;

ANGKUTAN UDARA : BISNIS AVIASI DI JALAN PEMULIHAN

Hairul Rizal 03 Aug 2022 Bisnis Indonesia

Industri penerbangan nasional tengah memasuki periode pemulihan dengan pergerakan penumpang dan volume barang mendekati jumlah yang sama seperti sebelum pandemi Covid-19. Pimpinan teras operator bandara di Indonesia mulai bisa tidur nyenyak setelah tren jumlah penumpang pesawat terus meningkat. Para penggawa bandara itu juga bisa duduk tenang untuk merancang rencana jangka pendek hingga panjang guna mengakselerasi pemulihan penerbangan. Salah satu pimpinan bandara yang mulai sibuk mendorong pemulihan penerbangan adalah Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin. Dia menyampaikan sejumlah langkah guna mempercepat pemulihan penerbangan antara lain mendukung penumpang pesawat. Awaluddin menjelaskan sejumlah langkah itu dilakukan setelah rasio pemulihan atau recovery rate lalu lintas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta mencapai 82,5% dari kondisi 2019 saat belum ada pandemi Covid-19. “Kami akan menjaga dan mendorong rasio pemulihan ini sehingga dapat berdampak kepada pemulihan sektor penerbangan secara nasional,” kata Awaluddin. Direktur Utama AP I Faik Fahmi juga melihat tanda-tanda pemulihan di industri aviasi. Menurutnya, AP I yang mengelola 15 bandara telah melayani sebanyak 22,84 juta pergerakan penumpang selama semester I/2022 atau tumbuh 55,9% secara tahunan.


Tiga Strategi Akselerasi Pengembangan Eksyar di Tengah Ketidakpastian Global

Hairul Rizal 03 Aug 2022 Bisnis Indonesia

Terdapat 3 (tiga) strategi guna mendorong akselerasi pengembangan ekonomi syariah (eksyar) di tengah tantangan ketidakpastian global. Pertama, menyelaraskan pengembangan eksyar untuk akselerasi pemulihan ekonomi nasional serta menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan. Kedua, penguatan kelembagaan untuk pengembangan eksyar melalui penguatan Rantai Nilai Halal (RNH) yang dilakukan dengan end-to-end, sehingga menghasilkan high quality local product. Ketiga, memanfaatkan teknologi digital, yang juga bisa meningkatkan inklusivitas. KTI sebagai potensi lumbung pangan baru guna menangkal kelangkaan pangan yang dapat mendukung upaya pengendalian inflasi di daerah. Demikian mengemuka dalam pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2022 di Makassar, Kamis (28/7).

TAMAN NASIONAL KOMODO, Tarif Baru Berlaku, Regulasi Menyusul

Yoga 03 Aug 2022 Kompas (H)

Tarif masuk Taman Nasional Komodo (TNK) sebesar Rp 3,75 juta per orang mulai diterapkan pada Senin (1/8)  eski belum ada regulasi yang mendasarinya. Pemprov NTT baru akan merumuskan tarif itu ke dalam perda. Sejumlah praktisi dan pengamat hukum menyarankan sebaiknya tarif baru itu ditangguhkan untuk sementara sampai terbit dasar hukumnya. Dengan begitu, ada kepastian hukum. Jika tetap dipaksakan, hal itu dapat dianggap sebagai  bentuk pungutan liar dengan berbagai konsekuensi hukumnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Zeth Sony Libing (2/8, mengatakan, penyusunan peraturan daerah mengenai tarif itu kini mulai diproses. ”Sebelum perda, kami akan terbitkan dulu pergub,” katanya. Emanuel Passar, praktisi hukum di Kota Kupang, berpendapat, jika belum ada dasar hukumnya, tarif baru belum bisa diterapkan. Tanpa dasar hukum, penarikan tarif itu bisa dikategorikan sebagai pungutan liar. Selama ini, tarif  masuk ke wilayah taman nasional mengacu pada PP No 12 Tahun 2014. Jika tetap dipaksakan, kebijakan tersebut akan menjadi preseden buruk dan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum. (Yoga)


