Bill Gates, Setelah Omicron Berlalu, Covid Akan Jadi Flu Musiman
Varian virus corona Covid-19, Omicron, saat ini sedang memporak-porandakan AS dan seluruh dunia dengan laju kecepatannya yang telah memecahkan rekor. Meski demikian, Bill Gates masih melihat adanya secercah harapan yang muncul dalam waktu dekat. "Setelah lonjakan saat ini mereda, negara-negara dapat berharap melihat kasus-kasus yang jauh lebih sedikit hingga sisa tahun 2022. Setelah itu terjadi, Covid kemungkinan besar dapat diperlakukan lebih seperti flu musiman." Demikian tulis Gates pada Selasa (11/1) dalam sesi tanya jawab via Twitter dengan Devi Sridhar, ketua kesehatan masyarakat global di Universitas of Edinburgh, yang dilansir CNBC. Beberapa ahli juga mengatakan penyebaran cepat Omicron, kendati berbahaya, masih cukup menginspirasi banyak orang dengan apa yang disebut kekebalan alami untuk membantu mengarahkan pandemi Covid menuju fase endemik yang jauh lebih ringan. (Yetede)
Klaim Asuransi Global Meningkat Karena Covid-19
Industri Asuransi Jiwa dilaporkan sangat terpukul dengan pengajuan klaim terkait Covid-19 yang mencapai US$ 5,5 miliar dalam sembilan bulan pertama 2021. Angka ini lebih tinggi dibandingkan klaim US$ 3,5 miliar sepanjang 2020. Padahal industri tersebut berharap pembayaran klaim akan lebih rendah menyusul peluncuran vaksin. "Kami jelas membayar lebih dari yang kami perkirakan pada awal tahun lalu," ujar angota dewan Hannover Reklaus Miller, yang dilansir Reuters, pada Kamis (13/1). Peningkatan klaim tersebut, sebagian besar disebabkan oleh kemunculan varian Delta yang mana dua kali lebih menular dan lebih mungkin membuat masyarakat dirawat inap dari pada jenis virus corona asli. Disebutkan dalam laporan bahwa kenaikan klaim paling tinggi terjadi di AS, India dan Afrika Selatan. (Yetede)
Strategi Nihil Covid Tiongkok Memukul Belanja Konsumen
Para ekonom mengungkapkan bahwa kebijakan nihil Covid di Tiongkok yang bertujuan mengendalikan pandemi, nyatanya lebih memengaruhi konsumen dibandingkan pabrik-pabrik. Tetapi para analis sepertinya fokus pada dampak terhadap belanja konsumen Tiongkok yang memang sudah lamban. Menurut Kepala Ekonomi Nomura Tiongkok Ting Lu dalam laporan yang diterbitkan pada Senin (10/1), penularan Omicron yang tinggi artinya biaya kebijakan nihil Covid bakal meningkat. "Sisi positifnya, strategi nihil Covid, ditambah kemampuan Beijing untuk memobilisasi semua sumber daya negara, dapat dikatakan membawa manfaat yang signifikan bagi rakyat dan ekonominya. Sejak pandemi virus Corona dimulai pada awal 2020, Negeri Tirai Bambu itu telah meluncurkan kebijakan karantina dan pembatasan perjalanan baik di dalam kota atau dengan negara lain. (Yetede)
Musk: Ada Masalah Dengan Pemerintah, Peluncuran Tesla di India Terunda
Pengusaha milyarder Elon Musk mengatakan pada Kamis (13/1) bahwa pelopor mobil listrik Tesla sedang melewati banyak tantangan dengan pemerintah India, menjelang rencana yang telah lama ditunggu-tunggu untuk peluncuran di negara itu. Harapan Tesla untuk menjual kendaraannya disalah satu pasar terbesar dunia berhenti oleh upaya untuk menegosiasikan bea masuk yang lebih rendah, yang bisa mencapai 100%. Dia menambahkan bahwa perusahaan mengharapkan keringanan tarif, sementara Pemerintah India mengenakan pajak 100% untuk kendaraan listrik yang diimpor dengan nilai lebih dari US$ 40.000 dan pajak 60% untuk kendaraan yang berharga US$ 40.000 atau kurang dari itu. Pihak Tesla khawatir biaya masuk yang besar akan membuat mereka keluar dari pasar India, yang sensitif terhadap biaya. (Yetede)
