Yield SBN Tertinggi di Asean
Hingga kini, tingkat imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia bertenor 10 tahun masih yang tertinggi di kawasan Asean. Kondisi ini tidak lepas dari kebijakan akselerasi pembangunan belasan tahun terakhir yang pendanaannya sangat bergantung pada utang. Pemicu lainnya rata-rata inflasi dan suku bunga Indonesia selama belasan tahun yang juga lebih tinggi dibandingkan negara-negara seperti Malaysia, Thailand, bahkan Filipina. Berdasarkan data per Mei 2022, yield SBN tenor 10 tahun Indonesia tercatat masih yang tertinggi di antara negara-negara peers di kawasan Asean yang yakni level 7,01%. Yield ini jauh di atas obligasi negara Malaysia dengan tenor sama yang mencatat hanya 4,19%. Sementara yield yang lebih rendah juga dimiliki oleh Thailand, Vietnam, dan Filipina yaitu masing-masing 2,85%, 3,24%, dan 6,72%. Sementara itu, seiring porsi kepemilikan asing di SBN yang terus menurun, kepemilikan perbankan justru menunjukkan peningkatan. (Yetede)
Laba Bersih 2021 Melonjak 459% Siloam Bagi Dividen Rp250 Miliar
PT Siloam International Hospitalss Tbk (SILO) akan membagikan dividen sebesar Rp 250 miliar atau setara Rp 19,3 per saham, yang mencerminkan dividend payout ratio sekitar 35% untuk tahun buku 2021. Laba bersih Siloam Hospital pada 2021 mencapai Rp700 miliar, melonjak 459% dibandingkan tahun sebelumnya. Pembagian dividen itu diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Di masa datang, dengan mempertimbangkan keadaan, Siloam Hospitals berencana untuk memberikan dividen kepada para pemegang saham. Tahun lalu, Siloam Hospitals mencatat kinerja finansial yang luar biasa. Pendapatan perseroan mencapai Rp7,6 triliun, meningkat 33% dibandingkan tahun 2020. EBITDA perseroan pada 2021 sebesar Rp1,96 triliun, meningkat 64% dibandingkan tahun 2020. Sedangkan laba bersih Siloam Hospitals tahun 2021 tercatat sebesar Rp700 miliar, dengan margin laba bersih pada 2021 mencapai 9% naik dari 2% pada 2020. (Yetede)
BI Proyeksikan Inflasi 2022 Capai 4,2%
Bank Indonesia (BI) memproyeksi, tingkat inflasi pada akhir tahun ini di kisaran 4,2% year on year (yoy) atau lebih tinggi dari batas atas sasaran pemerintah dan BI sebesar 4% yoy. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjoyo mengatakan, potensi inflasi yang melebihi perkiraan ini didorong oleh kenaikan harga-harga energi dan pangan akibat invasi Rusia ke Ukraina dan terganggunya rantai pasok perdagangan yang telah memberikan tekanan inflasi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. "Jadi, memang kecenderungan inflasi ini akan meningkat. Untuk perkiraan kami, ke depan, di akhir tahun ini kemungkinan inflasi sedikit di atas sasaran, yaitu 4,2% yoy." tutur Perry dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI dan pemerintah, Selasa (31/5). Untuk memastikan inflasi terkendali, BI berkomitmen untuk terus berkoordinasi erat dengan pemerintah. Perry pun mengapresiasi upaya pemerintah untuk meredam inflasi tahun ini dengan menaikkan subsidi dan bantuan sosial. (Yetede)
Industri Tekstil Khawatirkan Kondisi Usaha Kuartal II
Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 12,465% (year on year) pada kuartal I-2020. Meski demikian, serbuan produk impor baik legal maupun unprosedural yang kembali membanjiri pasar domestik membuat para pemain di sektor tersebut khawatir akan kondisi usaha di kuartal II. Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wiraswasta menyatakan, pencapaian pertumbuhan industri Kuartal I-2020 utamanya didorong oleh penjualan dalam negeri yang meningkat tajam sebagai dampak momen Lebaran dan investasi baru dalam rangka penambahan kapasitas produksi dari hulu hingga hilir, selain ada tambahan dari neraca perdagangan yang kian membaik. "Para pengusaha kembali berinvestasi menambah kapasitas usia serangkaian kebijakan pemerintah terkait pembatasan impor," jelas dia dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, seperti dikutip pada Rabu (1/6).
