Menyelamatkan Agenda G20 Indonesia
Pertemuan tingkat tinggi para pemimpin ASEAN dengan Presiden AS Joe Biden bisa menjadi momentum untuk menekankan pentingnya agenda G20 tahun 2022 yang diusulkan Indonesia. Beberapa negara semakin merasakan tekanan inflasi tinggi dari naiknya harga pangan dan energi sebagai akibat dari perang di Ukraina dan sanksi yang diberikan kepada Rusia. Inflasi AS mencapai 8,5 % pada Maret, tertinggi selama empat dekade terakhir. Begitu pula di banyak perekonomian utama lain. Di Indonesia, inflasi mencapai 3,47 %, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi juga mulai memburuk. OECD memprediksi perang akan menyebabkan penurunan pertumbuhan global sebesar 1 %. Padahal, untuk mencapai pemulihan ekonomi yang kuat, diperlukan kerja sama ekonomi yang lebih baik. Dampak perang di Ukraina juga hanya dapat ditanggulangi dengan kerja sama di tingkat global. Termasuk untuk meminimalkan risiko disrupsi pasokan, krisis pangan, ataupun krisis energi.
Agenda yang diusung Indonesia di dalam presidensi G20 tahun ini menjadi sangat penting untuk dilaksanakan meski makin sulit untuk dicapai. Peran penting G20 harus terus disuarakan oleh Indonesia dan anggota G20 lain. Saat ini ada pandangan dari beberapa negara, terutama anggota G7, bahwa kehadiran Rusia dalam berbagai pertemuan G20 adalah hal yang tidak patut. Ini bahkan berujung pada ancaman boikot terhadap pertemuan tingkat tinggi November di Bali. Ketika para pemimpin AS dan Indonesia bertemu di Washington, fokus diskusi dapat diarahkan untuk mencegah dampak invasi Rusia yang dapat menggagalkan agenda kerja sama ekonomi di bawah G20. Terkait ini, perlu disampaikan; Pertama, pertemuan G20 tahun ini mungkin satu-satunya kesempatan untuk memberikan dukungan bagi pemulihan ekonomi global yang lebih baik. Agenda yang diusulkan Indonesia berusaha menjembatani berbagai kepentingan negara maju dan berkembang, yang terkadang berbeda, dalam pemulihan ekonomi global. Kedua, Indonesia perlu menekankan pentingnya Indonesia dan ASEAN dalam menyukseskan agenda AS di kawasan ini. AS butuh Indonesia dan ASEAN untuk tujuannya menyukseskan rencana kerangka kerja IndoPasifik. Dengan sistem perdagangan global dalam kondisi tak sehat, G20 harapan terakhir dunia untuk kebijakan perdagangan yang tak saling merugikan. Agenda kerja sama G20 yang diusulkan Indonesia di presidensi tahun ini terlalu penting untuk ditinggalkan. Demi keberlangsungan perekonomian global yang lebih baik, adil, dan berkelanjutan. (Yoga)
Kelas Menengah Jadi Tumpuan Geliat Konsumsi
Geliat konsumsi nasional dinilai masih bertumpu pada masyarakat berpenghasilan menengah. Namun, agar konsumsi dapat tumbuh optimal, daya beli masyarakat berpenghasilan rendah perlu dijaga dan belanja masyarakat berpenghasilan atas perlu didorong. BPS mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2022 mencapai 5,01 % secara tahunan. Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,43 % dan kontribusinya terhadap PDB 53,56 %. Geliat konsumsi atau belanja pada masa Ramadhan-Lebaran 2022 akan mengungkit pertumbuhan ekonomi triwulan II-2022, terindikasi dari indeks belanja Ramadhan 2022 yang tumbuh 31 % menjadi 179,4 atau jauh di atas ambang batas indeks sebesar 100. Vice President for Industry and Regional Research Office of Economist Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dendi Ramdani (12/5) mengatakan, kenaikan indeks belanja Ramadhan 2022 terjadi di semua kelompok penghasilan. Masyarakat berpenghasilan menengah berbelanja paling tinggi, sedangkan belanja masyarakat berpenghasilan rendah dan tinggi kembali di atas level pra pandemi.
