;

Tingginya Permintaan Batu Bara, Dongkrak Keuntungan Pelita Samudera Shipping Semester I 2021

Administrator 11 Aug 2021 Tribunnews
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri SulistiyonoTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) membukukan laba bersih pada semester I 2021 sebesar 7,2 juta dolar AS, naik 149 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya  2,9 juta dolar AS. Direktur Utama PT Pelita Samudera Shipping Iriawan Alex Ibarat mengatakan, tingginya permintaan batubara di pasar internasional termasuk China, serta pasar domestik, telah meningkatkan permintaan sewa berjangka kapal kapal perseroan untuk angkutan batubara. "Faktor meningkatnya permintaan batubara ke China dan negara lain turut mendongkrak kinerja usaha perseroan secara keseluruhan," kata Alex dalam keterangannya, Rabu (11/8/2021).Menurutnya, situasi ekonomi global akibat pandemi Covid-19 masih cukup menantang, dan hal ini memacu perseroan lebih adaptif. Ke depan, perseroan terus melakukan diversifikasi usaha pada sektor pengangkutan non-batubara, seperti bauksit, nikel, dan fokus pada keberlanjutan usaha, termasuk ekspansi lebih luas ke pasar internasional.Baca juga: Perselingkuhan Berujung Maut di Kubu Raya Kalimantan Barat, Pelaku Sewa Pembunuh Bayaran Rp 30 Juta"Perseroan tidak bertumpu pada pengangkutan batubara semata dalam melihat peluang usaha, agar bisnis bisa berkelanjutan," ucap Alex. Tercatat, perolehan keuntungan perseroan sepanjang enam bulan pada tahun ini, ditopang dari segmen kapal curah besar yang menyumbang laba 3,5 juta dolar AS. Kemudian, diikuti segmen fasilitas muatan apung, floating loading facility (FLF/FC) sebesar 2,4 juta dolar AS, dan segmen kapal tunda & tongkang (TNB) 1,3 juta dolar AS. Adapun pendapatan Pelita Samudera Shipping sebesar 45,7 juta dolar AS, meningkat 29 persen sebelumnya 35,5  juta dolar AS.

Prediksi Bos BCA: Hanya Ada 3 Bank Digital Besar di RI

Editor Singgih 11 Aug 2021 CNBC Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia - Saat ini bank digital telah menjadi tren di beberapa negara di dunia. Namun Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Jahja Setiaatmadja mengatakan hanya akan ada tiga bank digital di Indonesia. Jahja menyebutkan di era liberalisasi perbankan swasta tahun 1988, mantan menteri keuangan JB Sumarlin melakukan pembebasan perizinan bank dan membuat tahun 1900-an Indonesia memiliki sebanyak 200 bank. Namun akhirnya jumlah itu menurun tajam saat krisis moneter menghantam Indonesia tahun 1998. "Awal tahun 1990, kita punya 200 bank lebih, apa yang terjadi 1998, secara alam terfilterisasi, sehingga sekarang mungkin bank-bank besar 7-8 bank sudah menguasai sekitar 60-70% dari market share. Jadi, bank digital juga demikian saya pikir, hanya tiga yang punya kemampuan untuk berlanjut," jelasnya dalam wawancara dengan CNBC Indonesia di program Money Talks, dikutip Rabu (11/8/2021). Di beberapa negara dunia pun bank digital yang saat ini dikatakan berhasil bisa dihitung dengan jari. Jahja mencontohkan Korea Selatan yang memiliki pendapatan per kapita mencapai US$33,790 tahun 2019 lalu, sekarang hanya memiliki satu bank digital dan sudah mencatatkan keuntungan yaitu KakaoBank. "Di Jepang ada Rakuten, income perkapita tinggi sekali tapi hanya ada 1-2 bank yang berhasil. Thailand, ada satu. Artinya, di setiap negara, at the end of the day (pada akhirnya), itu enggak akan lebih dari tiga, menurut saya," kata Jahja. Menurut Jahja, tren bank digital adalah sebuah keniscayaan khususnya dengan perubahan gaya hidup generasi muda saat ini. Kelompok usia tersebut menginginkan layanan perbankan yang mudah serta instan. Dengan fakta tersebut lahirlah sejumlah bank digital di Indonesia. BCA pun memiliki bank digital sendiri yang juga berfokus pada segmen anak muda. "Memang kaum milenial ini ingin yang instan, ini terpenuhi dengan munculnya nama-nama bank dengan predikat digital," ungkap Jahja. Ke depannya, Jahja menjelaskan bank digital BCA akan disiapkan untuk melantai di bursa saham. Ini harus teruji secara fundamental agar menarik bagi para investor. "Namanya investasi dalam saham, ini bicara jangka panjang, enggak bicara sebulan-dua bulan, setahun dua tahun, tapi akan forever  (selamanya). Nah, ujung-ujungnya kalau sudah forever , ya performance (kinerja)," kata Jahja.