Grab dan Kemenkominfo Pacu Literasi Digital Pelaku UMKM
Grab, aplikasi super terkemuka di Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman komprehensif untuk memacu liretasi digital di Indonesia. Kerja sama juga mencakup didalamnya literasi digital bagi pelaku UMKM hingga ke wilayah Indonesia Timur serta talenta lain. Grab dan Kemenkominfo akan menyinergikan kekuatan unyuk menerapkan program-program kunci, yaitu SiberKreasi, Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Infromasi (Bakti) Kemenkominfo, dan Focus Group Discussion (FGD), untuk meningkatkan literasi digital. Perhatian juga akan diberikan untuk pelatihan kewirausahaan bagi usaha kecil dan menengah berbasis kuliner guna memfasilitasi mereka untuk go digital lewat GrabFood. Sebelumnya, Kemenkominfo dan Grab sudah bekerja sama untuk program SiberkKreasi yang berhasil mendorong literasi digital bagi lebih 12.000 pengusaha kecil dan menengah di Tanah Air. (Yetede)
Qlue-Dell Dorong Optimalisasi Al Bisnis
Qlue, perusahaan penyedia ekosistem terlengkap di Indonesia, mendorong optimalisasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelegence/AL) dan internet of things (IoT) bagi sektor bisnis di Indonesia. Founder dan CEO Qlue Rama Raditya mengatakan, perkembangan teknologi akan semakin masif, sehingga seluruh aspek bisnis harus cepat beradaptasi dengan baik. Menurut Rama, teknologi AL dan IoT yang merupakan teknologi yang pemanfaatannya terus meningkat karena dimensi perkembangan kebutuhan bisnis yang berpengaruh kondisi sosial dan teknologi saat ini. "Pemanfaatan teknologi berbasis AL dan IoT untuk optimalisasi bisnis itu diantaranya berupa analisis visual demografi pengunjung sebuah toko untuk mendeteksi minat dan ketertairikanya terhadap sebuah produk, atau layanan yang ditawarkan." tutur Rama. (Yetede)
Tahun Investasi Ekuitas
Inflasi yang naik dimana-mana ini pertanda baik, mencerminkan kembali bergairahnya perekonomian global maupun domestik. Dana asingpun masuk lagi ke pasar modal kita, tak melulu mengendap di obligasi pemerintah, namun juga dipastikan mengalir lebih deras ke instrumen saham. Indikasi lonjakan pertumbuhan ekonomi, tergambar jelas dari inflasi yang menguat, yang tidak hanya didorong naiknya ongkos produksi (cost-push inflation) namun juga kuatnya daya beli (demand- inflation). Di Amerika Serikat, bank sentral The Federal Reserve (The Fed) sudah mempercepat pengurangan pembelian aset, plus siap-siap menaikkan suku bunga untuk mengendalikan kenaikan inflasi. Yang lebih menggembirakan ekspor kita sudah didominasi produk manufaktur, yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Kebijakan hilirisasi sumber daya alam dengan larangan ekspor biji nikel, misalnya memaksa perusahaan ramai-ramai mendirikan smelter untuk pemurnian dan pengolahan. (Yetede)
Algoritma Dana Desa 2022
Pemahaman liar Yuval Noah Harari teruji di desa pada 2022: yang paling tahu adalah pemilik algoritma dana desa atau DD berikut data desa. Permenkeu No 190/2021 memuat lampiran 900 halaman pagu DD bagi setiap desa, memotong hambatan tahunan hingga 6 bulan menunggu penerbitan peraturan kepala daerah atas pagu DD di wilayahnya. Di masa kini yang paling paham rincian pagu saban desa hanyalah penguasa data mikro desa, karena kenyataannya sampai 2020 ukuran kinerja desa selalu dikalkulasi Kemenkeu.
