Harga Emas Melemah
Dalam 30 hari belakangan, harga emas berkinerja buruk. Sebelumnya sempat bertahan di atas 1.800-an dolar per ons troy, kini mengalami pelemahan dan ditransaksikan di kisaran 1.780 dolar per ons troy.
“Kalau dirupiahkan, logam mulia itu dijual di kisaran Rp 810 ribu per gram. Mengacu kepada kurs mata uang Rupiah terhadap Dolar AS di kisaran level 14.120. Lebih murah Rp25 ribuan dibandingkan posisi satu pekan sebelumnya. Tren harga emas memang akan bergerak turun sekalipun terjadi peningkatan jumlah kasus pasien Covid -19,” ungkap Analis Pasar Modal Gunawan Benyamin, Senin (30/11).
Pasar End User Membaik
Penjualan rumah tapak mulai menunjukkan peningkatan memasuki kuartal III pertengahan. Dan mulai bergairah di bulan Oktober dan November ini.
Hal itu dirasakan pengembang Citra Harmoni, Sidoarjo, yang mendorong untuk meluncurkan produk baru di klaster New York. Hasilnya, dalam open house yang digelar Minggu (29/11), sebanyak 28 unit tipe Chelsea berhasil sold out.
Menurut R Mayasar, Marketing Manager Citra Harmoni, dalam kegiatan open house ini harga yang ditawarkan masih promo. Diantaranya ada cashback, bebas KPR, AJB, BN, dan BPHATB. Pihaknya juga banyak menggandeng banyak perbankan untuk melayani KPR (Kredit Pemilikan Rumah).
“Karena konsumen kami adalah end user yang memang butuh tempat tinggal, sehingga mereka majoritas juga KPR. Ada sekitar 95 persen konsumen kami membeli lewat KPR,” jelas Maja.
Siapkan Holding BUMD Kelola Proyek Strategis Nasional Senilai Rp 14 Triliun
Pemerintah Kabupaten Nganjuk siapkan holding badan usaha milik daerah (BUMD) dalam pengelolaan proyek strategis nasional. Dengan demikian, holding BUMD tersebut akan menaungi berbagai BUMD yang bergerak di berbagai bidang dalam pengelolaan proyek strategis nasional (PSN) yang ada di Kabupaten Nganjuk.
Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhajat mengatakan, dari lima projek strategis nasional di Kabupaten Nganjuk yakni Bendungan Semantok, Kawasan Industri Nganjuk, Bendungan Margopatut, Selingkar Wilis Selatan, dan Jalan Tol Nganjuk-Kediri.
Diakui Novi Rahman Hidhayat, pembentukan holding BUMD tersebut sebagai upaya memaksimalkan pengkoordinasian antar-BUMD dalam pengelolaan proyek stategis nasioanal yang ada di Kabupaen Nganjuk dalam rangka peningkatan pendapatan asil daerah (PAD) dalam jangka panjang.
Kendaraan Niaga Dominasi Penjualan
Penjualan mobil penumpang dan niaga ringan di Sulawesi Selatan mengalami kontraksi yang cukup dalam di tengah Pandemi Covid-19. Hingga triwulan III-2020 atau periode Januari-September 2020, presentase penjualan rerata per bulan turun hingga 37 persen.
Itu pun dirasakan Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO). Kepala AI-DSO Cabang Urip mencakup area Sulselbar, Andrianto Saudin usal menggelar Virtual Astra Daihatsu Sulsel di showroom-nya Urip Sumiharjo Makassar, Sabtu (28/11) lalu mengatakan, penjualan rerata per bulan memang turun double digit.
“Penjualan Gran Max mendominasi penjualan kami di Sulsel. Totalnya sekitar 2.219 unit atau 45,81 persen dari total penjualan. Dimana Gran Max PU 1.895 unit dan Gran Max MB 324 unit,” ujar Andri sapaannya.