Kesempatan Retail Perbaiki Kinerja

Mohamad Sajili 11 Aug 2021 Koran Tempo

Masa uji coba pembukaan pusat belanja atau mall di wilayah dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 dinilai dapat memberi kesempatan bagi pelaku usaha untuk menyiapkan diri menghadapi tatanan normal baru. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Roy Mandey, mengatakan beberapa pelaku usaha sudah melakukan simulasi pelaksanaan protokol kesehatan yang akan dijadikan standar operasi kelak.

Ia juga menilai uji coba ini merupakan kesempatan bagi peretail untuk mendongkrak indeks keyakinan konsumen (IKK) dan indeks penjualan riil (IPR) yang melorot akibat PPKM. Survei Konsumen Bank Indonesia mencatat IKK merosot dari 107,4 pada Juni 2021 menjadi 80,2 pada Juli 2021.

Kinerja penjualan eceran tumbuh terbatas pada Juni 2021 jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Dalam Laporan Survei Penjualan Eceran, BI mencatat IPR pada Juni 2021 sebesar 198,5. Secara tahunan, IPR tumbuh 2,5 persen. Namun, jika dibanding pada Mei 2021, IPR mengalami kontraksi sebesar 12,8 persen. Adapun uji coba pembukaan pusat belanja dilakukan dengan pembatasan jumlah pengunjung maksimal 25 persen dari kapasitas normal dan bukti vaksinasi sebagai syarat.

"Dengan kesempatan ini, IKK pada Agustus bisa naik lagi setelah lima pekan pusat belanja dan mall ditutup, " tutur Roy. Menurut dia, IKK yang naik juga akan diikuti kenaikan IPR dan indeks ekspektasi konsumen yang sebelumnya diprediksi melambat akibat PPKM selama tiga hingga enam bulan ke depan.


Ambyar Saham Lapak Online

Mohamad Sajili 11 Aug 2021 Koran Tempo

Harga saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) terus ambles sejak awal pekan kedua Agustus atau hingga hari ketiga setelah e-commerce itu menggelar initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan kemarin, harga saham berkode BUKA ini menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) dengan penurunan 7 persen menjadi Rp 1.035 per lembar.

Direktur Ekuator Swarna Investama, Hans Kwee, mengatakan kondisi tersebut dipicu aksi ambil untung atau profit taking para investor. Sebelum IPO digelar, saham Bukalapak mengalami oversubscribed atau kelebihan pesanan hingga empat kali lipat karena diburu investor. Sesaat setelah IPO dan harganya melejit hingga batas atas atau auto rejection atas (ARA), investor menjual saham-saham tersebut demi menarik keuntungan.

Investor terpantau berlomba-lomba melepas saham BUKA, terbukti dari antrean jual yang menumpuk hingga 7,2 juta lot atau setara dengan nilai Rp 745 miliar. Investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell hingga Rp 123 miliar di pasar reguler, sehingga total akumulasi aksi jual bersih asing dalam tiga hari perdagangan mencapai Rp 1 triliun.

Saham BUKA baru sekali menyentuh ARA, yaitu pada hari pertama debutnya di Bursa Efek Indonesia. Ini kontras dengan perdagangan pada Senin lalu, saat harga saham BUKA melorot karena terjadi net sell investor asing Rp 492 miliar. "ARA yang terjadi pada hari pertama IPO merupakan euforia sesaat. Dan ketika harga sudah mulai naik, investor retail memilih ambil untung," kata Hans.


