Telkom dan Telkomsel Bangun Jaringan 5G di Kawasan Jababeka
PT Telkom Indonesia Tbk bersama anak usahanya Telkomsel serta PT Jababeka Infrastructur menjalin kolaborasi strategis untuk pengembangan teknologi jaringan seluler 5G. Telkom dan Telkomsel akan membangun jaringan di Kawasan Jababeka, Cikarang, Executif Vice President Divisi Enterprise Service Telkom Teuku Muda Nanta mengatakan, melalui penandatanganan nota kesepahaman kerja sama itu, Telkom Group dan Jababeka diharapkan dapat menciptakan kolaborasi yang saling menguntungkan dan memiliki manfaat bagi para pihak yang terlibat. "Kami berkomitmen untuk mendukung upaya percepatan pengelolaan digitalisasi kawasan Jababeka menuju Jababeka Digitalized Township Ecosystem," ujar Teuku Muda Nanta, Kamis (10/2). Menurut Tjahadi semua area Kawasan Jababeka seluas 5,600 hektare saat ini juga sudah tersedia infrastruktur telekomunikasi fiber optik guna mendukung implementasi industri. (Yetede)
Pemindahan IKN Guna Capai Visi Indonesia Emas 2045
Pemindahan Ibu Kota (IKN) ke Kalimantan Timur diharapkan mampu mendukung upaya pencapaian Visi Indonesia Emas pada 2045. Untuk itu, pemindahan IKN ini membutuhkan dukungan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Ketua Dewan Penasihat Forum Dialog Nusantara Ilham Habibie mengatakan, untuk membangun IKN yang transformatif, pintar, dan berkelanjutan, berbagai elemen masyarakat mesti kolaboratif dengan perkembangan zaman dan melek iptek. "Saya secara pribadi setuju dengan perindahan Ibu Kota Negara karena bagaimanapun Jakarta seperti dikatakan banyak pihak, sudah terancam tenggelam dan Indonesia mesti memberikan etalase yang sesuai tuntutan zaman termasuk Ibu Kota Negara." kata dia dalam siaran pers yang diterima, Kamis (10/2).
Pelni Gandeng Skyreach untuk Pengadaan Sistem Komunikasi 26 Kapal
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan penyedia layanan telekomunikasi berbasis satelit PT Skyreach Indonesia bekerjasama untuk pengadaan sistem komunikasi kapal (Siskamkop) bagi 26 kapal Pelni pada kurun 2022-2025. "Kerja sama ini menegaskan pentingnya sinergi untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik, yaitu keamanan, aksesibilitas tinggi yang terpadu, teratur, lancar, tertib, cepat, dan nyaman," kata Plt Direktur Utama Pelni (Persero) Ony Suprihartono dalam pernyataan resminya di Jakarta, Kamis (10/2). Siskomkap telah diimplemetasikan di kapal sejak 2016. Siskomkap diatas kapal tersebut diperlukan untuk mendukung dan memenuhi kebutuhan komunikasi yang menghubungkan segala aktivitas dan proses bisnis di kantor pusat ke atas kapal dengan hand width uplink sebesar 2.048 kbps dan downlink 4.096 kbps. (Yetede)
BI Yakin Efek Omicron ke Pertumbuhan Minim
Gelombang ketiga penyebaran virus Covid-19 di Indonesia memang menciptakan kekhawatiran mobilitas masyarakat bakal terganggu lagi. Namun Bank Indonesia memprediksi, gelombang ketiga yang dipicu varian omicron efeknya tidak akan sedahsyat gelombang I maupun gelombang kedua saat penyebaran varian delta. Namun demikian, "Dampak omicron ke pertumbuhan ekonomi kuartal I-2022 tidak signifikan, bahkan kuartal I-2022 akan tumbuh relatif tinggi," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Kamis (10/2). Secara keseluruhan, Perry memperkirakan pertumbuhan di tahun 2022 akan mencapai 4,7 % year on year (yoy hingga 5,5% yoy. Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan pada tahun lalu sebesar 3,69% yoy. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Februari 2022,BI kembali menahan suku bunganya (BI 7-Day Reverse Repo Rate/BI7DRR) di level 3,5%. Ia menegaskan, bank sentral akan mempertahankan suku bunga yang rendah sampai ada tanda-tanda kenaikan inflasi secara fundamental dan memberi tekanan di luar sasaran bank sentral.
Pemerintah Belum Bayar Tunggakan Covid Rp 23 T
Pemerintah masih memiliki sisa tagihan perawatan pasien Covid-19 pada tahun 2021 sebesar Rp 23 triliun. Pemerintah harus membayarkan tagihan ini, pada anggaran negara tahun 2022. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hal ini saat berpidato di acara BRI Microfinance Outlook 2022 yang digelar secara virtual, Kamis (10/2). "Tagihan Rp 23 triliun dari perawatan 2021 yang harus dibayar 2022 ini , " kata Menkeu.
Indonesia Optimistis Siap Hadapi Tapering Off
Normalisasi kebijakan bank sentral sejumlah negara, terutama The Fed, membawa risiko hengkangnya arus modal asing dari pasar keuangan dalam negeri. Namun Kementerian Keuangan (Kemkeu) optimistis, obligasi pemerintah tahun ini masih menarik dan diminati investor. Sementara itu, penyebab di 2021 karena arus modal keluar lebih banyak disebabkan oleh sentimen investor terhadap isu tapering off The Fed. Alhasil, kepemilikan asing terhadap obligasi negara saat ini tinggal tersisa 20%. Sementara untuk tahun ini, ia meyakini berbagai sentimen, termasuk kenaikan suku bunga The Fed, sudah diperhitungkan (priced in) oleh investor.
