Penambahan Kasus Omicron
Warga menggunakan masker di tengah perlintasan Pasar Petak Sembilan, Jakarta, Kamis (20/1). Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat penambahan kasus baru Covid-19. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengimbau agar masyarakat juga mewaspadai penularan virus korona varian omicron yang kini juga meningkat di Jakarta dan totalnya mencapi 856 orang.
BI Optimis Ekonomi 2022 Bisa Tumbuh Hingga 5,5%
Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia ditahun ini, lebih tinggi dibadingkan dengan 2021. Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2022 dengan batas bawah sebesar 4,7% hingga batas atas 5,5%. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan pertumbuhan 2021 sebesar 3,2% - 4,0%.
Saham Bank Konvensional Merespon Positif Bunga BI
Saham perbankan merespons positif keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di 3,50%. Kamis (20/1) saham-saham bank konvensional mayoritas ditutup di zona hijau. Saham BBCA ditutup menguat 1,30% jadi Rp 7.775, BMRI naik 2,14% ke Rp 7.175, dan BBNI naik 0,70% menjadi Rp 7.150. Hanya BBRI yang ditutup stagnan di Rp 4.130. Keputusan BI mempertahankan suku bunga ini menghalau kekhawatiran akan ada penurunan kredit bank karena bunga yang lebih tinggi. Kredit perbankan bisa tumbuh seperti ekspektasi, 8%-10% di tahun ini, lebih tinggi dari 2021 yang sebesar 5,2%.
Rotasi Sektor, Market Cap Emiten Menyusul
Banyak saham yang mengalami penurunan harga tahun ini. Akibatnya kapitalisasi pasar banyak juga merosot. Sejak awal tahun, ada 453 saham yang kapitalisasi pasarnya anjlok. Saham yang mencatatkan kehilangan market cap terbesar adalah Indo Komoditi Korpora (INcF). Dengan penurunan kapitalisasi pasar hingga Rp 234,45 miliar, INCF kehilangan hampir 60% kapitalisasinya tahun ini. Selain INCF, emiten yang terus berlanjut kehilangan kapitalisasi pasarnya dari akhir September lalu antara lain MPPA, IPTV, dan MLPL. Jika ditarik selama empat bulan terakhir, market cap ketiganya turun 71,68%, lalu 68,91%, dan 60,70%. Analisi Panin Sekuritas William Hartanto juga menambahkan, aksi profit taking dan rotasi sektor menekan kapitalisasi pasar sejumlah saham. Diantaranya saham-saham di sektor teknologi, William masih merekomendasikan untuk wait and see.
Penyaluran BLT Dana Desa Belum Optimal
Kementerian Keuangan (kemenkeu) menyatakan selama 2021, bantuan langsung tunai (BLT) dana desa hanya disalurkan terhadap 5,62 juta keluarga penerima membuat (KPM) dari target 8 juta KPM. "Dari segi BLT, kita masih punya tantangan di sini karena target 8 juta KPM, kita baru dapat 5,62 juta KPM," Ucap Direktur Jendral Perimbangan Keuangan Kementerian Negara Astera Primanto Bhakti dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR,Kamis (20/1). "Selama ini masih ada desa yang hanya mendaftarkan dalam jumlah yang sedikit. Bahkan ada satu desa yang jumlah penerimanya hanya 50 KPM padahal jumlah penduduknya cukup besar. Hal ini jadi bahan evaluasi kami, akan kami teliti dari sisi pemberian BLT desa sehingga harapannya menjadi lebih baik." ucap Astera. Pada 2021, pemerintah juga memberi tambahan BLT desa sebesar Rp 300 juta di seluruh desa pada 35 kabupaten prioritas. (Yetede)
Porsi Besar Kredit UMKM
Sektor usaha mikro kecil dan menengah menjadi salah satu sasaran utama peningkatan penyaluran kredit pada tahun ini. Pemangku kepentingan menyiapkan sejumlah kebijakan agar kredit yang disalurkan dapat mengungkit ekonomi bangsa ke depan. Dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan pada Kamis (20/1), Presiden Joko Widodo menegaskan lagi komitmennya untuk menjadikan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai motor pemulihan dan penggerak ekonomi. Pembiayaan kepada UMKM, kata Presiden, tidak dapat sekadar mengandalkan model pertumbuhan alamiah.
“Kredit kepada UMKM masih di kisaran 20% saja. Target 2024 sudah bisa mencapai 30% porsi UMKM dan tidak bisa mengandalkan pertumbuhan alamiah. Ini harus dijalankan dengan terobosan dari sekarang dan serius,” ujar Kepala Negara. Mengutip data Bank Indonesia, rata-rata porsi kredit UMKM terhadap total pembiayaan nasional di kisaran 18%. Sampai dengan November 2021, nilai kredit UMKM yang disalurkan sebesar Rp1.056,1 triliun. secara akumulasi, kredit UMKM tumbuh 3,1% dibandingkan dengan periode yang sama 2020.
