;

Potensi Ekspor Tanaman Hias Sangat Besar tapi Minim yang Mau Garap

Mohamad Sajili 02 Aug 2021 Sinar Indonesia Baru

Permintaan tanaman hias secara internasional sangat besar. Namun, menurut Menteri Perdagangan M Lutfi potensi ini belum banyak digarap di Indonesia. Potensi nilai ekspor tanaman hias senilai US$ 7,8 juta di dunia atau sekitar Rp 113 trilliun Namun, indonesia cuma memiliki market share sekitar 0,08% saja di seluruh dunia.

Minaqu, menjadi salah satu UMKM yang melihat potensi tersebut. Menuruti lutfi, unit usaha ini jeli memanfaatkan peluang bisnis yang besar dan baru digarap secara minim di Indonesia.

Sebagai gambaran besarnya potensi ekspor tanaman hias, CEO Minaqu Home Nature Ade Wardhana Adinata mengatakan saat ini pihaknya sudah berhasil melakukan ekspor ke 6 negara di Eropa dan Amerika Serikat.

Dia mengatakan Minaqu berhasil bekerja sama dengan 7 distributor tanaman hias di 6 negara tersebut. Totalnya ada 15 juta tanaman hias yang akan diekspor selama dua tahun, dengan nilai kontrak mencapai Rp 2,3 triliun. Ade mengatakan Minaqu berhasil cuma dimulai dengan modal sebesar Rp 500 ribu di bulan November 2019, dan dalam 10 bulan awal usahanya ini, Minaqu menembus Rp 5 miliar sebulan.


Kemenperin : Utilisasi Industri Mamin Capai 89 Persen Meski Pandemi

Mohamad Sajili 02 Aug 2021 Sinar Indonesia Baru

Pit Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika mengatakan utilisasi industri makanan dan minuman (mamin) tetap tinggi, bahkan mencapai 89 persen meski di tengah pandemi.

la mengatakan saat meninjau PT Unilever Indonesia (Walls Factory) dan Mondeléz indonesia (pabrik biskuit Oreo dan Ritz) kemarin utilisasi kedua perusahaan selama masa pandemi sama-sama menyentuh di angka kisaran 89 persen. Artinya produktivitas tetap berjalan baik dan justru permintaannya semakin meningkat, baik di pasar domestik maupun mancanegara.

Putu memberikan apresiasi kepada kedua produsen mamin tersebut, karena di masa pandemi tetap mengapalkan produknya ke pasar ekspor. Hal ini memberikan dampak terhadap peningkatan devisa dan menunjukkan bahwa produk industri nasional berdaya saing di kancah global.

Kemenperin mencatat, industri merupakan salah satu sektor primadona yang membuat kinerja ekspor manufaktur nasional meroket sepanjang semester tahun 2021. Total nilai ekspor industri pengolahan nonmigas pada Januari-Juni 2021 mencapai 19,58 miliar dolar AS atau naik 21.68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain berorientasi ekspor, industri mamin juga tergolong sektor padat karya dan menjalankan hilirisasi atau meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri.


Kontribusi Indonesia Tertinggi

Fadilla Anggraini 02 Aug 2021 Sumatera Ekspres

PALEMBANG - Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengumumkan capaian positif Mitsubishi Motors di Indonesia sebagai penyumbang terbesar untuk penjualan MMC di skala global pada kuartal pertama 2021 (tahun fiskal April-Juni). Kontribusinya mencapai 11,5 % atau 26.397 unit terhadap penjualan MMC secara global.

"Indonesia merupakan negara penting, untuk itu kami ingin memastikan pasokan unit terserap pasar bahkan dalam situasi disruptif seperti saat ini," ujar Naoya Nakamura, Presiden Direktur MMKSI, kemarin. Dominasi penjualan MMKSI di Indonesia dikontribusikan oleh model Xpander dan Xpander Cross dengan 49 %, Pajero Sport 20 % dan L300 23 %. Persentase penjualan lainnya dikontribusikan model Triton, Eclipse Cross, dan Outlander PHEV.