Dalam laporan Bank Dunia bertajuk ”Aspiring Indonesia-Expanding the Middle Class”, Januari 2020, menyebutkan, dalam 15 tahun terakhir, jumlah populasi kelas menengah Indonesia naik dari 7 % menjadi 20 % total populasi atau 52 juta orang pada 2019. Laporan Bank Dunia ”Pathways to Middle-class Jobs in Indonesia” yang dirilis 30 Juni 2021 menunjukkan, pangsa pekerja kelas menengah Indonesia sebesar 15,4 % pada Agustus 2019 turun menjadi 10,2 % pada Agustus 2020 akibat pandemi Covid-19. Peneliti Center Macroeconomics and Finance Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abdul Manap Pulungan, berpendapat, salah satu faktor yang memengaruhi masih rendahnya konsumsi rumah tangga adalah konsumsi kelas atas yang masih terbatas, terindikasi dari jumlah simpanan di atas Rp 5 miliar yang meningkat. LPS mencatat, simpanan di atas Rp 5 miliar di perbankan per Maret 2022 mencapai Rp 3.905 triliun, tumbuh 13,3 % secara tahunan. Porsi simpanan itu 51,8 % total simpanan Rp 7.544 triliun. Namun, indeks ekspektasi kondisi ekonomi (IEK) turun. ”Penurunan ini ditengarai oleh kekhawatiran responden terhadap melemahnya daya beli masyarakat akibat kenaikan harga beberapa komoditas,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono. (Yoga)
KAMPUNG TURIS PENDUKUNG MALIOBORO
Di Kampung Sosrowijayan, Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta, banyak warga menjadikan rumahnya sebagai homestay atau penginapan. Jumlahnya lebih dari 100 rumah. Dalam konsep homestay, wisatawan biasanya menginap di kamar-kamar yang disediakan pemilik rumah dengan tarif ramah di kantong. Sekilas, kampung itu terlihat seperti permukiman padat penduduk pada umumnya, yang membedakan adalah terpasangnya papan-papan bertuliskan homestay dan penginapan di rumah-rumah tersebut. ”Wisatawan yang menginap biasanya backpacker. Sebelum pandemic Covid-19, banyak wisatawan mancanegara. Sekarang didominasi wisatawan domestik saja,” kata Wawan Kusumo (45), pemilik Rejeki Homestay. Total 10 kamar yang disewakan Wawan. Namun, hanya enam kamar yang dioperasikan sehari-hari. Empat kamar lain diaktifkan jika permintaan tinggi. Tarif yang dibanderol untuk satu kamar Rp 150.000 per malam, tetapi saat musim liburan menjadi Rp 200.000. ”Lebaran ini, 10 kamar terpakai semua. Sempat penuh dari 3 Mei (hari kedua Lebaran) sampai 8 Mei 2022. Sebelumnya, rata-rata wisatawan domestic menginap semalam saja pada akhir pekan,” kata Wawan.
Dari sektor kuliner, Gudeg Basah Bu Lindu menjadi andalan bagi wisatawan di wilayah Sosrowijayan. Olahan sayur nangka itu tergolong sebagai hidangan legendaris sebab sudah dijajakan sejak 1930-an. Sang Maestro Gudeg, Mbah Lindu, berpulang di usia 100 tahun. Konon, ia berjualan di kawasan tersebut sejak berusia 13 tahun. Saat ini, warung gudeg itu diteruskan anak Mbah Lindu, yakni Ratiyah (54). Dahulu, Mbah Lindu berjualan keliling kampung. Lalu, ia memangkal di Jalan Sosrowijayan. Semula, pelanggannya adalah penumpang kereta api atau orang yang berpelesir ke Malioboro. Di masa liburan bisa menhabiskan lebih dari 200 porsi per hari, kata Ratiyah. Sejak 1,5 tahun lalu, Gudeg Basah Mbah Lindu menyediakan pula gudeg beku, untuk wisatawan yang ingin membawa gudeg tersebut sebagai oleh-oleh bagi kerabat di tempat asalnya. Harga gudeg beku terentang dari Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per paket. Paket paling murah setidaknya bisa dikonsumsi tiga sampai empat orang.