Kelaparan Berulang di Lanny Jaya, Ratusan Warga Terdampak

Yoga 03 Aug 2022 Kompas (H)

Kekeringan yang memicu kelaparan di Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua, berulang kali terjadi. Langkah mitigasi cuaca ekstrem di wilayah itu krusial dilakukan untuk mencegah bencana di masa depan. Tiga orang meninggal dan ratusan warga lain yang bermukim di Distrik Kuyawage, Lanny Jaya, menderita kelaparan akibat bencana kekeringan yang melanda awal Juni lalu. Kekeringan dipicu cuaca dingin ekstrem sehingga embun membeku. Fenomena alam ini merusak tanaman umbi-umbian dan sayur milik warga. Berdasarkan data BPBD Lanny Jaya, 548 warga terdampak bencana kekeringan. Kampung yang terdampak meliputi Kuyawage, Luarem, dan Yugunomba. Sebanyak 56 lahan perkebunan milik warga rusak akibat fenomena alam tersebut.

Kadis Pertanian dan Pangan Papua Semuel Siriwa mengatakan, bencana kekeringan yang menimbulkan kelaparan di Kuyawage sudah terjadi beberapa kali. Seharusnya masyarakat bisa memanfaatkan potensi ubi jalar yang  mampu beradaptasi di pegunungan dengan cuaca dingin. Ia juga mengungkapkan, masyarakat di daerah pegunungan Papua memiliki kearifan lokal untuk menyimpan cadangan makanan ketika cuaca ekstrem, seperti menyimpan ubi jalar di dalam tanah. Namun, kearifan itu meluntur. (Yoga)


Jakarta-Phnom Penh Usut TPPO WNI di Kamboja

Yoga 03 Aug 2022 Kompas

Sebanyak 62 warganegara Indonesia (WNI) korban tindak pidana perdagangan orang atau TPPO di Kamboja mulai mengikuti proses wawancara dan penanganan kasus mereka. Pemerintah Indonesia juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kamboja guna memastikan penegakan hukum berjalan. Pada Selasa (2/8), turut masuk 27 kasus aduan TPPO baru yang masih diproses KBRI dan Kemlu. ”Saya akan bertemu dengan Mendagri Kamboja karena keimigrasian merupakan wewenang mereka,” kata Menlu Retno Marsudi setelah bertemu dengan para korban TPPO. Retno didampingi Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Judha Nugraha, Dubes RI untuk Kamboja Sudirman Haseng, dan Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Arief Sulistyanto.

Mereka mendengarkan pengakuan para korban, mulai dari modus yang dipakai untuk merekrut mereka di Tanah Air hingga perlakuan terhadap mereka ketika dipaksa bekerja di Kamboja. Dalam audiensi itu, mayoritas korban TPPO yang hadir adalah mereka yang diselamatkan dari sebuah perusahaan penipuan daring di Sihanoukville. Ada juga korban TPPO yang berhasil melarikan diri, dari kota Bavet dan Phnom Penh. Retno menjelaskan, Kemenlu tengah merunut ulang setiap kasus yang diadukan para korban. Dari sana akan dilihat unsur-unsur yang memenuhi indikator TPPO. Apabila bukti-bukti telah lengkap, Kemenlu menyerahkannya kepada Polri yang bekerja sama dengan kepolisian nasional Kamboja. Kemarin, Retno juga bertemu dengan Kepala Kepolisian Nasional Kamboja Jenderal Neth Savouen, di Phnom Penh. (Yoga)


BANTUAN SOSIAL, Beras Diduga Bukan dari Kemensos

Yoga 03 Aug 2022 Kompas

Kemensos menduga beras bansos yang ditemukan terkubur di lahan warga Kota Depok, Jabar, bukan dari institusinya, berdasarkan hasil tinjauan lapangan yang dilakukan Kemensos pada 1-2 Agustus 2022. Inspektur Jenderal Kemensos Dadang Iskandar mengatakan, pihaknya menemukan beras, telur, dan tepung di lokasi penimbunan. Beras itu dikemas dalam kemasan berbagai ukuran, mulai 5 kg hingga 20 kg. Namun, beras program Bantuan Presiden yang disalurkan melalui Kemensos adalah beras 20 kilogram. Kemasan beras pun ditempelkan stiker bertuliskan ”Bantuan Presiden Melalui Kemensos”. Namun, stiker serupa tidak ditemukan pada karung beras yang ditimbun di Depok.