Sementara secara global, dua model Xpander juga menempati posisi pertama terbanyak dengan kontribusi 54 % dan Pajero Sport 38 %. "Terima kasih kepada seluruh konsumen yang mempercayakan pilihannya kepada model kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi Motors di Indonesia," katanya.

Pihaknya juga mengapresiasi beragam kebijakan dan insentif pemerintah yang mendukung daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan industri otomotif. "Kami berharap beragam inovasi dan kebijakan yang menguntungkan konsumen dan industri dapat berlanjut menyesuaikan tantangan dan kondisi seperti sekarang ini," tambahnya. Sejak 2017, Xpander dan Pajero Sport diproduksi di Indonesia dan turut berkontribusi terhadap ekonomi nasional, termasuk penyerapan tenaga kerja dan bahan baku produksi.

Realisasi Rumah 7 Ribu Unit

Fadilla Anggraini 02 Aug 2021 Sumatera Ekspres

PALEMBANG - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Sumsel mencatat realisasi penyerapan unit rumah di Sumsel mencapai 7 ribu unit. "Sejak awal tahun hingga Juni ini, penyerapan sudah mencapai 7 ribu unit," kata Ketua DPD REI Sumsel, Zewwy Salim, kepada Sumatera Ekspres, akhir pekan lalu.

Walaupun kondisi ekonomi sulit karena pandemi dan entah kapan berakhir, kinerja penjualan anggota REI tergolong cukup baik dari target tahun ini 15 ribu unit. "Tahun lalu penjualan stagnan karena penurunan daya beli dan perbankan lebih fokus kepada relaksasi kredit, juga selektif menyalurkan KPR," cetusnya.

Tapi, kata dia, market dan backlog perumahan di Sumsel masih tinggi terutama di Kota Palembang. "Setelah stagnan 2020, kemarin, kita kejar realisasi awal tahun dan perbankan mulai gencar merealisasikan pembiayaan perumahan," ucap dia.

Zewwy mengatakan, dari 7 ribu unit tersebut, hampir 85 % perusahaan subsidi atau FLPP dan 15 % nya perumahan komersial. "Perumahan FLPP tetap jadi market yang besar dengan daerah pengembangan, seperti kawasan Barangan, Gandus, dan daerah lainnya," sebut dia.

Lebih jauh dia mengungkapkan, penjualan perumahan komersial akan meningkat mengingat ada subsidi PPN dari pemerintah. Kebijakan ini diproyeksi mampu mendorong penjualan, sebab penjualan perumahan akan semakin murah dibanding sebelumnya. "Ini tentu jadi sinyal positif bagi penjualan rumah komersial dan para pengembang," sebut dia.

Dijelaskan, penjualan perumahan subsidi maupun komersial tetap prospek meski dimasa pandemi. Hanya saja, kerja sama pihak terkait untuk mendorong penjualan sangat penting termasuk pembiayaan.

Lion Air Group Pangkas 35 Persen Karyawan

Fadilla Anggraini 02 Aug 2021 Sumatera Ekspres

JAKARTA - Sektor penerbangan adalah salah satu sisi paling terdampak semenjak pandemi Covid-19. Hal itu membuat maskapai berusaha keras untuk bertahan. Namun, ada juga yang tidak kuat dan terpaksa merumahkan karyawannya.

Lion Air Group, misalnya. Maskapal nasional itu terpaksa merumahkan karyawannya sebanyak 35 %. Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, menuturkan, merumahkan karyawan merupakan tindakan proaktif berdasarkan mitigasi guna menjaga kontinuitas perusahaan.