Kampung turis tak hanya Sosrowijayan. Ke arah selatan, di sekitar Jalan Parangtritis, ada Kampung Prawirotaman yang juga jadi tujuan turis asing. Sri Yantini (58), pemilik Parikesit Hotel, mengatakan, di masa libur Lebaran, semua penginapan di Prawirotaman penuh. Di Prawirotaman terdapat berbagai ragam penginapan, mulai dari kelas melati, guest house, homestay, hostel, hingga hotel berbintang. Saat ramai seperti ini, kenaikan tarif tak terbendung. Jika sebelumnya banyak penginapan kecil menawarkan tarif Rp 50.000 hingga Rp 80.000 per malam, selama libur Lebaran, hampir semua dibanderol di atas Rp 100.000 per malam. Alex Tangkeallo, pemilik Oke Baik Hostel, mengatakan, tariff menginap di penginapannya mengikuti ramainya tingkat permintaan, kamar jenis private room ditawarkan Rp 250.000 pada kondisi normal, kini menjadi Rp 750.000. Besarnya magnet Malioboro bagi wisatawan ikut menggairahkan sektor riil di sekitarnya. Meski demikian, sebagai daerah berbudaya Jawa yang kuat, kearifan lokal diharapkan tetap terjaga. (Yoga)
DPR: Selamatkan Cashflow Pertamina Dengan Windfall Profit
DPR berpandangan, pemerintah memiliki kemampuan untuk menyelamatkan arus kas (cashflow) PT Pertamina (Persero) dengan membayar utang atau kewajiban kompensasi, meski pada saat bersamaan upaya menjaga daya beli masyarakat juga dilakukan. Keuntungan nomplok (windfall profit) yang diperoleh pemerintah menyusul lonjakan harga sejumlah komoditas utama dunia dinilai cukup untuk membiayai kedua hal tersebut bersamaan. Berdasarkan data Kementerian Keuangan yang telah di reviu oleh BPKB, outstanding utang atau kewajiban kompensasi energi pemerintah hingga akhir 2021 adalah Rp199 triliun, bahan bakar minyak senilai Rp 84,4 triliun dan kompensasi kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk tarif listrik sebesar Rp24,6 triliun. Kewajiban atau utang kompensasi pemerintah kepada Pertamina timbul karena platform subsidi tak mampu lagi mampu mengkover kenaikan BBM maupun migas. (Yetede)
Gojek Integrasikan Layanan GoSend dan Midtrans Dengan Platform Alpukat Betawi
Gojek bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi DKI Jakarta mengintegrasikan layanan pengiriman instan GoSend dan solusi payment gateway Midtrans (bagian dari GoTo Financial) dengan platform layanan Akses Langsung Pelayanan Dokumen Kependudukan Cepat dan Akurat (Alpukat Betawi). Berdasarkan data Disdukcapil DKI Jakarta, sejumlah penduduk DKI Jakarta kini sebanyak 11.261.595 jiwa. Kepala Disukcapil Provinsi DKI Jakarta Budi Awaludin menambahkan, bahwa warga DKI Jakarta kini membutuhkan layanan kependudukan yang lebih cepat dan efisien. "Sejak bulan lalu, cetak KTP dan KIA dapat diselesaikan dalam 15 menit dari sebelumnya sekitar satu jam. Terobosan pencapaian layanan ini perlu ditingkatkan, salah satunya melalui upaya kerja sama dengan ekosistem Gojek," ungkap Budi. (Yetede)
PLTGU Riau Perkuat Sistem Kelistrikan Sumatera
Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Riau berkapasitas 275 megawatt (MW) yang berlokasi di Kawasan Industri Tenayan, Pekanbaru, Riau. Pembangkit ini sekaligus mendorong biaya pokok penyedia (BPP) listrik lebih murah dan bersih. Menurut Menteri Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Indonesia masih memiliki potensi gas yang cukup banyak sekaligus menjadi komoditi energi yang penting, terutama dalam mendukung proses transisi energi. "Harus diupayakan, bisa menciptakan demand-demand baru agar kita bisa memenuhi kapasitas nasional seoptimum mungkin. Sehingga ultiliterasinya bisa maksimum," terang Arifin. Kapasitas listrik yang dihasilkan oleh PGLTU Riau kini dapat melistriki sekitar 360 ribu pelanggan rumah tangga dengan daya 900 VA. Tak hanya perkuat pasokan listrik, pembangunan PGTLU ini bisa disebut lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi yang lebih sedikit. (Yetede)
Pemulihan Ekonomi Berlanjut, Kualitas Kredit Diprediksi Membaik
Industri perbankan pada bulan pertama tahun ini berhasil mengakselerasi pertumbuhan kredit 6,67% secara tahunan year on year (yoy) dan menekan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross ke level 2,99%. Sementara itu, kualitas kredit perbankan pada tahun ini diperkirakan akan terus membaik sejalan dengan pemulihan aktivitas ekonomi yang berlanjut. Merujuk data OJK, NPL gross perbankan nasional pada Maret mengalami penurunan 9 basis poin (bps) dibandingkan posisi Februari 2022 di level 3,08% dan turun 11 bps dari posisi NPL Januari 2022 3,1%.
