Indonesia Sangat Potensi Untuk Bisnis Data Center
Indonesia saat ini dipertimbangkan dan menjadi salah satu lokasi yang potensial untuk perluasan bisnis pusat data (data center) di kawasan Asia, sebagai the next hub setelah Singapur dan Hongkong. Hal ini disampaikan oleh Executive Vice President Divisi Wholesale Service PT Telkom Indonesia Erik Orbandi. Menurut dia, tren terbaru data center saat ini meliputi konsep breakthru untuk memberikan diferensiasi dan mengindikasikan keseriusan dalam memberikan fasilitas data center yang bertaraf global dan modern. Beberapa diantaranya Green DC, Hyperscale, DC Infra, dan Multiple DC Location. Semua data center neuCentrIX Telkom terletak di lokasi strategis dan sangat mudah diakses, seperti di Tier-3 neuCentrIX domestik yang saat ini telah tersedia di pusat Kota Batam dan Jakarta, dua kota bisnis teratas di Indonesia. "Ada juga sistem pendeteksi asap aspirasi VESDA (untuk peringatan dini) yang dipasang dibawah dan diatas lantai di setiap fasilitas," ungkapnya. (Yetede)
Kecemasan Kasus Omicron Menjegal January Effect
Bagaikan de javu, bursa saham kembali dihantui kecemasan adanya gelombang besar kasus infeksi Covid-19. Kali ini, kasus varian baru omicron yang semakin bertambah, dikhawatirkan akan membuat kegiatan masyarakat kembali diperketat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun kembali berkubang di zona merah kemarin. Pada perdagangan Selasa (18/1), IHSG sempat jatuh hingga menyentuh level 6.534,27 pada sesi pertama perdagangan. Untunglah, di sesi kedua, IHSG berhasil mempersempit pelemahan dan ditutup cuma turun 0,47% ke level 6.614,05. Penurunan IHSG kemarin memperberat pergerakan IHSG yang sudah lesu sejak seminggu terakhir. Dalam sepekan ke belakang, IHSG mencetak penurunan 0,51%. Penurunan indeks saham ini juga mengindikasikan January effect di IHSG terhenti.
Subsidi Bunga KUR 3% Terus Berlanjut Tahun Ini
Subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) sebesar 3% resmi dilanjutkan pada tahun 2022 ini. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam penyerahan Penghargaan KUR 2021, Selasa (18/1). “Tahun ini sesuai persetujuan ratas (rapat terbatas) maka bunga KUR juga 3% selama enam bulan, sisanya disiapkan oleh Bu Menkeu (Sri Mulyani),” kata Airlangga.
Sebagai informasi, di 2022 ini pemerintah meningkatkan plafon KUR menjadi Rp 373,17 triliun dan diharapkan dapat memotivasi UMKM untuk memanfaatkannya terutama yang terdampak akibat adanya pandemic Covid-19.
Treasury Jadi Broker Emas Digital
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah memberikan izin pada PT Indonesia Logam Pratama (Treasury) dan PT Sehati indonesia Sejahtera (Sakumas) sebagai pedagang fisik emas digital. Plt Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana mengungkapkan, investasi fisik emas digital diharapkan dapat diterima dan dijadikan alternatif investasi.
Mempertahankan Surplus Dagang
Kabar baik datang dari aktivitas perdagangan Republik Indonesia. Kendati pagebluk menghujam untuk kedua kalinya, pada pertengahan 2021, neraca perdagangan justru mencatatkan surplus menembus US$35,34 miliar. Tingginya kegiatan ekspor dibandingkan dengan impor membuat surplus neraca perdagangan mencetak rekor tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Tepatnya sejak 2006, ketika surplus neraca perdagangan mencapai US$39,37 miliar. Ekspor sepanjang tahun lalu tercatat US$231,54 miliar, melesat 41,88% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hilirisasi komoditas unggulan, seperti produk turunan minyak sawit mentah (CPO), mampu mendorong performa ekspor Indonesia.
Siasat Pemulihan Pariwisata
Tahun 2021 menjadi periode yang penuh tantangan dan perjuangan bagi pemulihan industri pariwisata dan ekonomi kreatif akibat terjangan pandemi Covid 19. Kebijakan pembatasan sosial yang membatasi aktivitas dan mobilitas masyarakat serta dilarangnya perjalanan dan berkumpul menyebabkan banyak wisatawan yang membatalkan kunjungan ke destinasi. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada awal 2020 mengalami penurunan. Kunjungan wisman pada Januari 2020 sebanyak 1,27 orang, merosot sebanyak 7,62% bila dibandingkan dengan kunjungan wisatawan pada Desember 2019 yaitu sebanyak 1,37 juta orang. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sudah menekankan bahwa pada 2022 akan fokus pada kebangkitan dan pengembangan ekonomi. Mengacu outlook industri pariwisata dan ekonomi Kreatif 2022, kunjungan wisman diproyeksikan mencapai 1,8 juta–3,6 juta orang. Hal ini menggambarkan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menciptakan lapangan kerja yang besar. Untuk mencapai outlook atau proyeksi tersebut diperlukan langkah strategis dari pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.