Saat ini secara bertahap, rata rata operasional perusahaan hanya 10 - 15 % dari kapasitas normal. Sebelum pandemi Covid-19 rata-rata terdapat 1.400 penerbangan per hari. Dengan berkurangnya frekuensi penerbangan biaya-biaya yang harus ditanggung perusahaan cukup besar. "Lion Air Group sedang menjalankan pemetaan agar lebih fokus penguatan di seluruh lini bisnis yang berdampak secara keseluruhan," jelas Danang.

Dia menyebut, ada beberapa skema pemulihan yang ditempuh perusahaan untuk menjaga keberlangsungan usaha. Kini kondisinya, jumlah produksi pekerjaan dan SDM tak sesuai secara perhitungan. Sehingga, pihak Lion Group memutuskan untuk melakukan pengurangan tenaga kerja dengan merumahkan karyawan namun statusnya bukan pemutusan hubungan kerja (PHK). "Beban kerja (load) di unit masing-masing kurang lebih 25 - 35 % karyawan, dari 23.000 karyawan," ujar Danang.

Meski merumahkan karyawan, Danang mengklaim, Lion Air tetap berusaha memenuhi dan mendukung biaya hidup pegawai. "Selama dirumahkan akan diadakan pelatihan secara virtual (online) sesuai bagian unit masing-masing. Keputusan ini berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut," tuturnya. Lion Air Group berharap langkah ini keputusan terbaik.

Pasokan BBM Aman Selama Garuda Shield

Fadilla Anggraini 02 Aug 2021 Sumatera Ekspres

PALEMBANG - PT Pertamina (persero) Marketing Operation Region (MOR) Sumbagsel memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) aman selama kegiatan Latma (Latihan Bersama) Garuda Shield, pada 1-14 Agustus 2021 di Baturaja. Latma Garuda Shield merupakan program latihan bersama antara TNI-AD dengan US Army. Tahun ini program Latma Garuda Shield yang ke-15 dengan materi latihan terdiri dari latihan lapangan, menembak, medis dan penerbangan.

Pjs Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR II, Agustina Mandayati, mengungkapkan selama kegiatan pihaknya akan menyalurkan kebutuhan BBM jenis Pertamina Dex, Avtur, dan Pelumas. "Rencananya Pertamina akan menyalurkan kebutuhan BBM jenis Pertamina Dex sebesar 71,6 KL," terangnya.

Pertamina juga men-support latihan bersama TNI AD dan US Army dengan pasokan avtur yang saat ini telah disalurkan sebesar 128 KL melalui DPPU SMB II dari rencana kebutuhan 453,4 KL. Selain itu, Pertamina sediakan fasilitas refueler sebagai alat pengisian ketanki dan refueler US Army, serta menyediakan dua unit bridger.

"Pertamina siap memenuhi kebutuhan suplai BBM, avtur, dan pelumas baik untuk TNI maupun US Army hingga selesai kegiatan Latma Garuda Shield ini," ucapnya. Dikatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kerja sama antara Angkatan Bersenjata RI dengan Divisi Infanteri Ke-25 Amerika Serikat (US Army). Selain itu untuk mempromosikan keamanan regional dan menyiapkan sarana capacity building bagi negara pengirim pasukan PBB. 

Sumsel Bidik 3,1 Juta Ton GKG

Fadilla Anggraini 02 Aug 2021 Sumatera Ekspres

PALEMBANG - Sumsel lembung pangan bukan hanya slogan. Di Era Gubernur H Herman Deru. Mimpi Itu ingin diwujudkan. Sebab itu Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DP-TPH) Sumsel berupaya meningkatkan produksi padi hingga 100 ribu ton lebih diluar produksi reguler.

"Kita melakukan gelar rapat koordinasi gerakan percepatan tanam seluas 80 ribu hektar untuk mencapai itu," kata Plt Kepala DP-TPH Sumsel. Dr Ir HR Bambang Pramono MSi usai rapat ruang rapat DP-TPH kemarin.