Emiten Rumah Sakit Kurang Bugar
Di tengah lonjakan kasus omicron di Tanah Air, saham-saham rumah sakit malah tampak lesu. Kemarin, mayoritas harga saham RS turun sampai 2%, sehingga kinerja sahamnya ikutan minus jika ditarik sejak akhir tahun lalu. Head of Investor Relations PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) Aditya Widjaja menyampaikan, manajemen rumah sakit Mitra Keluarga telah menyiapkan sekitar 660 kasur untuk perawatan covid-19 dan mengantisipasi lonjakan kasus. Seiring penambahan jumlah kasus secara nasional, volume rawat inap pasien terjangkit Covid-19 dalam beberapa minggu terakhir mengalami peningkatan.
Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Cheryl Tanuwijaya mengatakan, katalis positif bagi emiten rumah sakit kali ini tidak akan sesignifikan saat gelombang kedua pada pertengahan tahun lalu. Sebab, gelombang ketiga akibat varian omicron ini lebih memungkinkan penderita melakukan isolasi mandiri di rumah, dengan tingkat keparahan yang dinilai tidak setinggi seperti varian delta. Menimbang kondisi saat ini, pelaku pasar pun disarankan mencermati terlebih dulu pergerakan saham emiten rumah sakit. Meski beberapa hari sebelumnya menguat, namun pelemahan kemarin cukup signifikan.
Minat Tinggi Emisi Obligasi
Penerbitan surat utang korporasi diramal belum surut tahun ini. Alasannya, kebutuhan pendanaan perusahaan bakal meningkat seiring dengan ekspansi bisnis maupun untuk menambal utang sebelumnya. Apalagi, biaya dana obligasi tak kalah menarik ketimbang sumber pendanaan lainnya seperti kredit korporasi. Demikian pula dengan potensi kenaikan suku bunga acuan pada kuartal II/2022 yang membuat sejumlah korporasi memilih menerbitkan obligasi jauh-jauh hari. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan penerbitan surat utang pada tahun ini berada di kisaran Rp102,4 triliun hingga Rp151,2 triliun. Hingga akhir Januari 2022 saja, Pefindo telah mendapat mandat atas penerbitan obligasi korporasi senilai Rp49,09 triliun.
Kepala Divisi Pemeringkatan Korporasi Pefindo Niken Indriarsih mengatakan kenaikan emisi obligasi pada tahun ini akan ditopang oleh kebutuhan refinancing korporasi. Sebab, jumlah obligasi korporasi jatuh tempo pada 2022 mencapai Rp157 triliun, termasuk Rp11,47 triliun pada Februari 2022. Alasan lainnya, kata Niken, lantaran ekspektasi pemulihan ekonomi tahun ini yang mengerek minat korporasi untuk menerbitkan surat utang.
Komitmen Kuat Mewujudkan EBT
Komitmen pemerintah untuk segera mewujudkan transisi energi menuju pemanfaatan energi baru terbarukan guna mendorong tercapainya emisi netral karbon pada 2060 kian nyata. Gerak cepat dalam mengatur beragam skenario untuk masuk ke transisi energi dari bahan bakar dari fosil ke ramah lingkungan mulai diformulasikan dan digadang-gadang dapat segera diterapkan ke berbagai proyek energi nasional. Selama ini Indonesia dikenal memiliki potensi energi fosil yang cukup besar. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa dari sektor hulu minyak dan gas bumi terdapat 128 cekungan. Dari total cekungan tersebut, baru 54 cekungan dieksplorasi. Selain itu terdapat cadangan batu bara saat ini yang mencapai 38,84 miliar ton.
Jargon transisi energi yang kian sering digaungkan ini tentu saja perlu diikuti dengan skenario yang tepat. Dalam beberapa waktu ini, Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero) mengawal ketat pelaksanaan commercial operation date (COD) dari sejumlah pembangkit EBT. Upaya mengawal COD ini menjadi penting untuk memastikan pemenuhan target bauran energi sebesar 23% pada 2025. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, hingga akhir 2021 bauran energi terbarukan mencapai 11,5% dari total energi nasional. Artinya, masih terdapat selisih 11,5% yang harus segera dicapai dalam 3 tahun ke depan.
G20 dan Akses Pasar Global Produk UMKM
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masuk menjadi salah satu pilar pembahasan dalam forum G20 tahun ini. Selain UMKM menjadi sektor strategis untuk banyak negara, dampak pandemi yang memukul mereka menjadi alasan lain memasukkannya ke dalam dialog forum G20 Indonesia tahun ini. Beberapa pokok pembahasan yang berkaitan dengan UMKM di antaranya bagaimana mendorong akses keuangan yang lebih inklusif untuk sektor ini hingga memanfaatkan perkembangan teknologi. Semua agenda ini tentu menjadi penting dilakukan dalam upaya mendorong proses pemulihan dan keberlanjutan sektor tersebut. Agenda lain yang tidak boleh terlewatkan dalam forum G20 Indonesia, yaitu mendorong akses pasar global untuk UMKM. Bisa dikatakan sebagai isu utama untuk Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa masih terbatasnya partisipasi UMKM nasional dalam jaringan bisnis global.









