ARCI Siap Menggerek Produksi Emas
PT Archi Indonesia Tbk optimistis prospek bisnis pertambangan emas tahun ini bisa lebih bersinar. Manajemen Archi Indonesia melihat kenaikan harga emas saat ini menjadi salah satu katalis positif kinerja perseroan. Mengikuti harga komoditas lain, harga emas saat ini terus meroket sejak meletus perang antara Rusia dan Ukraina . Konflik tersebut melambungkan harga emas dunia sempat melonjak ke level US$ 2.005,2 per troy ounce pada perdagangan Senin (7/3), meski kemudian terkoreksi ke level US$ 1.900 per troy ounce. Berdasarkan data investing.com sejak 23 Februari hingga Senin 7 Maret 2022, harga emas naik 3.87% dari US$ 1.910 per troy ounce menjadi US$ 1.984 per troy ounce.
ARCI hingga kini telah menyelesaikan proyek pengembangan kapasitas pabrik pengolahan emas. Dengan rampungnya proyek ini, kapasitas pabrik bertambah, dari sebelumnya sebesar 3,6 metrik ton per tahun (mtpa) pada akhir tahun 2020 menjadi 4,0 mtpa pada akhir tahun 2021. Manajemen ARCI menargetkan, untuk kembali meningkatkan kapasitas pabrik tersebut pada tahun 2022 menuju 4,8 mtpa. Hingga akhir tahun lalu, ARCI baru melakukan eksplorasi dan penambangan emas sebesar 15% dari total area konsesinya yang seluas 40.000 hektare, terutama di area koridor timur.
Bebas Pergi Wisata Tanpa PCR dan Karantina
Pelonggaran protokol kesehatan (prokes) bagi wisatawan asing dan domestik mulai diuji coba. Pada Senin (7/3), uji coba tanpa karantina bagi wisatawan mancanegara yang tiba di Bali telah berlaku. Sedang wisatawan domestik yang menggunakan moda transportasi udara, darat, dan laut tidak lagi wajib tes antigen dan PCR, asal sudah vaksin dua kali. Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, kebijakan tersebut akan memberikan angin segar terhadap percepatan pemulihan industri pariwisata.
"Kita tahu kontribusi wisatawan mancanegara ke Bali itu cukup besar, sekitar 70% dibandingkan domestik. Bahkan Bali juga menyumbang sebanyak 6 juta wisman yang masuk, tentu ini angin segar bagi pariwisata," jelasnya ke KONTAN, Senin (7/3). Di samping itu, potensi pertumbuhan okupansi hotel juga dipastikan akan terus naik. Hal itu sejalan dengan kenaikan kunjungan wisman ke Bali. Kenaikan sudah terasa karena saat ini sudah banyak maskapai asing yang membuka penerbangan ke Bali. Pelonggaran prokes bagi wisatawan juga disambut baik manajemen Santika Hotel. Prita Gero, Assistant Marcomm Manager Santika Indonesia Hotels & Resort bilang, aturan ini berdampak positif bagi tingkat keterisian kamar hotel.
Kandidat Pengurus OJK di Tangan Presiden
Industri keuangan dan pasar modal semakin dinamis. Perkembangan teknologi menciptakan inovasi digital hingga tak cuma memunculkan peluang bisnis, tetapi juga tantangan yang besar bagi pembuat kebijakan. Pemilihan pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2022-2027 bisa jadi momentum untuk menagih komitmen regulator dalam mengawasi industri dan melindungi investor di pasar keuangan dan pasar modal. Kemarin, nama-nama calon pengatur industri keuangan itu diserahkan ke Presiden Joko Widodo.
Menteri Keuangan sekaligus ketua panitia seleksi anggota dewan komisioner (DK) OJK Sri Mulyani menyebut, ada 21 calon anggota DK OJK yang telah lulus tahap keempat. Tiga calon Ketua DK OJK yang diajukan adalah Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar, Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi (LPI) Darwin Cyril Noerhadi dan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian Iskandar Simorangkir. "Presiden nanti akan memilih dan menyampaikan 14 calon anggota DK OJK kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Masing-masing dua calon untuk setiap jabatan kemudian akan dilakukan proses pemilihan oleh DPR," ujar Sri, Senin (7/3).
Program PPS
Pemerintah menetapkan 332 sektor kegiatan usaha yang dapat menjadi tujuan investasi dari program pengungkapan sukarela atau PPS. Berbagai jenis dan skala yang tercantum sangat beragam, mulai dari skala besar hingga kecil, baik manufaktur hingga ekonomi kreatif dapat menjadi tujuan investasi.
IMF : Otoritas Fiskal & Moneter Perlu Gerak Cepat
International Monetary Fund (IMF) mengingatkan negara-negara anggota untuk segera mengambil langkah untuk menekan dampak ketegangan Rusia dan Ukraina. IMF memperkirakan konflik kedua negara ini akan berdampak serius terhadap perekonomian global. Pasalnya, "Krisis ini menciptakan masalah yang kompleks, apalagi saat ini dunia sedang berusaha pulih dari krisis akibat pandemi Covid-19," Direktur Manajer IMF Kristalina Georgieva dalam keterangannya, seperti dikutip publikasi IMF Senin (7/3). Untuk IMF menyarankan otoritas moneter memantau pergerakan inflasi internasional dan transmisinya terhadap inflasi domestik. Sedangkan untuk otoritas fiskal, perlu adanya dukungan bagi rumah tangga miskin untuk menekan pengeluaran mereka dan menjaga daya beli mereka.