Di sana, DP-TPH Sumsel melibatkan tujuh kabupaten penghasil utama padi dan gabah yakni Dinas Pertanian Kabupaten OKI, Muaraenim, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Banyuasin, OKUT dan Ogan Ilir. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan dari PT Rusnajaya dan PT Buyung Putra Sembada sebagai mitra DP-TPH Sumsel.

"Intinya adalah untuk mencapai tambahan 400 ribu ton GKG (Gabah Kering Giling) sehingga dengan adanya tambahan tersebut target produksi kita di tahun 2021 menjadi 3,1 juta ton Melebihi produksi kita di tahun 2020 yakni 2,7 ton tegasnya.

Dia membeberkan, ada lima strategi yang akan dilakukan Seperti mengusulkan ke kementerian untuk penambahan bantuan benih padi bagi petani petani yang melakukan percepatan pertanaman. Lalu, melakukan pendampingan petugas penyuluh pertanian ditambah petugas pendamping ekonumi pertanian (P2EP).

Selain itu DP-TPH Sumsel juga melasakan gerakan pengendalian organisme pengganggu tanaman dan dampak perubahan iklim. Disisi lain, upaya mendorong percepatan panen dan pengolahan lahan dengan mengerahkan brigadir alat-alat yang ada di kabupaten dan yang ada di provinsi bersama PT SAI BUMD Pertanian juga dilakukan. DP-TPH Sumsel juga tentunya sangat memotivasi para petani adalah pembelian hasil panen yang akan dilakukan oleh PT Rusnajaya dan PT Buyung Putra Sembada. "Ini sebagai tindak lanjut dari MoU pada tanggal 28 Mei 2021 yang disaksikan oleh Menteri Pertanian pada acara kick off Food Estate 2021," ujarnya.

Upaya lain yang dilakukan saat ini adalah mengusulkan tambahan Luas Baku Lahan (LBS) hasil validasi LBS tahun 2020 seluas 69.213 ha ke Kementerian ATR/ Badan Pertanahan Nasional dari LBS saat ini seluas 470.602 Ha disamping berupaya meningkatkan indeks pertanaman tahun 2020 masih cukup rendah yakni 1,23 %, dengan adanya percepatan tanam 80 ribu ini, kita berharap bisa mendekati jadi 1,4 % indeks pertanaman.

Dari target 80 ribu hektar itu, ada sebanyak 20 ribu hektar kegiatan intensifikasi yang semula tarik tanamannya dibulan Agustus-September yang terdiri dari 15.000 hektar di Oku timur dan 5.000 Ha di Banyuasin tenyata tidak bisa terpenuhi karena lahan-lahan tersebut saat ini ada pertanaman. Alhasil, target yang 20 ribu itu tidak bisa di tanam di bulan Agustus atau September. "Tetapi mereka mengupayakan percepatan di Oku timur ada sekitar 5 ribu hektar dan di Banyuasin ada sekitar 19 ribuan hektar. sehingga total kesepakatan kita pada rekor hari ini diluar intensifikasi 20 ribu hektar ada sekitar 51.397 hektar lahan siap tanam.