Sosialisasi Program Pemulihan UMKM
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kalteng, Ati Muliati, terus menggencarkan sosialisasi dan pemahanan kepada warga Kalteng tentang manfaat Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bagi UMKM.
Dalam satu dialog interaktif, Ati menjelaskan maksud dan tujuan Program PEN bagi UMKM Kalteng, terutama mendorong pertumbuhan UMKM, membantu agar UMKM tetap menjalankan usahanya di tengah suasana pandemi Covid-19, membantu dalam melunasi kewajiban UMKM ke pihak perbankan dan menumbuhkan perluasan usaha.
Omzet Jualan Tanaman Hias Bisa Tembus Miliaran Sebulan
Permintaan masyarakat terhadap tanaman hias meningkat drastis, bahkan hingga 10 kali lipat. Salah satu penjual tanaman hias yang mencetak omzet besar di tengah pandemi ialah Rico Rusdiansyah, pemilik toko @Titikhijau. Penjualan tertingginya ada di bulan Mei 2020, di mana ia sempat merasakan omzet per bulannya tembus hingga Rp 1 miliar.
Omzet itu merupakan akumulasi penjualan tanaman di dalam negeri, dan juga yang diekspor ke berbagai negara seperti Amerika Serikat (AS), negara-negara di benua Eropa, lalu ke Hong Kong, Korea Selatan (Korsel), dan sebagainya.
Adapun jenis tanaman hias yang marak dicari mulai dari monstera, philodendron, anthurium, syngonium, dan sebagainya. Selain para penjual tanaman hias, penjual pot pun turut kena rezeki 'nomplok' di tengah pandemi.
Kementerian PUPR Lelang Dini 4.060 Paket Infrastruktur 2021
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memulai pelelangan dini untuk percepatan realisasi pelaksanaan kegiatan infrastruktur Tahun Anggaran 2021. Pelelangan dini telah dimulai sejak Oktober 2020 dengan total jumlah paket yang telah dilelang sebanyak 4.060 paket senilai Rp46,64 triliun sebagaimana terekam dalam sistem e-monitoring pada status 28 November 2020.
Dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2021 yang telah disetujui Komisi V DPR RI, pagu anggaran Kementerian PUPR TA 2021 sebesar Rp149,81 triliun.
Dari total pagu anggaran tersebut, pelaksanaan tender yang terekam dalam sistem e-monitoring status 27 November 2020 untuk infrastruktur bidang sumber daya air sebanyak 1.910 paket senilai Rp18,31 triliun, infrastruktur konektivitas 1.235 paket senilai Rp18,8 triliun, infrastruktur permukiman 630 paket senilai Rp7,38 triliun, dan perumahan 257 paket senilai Rp1,88 triliun.
Pengadaan Vaksin Covid-19, Gotong Royong Korporasi, Distribusi Hingga Digitalisasi
Komersialisasi vaksin
Covid-19 diperkirakan terjadi
pada Juni 2021 lantaran
laporan uji klinis vaksin
Covid-19 yang dilakukan di
Bandung, Jawa Barat, baru
rampung pada Mei 2021.
Oleh karena itu, simulasi
distribusinya dinilai sangat
penting untuk mengejar target
vaksinasi 170 juta orang.
Ketua Bidang Distribusi
Gabungan Pengusaha Farmasi
Indonesia (GPFI) Hery Sutanto
menyampaikan pihaknya baru
membuat simulasi distribusi
untuk 10 juta dosis.
Dalam simulasi itu, akan
dibutuhkan 1.923 pallet, 48
reefer container, 360 cold truck,
3.300 cold box, dan 4.375
meter kubik cold storage dengan tujuan distribusi 10.134
fasilitas kesehatan.
Sementara itu, PT Kalbe
Farma Tbk. (KLBF) menyatakan
siap ikut serta melakukan
distribusi vaksin Covid-19 yang
akan dimulai oleh Holding
BUMN Farmasi pada akhir
Januari 2020.
