;

Kemenhub Resmi Terapkan Aturan Pelaku Perjalanan Udara tak Wajib PCR atau Antigen

Yuniati Turjandini 09 Mar 2022 Investor Daily

Kementerian Perhubungan (kemenhub) mulai menerapkan aturan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) dengan angkutan udara yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau ketiga (booster) tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen. Hal itu menyusul terbitnya Surat Edaran  (SE) Kementerian Perhubungan Nomor 21 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan  Perjalanan Orang Dalam Negeri  dengan Transport Udara pada Masa Covid-19 dan pemberlakuan aturan baru tersebut mulai kemarin (Selasa,8/3). Ketentuan lain yang diatur dalam SE terbaru adalah PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang samplenya diambil dalam kurun waktu 1x24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan. (Yetede)

OVO-Grab Dorong UMKM Adopsi Platform Digital

Yuniati Turjandini 09 Mar 2022 Investor Daily

OVO, platform pembayaran digital terdepan di Indonesia bersama Grab, super app terkemuka di Asia Tenggara, berkomiten untuk membantu UMKM  untuk melalui berbagai inovasi teknologi. Hal tersebut disampaikan dalam dialog  dengan akademisi dan ekonom untuk mengakselerasi transformasi digital bagi pelaku UMKM nasional, melalui Kuliah Umum  dan Diskusi Panel digitalisasi UMKM: Daya dorong Ekosistem Digital dan Demokratisasi Ekonomi Indonesia yang diselenggarakan bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berjalan secara hybrid, Selasa (8/3). Presiden Direktur  OVO Karaniya Dharmasaputra, saat ini adalah era digital, Sehingga, pelaku UMKM perlu beradaptasi untuk memanfaatkan teknologi digital, termasuk platform digital supaya bisa mengakselerasi bisnis mereka. Karaniya menjelaskan, OVO memiliki komitmen untuk terus mendukung UMKM di Indonesia  untuk berkembang dan meraih profit. Hal itu juga sebagai bentuk dorongan  untuk pemulihan ekonomi nasional dimasa pandemi(Yetede)

Tarik Pinjaman Cadangan Devisa Februari Naik Jadi US$ 141,4 Milliar

Yuniati Turjandini 09 Mar 2022 Investor Daily

Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan  devisa Indonesia mencapai US$ 141,4 miliar pada akhir Februari 2022, naik tipis dibandingkan posisi bulan sebelumnya sebesar US$ 141,3.  Kenaikan dipengaruhi langkah pemerintah menarik pinjaman dari luar negeri. Posisi cadangan devisa Februari setara dengan pembiayaan 7,5 bulan impor atau 7,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.  Besaran cadangan devisa  ini juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. " Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," Ucap  Kepala Departeman Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono. Mengutip APBN KITA, sepanjang Januari 2022, pemerintah telah menarik pinjaman luar negeri (neto) sebesar Rp 12,81 triliun, yang terdiri dari pinjaman luar negeri Rp 4,45 triliun. (Yetede)

Sistem Baru Pengawas DMO Batu Bara

Yuniati Turjandini 09 Mar 2022 Tempo

Meroketnya harga batu bara dunia membawa berkah sekaligus potensi persoalan bagi Indonesia. Pakar Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmi Radhi, mengatakan, di satu sisi, kenaikan harga batu bara mengerek  penerimaan bagi negara. Di sisi lain, kata dia, potensi ketidakpatuhan pengusaha dalam memenuhi aturan wajib pasok kebutuhan  dalam negeri atau domestic market obligation (DMO batu bara) semakin tinggi. Pemerintah meluncurkan Sistem Informasi Mineral dan Batu Bara (Simbara), yang mengintegrasikan data produksi  stok, hingga ekspor mineral  dan batu bara dari hulu hingga hilir. Sistem ini meliputi data perizinan tambang, rencana penjualan, verifikasi penjualan pembayaran penerimaan negara  bukan pajak (PNBP), ekpsor, pengangkutan/pengapalan, serta devisa hasil ekspor. Menurut Fahmi, sistem ini seharusnya bisa mendukung pemerintah memperketat pengawasan  DMO Batu Bara. (Yetede)

Harga Minyak Mendidih, Harga Produk Siap Naik

Hairul Rizal 09 Mar 2022 Kontan

Harga minyak mentah di pasar global menembus US$ 120 per barel. Kondisi ini menekan para pebisnis, terutama yang memiliki eksposur BBM dominan terhadap biaya produksi. Mengutip Bloomberg, Selasa (8/3) pukul 21:30 WIB, harga minyak mentah jenis WTI menyentuh US$ 124,38 per barel, sementara harga minyak brent US$ 126,75 per barel. Bersamaan dengan itu, harga BBM nonsubsidi di sejumlah SPBU di Indonesia naik lagi. Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menjadi salah satu sektor yang merasakan dampak negatif dari kenaikan harga minyak. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga menilai, kenaikan harga minyak mentah bisa menekan kinerja sejumlah sektor industri, salah satunya industri manufaktur. 