Menteri Trenggono Ajak Negara-negara Anggota RPOA Berantas Illegal Fishing

Administrator 11 Aug 2021 Tribunnews
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas AbdilaTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengajak negara-negara anggota Regional Plan of Action (RPOA) yang terdiri dari ASEAN, Australia, Papua Nugini, dan Timor-Leste untuk memberantas penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing)"Perlu kita pertegas bersama bahwa memerangi IUU Fishing dalam berbagai keadaan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu negara. Kerja sama antar negara merupakan aspek penting dalam pemberantasan IUU Fishing yang perlu dijaga dan diperkuat,” ujar Trenggono dalam keterangannya, Rabu (11/8/2021).Baca juga: KKP Genjot Dukungan Taktis Bagi Pembudidaya Udang Skala Kecil Hadapi Dampak PandemiIa juga menggarisbawahi kemungkinan bahwa pandemi global Covid-19 akan meningkatkan risiko terjadinya IUU Fishing.Hal tersebut didasarkan pada temuan Food and Agriculture Organization yang melihat dampak pandemi ini memperlemah pelaksanaan Monitoring, Control dan Surveillance (MCS) di berbagai negara.“Salah satu dampaknya adalah meningkatnya kompleksitas pemberantasan IUU Fishing,” jelas Menteri Trenggono.Baca juga: Dukung Pembudidaya, KKP Larang Penjualan Benur di Bawah Lima GramPlt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Antam Novambar menyampaikan Indonesia memiliki komitmen yang jelas dan kuat dalam memberantas illegal fishing.Komitmen tersebut salah satunya telah ditunjukkan melalui 14 tahun perannya sebagai Sekretariat RPOA-IUU.“Indonesia sebagai Sekretariat RPOA-IUU telah bekerja bersama dengan 11 negara anggota dan beberapa organisasi mitra dalam memperkuat kerja sama dan menjaga semangat kebersamaan dalam memberantas IUU Fishing”, ujar Antam.

Strategi Kementerian ESDM Menuju Kehidupan Tanpa Emisi di Tahun 2060

Administrator 11 Aug 2021 Tribunnews
Laporan Wartawan Tribunnews.com, IsmoyoTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen untuk mencapai target nol-bersih emisi atau Net Zero Emission (NZE), selambatnya tahun 2060 atau lebih cepat dengan dukungan dari negara lain.Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, pencapaian target tersebut tentu saja membutuhkan dana yang besar dan teknologi yang canggih, serta sumber daya manusia yang bisa mendukung."Pemilihan teknologi menjadi pertimbangan utama guna memastikan ketersediaan, kemudahan, keterjangkauan, keberlangsungan dan daya saing,” ucap Menteri Arifin dalam keterangannya, Rabu (11/8/2021).“Hal tersebut untuk mencapai kemandirian energi, ketahanan energi, pengembangan berkelanjutan, serta ketahanan iklim dan rendah karbon," sambungnya.Menteri Arifin juga menjabarkan strategi jangka panjang sektor energi yang dilakukan Pemerintah menuju karbon netral.Pada sisi suplai, strategi yang dilakukan adalah pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), meliputi solar fotovoltaik, angin, biomassa, panas bumi, hidro, energi laut, nuklir, hidrogen, dan battery energy storage systems.Baca juga: PGN Ikut Kebijakan Kementerian ESDM Soal Proyek Transmisi Cirebon - Semarang"Di samping itu infrastruktur sangat penting, jadi interkoneksi, transmisi dan penerapan smart gird ini juga mutlak dilaksanakan. Demikian banyaknya hal-hal yang harus kita integrasikan, termasuk juga dukungan-dukungan pendanaan ke depan," paparnya.Sementara dari sisi demand, strategi yang dilakukan antara lain penerapan standar kinerja energi minimum (SKEM) dan kompor listrik.Untuk sektor transportasi, dengan penerapan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).Selain itu pada sektor industri, dilakukan dengan cara mendorong pertumbuhan industri sesuai jenis proses industri yang ada dan transisi energi.Sedangkan untuk sektor komersial melalui optimasi konsumsi energi pada bangunan gedung milik swasta dan Pemerintah."Untuk mencapai target-target pembangunan EBT tersebut, tentu membutuhkan regulasi yang dapat memberikan kepastian dan keamanan berusaha. Maka dari itu, Pemerintah merumuskan beberapa kebijakan strategis," pungkas Arifin.

