di banding sebelum pandemi terjadi.
Pandemi Covid-19 Percepat Pertumbuhan e-Commerce
Dalam survei kepada 2.987 responden yang dilakukan pada Juni
2020 itu, Sirclo menemukan dua hal utama. Pertama, tingginya akselerasi adopsi
e-commerce selama pandemi Covid-19. Kedua, tumbuhnya tren social commerce,
yaitu transaksi jual-beli daring (online) melalui aplikasi percakapan dan media
social.
CEO dan Founder Sirclo Brian Marshal mengatakan, adanya pandemi Covid-19 justru lebih mengakselerasi industry e-commerce di Indonesia. Proyeksi pertumbuhannya pun diprediksi mencapi 91% pada 2020 ini, jauh melampaui proyeksi ssebelumnya yang hanya sekitar 54%. Menurut dia, 90% populasi Indonesia akan menggunakan smartphone pada 2025. Sejalan dengan itu, total pengguna smartphone yang mengadopsi internet pun akan meningkat 77%. Dua hal tersebut turut mendorong industry ekonomi digital meningkat tiga kali lipat dalam rentang tahun 2019-2025.
Sebagai e-commerce enabler terdepan di Indonesia, Sirclo kini melayani ratusan pemlik usaha untuk meningkatkan penjualnnya di berbagai lapak daring (marketplace), anatara lain Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, dan Blibli.com. Melalui Sirclo Comemerce Sirclo menangani proses penjualan end-to-end di marketplace.
Pertumbuhan Industri AMDK Tergerus Pandemi Covid
Sepanjang 2020, Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan
Indonesia (Aspadin) telah tiga kali memangkas target pertumbuhan. Awal 2020,
pertumbuhan industry AMDK ditetapkan 10%, namun direvisi menjadi 7-8%. Kemudian,
Aspadin kembali mengoreksi target pertumbuhan menjadi 4-5% dan diturunkan lagi
menjadi 1% pada kuartal IV-2020. Dia menegaskan, ekonomi nasional yang turun
5,32% kuartal II-2020 menjadi pemicu revisi target pertumbuhan untuk kali
ketiga.
Dia mengungkapkan, saat ini, rata-rata utilitasi Industri AMDK sekitar 70%. Namun, pabrikan yang hanya memproduksi kemasan kecil utilitasisanya di bawah 70%, lantaran penjualan turun 40%. Dia berharap pembukaan kembali bioskop di beberapa kota dapat mendorong peningkatan aktivitas konsumsi.
Di sisi
lain, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, industri tekstil dan
produk tekstil (TPT) terdampak berat (hard-hit) pandemi Covid-19. Untuk itu,
Kemenperin menyusun strategi percepatan pemulihan indutri TPT dan berusaha
memacu agar industri ini tetap produktif di tengah hantaman pandemi Covid-19.
Politik Hukum Pajak dalam UU Cipta Kerja
Dirumuskannya norma pajak dalam UU Cipta Kerja telah memberi jalan atau arah kebijakan (legal
policy) bagaimana negara hendak memberlakukan aturan untuk mencapai tujuan
negara melalui model omnibus. Pajak sebagai pungutan legal atas dasar UU dalam
pemungutannya memiliki seni tersendiri. Contoh pasal 111 angka 2 sebagai
perubahan pasal 4 dari UU PPh No 36/2008 yang menambahkan ketegasan , kepastian dan keadilan dakan
konteks pemenuhan kewajiban pajak. Arah pungutan pajak telah memberi jalan
politik hukum pajak yang diidealkan.
Politik hukum pajak adalah politik hukum yang tidak melihat teks pajak sebagai teks yang formal belaka tetapi teks sebagai karya seni. Pungutan pajak era saat ini adalah era menilai pajak dalam paradigma baru.
Paradigma baru pajak adalah paradigma menilai pajak pada tataran
politik hukum yang diarahkan pada
panduan jiwa bangsa kita sendiri.
Konsep kebutuhan UU Cipta Kerja
adalah konsep kepastian hukum
yang amat diperlukan. Namun
penerapannya diformulasikan pada
konsep kontrol sosial yang terarah dan terukur.
Arah kebijakan pajak (tax policy) adalah arah dengan menggunakan kompas kesejahteraan yang tertuang jelas dalam UUD 45. Jika itu yang dituju, maka politik hukum pajak dalam UU Cipta Kerja sudah berjalan pada rel yang tepat dan dapat dilaksanakan untuk tujuan mulia buat bangsa dan masyarakat yang pada tataran implementasi harus terkontrol dengan baik.