Obligasi Rp 4,3 Triliun Jatuh Tempo Maret
Sejumlah obligasi emiten akan jatuh tempo di bulan Maret 2022 ini. Dari data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), obligasi yang jatuh tempo pada bulan ini mencapai Rp 4,3 triliun dari sembilan emiten. Emiten-emiten tersebut sudah menyiapkan dana untuk melunasi obligasi jatuh tempo tersebut. Salah satunya adalah PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Perusahaan ini akan melunasi obligasi tahun 2017 senilai Rp 1 miliar yang jatuh tempo pada 30 Maret 2022.
Bank Beri Gimmick Hadiah Pacu Dana Murah
Perbankan berusaha menjaga likuiditas di tengah proses perbaikan ekonomi. Apalagi rasio Giro Wajib Minimum (GWM) bank umum konvensional tahun ini yang dinaikkan secara bertahap dari 3,5% menjadi 6,5% sedikit banyak bakal berdampak terhadap likuiditas bank. Dengan bunga simpanan yang masih mini, bank besar tentu harus menyiapkan strategi menjaga loyalitas nasabah. Pasalnya, bank-bank ini juga harus bersaing dengan bank-bank digital kecil yang juga gencar memberikan gimmick cashback ataupun hadiah untuk menggaet nasabah. Selain itu, pengumpulan dana murah seperti tabungan turut membantu bank menekan biaya dana. Pada ujungnya, bank bisa memacu margin bunga bersih bank.
Harga Jual BBM Terus Dikaji
Harga minyak mentah jenis Brent sempat menyentuh level 139 USD per barel pada awal pembukaan perdagangan Senin (7/3) kendati kemudian turun ke 125 USD per barel. Lonjakan harga minyak mentah itu kian menekan harga jual BBM di Indonesia. PT Pertamina (Persero) tengah mengkaji kemungkinan kenaikan harga BBM non subsidi di dalam negeri. Pengajar Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM, Fahmy Radi mengatakan, kenaikan harga minyak mentah dunia kian menekan harga BBM dalam negeri. Dampaknya, kenaikan harga jual BBM sulit dihindari. Apabila harga tidak dinaikkan, APBN bakal tertekan lantaran harus menutup selisih harga jual BBM.
Sebelumnya, Pertamina telah 2 kali menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Tak hanya Pertamina, perusahaan swasta sektor ritel BBM di Indonesia pun turut menaikkan harga, seperti Shell Indonesia. Senada dengan Fahmy, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menambahkan, menaikkan harga BBM jenis premium dan solar bersubsidi adalah pilihan yang sulit bagi pemerintah. Pasalnya, kondisi ekonomi yang masih tertekan pandemi belum membuat daya beli masyarakat pulih seutuhnya. Namun, apabila harga kedua jenis BBM bersubsidi itu tidak dinaikkan, APBN kian tertekan. Menurut Pjs Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, pihaknya masih terus memonitor perkembangan harga minyak mentah dunia. Sementara itu, Vice President Corporate Relations Shell Indonesia Susi Hutapea mengatakan, pihaknya memahami kekhawatiran mengenai harga BBM. Berbagai faktor menjadi penentu harga jual BBM Shell di Indonesia. (Yoga)
Politeknik Siapkan SDM Energi Terbarukan
Pemerintah bekerja sama dengan The Swiss State Secretariat for Economic Affairs dalam program Renewable Energy Skills Development (RESD). Melalui program ini, perguruan tinggi vokasi didorong untuk melakukan riset dan inovasi serta mencetak SDM yang dibutuhkan dalam sektor industri energi terbarukan. Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto, Senin (7/3) menjelaskan, program RESD dilakukan dengan membuka program D-4 konsentrasi energi terbarukan di lima politeknik negeri. (Yoga)
Krisis Harga Pangan Global
Indeks harga pangan global mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 2 bulan terakhir dan diprediksi bertahan tinggi beberapa waktu ke depan. Lonjakan harga pangan serta energi yang kian memicu kenaikan inflasi global ini pada akhirnya berpotensi mengerek inflasi di dalam negeri Indonesia yang relatif terkendali sekarang, terutama dengan ketergantungan pada impor untuk komoditas pangan tertentu yang masih tinggi. IMF memprediksi harga energi serta pangan akan bertahan tinggi dalam waktu yang lama. Ancaman inflasi pangan itu harus menjadi perhatian serius dan menuntun ke aksi bersama global karena mengancam penduduk termiskin dunia, terutama Amerika Latin dan Afrika.
Lonjakan harga serta kelangkaan sejumlah komoditas pangan impor di dalam negeri yang berlangsung berbulan-bulan harus diakui juga disebabkan oleh faktor lemahnya mitigasi dan respons kebijakan pemerintah menghadapi tren kenaikan harga pangan global. Menghadapi tekanan inflasi pangan yang mengancam daya beli masyarakat bawah, koordinasi kebijakan pemerintah, BI, dan instansi terkait lain menjadi penting. Karena itu penting untuk memperkuat ketahanan pangan dan membenahi tata kelola dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, stok, distribusi, hingga harga. (Yoga)









