Indeks Naik, Reksadana Justru Menyusut
Tren positif pasar saham memberikan efek positif indeks LQ45. Indeks yang berisi saham berkapitalisasi besar paling likuid memimpin pergerakan 1,47%. Kenaikan diikuti indeks IDX30 0,97%, SMInfra18 1,32% dan SRI-KEHATI 1,32%. hanya indeks JII yang minus 9,19%. Infovesta Utama menyebut hal tersebut tidak serta-merta berpengaruh pada kinerja reksadana indeks. Per November 2021, dana kelolaan reksadana indeks berdenominasi rupiah turun dari Rp 9,39 triliun menjadi Rp 9,15 triliun atau turun 2,66% ytd.
Emiten Komponen Otomotif Kian Menderu
Sejumlah emiten komponen otomotif optimistis bisa meraih pertumbuhan kinerja pada tahun depan. Hal ini tak lepas dari kondisi ekonomi yang berangsur pulih dari tekanan pandemi Covid-19. PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) berharap pendapatan tahun depan akan lebih tinggi ketimbang realisasi tahun ini. Direktur AUTO Wanny Wijaya mengatakan, pemulihan kinerja AUTO telah terlihat dari tingginya tingkat utilisasi hingga kuartal III-2021 yang mencapai 80%-90%.
Berkah Harbolnas Akhir Tahun
Kurir bersiap mengirim barang di sebuah gerai penyedia jasa logistik di Depok, Jawa Barat, Senin(13/12). Penyelenggaraan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) diharapkan bisa memberikan efek ganda pada perekonomian nasional.
Asean dan G-7 Upayakan Penanggulangan Pandemi dan Pemulihan Ekonomi
Kemitraan Asean dengan negara-negara G-7 dinilai sangat diperlukan dalam membangun dunia yang eksklusif, lebih hijau, dan berkelanjutan. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menekankan pentingnya kerja sama pada dua hal, yaitu upaya mengatasi pandemi dan pemulihan ekonomi. Hal ini disampaikan dalam pertemuan Asean, G-7 Foreign and Development Ministers Meeting yang diselenggarakan secara hibrid. Salah sat sesi dalam tiga sesi utama adalah pertemuan khusus Asean dan G-7, hanya dihadiri oleh negara G-7 dengan negara anggota serta sekretariat jendral Asean. Sementara itu dalam laporannya, Sekjen Asean Dato' Lim Jock Hoi menegaskan arti penting multiliteral dalam penanganan pandemi. Pada 2022 kemitraan semakin penting, karena tiga negara anggota Asean akan menjadi ketua. Yakni Indonesia sebagai G-20, Kamboja sebagai ketua Asean, dan Thailand menjadi Ketua Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC). (Yetede)
Inilah Resiko Ekonomi Terbesar untuk 2022
Sebagian besar ekonom, termasuk dari Bloomberg Economics, pada dasarnya memperkirakan pemulihan yang kuat, pendinginan harga-harga, dan pergeseran dari pengaturan kebijakan moneter darurat. Masih terlalu dini untuk vonis pasti atas varian omicron dari Covid-19, ternyata lebih menular dari varian mendahulunya, mungkin terbukti kurang mematikan juga. Ancaman Inflasi, pada awal 2021, pemerintah AS diperkirakan mengakhiri tahun dengan inflasi 2% yang sekarang malah mendekati 7%, namun upah di AS bisa terus naik lebih tinggi. Menuju Kenaikan Suku Bunga Fed, sejarah baru-baru ini, dari tantrum tahun 2013 hingga aksi jual saham 2018, menunjukkan bagaimana pengetatan Fed menjadi kesulitan untuk pasar. Kenaikan suku bunga The Fed bisa berarti pendaratan darurat untuk pasar negara berkembang.