Menyadari keunggulan argumen Harari, Permendesa No 21/2020 segera menetapkan data SDGs Desa sebagai sumber daya milik desa, agar desa berdaulat atas data 100.470.045 warga, 33.379.692 keluarga, 517.329 Rukun Tetangga (RT) dan wilayah 74.960 desa. Algoritma kreasi Kemendesa PDTT menyuguhkan olahan data jadi informasi kebutuhan setiap warga desa, demand setiap keluarga, pilihan lokasi RT untuk mengakselerasi kemajuan, hingga rekomendasi kebijakan bagi pemerintah desa. Informasi terekap ke tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. (Yoga)
Pemulihan Ekonomi, Menjaga Deru Konsumsi Kelas Menengah
Sejalan dengan terkendalinya pandemi, konsumsi nasional beranjak bangkit, terefleksi pada kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di pengujung 2021, yaitu 118,3, di atas level pra-pandemi Februari 2020 sebesar 117,7. Sinyal menguatnya konsumsi juga tecermin dari data perbankan berupa rasio porsi pendapatan konsumen yang disimpan atau saving to income ratio. Semakin kecil rasio porsi pendapatan yang disimpan, artinya semakin besar rasio porsi konsumsi masyarakat. BI mencatat, pada Desember 2021, saving to income ratio 14,1 %, jauh lebih rendah dibandingkan Desember 2020 yaitu 19,4 %.
Dalam PEN 2021 terdapat sejumlah alokasi pos insentif untuk mendorong konsumsi masyarakat kelas menengah, di antaranya PPh Pasal 21, PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) sektor perumahan, dan PPnBM DTP kendaraan bermotor. Pada tahun ini, PEN hanya mengakomodasi perlindungan masyarakat Terkait stimulus dunia usaha, pemerintah memprioritaskan sektor usaha yang masih tertatih, untuk menjamin efektivitas pemberian stimulus dan dampaknya terhadap perekonomian, yang diharapkan dapat menggenjot konsumsi yang menjadi motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi domestik. (Yoga)
Usaha Rintisan Akuakultur eFishery Disuntik Modal Rp 1,28 Triliun
Perusahaan rintisan akuakultur atau budi daya perikanan, eFishery, memperoleh pendanaan seri C senilai 90 juta USD atau Rp 1,28 triliun dari sejumlah investor, untuk ekspansi bisnis. Suntikan modal kepada eFishery dipimpin Temasek, SoftBank Vision Fund 2, dan Sequoia Capital India, juga Northstar Group, Go-Ventures, Aqua-Spark, dan Wavemaker Partners. ”Indonesia adalah negara maritim besar yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Artinya, kita punya potensi sangat besar di bidang perikanan. Pendanaan ini untuk ekspansi lebih lanjut membawa pembudidaya ikan masuk dalam ekosistem digital,” ujar Co-founder dan Chief Executive Officer eFishery Gibran Huzaifah (12/1).
Gibran menjelaskan, dana itu akan digunakan untuk meningkatkan layanan platform sehingga bisa berekspansi dengan menambah jumlah pembudidaya ikan yang tergabung dalam ekosistem eFishery, saat ini ada 30.000 pembudidaya ikan dengan 100.000 kolam budidaya ikan di 24 provinsi yang bergabung dengan eFishery.
Co-founder & Co-managing Partner at Northstar Group Sidharta Prawira Oetama menjelaskan, pihaknya sepakat memberi pendanaan pada eFishery karena melihat potensi besar sektor budidaya perikanan. Selain itu, eFishery dinilai juga bisa memberi solusi permasalahan pangan yang mungkin terjadi pada masa mendatang. (Yoga)