Pemda Diminta Bikin Inovasi Pelayanan, Bukan Ciptakan Jenis Pajak Baru

B.A Yumanto 11 Aug 2021 DDTC News
Kemendagri membuka pintu lebar bagi pemerintah daerah (pemda) untuk berinovasi dalam mengumpulkan pendapatan 2021. Seperti diberitakan oleh DDTC News tanggal 11 Agustus 2021, Direktur Pendapatan Daerah, Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Hendriwan mengatakan pemda disarankan melakukan inovasi dalam menyiasati dampak pandemi yang berlanjut pada tahun ini. Namun, ia menegaskan bentuk inovasi pada ranah pelayanan agar masyarakat mau membayar pajak dan jangan disalahartikan daerah dengan memperkenalkan pungutan baru, baik pajak maupun retribusi daerah. Hendriwan menambahkan pemerintah pusat juga membutuhkan bantuan pemda untuk menyampaikan realisasi terkini pendapatan daerah khususnya komponen pembentuk pendapatan asli daerah (PAD) di antaranya realisasi penerimaan per jenis pajak minimal pada semester I/2021. Menurutnya, belum semua pemda menyampaikan data terperinci realisasi penerimaan per jenis pajak kepada pemerintah pusat. Hingga 31 Juli 2021, baru 360 pemda yang terdiri atas 24 pemprov dan 336 kabupaten/kota sudah menyampaikan data. kebijakan dan juga data itu menjadi bahan dalam Ratas dengan presiden," tutur Hendriwan. (rig)

Tren Investasi dari Jepang Mengeliat

Fadilla Anggraini 11 Aug 2021 Sriwijaya Post

JAKARTA, SRIPO - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tren investasi dari Jepang akan menggeliat di tahun ini. Airlangga menargetkan penanaman modal asing (PMA) atau foreign direct investment (FDI) dari Jepang ke Indonesia akan mencapai 2,6 miliar dollar AS di akhir 2021.

Angka tersebut setara dengan Rp 37 triliun jika dikonversi dengan kurs rupiah sebesar Rp 14.390 per dollar Amerika Serikat (AS). Besaran aliran modal tersebut akan terealisasi sejalan dengan kebijakan investor Jepang yang merelokasi pabriknya dari China ke negara lain, termasuk Indonesia. "Kementerian investasi mencatat bahwa 7 perusahaan multinasional telah berkomitmen masuk ke Indonesia. Diantaranya ada 3 perusahaan yang akan direlokasi dari investor Jepang ke Indonesia,” kata Airlangga dalam peringatan 3 tahun berdirinya IJB.net, Selasa (10/08/2021).

Airlangga yakin, relokasi investasi Jepang dari Cina ke Indonesia menandakan tingginya minat kepercayaan investor global terhadap Indonesia. Hal tersebut tak terlepas dari berbagai langkah dan upaya pemerintah memperbaiki iklim usaha yang lebih kondusif, dengan memberikan kemudahan perizinan bagi investor.

Kementerian Investasi sudah meluncurkan Online Single Submission (OSS) berbasis risiko atau OSS Risk Based Approach (RBA). OSS versi teranyar itu ditujukan untuk mempermudah perizinan hanya melalui satu pintu. "Dalam rangka peningkatan iklim investasi pemerintah sudah launching OSS yang dihadiri Presiden pada 9 Agustus yang lalu dan diharapkan keberadaan Oss sebagai turunan dari pada Undang-Undang Cipta Kerja akan mempermudah para pelaku usaha untuk memperoleh perizinan dan juga ini diharapkan bisa cepat direalisasikan perizinan tersebut," ucap Airlangga.

Sebagai catatan, data Kementerian lnvestasi menunjukkan, realisasi PMA dari Jepang sepanjang semester l - 2021 sebesar 1 miliar dollar AS. Pencapaian tersebut memosisikan Jepang sebagai negara dengan realisasi PMA terbesar di Indonesia dengan jumlah proyek mencapai 2.652.