Berharap Tak Sekadar Slogan
Sudah beberapa bulan belakangan, pelaku usaha di bidang energi hijau galau karena pengesahan peraturan presiden (perpres) tentang energi baru terbarukan (EBT) terkatung-katung. Molornya penerbitan perpres terkait dengan harga jual listrik bersumber dari EBT tentunya memberikan sentimen negatif bagi minat investasi energi terbarukan, yang tengah naik daun. Berlarut-larutnya pembahasan perpres itu membuat pengembangan sektor energi hijau semakin tidak kompetitif dan justru memberikan iklim ketidakpastian bagi dunia usaha. Sebagai catatan, transisi energi hijau berkelanjutan menjadi salah satu topik dalam KTT G20 2022. Dengan tema Recover Together, Recover Stronger, posisi Indonesia sebagai Presidensi dalam G20 pada tahun ini menjadi penting untuk bersama-sama mendorong transisi energi hijau yang berkelanjutan.
Terbaru, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal segera mengeluarkan dokumen ‘Taksonomi Hijau’ sebagai acuan dalam menyamakan bahasa tentang kegiatan usaha atau produk dan jasa keuangan yang tergolong hijau. Presiden Joko Widodo sendiri yang langsung meresmikan pedoman taksonomi hijau tersebut. Meski demikian, Harian ini juga mengingatkan dan berharap agar berbagai kebijakan ‘hijau’ tersebut benar-benar aplikatif dan tak cuma sekadar komitmen di atas kertas atau slogan retorika demi menjaga kewibawaan Indonesia dalam Presidensi G20. Taksonomi hijau atau perpres harga jual listrik bersumber dari EBT sejatinya adalah langkah awal dari sebuah perjalanan panjang negara kaya sumber daya alam fosil yang bertransisi ke energi hijau berkelanjutan.
Jepang dalam Geliat Sektor Properti Indonesia
Tahukah Anda di bidang apa Jepang banyak melakukan investasi di Indonesia selama ini? Investasi di sektor otomotif dan alat elektronik sudah dikenal banyak orang. Akan tetapi sesungguhnya, bidang properti juga menerima investasi yang sama banyaknya. Dalam 10 tahun terakhir nilai investasinya tembus hingga US$3 miliar yang mencakup sekitar 1.100 proyek. Tidak hanya dari sisi skala, investasi Jepang di bidang properti telah lama memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia melalui berbagai bentuk, seperti kawasan industri, perumahan, dan pusat perbelanjaan, serta menopang kemajuan perekonomian negeri ini.
Perusahaan-perusahaan Jepang ingin terus berkontribusi melalui investasi di bidang properti untuk mewujudkan kehidupan berkualitas tinggi yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia. Keterlibatan Jepang di sektor ini memiliki sejarah yang panjang. Proyek properti pertama yang dibangun dengan dukungan Jepang adalah Hotel Indonesia. Perusahaan Jepang diharapkan akan terus menggagas tempat tinggal yang berkualitas lebih tinggi kepada masyarakat Indonesia melalui investasi di bidang properti, serta tetap berkontribusi pada kemajuan perekonomian Indonesia. Di samping itu, saya harap, perusahaan Jepang dapat berperan dalam pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur seperti yang direncanakan Pemerintah Indonesia.
Mematuhi PPKM
Masyarakat sempat dibuat panik ketika pemandangan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya tumpah ruah oleh pasien yang terpapar virus corona.
Ketika masih mencari-cari bentuk yang pas, varian baru terus bermunculan. Sekarang Omicron yang beraksi. Masyarakat sudah capek dengan pandemi ini tetapi menurut saya tidak bisa dianggap ancaman sudah surut. Saat ini malah keduanya belum terpenuhi. Kenormalan baru masih belum tampak jelas dan protokol kesehatan tidak boleh dikompromikan. PPKM level 2 yang saat ini berlaku akan menjadi kabar gembira bila levelnya terus turun.
Komoditas Alumunium : Inalum Jaga Tingkat Produksi
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)/Inalum Operating bagian dari BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID mencatat kinerja produksi aluminium sebesar 243.000 ton dengan tingkat penjualan sebesar 218.000 ton. Komoditas aluminium dengan diversifikasi produk ingot, alloy dan billet menjadi salah satu inventori strategis Grup MIND ID sekaligus menjadi andalan Inalum Operating.
Direktur Operasi dan Portofolio MIND ID Danny Praditya mengatakan sepanjang tahun lalu yang merupakan tahun kedua pandemi, perusahaan tetap mengoptimalkan efektivitas operasional pabrik peleburan aluminium dengan menjaga seluruh rantai bisnis tetap berjalan. "Mulai dari menjaga rantai pasok bahan baku hingga kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebagai sumber energi utama. Hasil kinerja tahun 2021 berhasil membuktikan bahwa INALUM Operating mampu melewati 2 tahun pandemi dan tetap berkontribusi bagi semua pemangku kepentingan dan masyarakat,” dikutip Kamis (20/1/2022).









