DFAM Membidik Laba Rp 3,54 Miliar
Setelah dua tahun belakangan membukukan kerugian, PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) berharap bisa mencetak rapor biru pada tahun ini. DFAM menargetkan laba tahun berjalan dapat mencapai Rp 3,54 miliar hingga akhir 2022.
Agar bisa mencetak laba, Sekretaris Perusahaan DFAM Soviadi Nor Rachman mengatakan, perusahaan properti ini membidik pendapatan sebesar Rp 120,55 miliar pada tahun ini. Target tersebut naik 42,44% ketimbang realisasi tahun lalu, sebesar Rp 84,63 miliar. "Kami berharap tahun 2022 bisa membukukan laba," kata Soviadi kepada KONTAN, Jumat (13/5).
SGER Akan Bagikan Saham Bonus dan Dividen Tunai
PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) berencana membagikan saham bonus bagi para pemegang sahamnya. Tak hanya itu, SGER juga akan membagikan dividen tunai kepada para investor.
Dalam prospektus, Jumat (15/5), manajemen SGER menjelaskan, pembagian saham ini diharapkan dapat memperkuat modal perusahaan. Dengan modal lebih kuat, emiten ini berharap bisa meningkatkan volume perdagangan batubara, mengembangkan energi baru dan terbarukan serta membangun infrastruktur.
Saham GOTO Nyungsep
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terkoreksi 6,73% ke Rp 194 pada Jumat (13/5). Saham GOTO sudah turun 42,6% dari harga IPO Rp 338 per saham. Corporate Secretary GOTO Koesoemohadiani menejelaskan, naik turunnya harga saham GOTO merupakan hal normal. Jika merujuk konsensus Bloomberg, lima dari delapan analis masih memberi rekomendasi beli bagi saham GOTO.
PSSI Siapkan Belanja Modal US$ 15 Juta
Emiten pelayaran, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) menganggarkan capex sebesar US$ 12 juta – US$ 15 Juta di tahun ini. Capex tersebut akan digunakan untuk menggenjot diversifikasi pendapatan usaha melalui sejumlah peremajaan pada aset yang ada. Direktur Pelita Samudera Shipping (PSS) Harry Tjhen mengatakan, hingga kuartal I perusahaan telah menggunakan sebesar Rp US$ 3 Juta.
“Capex di kuartal I telah terpakai US$ 3 juta untuk memfasilitasi docking kapal. Tidak menutup kemungkinan kami akan menambah aset jika ada aset-aset baru dan kesempatan. Kami berencana melakukan pembelian kapal dan juga divestasi sejumlah aset,” ungkap Harry dalam paparan publik, Kamis (12/5).
BERBURU INVESTOR KAKAP DI AS
Presiden Joko Widodo agresif mengundang pebisnis Amerika Serikat untuk menanamkan modal di Indonesia dalam lawatannya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Amerika Serikat-ASEAN. Dalam KTT itu, Presiden Joko Widodo bertemu dengan sejumlah pengusaha AS a.l. Air Products, Google, Chevron, Boeing, Qualcomm, ConocoPhillips, dan Marriot International. Di Washington DC, Kepala Negara memaparkan kekuatan Indonesia dalam penyediaan bahan baku industri, penyediaan energi hijau, dan ekonomi digital. “Kami memastikan bahwa produksi barang penting akan dihasilkan dari pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Kami mengundang pelaku bisnis Amerika untuk investasi di Indonesia,” tutur Presiden Jokowi, Jumat (13/5).
Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi Amerika Serikat pada kuartal I/2022 mencapai US$65,76 juta, dengan jumlah proyek 261. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama 2021 sebesar US$447,10 juta, dengan jumlah proyek 336. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pertemuan kepala negara dengan beberapa pengusaha sangat produktif dan kembali memunculkan beberapa rencana kerja sama. Dalam pertemuan antara Presiden Jokowi dan CEO Air Product Seifi Ghasemi, misalnya, muncul rencana investasi dari perusahaan petrokimia yang bermarkas di Pennsylvania itu sebesar US$15 miliar. Peluang kerja sama pun terbuka lebar dari sektor energi. PT Pertamina (Persero) dan Chevron New Ventures Pte. Ltd. (Chevron), anak perusahaan Chevron Corporation, menyatakan kerja sama bisnis rendah karbon di Indonesia. Kedua perusahaan migas ini akan mengembangkan teknologi panas bumi model baru (novel geothermal) dan penyeimbangan karbon (carbon offsets).