Airlangga menambahkan, aliran deras modal dari Jepang sejalan dengan hubungan perdagangannya dengan Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kinerja perdagangan antara indonesia dan Jepang di tahun 2020 mencapai 24,3 miliar dollar AS. Bahkan selama periode 2018 hingga 2020, Jepang konsisten menduduki peringkat ketiga sebagai negara tujuan ekspor utama Indonesia, Di tahun 2020, nilai ekspor Indonesia ke Jepang mencapai 13,6 miliar dollar AS. "Dan.ini terus berlanjut hingga semester I 2021 ekspor Indonesia telah mencapai 7,9 miliar dollar AS," ujarnya.

Airlangga berharap hubungan bilateral antar kedua negara yang sudah terjalin secara erat dapat terus ditingkatkan dari berbagai aspek termasuk sisi kegiatan ekonomi. Apalagi Jepang merupakan salah satu mitra penting bagi Indonesia ditengah tantangan dan tekanan pandemi covid-19. "Jepang merupakan mitra yang penting bagi Indonesia diadakan pada berbagai tantangan global pandemi COVid-19 hubungan antar kedua negara tetap terjalin kuat, bahkan terbuka ruang untuk penguatan hubungan yang masih bisa digali," kata Airlangga. Secara rinci, Airlangga mengatakan, sejak periode 2018 hingga Semester I 2021, realisasi investasi Jepang ke Indonesia telah mencapai 12,9 miliar dollar AS. Dengan total proyek PMA Jepang lebih dari 19.000 proyek.


Penjualan Nanas Ketiban Rezeki Sehari Habis Terjual 3.000 Buah

Fadilla Anggraini 11 Aug 2021 Sriwijaya Post

Di tengah masa pandemi Covid-19 saat ini, masyarakat selain harus disiplin Protokol Kesehatan (Prokes), Juga diminta untuk mengkondisikan tubuhnya agar tetap sehat sehingga terhindar dari Virus Corona. Masyarakat tetap diimbau tidak panik dalam menyikapi pandemi dan PPKM, tetapi juga harus mengkonsumsi vitamin agar imunitas tubuh meningkat. Nah, salah satu cara yang dilakukan masyarakat dengan membeli buah nanas, sebagai upaya untuk memenuhi vitamin yang dibutuhkan tubuh.

Alhasil, penjual buah nanas di Kota Panggkalan Balai, Kabupaten Banyuasin ketiban rejeki. Seperti penjual buah nanas yang ada di Jalan Lintas Timur Palembang Betung sedang ramai-ramainya didatangi pembeli. Hal ini, karena banyaknya orang yang membeli buah nanas. Setidaknya, dalam sehari pedagang Nanas bernama Hendri bisa menjual 2.500-3.000 buah nanas. la menjual nanas yang berasal dari Betung, Kabupaten  Ogan Ilir (OI).

“Sekarang, orang yang beli nanas banyak. Katanya, buat tambah vitamin. Kalau sekarang, jual nenas terbilang sangat laku dan dalam sehari paling sedikit itu 2.000 buah habis," katanya ketika ditemui, Selasa (10/8/2021).

Menurutnya, beberapa minggu ini penjualan nanasnya memang mengalami peningkatan yang sangat drastis. Memang, kebanyakan yang membeli nanas ditempatnya pengendara yang melintas di Jalan Lintas Timur Palembang-Betung.

Nanas yang dijualnya bukanlah per buah, melainkan per ikat. Untuk satu ikat nanas, dijualnya Rp 10 ribu. Setiap ikatnya, berisi tiga atau empat buah nanas. Isi ikatan, tergantung dari besar kecilnya buah nanas. Bila buah nanas kecil, maka setiap ikatan berisi empat buah. "Katanya bisa untuk membersihkan paru-paru, itu kata yang beli nenas. Ada juga katanya jaga kesehatan agar tidak kena covid, caranya sering makan nanas. Itu kata yang beli," katanya.

Sedangkan, Ummu pembeli nanas di tempat Hendri mengutarakan setiap hari ia mampir untuk membeli nanas. Untuk sekali beli nanas, ia membeli dua ikat sekaligus. "Katanya bagus untuk paru-paru. Katanya juga bisa buat tambah vitamin secara alami. Jadi sudah seminggu ini, saya selalu beli nanas disini, kata Ummu yang merupakan guru ini.