Dampak Insentif Pajak Properti : Emiten Berburu Penjualan
Perpanjangan insentif pajak pertambahan nilai untuk pembelian rumah susun dan rumah tapak pada 2022 membuka peluang bagi emiten di sektor properti untuk meningkatkan prapenjualan atau marketing sales. Seperti diketahui pemerintah memperpanjang insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk sektor properti sampai dengan Juni 2022. Diskon PPN sebesar 50% dapat dinikmati oleh konsumen yang membeli rumah susun dan rumah tapak dengan nilai hingga Rp2 miliar. Merespons insentif itu, Direktur PT Metropolitan Land Tbk. Olivia Surodjo menyambut positif kebijakan tersebut yang sudah berlangsung sejak tahun lalu. Insentif PPN DTP diharapkan dapat terus menggeliatkan penjualan produk properti di Indonesia.
Sebelumnya, CEO PT Lippo Karawaci Tbk. John Riady mengatakan berkat insentif PPN properti, industri yang sebelumnya diprediksi lesu justru berprospek cukup cerah untuk memetik pertumbuhan berkesinambungan. Berdasarkan data perseroan, raihan marketing sales LPKR pada 2021 itu meningkat 86% year-on-year (YoY) dan 18% di atas target prapenjualan yang sebelumnya telah direvisi sebesar Rp4,2 triliun. John optimistis prapenjualan pada 2022 akan mampu memberikan hasil yang positif. Pada tahun ini, LPKR berencana meluncurkan berbagai macam produk rumah tapak dengan harga terjangkau, serta produk lainnya seperti proyek mid-rise hingga berbagai unit apartemen siap huni.
Komoditas Batu Bara : Ekspor Kembali Melaju
Kementerian Perdagangan melaporkan 48 kapal bermuatan batu bara dari 29 perusahaan telah meninggalkan Indonesia untuk ekspor setelah pemerintah melonggarkan kebijakan pembatasan ekspor komoditas tersebut sejak pekan lalu.“Sampai hari ini sudah dirilis 48 kapal, dengan total 29 perusahaan. Ini rekap sampai dengan tadi pagi,” kata Direktur Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana dalam konferensi pers Trade Outlook 2022, Selasa (18/1).
Batu bara menjadi komoditas ekspor dengan sumbangan terbesar sepanjang 2021. Berdasarkan catatan Kemendag, nilai ekspor batu bara menembus US$32,84 miliar atau tumbuh 90,3% dibandingkan dengan nilai ekspor pada 2020.
Industri Pengolahan : Pemerintah Diminta Fokus ke Sektor Unggulan
Upaya penghiliran dan peningkatan nilai tambah industri dalam negeri dinilai perlu difokuskan pada sektor tertentu saja agar pengembangannya lebih optimal. Institute For Development of Economics and Finance (Indef) mencatat dua sektor yang menjadi keunggulan komparatif industri dalam negeri, yakni agro dan pertambangan. Peneliti di Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Indef Ahmad Heri Firdaus mengatakan dua sektor tersebut merupakan industri induk dari banyak subsektor di bawahnya. Sektor industri lain yang berpeluang untuk diperdalam strukturnya, yakni petrokimia, meski diperlukan investasi dalam jumlah besar. Adapun di industri agro, sektor makanan dan minuman masih menyimpan peluang besar untuk penguatan struktur industri. Hal ini mengingat ketergantungan sektor tersebut pada bahan baku impor, meskipun juga merupakan salah satu penyumbang ekspor terbesar di industri manufaktur.
Ekspor Hadapi Tantangan
Sepanjang 2021, Indonesia mendapatkan berkah ekspor melimpah, tetapi sejumlah tantangan tahun lalu masih membayangi perekonomian domestik, antara lain masih terganggunya dan tingginya biaya logistik laut, melonjaknya harga sejumlah komoditas global, krisis energi, dan divergensi ekonomi global, yang berimbas ke sejumlah sektor perekonomian dalam negeri. BPS (17/1) merilis, total surplus neraca perdagangan migas dan non migas Indonesia sepanjang 2021 mencapai 35,34 miliar USD atau Rp 505,715 triliun, tumbuh 38,82 % dibandingkan 2020 dengan surplus 21,62 miliar USD. Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, surplus neraca perdagangan itu tak lepas dari kinerja positif ekspor non migas.
Kenaikan harga CPO global mengakibatkan harga minyak goreng dalam negeri melonjak, minyak goreng curah dan kemasan yang semula Rp 9.500 - Rp 12.500 per liter, melonjak jadi Rp 17.500 - Rp 21.000 per liter. Kenaikan harga batubara global membuat eksportir batubara memilih mengekspor batubara ketimbang memenuhi DMO batubara. Ini menyebabkan pasokan batubara dalam negeri, terutama untuk PLTU kurang awal tahun ini. Demikian juga gangguan dan lonjakan biaya logistik laut global menyebabkan Indonesia kekurangan kapal dan peti kemas. Biaya logistik antarpulau di Indonesia juga naik.
Ekonom Divisi Kebijakan Eksternal Departemen Strategi, Kebijakan, dan Tinjauan IMF, Parisa Kamali, mengemukakan, tekanan akibat lonjakan biaya logistik laut mulai mereda. Namun, biaya logistik itu diperkirakan tetap tinggi hingga akhir 2022 lantaran pandemi Covid-19 masih berlanjut. Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) memproyeksikan, jika tarif pengiriman tetap tinggi hingga 2023, tingkat harga impor global dan tingkat harga konsumen dapat naik sebesar 10,6 % dan 1,5 %. (Yoga)