Menanti Buah Tangan Jokowi dari AS
Pada Selasa, 10 Mei 2022, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama rombongan, total berjumlah 62 orang, bertolak ke Amerika Serikat (AS) dengan mencarter pesawat Garuda Indonesia Boeing 777-300ER. Kunjungan itu dalam rangka lawatan kenegaraan sekaligus Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus negara ASEAN dengan AS. Agenda penting lainnya adalah Jokowi akan melakukan pertemuan khusus dengan para pemimpin perusahaan internasional. Tidak hanya dengan Jokowi rupanya, para pemimpin negara ASEAN lain ikut bertemu dengan para pengusaha AS di Intercontinental the Willard Hotel, Washington DC, Kamis (12/5). Tampak hadir dalam acara tersebut, Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo, US-ASEAN Business Council Ted Osius, Utusan Khusus untuk Perubahan Iklim John Kerry dan sejumlah pimpinan perusahaan AS, seperti Google, Chevron, Boeing, Qualcomm, ConocoPhillips, Marriot International, dan lainnya.
Presiden pun berharap ada kerja sama konkret yang menguntungkan dengan ASEAN , khususnya Indonesia. Pernyataan itu secara spesifik ditujukan kepada CEO perusahaan raksasa Amerika. Tak lupa, Jokowi membeberkan potensi kekuatan Indonesia dalam penyediaan bahan baku industri, penyediaan energi hijau, dan ekonomi digital. Adapun yang diandalkan adalah Indonesia sebagai penghasil bijih nikel terbesar di dunia, dan tengah berkembang pesat dalam industri besi serta baja stainless terbesar nomor dua di dunia. Pada kunjungan ke AS, Jokowi menerima kunjungan Chairman dan CEO Air Products, Seifi Ghasemi. Presiden menagih janji investasi perusahaan asal AS itu. Pada November 2021, di Dubai, perusahaan itu meneken MoU untuk investasi di Indonesia. Bahkan, sebagai implementasi itu, pada 24 Januari lalu, Jokowi lakukan groundbreaking industri hilirisasi coal to DME di Bukit Asam. Presiden pun menagih agar proyek tersebut segera direalisasikan.
OBLIGASI HIJAU : TRANSJAKARTA JAJAKI GREEN BOND
PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta tengah menjajaki peluang penerbitan obligasi hijau di Bursa London untuk mendukung rencana ekspansi perseroan melalui pengadaan 100 unit bus listrik hingga 2030.
Guna merealisasikan rencana tersebut, Direktur Utama M. Yana Aditya dan Direktur Operasi dan Keselamatan PT Transportasi Jakarta Yoga Adiwinarto berkunjung ke London Stock Exchange pada, Kamis (12/5). “Dalam pertemuan ini kami menjajaki kemungkinan penerbitan global bond. Di mana kami berkesempatan untuk mendiskusikan terkait rencana Transjakarta dalam pengembangan bus listrik dan sustainability transportasi di Jakarta. Untuk mendukung itu, kami ingin adanya dukungan pembiayaan,” ujar Yana dalam keterangan resminya, Jumat (13/5).
Adapun, dengan kehadiran bus listrik sebagai armada masa depan, diperkirakan dapat menurun polusi hingga 28%dibandingkan pada bus diesel. Selain itu, emisi CO2 pada gas buang bus listrik dapat berkurang hingga 50,3% dibandingkan gas buang bus diesel. “Transjakarta sudah mulai mengoperasikan bus listrik sejak Maret lalu. Kami menargetkan sebanyak 100 bus listrik sudah dapat melayani masyarakat pada 2030. Kami berharap dapat bekerjasama dengan London Stock Exchange untuk mengurangi emisi karbon, khususnya dalam sektor transportasi publik,” katanya.
EKSPANSI PASAR : Kiprah BSI di Timur Tengah
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) mulai menancapkan bisnis dan penetrasi layanan di Timur Tengah seiring adanya kerja sama dengan konglomerasi dan perusahaan rintisan internasional di Dubai, Uni Emirat Arab. Ekspansi bisnis dan layanan BSI di UEA tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama (memorandum of understanding/MoU) antara perusahaan dengan Lulu Hypermart Indonesia sebagai jaringan dari Lulu Hypermart Global, jaringan pemasaran ritel di Timur Tengah dan perusahaan teknologi finansial Berrypay di Dubai, Jumat (13/5). Dalam kesempatan yang sama, BSI menghadirkan kantor perwakilan (representative office) BSI di Dubai.