RI Peringkat Lima Dunia Pemilik Startup Terbanyak
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance
(indef) Bhima Yudhistira mengungkapkan, maraknya kelahiran perusahaan rintisan
di Indonesia juga disebabkan karena banyaknya generasi milenial yang mulai
menciptakan usaha baru. “Mereka ini menggunakan kesempatan dari booming ekonomi
digital untuk membentuk startup. Indonesia sekarang masuk urutan kelima di
dunia dengan jumlah startup paling banyak, sekarang ada 2.203, tahun lalu itu
sekitar 1.500-1.800, dan karena pandemi jadi makin melonjak juga.” Terang Bhima
dalam acara peluncuran generasi Djempolan Kredivo secara daring, Rabu (4/11).
Pada kesempatan itu, Direktur Grup Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dino Milano mengungkapkan, di saat perkembangan keuangan digital yang pesat saat ini, literasi dan inklusi keuangan sangat dibutuhkan.
OJK berperan aktif merajut ekosistem, sifatnya satu pihak dan pihak lain adalah saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme. Saat ini, OJK memiliki fintech center atau dikenal OJK Infinity yang mewadahi para startup atau fintech. OJK juga menyelenggarakan regulatory sandbox, di sana startup atau fintech akan melakukan uji coba sebelum dianggap lulus, dan nantinya perlu berperan bersama untuk membuat rantai transaksi menjadi singkat dengan dukungan teknologi.
Properti Komersial, Tren Belanja Ruko Masih Ada
CEO Indonesia Property Watch (IPW)
Ali Tranghanda mengatakan pasar properti komersial masih menyimpan potensi daya
beli kendati terbatas pada masyarakat menengah atas. Menurutnya, properti
komersial semacam rumah toko (ruko) yang berada dalam lingkungan yang sudah
jadi dengan harga yang menarik relatif masih diminati kalangan menengah atas.
Ruko Golden Madrid X merupakan bagian dari hype community complex yang tahun ini diperkenalkan oleh Sinar Mas Land. Ruko tersebut dirancang untuk menjadi tempat berkumpul generasi muda, dengan desain bangunan minimalis. Dia juga memprediksi ruko di Summarecon Bogor yang segera diluncurkan juga dibanjiri peminat.
Geliat Bisnis Barang Konsumen, Prospek 2021 Cukup Menjanjikan
Direktur
Keuangan PT Unilever Indonesia Tbk Arif Hudaya menyebutkan pasar pada 2021
bakal cukup menantang jika merujuk pada perkembangan Covid-19 yang dipenuhi
ketidakpastian. Dimana pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi bakal menjadi
dua indikator yang akan terus diamati pelaku usaha. “Tahun 2021 Ini sangat menarik.
Saya rasa masih cukup menantang. Kita tidak tahu apakah situasi akibat Covid-19
akan terus berlanjut atau justru menjadi periode pemulihan ketika pertumbuhan
PDB kembali terjadi,” Kata Arif dalam acara Indonesia Industry.
Secara umum, Arif meyakini bahwa barang konsumsi tetap akan diperlukan oleh masyarakat. Penjualan produk FMCG Unilever tercatat masih tumbuh dengan akumulasi selama Januari – September senilai Rp32,45 triliun atau naik 0,27% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 32,36 triliun.
Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dalam sambutannya saat membuka IIO 2021 Conference Mengemukakan bahwa Indonesia telah menunjukkan sinyal pemulihan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan bergerak rentang -1,6% sampai 0,6% sepanjang 2020. “Kita masih punya kesempatan untuk tumbuh di rentang lebih baik dari negara lain.” Ujarnya
Di sisi lain, pertumbuhan penjualan FMCG pada 2021 bakal amat tergantung pada perfoma di general trade atau toko tradisional. Penjualan di segmen ini tercatat mengalami kontraksi dalam lantaran daya beli kelompok menengah ke bawah yang kehilangan daya beli.