Penjualan Anjlok, Kurangi Jumlah Pegawai

Fadilla Anggraini 02 Aug 2021 Sumatera Ekspres

Petani ikan hias di Palembang salah satunya ada di Gang Sianjur, Kecamatan Ilir Timur II. Dulu, hampir setiap rumah menjual ikan hias di sana. Namun, akhir pekan lalu, pemandangan itu hilang dari mata wartawan koran ini. Kini, di daerah terkenal kaya akan hias tersebut masih menyisakan satu orang petani. Namanya H Eddy Yusuf (61), warga Gang Antara RT 16, No 31 dengan jargon usaha 374 akuarium. Wajar dia bertahan. Kakek 3 orang anak dan 11 orang cucu sudah tekuni usaha itu 40 tahun lebih. Beragam ikan hias dan ikan kolam dia jual. Mulai dari bibit ikan kolam, lele, gurami, nila, patin serta bawal. Lalu ada juga beragam bibit ikan. Seperti ikan mas, lohan, arwana, channa, ikan mas koi, komet, layang-layang, gurami albino, ikan sembarau, mancis, kapiat serta koi metalik. H Eddy sendiri, memasok ikan hias tersebut dari beragam daerah. "Selain bogor, dari Jawa Timur, Tulung Agung dan beberapa daerah lainnya," ulasnya. Ikan tersebut selanjutnya, dihamparkan dalam kolam pemeliharaannya. Dari luas lahan 3.500 meter persegi, ada sebanyak 100 unit kolam semen dengan ukuran 2 x 2 meter dan 4 x 4 meter. Ditambah dengan kolam tanah sebanyak 4 buah. "Dulu kita melakukan pembibitan. Sulitnya, jika pembibitan harus dipelihara selama tiga bulan baru bisa dijual. Sedangkan kalau kita membeli bibit, bisa langsung dijual," tuturnya.

Mengurai harga penjualan ikan hias. Mantan calon pegawai dinas perkebunan ini menjelaskan untuk harga ikan yang paling mahal saat ini adalah Koi. "Khusus ikan koi, harga jualnya mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 800 ribu/ ekornya. Dan saat ini pendistribusian ikan koi, masih tinggi-tingginya. Untuk di Sumatera Selatan, permintaan ikan koi terbilang masih tinggi," jelasnya. Sedang jenis ikan hias lainnya, terbilang masih rendah. Mengorek keterangan H Eddy, ikan koi yang paling mahal adalah ikan koi tiga warna. Tetapi, warna yang ada semuanya terang dan enak dilihat. "Sebenarnya ada juga yang empat warma. Harganya juga mahal. Namun jarang ikan koi empat warna, memiliiki tektur dan keindahan warna yang terang dibanding ikan koi tiga warna," kata dia.

Distribusi ikan hias yang disalurkan, sejauh ini kesemua daerah diwilayah Sumatera Selatan. Bahkan banyak juga permintaan dari Provinsi Lampung serta Jambi. Sayangnya, karena ada pembatasan pemberlakukan kegiatan masyarakat (PPKM) membuat demand turun. "Bagaimana mau mengirim ikan, jika ada PPKM. Jadi kita juga sangat terimbas," jelasnya. Sebelum pemberlakukan PPKM, Eddy, menjelaskan dalam satu bulan bisa mencapai 5 - 6 kali pengiriman.

Waktu PPKM diberlakukan, permintaan ikut turun. Dalam sebulan H Eddy, hanya mengirim 1 mobil. "Yang jelas sekarang ini, wong bukan nak ngejoke beli ikan. Mereka nak ngejoke makan dulu. Anak-anak sekolah. Galo-galo nak duit galo. Kalu sekat menyekat diteruske, nah bakal saro kedepan," bebernya. Dia berharap agar penyelenggaraan PPKM segera usai sehingga setiap pengusaha dapat Kembali menjalani kehidupan normal. 

Pria yang memulai karirnya dari umur 15 tahun ini juga berharap pandemi segera berakhir. "Dan masyarakat Kembali hidup normal. Termasuk kami petani ikan, yang kini terseok-seok akibat penerapan PPKM," pungkasnya. Mengingat lanjutnya, tidak hanya penjualan yang menurun drastis, tetapi dia harus memikirkan 6 orang gaji karyawannya. "Saat ini ada sebanyak 6 orang karyawan. Kalau dulu sebelum pandemi karyawan yang saya pekerjakan ada sebanyak 9 orang. Lantaran terkena pandemi dan penjualan ikan menurun akhirnya pegawai terpaksa kita kurangi. Hanya 6 orang saja," pungkasnya.