Presiden Direktur Kalbe
Farma Vidjongtius mengatakan
saat ini, perseroan memiliki
infrastruktur distribusi cold
chain untuk seluruh Indonesia.
Perseroan juga siap berpartisipasi dalam kegiatan distribusi vaksin milik Holding
BUMN Farmasi.
Erick, yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), menunjuk dua BUMN untuk menyiapkan sistem integrasi data terkait vaksinasi Covid-19. Dia mengatakan saat ini, pihaknya terus menggodok roadmap program vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat, termasuk menyiapkan sistem integrasi data dari berbagai institusi dan lembaga terkait yang bertajuk Sistem Satu Data. Infrastruktur data tersebut digodok oleh dua BUMN yakni PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Bio Farma (Persero). Adapun, sistem tersebut melingkupi data penerima vaksin, suplai vaksin, hingga distribusi vaksin.
Impor Vaksin Peroleh Fasilitas Fiskal
Pemerintah
memberikan fasilitas
kepabeanan dan/
atau cukai, serta
perpajakan bagi impor
vaksin untuk mendukung
langkah penyelesaian
pandemi Covid-19.
Adapun, fasilitas tersebut diberikan untuk kegiatan impor vaksin, bahan
baku vaksin, peralatan
yang diperlukan dalam
produksi vaksin, serta
peralatan untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19.
Kemudian, impor vaksin yang mendapatkan
fasilitas kepabeanan dan/
atau cukai, serta perpajakan dapat dilakukan
melalui pusat
logistik berikat.
Fasilitas tersebut
juga diberikan
terhadap pengeluaran vaksin asal
impor dan/atau
tempat lain dalam daerah pabean dari kawasan berikat atau gudang
berikat, kawasan bebas
atau kawasan ekonomi
khusus, dan/atau perusahaan penerima fasilitas
kemudahan impor tujuan
ekspor (KITE) .
Industri Reksa Dana, Banjir Investor Di Tekfin
Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan pertumbuhan jumlah investor pasar
modal berdasarkan single investor
identification (SID) secara year to
date (ytd) sudah mencapai 3,5
juta investor, menanjak 42,19%.
Padahal, per Desember 2019,
jumlah investor berdasarkan SID
baru 2,48 juta.
Secara khusus, investor reksadana mencatatkan pertumbuhan
59,32% ytd menjadi 2,8 juta
investor dari 1,7 juta investor
pada akhir 2019.
Berdasarkan demografinya, sebanyak 49,4% merupakan investor pada rentang usia
20 tahun–30 tahun,
diikuti dengan
23,85% investor
berada pada rentang usia 30
tahun—40 tahun.
Demografi berdasarkan usia
yang lebih muda, lanjut Uriep,
merupakan alasan pertumbuhan
investor dan AUM reksadana
melalui platform daring di Indonesia mengingat generasi tersebut
lebih melek terhadap teknologi.
Chief Executive Officer PT
Bibit Tumbuh Bersama (Bibit)
Sigit Kouwagam menyebut bahwa
sebenarnya Covid-19 memberikan
tekanan pada industri reksadana,
diantaranya karena daya beli
turun.
Namun, di sisi lain APERD
berbasis tekfin mampu menawarkan solusi investasi digital.
Menurutnya, kemudahan menggunakan aplikasi dan transaksi
reksadana secara digital menjadi
faktor utama peningkatan transaksi
selama masa pandemi.
Selain itu, lanjutnya, selama
Covid-19 awareness masyarakat
akan investasi juga meningkat
karena banyak yang sadar bahwa
dana darurat itu sangat penting
dalam menghadapi situasi krisis.
Mitha optimistis pertumbuhan
transaksi reksadana akan terus
meningkat pada tahun depan.
Pasalnya, dia melihat sejak adanya
pandemi masyarakat jadi semakin
melek keuangan dan sadar akan
kebutuhan untuk berinvestasi
dan mengembangkan uang yang
dimiliki.