Staff Ahli Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dan pengamat ritel Yongky Susilo mengatakan jumlah toko mencapai 3,5 juta unit secara nasional, kontribusi penjualan FMCG di general trade menyumbang sampai 65% setiap tahunnya. Namun dengan kontribusi yang besar itu, penjualannya justru tumbuh negatif. Namun, dia meyakini pada 2021 penjualan pada segmen general trade dan modern trade bakal sangat membaik, didukung dengan optimism vaksin Covid-19 serta kemudahan yang di tawarkan Undang-Undang Cipta Kerja.
Pemilihan Presiden AS, Merapal Arah Sinyal Pajak Digital
Di sisi pajak digital, Trump sangat berang saat fenomena uni lateral merebak, yang diwujudkan dengan langkah sejumlah negara memajaki perusahaan digital AS. Trump tak segan memberikan sanksi balasan, dan melalui United States Trade Representative (USTR) menginvestigasi skema pemajakan sejumlah negara, termasuk Indonesia. Sikap Trump kemudian memberikan ketidakpastian terhadap pemajakan ekonomi digital, dan melahirkan ancaman tax war. Hal ini pula yang menjadi alasan forum global di bawah komando Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) tak kunjung menyelesaikan konsesus pemajakan global. Di sisi lain, Joe Biden yang merupakan lawan politik Trump, tentu punya siasat tersendiri. Bisa dibilang Biden memiliki konsep pemajakan yang berbeda. Biden berjanji akan menerapkan konsep pemajakan yang lebih adil.
Direktur Eksekutif MUC Tax Research Institute Wahyu Nuryanto menambahkan, posisi AS di mata dunia memang cukup vital. Sehingga, setiap negara atau ke lompok ekonomi akan berpikir ulang saat menerbitkan kebijakan. Namun demikian, potensi mulusnya pembahasan konsensus pemajakan digital terbuka jika Biden memenangkan pemilihan presiden.
Trump diakui menjadi salah satu penghambat terwujudnya konsensus global. Adapun Biden, setidaknya bisa menjaga harapan komunitas global untuk menerapkan pemajakan yang lebih adil.
Beleid Tarif Bea Masuk Perdagangan Bebas Dirilis
Kementerian Keuangan menerbitkan empat peraturan terkait dengan tata cara pengenaan tarif bea masuk yang didasarkan pada perjanjian perdagangan bebas. Antara lain tentang:
Pertama, Berdasarkan Persetujuan Pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru. Kedua, Berdasarkan Persetujuan Antar Pemerintah Anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara dan Republik Korea. Ketiga, Berdasarkan Persetujuan Antara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara dan Republik India. Keempat, Berdasarkan Persetujuan antara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara dan Republik Rakyat Tiongkok.
“Diharapkan
PMK tersebut dapat memberikan kemudahan bagi pengguna jasa dalam memahami
ketentuan perdagangan bebas yang akan di gunakan dalam kegiatan importasi di
Indonesia,” kata Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Ditjen
Bea Cukai Kementerian Keuangan Syarif Hidayat, Rabu (4/11)
Udang UMKM Diekspor Ke Jepang
Udang tangkapan dan hasil budidaya dari tiga kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pembudidaya udang tambak dari Kotabaru, Kalsel, resmi diekspor ke Jepang, Rabu (4/11). Pelepasan ekspor udang tersebut dilaksanakan berbarengan dengan peresmian Program Akselerasi UMKM Berorientasi Ekspor Bank Indonesia Kalsel (Pamor Baintan) secara virtual.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kalsel, Amanlison Sembiring mengatakan, pihaknya melakukan kurasi produk UMKM berpotensi ekspor untuk mendapatkan perluasan akses pasar khususnya pasar ekspor.
Total produksi udang yang berhasil diekspor dari ketiga kelompok pembudidaya tersebut pada 2019 mencapai 334,9ton atau senilai Rp 26,7 miliar. Kemudian, pada 2020 sampai dengan September 2020 hasil produksi udang mencapai 189 ton atau Rp 15,1 miliar. Kendati demikian, 90 persen dari nilai.
Berdasarkan data ekspor udang dari Kalsel pada 2019, tercatat mencapai 14,74 juta US Dollar atau 1,06 persen dari ekspor udang nasional dan di 2020 sampai dengan Agustus sudah mencapai 8,80 juta US Dollar atau 0,88 persen dari ekspor udang nasional.
Selain sektor perikanan, potensi ekspor lainnya juga didorong melalui UMKM sektor kreatif, meliputi fashion, handycraft, aksesoris, dan makanan olahan.