Sektor Pertanian Tetap Tangguh
Kinerja sektor pertanian sepanjang 2021 tetap tangguh di tengah badai pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Sektor tersebut mendapat banyak sematan, mulai dari sektor paling resilent, bantalan (bumper) ekonomi, hingga penyelamat dan penopang ekonomi nasional saat pandemi. Hal itu, muncul karena produk domestik bruto (PDB) pertanian yang masih tumbuh positif, nilai tukar petani (NTP) yang meningkat,dan tidak adanya impor beras. Salah satu isu di sektor pertanian publik pada tahun ini adalah rencana impor beras yang pertama kali berembus dalam Rakernas Kementerian Perdagangan. Nyatanya, hingga penghujung 2021, rencana tersebut tidak terealisasi. Kementerian Perdagangan Muhamad Lutfi memperkuat pernyataan Kepala Negara, Kementerian Perdagangan menjamin ketersediaan kebutuhan beras nasional melalui optimalisasi serapan Perum Bulog untuk gabah dan beras petani sepanjang 2021. (Yetede)
Kuartal I, InJourney Optimistis Trafik Penerbangan Domestik Capai 90% dari Normal
Holding BUMN Aviansi dan Pariwisata, PT Aviansi Pariwisata (persero) atau InJourney optimistik trafik (Traffic) penerbangan domestik pada kuartal I-2022 bisa mencapai 90% dari kondisi normal atau sebelum pendemi. Direktur Utama Aviansi Pariwisata Donny Oskaria mengatakan, saat ini trafik diseluruh bandara di Tanah Air sudah hampir mencapai 70% dari kondisi normal. Donny juga mengungkapkan gelaran MotoGP dan KTT G20 sebagai momentum pendukung percepatan kebangkitan dan pemulihan pariwisata di Indonesia setelah terdampak Covid-19. Lebih lanjut, kata Donny, tidak hanya penerbangan saja yang akan bersiap untuk menghadapi momentum MotoGP dan KTT G20 melainkan juga seluruh sektor pariwisata di Indonesia, termasuk perusahaan BUMN yang bergerak di bidang tersebut. (Yetede)
100 Terminal Type A Siap Dikerjasamakan dengan Swasta
Saat ini, terdapat lebih terminal tipe A di Indonesia berpotensi dikerjasamakan dengan badan usaha swasta dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). "Seratus lebih terminal tipe A dengan segala variasinya itu tentu akan menjadi peluang bagi calon investor dalam negeri untuk berinvestasi sekaligus berpatisipasi dalam mengembangkan infrastruktur konektivitas yang bisa menunjang perekonomian pasca-pandemi kedepan," kata Tenaga Ahli KPBU dan Ketua Tim Proyek KPBU Terminal Tipe A Purabaya dan Betan Subing Arianto Wibowo. Dikatakan, dalam Permen PPN 2/2020, terminal masuk dalam salah satu sektor yang bisa dikerjasamakan dalam KPBU. Didalam pelaksanaan proyek yang dikerjasamakan terdapat banyak risiko, apalagi sampai jangka waktu 10-20 tahun. Makin lama waktu kerjasamanya, risiko yang timbul akan semakin banyak. Termasuk risiko perubahan kebijakan oleh pemerintah yang berpotensi mengganggu investasi tersebut. (Yetede)
Pemerintah akan Terbitkan Surat Utang Rp 157 Triliun Akhir 2021
Direktorat Jendral Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPRR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menerbitkan surat utang senilai Rp 157 triliun pada akhir tahun ini. Rencana penerbitan itu dikenal dengan burden sharing berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB)III antara Kemenkeu dan BI terkait pembagian beban pembiayaan APBN 2021.
"Sisa pengadaan utang tunai adalah tinggal melakukan penerbit SKB III sebesar Rp 157 triliun yang akan kita lakukan diakhir tahun ini," ujar Direktur Strategi dan Portfolio Pembiayaan DJPPR Kementerian Keuangan Riko Amor dalam konferensi pers virtual, Senin (13/12). Sementara itu untuk realisasi SBN Domestik telah mencapai Rp982,6 triliun dengna SBN valas sebesar Rp 158 triliun.
Ia mengatakan, Kemenkeu telah turut meningkatkan pembiayaan berupa pinjaman untuk memenuhi kebutuhan yang sangat tinggi dalam APBN 2021. "Kita meningkatkan pembiayaan berupa pinjaman di tengah kebutuhan yang sangat tinggi. Untuk pinjaman pemerintah melakukan konversi pinjaman," tuturnya. (Yetede)
Kemenperin Dukung Proyek Chandra Asri US$ 5 Miliar
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) membangun kompleks petrokimia kedua dengan nilai investasi US$ 5 miliar. Direktur Jendral Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (Dirjen IKTF) Kemenperin Muhammad Khayam menerangkan, subsidi impor bahan baku produk kimia sangat dibutuhkan oleh sektor saat ini. "Pemerintah Indonesia juga akan terus berupaya menciptakan iklim usaha industri yang baik, menguntungkan, dan berkesinambungan melalui berbagai kebijakan sehingga investasi seperti yang ditanamkan oleh CAP dapat terus bertumbuh dan kekuatan ekonomi negeri kita menjadi semakin kokoh," ujar dia dalam keterangan resmi, Senin (13/12). "Anak usaha CAP, PT Chandra Asri Perkasa, menggarap pembangunan kompleks yang akan menambah kapasitas total produksi dari 4,2 juta ton mnjadi lebih dari 8 juta ton per tahun," ujar Khayam. (Yetede)