Sedangkan pedagang rujak keliling yang ditemui didekat SPBU jalan Lintas Palembang-Betung Sapar mengutarakan, beberapa hari ini banyak orang yang menanyakan Nanas karena banyak yang menanyakan nanas, sehingga box buah jualannya lebih banyak diisi nanas. "Lihat sendiri, separuh box jualan buah saya ini nanas. Karena, sekarang ini buah nanas paling laku dibeli orang,” katanya singkat.

Mengutip dari kesehatan.kontan.co.id, berikut beberapa manfaat buah nanas untuk kesehatan yang sudah dibuktikan: Diantaranya kaya nutrisi. Nanas adalah buah yang tergolong rendah kalori namun memiliki nutrisi yang berlimpah. Nanas juga memiliki kandungan vitamin C, mangan, tembaga, folat, kalium, magnesium, niasin, zat besi, dán vitamin A. Vitamin C sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan, sistem kekebalan yang sehat dan membantu penyerapan zat besi dari makanan. Sementara mangan adalah mineral alami yang membantu pertumbuhan, menjaga kesehatan metabolisme dan memiliki sifat antioksidan. Selain itu, nanas juga antioksidan. Buah nanas tidak hanya kaya nutrisi, tetapi juga mengandung antioksidan yang menyehatkan. Antioksidan adalah molekul yang membantu tubuh melawan senyawa oksidatif. Oksidatif adalah keadaan di mana terdapat terlalu banyak radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas ini berinteraksi dengan sel tubuh dan menyebabkan kerusakan yang terkait dengan peradangan kronis, sistem kekebalan yang lemah, dan banyak penyakit berbahaya. Manfaat makan buah nanas akan mencukupi asupan flavonoid dan asam fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan.

Serikat Karyawan : Selamatkan Garuda Indonesia

Fadilla Anggraini 11 Aug 2021 Tribun Sumsel

JAKARTA, TRIBUN - Serikat Karyawan Garuda lndonesia Bersatu meminta dukungan kepada Menteri BUMN Erick Thohir agar menyelamatkan maskapai Garuda Indonesia dari kesulitan keuangan. “Saat ini ada dua permasalahan utama Garuda Indonesia yang harus menjadi perhatian para pengambil keputusan. Pertama permasalahan keuangan, terutama utang yang cukup besar ditambah lagi dengan menurunnya kinerja operasional akibat dari dampak COVID-19, dan kedua adalah permasalahan fundamental bisnis yang perlu ditata kembali dan dikelola secara optimal guna mengoptimalisasi pendapatan,” kata Koordinator Sekber Garuda Indonesia Bersatu, Tomy Tampatty dalam siaran pers, Selasa (10/8). Karena itu, kata dia, sangat dibutuhkan orang yang sangat mengerti di bidang bisnis penerbangan. Menurut dia, manajemen melakukan kesalahan asumsi bahwa masalah Garuda Indonesia hanya masalah keuangan semata, termasuk restrukturisasi utang sebagai pilar utamanya. la menilai manajemen tidak fokus pada masalah fundamental bisnis untuk menciptakan laba, seperti dalam hal ketepatan memilih alat produksi, ketepatan memilih rute yang diterbangi, dan ketepatan people process technology yang dijalankan sehingga bisnis menjadi untung. "Kedepan kita juga perlu mengembangkan ecosystem aviasi dan pariwisata ini dalam suatu strategi bertahan dan tumbuh melalui kolaborasi dan sinergi yang kuat antar BUMN/BUMD, swasta, UMKM dan pemerintah serta semua pemangku kepentingan," ujarnya.Tomy berharap Menteri BUMN Erick Thohir turun tangan menyelamatkan flag carrier Garuda Indonesia khususnya dalam restrukturisasi utang.

"Kiranya Bapak Menteri BUMN memilih opsi satu atau tanpa PKPU sebagaima opsi tersebut mendapat dukungan penuh dari Komisi VI DPR-RI, mengingat sejak awal direktur utama dan jajaran direksi Garuda Indonesia lebih memilih penyelesaian melalui opsi dua atau melalui proses PKPU. Dalam RUPS tanggal 13 Agustus 2021 nanti, kiranya Bapak Menteri BUMN dapat mengambil keputusan yang terbaik untuk menjaga kelangsungan flag carrier Garuda Indonesia," ujar Tomy. Sekber Garuda ndonesia Bersatu terdiri dari Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) Asosiasi Pilot Garuda (APG), dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAG).

Pilihan Editor