Menurut Direktur Center of Economics and Law Studies Bhima Yudhistira perbankan juga perlu selektif dalam pendanaan yang besar ke sektor berbasis komoditas. "Apabila terjadi swing harga komoditas berbalik turun maka debitur yang pengelolaan cashflow-nya baik mungkin masih survive. NPL perbankan diperkirakan berkisar 2,5 sampai dengan 2,7%," ungkap dia. Sementara itu, berdasarkan laporan presentasi Bank Niaga Indonesia (Persero) Tbk (BNI), tercatat menurun kredit yang direstrukturisasi hingga saat ini. Hal tersebut mencerminkan perbaikan kondisi ekonomi debitur, sehingga dapat membayar pinjamannya. (Yetede)
Bersama Digital Tender Offer Saham Tower Bersama Rp 7,9 Triliun
Bersama Digital Infrastructure Asia Pte Ltd (BDIA) akan melakukan penawaran tender sukarela sebanyak-banyaknya 2,48 miliar saham yang mewakili 10,97% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Dengan demikian, nilai penawaran tender ini mencapai Rp 7,93 triliun. Adapun, pihak yang berhak untuk turut serta dalam penawaran tender sukarela ini adalah pemegang pemegang saham publik yang telah melengkapi dan mengajukan semua dokumen yang dipersyaratkan. Untuk pemegang saham yang memiliki saham dengan warkat (scrip) dan berniat untuk menawarkan sahamnya kepada BDIA, wajib untuk membuka rekening efek pada perusahaan sekuritas/bank kustodian dan mengkonversikan saham warkat tersebut menjadi saham tanpa warkat (scripless) selambat-lambatnya 4 hari bursa sebelum tanggal penutupan penawaran tender sukarela. Sementara itu, Bersama Digital Infrastructure Asia Pte Ltd yang sebelumnya bernama Provident Consilidated Holdings Pte Ltd, mengakuisisi 62,38% saham TBIG senilai total Rp45,22 triliun. (Yetede)
Ekonomi Inggris Melambat dan Berpotensi Resesi
Ekonomi Inggris pada 2022 dilaporkan kontraksi karena terdampak lonjakan inflasi sehingga meningkatkan prospek negara itu jatuh ke dalam resesi. Rilis data itu terjadi setelah pada pekan lalu, Bank of England (BoE) memperingatkan Inggris berisiko jatuh dalam resesi dengan inflasi Inggris diperkirakan mencapai 10% yang tertinggi dalam empat dekade-diakhir tahun ini. Kantor Statistik Nasional (ONS) menyampaikan pernyataan bawa ekonomi Inggris tumbuh 0,8% secara keseluruhan pada periode Januari-Maret. Ini merupakan pertumbuhan kuartalan paling lambat selama setahun, dibandingkan dengan ekspansi produk domestik bruto (PDB) sebesar 1,3% pada Kuartal IV tahun lalu. Menanggapi data Kamis, Menteri Keuangan (menkeu) Ridhi Sunak mengungkakan bahwa pemulihan ekonomi Ingggris dari pandemi telah diganggu oleh invasi Presiden Rusia Vladimir Putin ke Ukraina dan tantangan-tantangan global lainnya, Namun ditambahkan oleh Sunak mengungkapkan dalam sebuah pernyataan bahwa pertumbuhan Inggris dalam beberapa bulan pertama tahun ini tergolong kuat, bahkan lebih cepat dari Amerika, Jerman, dan Italia. (Yetede)
Pariwisata Pulih Tapi Belum ke Level Sebelum Pandemi
Pasar pariwisata global pulih dari dampak pandemi Covid-19 dan efek perang Rusia-Ukraina. Tapi belum kembali ke level sebelum pandemi tersebut. Organisasi Pariwisata Dunia atau UNWTO pada Kamis (12/5) melaporkan bahwa jumlah kedatangan turis luar negeri di seluruh dunia naik dua kali lipat lebih atau tepatnya 130% pada Januari 2022 dibandingkan tahun sebelumnya. PBB tersebut menyatakan bahwa para pelancong luar negeri sekarang yakin lagi untuk bepergian. Para pelancong asal Amerika dan Eropa yang paling banyak menyumbang kebangkitan jumlah kedatangan itu. "Jumlah kedatangan seluruh dunia telah bertambah 18 juta atau setara dengan total kenaikan untuk seluruh 2021," kata UNWTO, dalam pernyataannya seperti yang dikutip AFP. Pulihnya jumlah kedatangan turis internasional itu dilaporkan terjadi di sebagian besar wilayah. Eropa mencatat kenaikan jumlah kedatangan tiga kali lipat dari level rendah awal 2021, sedangkan Amerika dua kali lipat. (Yetede)