Apindo menyebutkan, kenaikan harga minyak maupun komoditas energi lainnya juga akan memicu inflasi, terutama jika pelaku usaha menaikkan harga jual produknya akibat peningkatan biaya produksi. Ekonom dan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudistira menilai, inflasi di sektor produsen telah naik 2,74% (qoq) pada kuartal IV-2021. Artinya, para produsen telah merasakan kenaikan biaya produksi sebelum harga minyak melambung seperti sekarang. "Akan tetapi, produsen belum mentransmisikan kenaikan biaya produksi ini kepada harga jual produk di level konsumen," tutur dia.


Geopolitik Panas, Harga Logam Mulia Semakin Hot

Hairul Rizal 09 Mar 2022 Kontan

Konflik antara Rusia dan Ukraina menjadi berkah bagi investor emas batangan. Harga emas produksi Logam Mulia, anak usaha Aneka Tambang (Antam), kembali ke atas Rp 1 juta. Secara umum, harga logam mulia masih berpotensi menguat, selama konfilk Ukraina dan Rusia belum berakhir. Alwi Assegaf Analis Global Kapital Investama memprediksi harga paladium berpotensi tetap menguat paling tinggi lantaran Rusia merupakan produsen paladium terbesar. Alwi memprediksi paladium bisa mencapai US$ 3.715 per ons troi di akhir tahun nanti. Analis Monex investindo Futures Faisyal juga memprediksi di akhir kuartal I-2022 harga emas berpotensi naik ke US$ 2,050 per ons troi.Meski begitu, Faisyal menyarankan pelaku pasar mencermati potensi pembalikan arah harga logam mulia bila konflik Rusia dan Ukraina selesai. Jika terjadi koreksi, harga emas di akhir tahun berpotensi ke US$ 1.900 per ons troi. 

Penerapan Tarif Baru PPN Dikaji Ulang

Hairul Rizal 09 Mar 2022 Kontan

Kementerian Keuangan menyatakan masih menyiapkan aturan dan menghitung dampak penerapan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10% menjadi 11%. Oleh karena itu pemerintah belum memastikan apakah tarif baru PPN akan diberlakukan 1 April 2022, meskipun telah dititahkan oleh Undang-Undang No 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Menurut Neilmaldrin Noor, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), pemerintah masih menimbang berbagai dampak penerapan PPN 11% ini. Mengingat kondisi pemulihan ekonomi Indonesia masih mengalami ketidapastian. Di antaranya adalah efek laju kasus Covid-19, lonjakan harga beberapa jenis bahan pangan dan energi di dalam negeri. Saat ini pemerintah masih menganalisis dan memantau kondisi ekonomi terkini, termasuk penghitungan dampak terhadap inflasi, dan sebagainya. "Penghitungannya dilakukan di Badan Kebijakan Fiskal," tutur Neil. 

SPT Tahunan Wajib Pajak

Hairul Rizal 09 Mar 2022 Kontan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto didampingi petugas pajak melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan atau SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi Tahun Pajak 2021 di Kantor Pusat Direktorat Jendral Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (8/3). Direktorat Jendral Pajak mengundang sejumlah pejabat negara untuk melaporkan SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi tahun pajak 2021 secara serentak melalui aplikasi e-filling.

Kredivo Gandeng Matahari

Hairul Rizal 09 Mar 2022 Kontan

Alternatif pembayaran non-tunai semakin menjadi pilihan. Seiring permintaan fesyen yang terus meningkat, termasuk saat mometum Ramadan dan Lebaran, Kredivo, mengumumkan menjadi salah satu alat pembayaran di gerai PT Matahari Department Store Tbk. General Manager Kredivo Indonesia, Lily Suriani mengatakan kemitraan dengan Matahari menjadi langkah strategis dalam mewujudkan komitmen Kredivo melayani konsumen di segala kategori.

Mengamankan Porsi Batu Bara Domestik

Hairul Rizal 09 Mar 2022 Bisnis Indonesia

Harga komoditas batu bara yang kembali meroket di pasar internasional seakan menjadi berkah manis bagi negara-negara produsen emas hitam. Per Februari 2022, harga batu bara acuan (HBA) si emas hitam menembus angka US$188,38 per metrik ton. Harga ini tentu saja melesat kencang 18,85% dari perniagaan sebelumnya yang baru mencapai US$158,50 per metrik ton. Tingginya harga batu bara ini tidak dapat dilepaskan dari ketegangan politik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Efek ‘kejut’ berupa invasi pagi hari ke Ukraina seperti yang diperintahkan Presiden Rusia Vladimir Putin membuat pasokan liquefied natural gas (LNG) ke Eropa terganggu. Berdasarkan peta produsen gas dunia, Rusia masuk peringkat kedua setelah Amerika Serikat sebagai produsen liquefied natural gas (LNG).

Ditilik dari kepemilikan cadangan gas, negeri Beruang Merah menduduki posisi puncak. Berdasarkan data BP Statistical Review on World Energy, Rusia memiliki 38 triliun meter kubik cadangan LNG. Posisi kedua disusul oleh Iran, dan Qatar pada posisi ketiga. Lonjakan harga LNG yang cukup luar biasa ini membuat banyak negara mulai mencari sumber energi lain yakni batu bara untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. China, misalnya, mulai mencari batu bara dengan jumlah cukup besar sebagai pengganti bahan bakar LNG untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dalam negeri. Upaya China untuk menyerap batu bara tersebut cukup agresif dan tarik menarik dengan upaya serupa yang dilakukan oleh negara-negara di Eropa yang masih menghadapi musim dingin


Pilihan Editor