Harga Purun Naik

Fadilla Anggraini 02 Aug 2021 Sumatera Ekspres

KAYUAGUNG - Saat ini harga purun, bahan baku membuat tikar, naik. Kenaikan harga ini karena adanya tambahan biaya operasional membawa purun yang dipesan pelanggan. Suparedi, pengrajin purun mengaku, kalau musim penghujan bisa mengambil purun lewat sungai. "Sekarang purun bisa diangkut menggunakan mobil," katanya.

Sejak masuk musim kemarau harganya Rp 12 ribu per ikat. Biasanya Rp 10 ribu per ikat. "Saat ini tak banyak yang mencari purun karena penjualan tikar turun. Kalau dijual tikar kan harganya murah," imbuhnya kemarin (1/8). Dikatakan, purun jika sudah dibuat kerajinan lain seperti tas harganya mahal. Sayangnya saat ini permintaan berkurang. "Kami berharap kerajinan purun terus berkembang dan bisa dipasarkan. Kalau bisa kreatif maka harga produk yang dihasilkan akan semakin tinggi," ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM OKI Herliansyah Hilaludin menambahkan akan terus mengembangkan kerajinan purun menjadi produk lain yang bernilai tinggi. "Produk purun sudah sering dikenalkan dalam berbagai acara seperti pameran," katanya.

Diganti IKEA, Guardian, atau Hero Supermarket

Fadilla Anggraini 02 Aug 2021 Tribun Sumsel

JAKARTA, TRIBUN - Seluruh gerai Giant di Indonesia resmi tidak lagi beroperasi di Indonesia mulai hari ini, Minggu (1/8/2021) Hal tersebut selaras dengan keputusan PT Hero Supermarket Tbk selaku pengelola, yang memutuskan untuk menutup seluruh gerai Giant di Indonesia per akhir Juli 2021 Keputusan itu telah diumumkan oleh Presiden Direktur Hero Supermarket, Patrik Lindvall, pada akhir Mei 2021.

Dalam pengumumannya pada saat itu disebutkan, penutupan Giant merupakan bagian dari langkah Hero yang akan lebih fokus pada pengembangan gerai merek lainnya, yaitu IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket.

"Gerai Giant lainnya akan dengan berat hati ditutup pada akhir Juli 2021," kata Patrik, dalam siaran pers Selasa (25/5/2021) silam.

Penutupan Giant juga merupakan bentuk adaptasi Hero Group terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah. Pengalihan fokus bisnis pun dilakukan untuk merespons turunnya popularitas format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. "Keputusan besar seperti ini tidaklah mudah, tetapi kami percaya keputusan ini perlu diambil untuk kepentingan jangka panjang PT Hero Supermarket Tbk," ujar Patrik.

Sebagai informasi, Hero akan mengubah setidaknya lima gerai Giant menjadi IKEA untuk memperluas pelayanan pelanggan. Hero Group juga tengah mempertimbangkan perubahan sejumlah gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket.

Kisah Giant dimulai pada tahun 1944 ketika toko pertama keluarga Teng Meng Chun ini dibuka di Sentul Pasar, Malaysia, dan diperluas dengan pembukaan Pusat Minimarket Teng di Bangsar pada tahun 1974. Selanjutnya Giant dikembangkan tak di Malaysia, tetapi juga Singapura dan Indonesia. Melansir laman Hero Group, Giant di Indonesia dibesarkan oleh perusahaan Hero Group. Awalnya bisnis yang dibangun MS Kurnia adalah minimarket. Hero Supermarket melebarkan sayapnya dan berubah menjadi Giant untuk segmen hypermarket. Giant Hypermarket pertama dibuka di Indonesia pada 2002, berlokasi di Villa Melati Tangerang. Sebagai tambahan untuk kekuatan di segmen ritel, saham Hero Group menjadi lebih besar dengan adanya Giant sebagai hypermarket internasional.

Segmentasi Giant adalah para pelanggan yang menginginkan belanja dengan harga yang hemat, sehingga hal itu diyakini tidak mengganggu jalannya Hero Supermarket Kini nama Giant tinggal kenangan.

Pilihan Editor