PENGOLAHAN BIG DATA : Memaksimalkan Bisnis Melalui Kecerdasan Buatan
Ungkapan “data is the new oil” menggambarkan betapa pentingnya data sebagai salah satu sumber daya yang dibutuhkan oleh masyarakat luas, layaknya minyak yang juga menjadi komoditas vital penunjang banyak aktivitas dan bisnis. Selain itu, sama seperti minyak yang lebih bernilai ketika diubah menjadi objek yang lebih konstruktif, data pun demikian. Data yang telah dilakukan proses, dianalisis, dan digunakan secara efisien bisa memberikan dampak yang besar. Dalam hal ini dibutuhkan perangkat atau alat yang mampu memproses kumpulan data dengan jumlah yang besar tersebut karena pemrosesan manual akan membutuhkan banyak waktu dan memiliki keterbatasan. Di sinilah kecerdasan buatan (artificial intelligence) mengambil peran. Nabil Badjri, Chief Business Development Officer IYKRA - perusahaan yang berfokus pada teknologi dan talenta AI - mengatakan bahwa adopsi perangkat dan platform digital yang masif menghasilkan akumulasi data yang makin hari makin besar.
Dia menyebut bahwa data menjadi tulang punggung sistem kecerdasan buatan yang dihasilkan dari pembelajaran mesin (machine learning). Dalam konteks yang lebih praktis di tingkat pelaku usaha atau bisnis, salah satu pemanfaatan paling banyak dari AI adalah untuk optimalisasi pemasaran. Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan memungkinkan pelaku usaha untuk melihat kecenderungan konsumen, yang kemudian bisa digunakan untuk membuat kampanye yang bersifat personal atau tertarget, tidak lagi membabi buta dengan satu program yang sama untuk semua orang.
Buku dan Budaya Baca
Pandemi Covid-19 kian memukul budaya baca dan penjualan buku di Indonesia. Tak mudah mendorong orang tua dan anak untuk menumbuhkan minat baca dan mencintai buku. Pandemi menggerus daya beli sehingga membeli buku atau bacaan lain jauh dari prioritas. Lagi pula, mengajak anak menikmati buku di perpustakaan atau took buku bukanlah kebiasaan umum orang tua di Indonesia. Sorotan atas keterpurukan budaya buku dan budaya baca di negeri ini bukan hal baru. Dalam Nusa Jawa: Silang Budaya (Gramedia Pustaka Utama, 1996), Profesor Denys Lombard, sarjana Perancis dengan kepakaran dalam sejarah Indonesia, mencatat, secara umum orang Indonesia sedikit sekali membaca. Penyebabnya, pertama, rendahnya tingkat melek huruf dan, kedua, sikap menentang setiap bentuk kegiatan perseorangan. Bagi kebanyakan orang Indonesia, membaca merupakan budaya individualisme. Secara tradisional, kegiatan kesusastraan Nusantara memang bersifat kolektif. Berupa kisah yang diceritakan pada sekelompok pendengar. Meskipun para penutur tradisi lisan lokal mulai pudar dan digantikan oleh pembaca berita dan pelawak di televisi atau pegiat Tiktok di media sosial, budaya lisan atau tutur telah menjadi bagian tradisi hidup kolektif.
Tak heran kalau orang Indonesia sangat sedikit membaca karya sastra modern, yang martabatnya tidak sama dengan di Eropa. Setiap orang Eropa terdidik sedikit banyak dituntun untuk mengetahui roman-roman besar kontemporer, sedangkan orang terdidik di negeri ini sama sekali tidak merasa malu mengatakan bahwa ia belum pernah membaca karya-karya sastra besar. Di Indonesia, sekalipun angka melek huruf relatif meningkat dua dekade terakhir, dominasi budaya visual (televisi) dan budaya digital (internet) relatif kurang menggerakkan budaya baca. Malahan dalam beberapa segi menjadi bagian dari kendala budaya baca. Karena itu, buku-buku sastra diterbitkan masih dengan oplah relatif kecil dan pembaca koran tidak banyak tumbuh dibandingkan peningkatan jumlah penduduk Indonesia. Bulan Mei ini ada dua hari penting. Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei dan Hari Buku Nasional pada 17 Mei, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Perpustakaan Nasional. Kedua hari ini amat terkait dengan buku, tentu saja jika buku dianggap sebagai media budaya untuk pencerdasan bangsa. Jika buku dianggap sebagai produk budaya, keterpurukan budaya buku dan budaya baca pun sebagian berakar pada budaya elite dan budaya massa yang berkembang. Diperlukan agenda budaya guna membentuk masa depan budaya baca dan perbukuan di negeri ini. Tentu saja, tidak seperti membalik telapak tangan. Apalagi snobisme virtual, menjadi buah bibir di media sosial, jauh lebih menarik bagi generasi kini. (Yoga)