Pertamina RD Hadir Untuk EV Jakarta E-Prix 2022
Pertamina menghadirkan produk green energy, Pertamina Renewable Diesel (Pertamina RD) sebagai bahan bakar hijau Generator Set (Genset) bagi electric vehicle (EV) yang digunakan para pembalap mobil dunia yang bertanding di ajang internasional Jakarta E-Prix 2022 di Jakarta, Sabtu 4 Juni 2022 mendatang. Pertamina RD merupakan produk terbaru dari bahan bakar nabati, HVO (Hydrotreated Vegetable Oil), telah diluncurkan dan disiapkan untuk mendukung Jakarta E-Prix 2021. Saat ini, kilang Pertamina telah mampu menghasilkan bahan bakar nabati HVO dan Bioavtur atau Sustainable Avation Fuel (SAF) merupakan salah satu langkah strategis Pertamina dalam mendukung transisi energi hijau seperti HVO dan SAF mulai tumbuh di berbagai negara. Penggunaan Pertamina RD di ajang Jakarta E-Prix 2022 ini diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Suppy Pertamina International, Taufik Adityawarman, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution dan Direktur Dukungan Bisnis PT Jakarta Propertindo, Muhammad Taufiqurrohman di Jakarta (31/5). (Yetede)
Biaya Tinggi ke Tanah Suci
Kenaikan biaya layanan masyair, layanan saat puncak ibadah haji atau wukuf di Arofah, pada tahun ini diprediksi berimbas pada kenaikan biaya haji tahun berikutnya. Kenaikan biaya tersebut terjadi karena pemerintah Arab Saudi menerapkan sistem paket layanan masyair. Komisi Ketua Nasional Haji dan Umroh, Mustolih Suradj, mengatakan biaya haji tahun depan diprediksi naik lagi melihat kondisi saat ini. Namun kenaikan biaya naik haji tersebut sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya biaya layanan masyair yang diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi. "Tahun ini setidaknya bisa menjadi acuan tahun berikutnya. Tapi yang jelas, kenaikan biaya haji akan sulit dihindari," kata Mustolih kepada Tempo, kemarin. Ia mengatakan selama ini terjadi tren kenaikan dana haji dari tahun ke tahun. Biaya penyelenggara haji (BPIH) pada 2011 hanya sebesar Rp 30 juta per orang. Lalu, pada 2019, angkanya naik menjadi Rp 32 juta per orang. Biaya haji lantas melonjak pada tahun ini mencapai Rp 81 juta per orang. (Yetede)
Layanan Samar Harga Selangit
Asosiasi penyelenggara haji belum mengetahui secara persis layanan dan fasilitas yang diberikan dalam paket layanan masyair dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Padahal biaya layanan masyair tiba-tiba naik drastis menjelang pemberangkatan calon haji kloter pertama yang dijadwalkan pada akhir pekan ini.
Ketua Umum Syarikat Penyelenggara Umroh dan Haji Indonesia (Sepuhi), Syam Resfiadi, hampir tak akan ada perubahan yang signifikan dari pelayanan meski terjadi kenaikan tarif masyair. Namun, kata dia, secara fasilitas fisik, memang terjadi peningkatan yang cukup besar, "Baik itu dari tenda, bentuk kamar mandi, dan katering. Itu yang luar biasa kenaikan kualitasnya," kata Syam yang tengah berada di Mina, Arab Saudi, untuk meninjau lokasi tenda, kemarin.
Ia mengambil contoh tenda tempat tinggal jamaah haji di Mina nantinya. Pada 2019, tenda yang disediakan berukuran 1x2 meter. Tenda ini diisi lebih dari lima calon jamaah haji. Di dalam tenda hanya tersedia karpet, busa tempat tidur untuk setiap orang, dan bantal. Berbeda dengan kondisi tenda pada saat ini. Pada satu tenda terdapat beberapa kamar dan ranjang single bed. (Yetede)
Berpacu Mengungkap Dugaan Kartel Minyak Goreng
Sekitar sebulan menjelang tenggat penyelidikan perkara dugaan kartel minyak goreng. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terus mencari satu alat bukti tambahan untuk membawa kasus tersebut ke tahap pemeriksaan. Lembaga itu memulai proses pra-penyelidikan pada Januari 2022. Pada 30 Maret 2022, kasus itu naik ke tahap penyelidikan setelah otoritas mengantongi satu alat bukti, KPPU mempunyai alat bukti 60 hari kerja hingga 5 Juli mendatang untuk melengkapi alat bukti. Direktur Investigasi KPPU, Gepprera Panggabean, mengatakan sampai saat ini lembaganya belum bisa menyimpulkan perkara tersebut lantaran penyelidikan masih dilakukan. "Hasil akhir akan kami simpulkan. Tapi dari data, kami melihat ada perilaku atau tindakan yang diduga sama di antara produsen, baik soal pasokan maupun harga," ujar dia kepada awak media, kemarin. (Yetede)
Pembeli Pertalite & Solar Bersubsidi Akan Dibatasi
Pemerintah berancang-ancang membatasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, yakni Pertalite dan Solar. Pasalnya, konsumsi BBM subsidi, terutama Pertalite, menanjak setelah harga Pertamax (BBM nonsubsidi) naik dari Rp 9.000 menjadi Rp 12.500 per liter.
Pemerintah kini sedang menggodok aturan penyaluran BBM subsidi. Beleid ini akan merevisi sejumlah poin di Peraturan Presiden No 191/2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM. Aturan yang akan dibahas termasuk kriteria pengguna yang berhak atas BBM bersubsidi. Untuk sementara ini, penerapan teknologi dalam penyaluran BBM bersubsidi direncanakan menggunakan aplikasi MyPertamina. Skemanya, pengguna yang ingin membeli BBM bersubsidi harus meregistrasi terlebih dulu di aplikasi MyPertamina.
Pemangkasan Anggaran Tekan Ekonomi
Pembengkakan anggaran subsidi energi menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022. Walhasil pemerintah kembali memangkas anggaran belanja kementerian dan lembaga demi menambal kebutuhan subsidi. Ini memberi konsekuensinya pada mengecilnya belanja pemerintah sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Surat Edaran (SE) Nomor S-458/MK.02/2022 memutuskan untuk melakukan penambahan pencadangan anggaran (automatical adjutment) pada semua kementerian dan lembaga (K/L) sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi. Nilainya, mencapai Rp 24,5 triliun, dari anggaran belanja barang dan belanja modal yang belum diteken kontrak yakni sebesar Rp 227,2 triliun. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy menilai, pemotongan anggaran K/L tersebut akan semakin menekan potensi pertumbuhan dari konsumsi pemerintah. Apalagi, target belanja pemerintah tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu.