Kemensos pun mengaku tidak menyalurkan bantuan berupa tepung dan telur. Menurut keterangan yang dihimpun Kemensos dari Perum Bulog, bantuan sosial yang disalurkan melalui Bulog tidak hanya berasal dari Kemensos, tetapi juga pihak lain. Bantuan social itu termasuk gula dan telur. Hal ini menguatkan dugaan bahwa bantuan sosial yang dikubur bukan dari Kemensos. Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan, Kemensos sudah berkomunikasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan. (Yoga)


Diplomasi Jokowi ke Asia Timur

Yoga 03 Aug 2022 Kompas

Presiden Jokowi untuk kesekian kali berkunjung ke China, 25 Juli 2022, dirangkai dengan kunjungan ke Jepang dan Korsel. Muhibah sekaligus ke tiga negara makmur ini memantik dugaan publik bahwa kunjungan ini kental dengan diplomasi ekonomi, karena ketiga negara adalah mitra ekonomi utama Indonesia di Asia. Pada hari yang sama  Presiden Jokowi bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing, Panglima TNI Andika Perkasa mengadakan pembicaraan kerja sama militer dengan Panglima Angkatan Bersenjata AS. Dua peristiwa yang berpaut jarak secara geografis, tetapi memiliki arti kuat dalam hubungan strategis Indonesia dan dua negara sahabat (AS dan China).

Ada dua hal menarik untuk dicermati, yaitu diplomasi ekonomi yang dijalankan Presiden Jokowi ke tiga negara Asia Timur (China, Jepang, Korsel), dan latihan bersama militer Indonesia-AS. Dalam dekade terakhir ini China menunjukkan sikap agresif dan tegas dalam isu Laut China Selatan (LCS). Bahkan terhadap Indonesia sekalipun, yang jelas memiliki legitimasi hukum internasional dalam hak berdaulatnya di kawasan ZEE di Laut Natuna Utara. Kedekatan ekonomi tak membuat Indonesia rikuh bersikap tegas terhadap China. Apabila sudah menyangkut kedaulatan teritorial, Indonesia tak segan mengatakan tidak, terhadap China sekalipun.

Sejauh ini hanya AS dengan armada lautnya yang sudah bercokol sejak lama di Asia Pasifik yang bisa melakukan perimbangan kekuatan sehingga bisa menekan potensi konflik. Dalam perspektif perimbangan kekuatan inilah latihan militer AS dengan negara anggota ASEAN menemukan relevansinya. Menekan potensi konflik juga bisa dilakukan melalui diplomasi ekonomi. Salah satu misi diplomasi ekonomi Presiden Jokowi ke Asia Timur adalah menarik investasi. China dalam banyak isu geopolitik dekat dengan Rusia. Sementara Jepang dan Korsel secara militer dan politik sangat dekat dengan AS. Dengan adanya dinamika politik di LCS dan Laut Natuna Utara, sejatinya muhibah itu akan berdampak pula pada upaya menekan potensi konflik dan menjaga kedaulatan teritorial Indonesia. (Yoga)


Imbas Melemahnya Ekonomi Global, Penerimaan Pajak Semester II-2022 Diproyeksi Melambat

Yoga 03 Aug 2022 Kompas

Pertumbuhan penerimaan pajak paruh kedua 2022 diproyeksi melandai terimpit oleh meningkatnya risiko perlambatan ekonomi global. Meski pertumbuhan penerimaan pajak akan berada di level moderat, otoritas fiskal optimistis target penerimaan pajak tahun ini dapat tercapai. Dirjen Pajak Kemenkeu Suryo Utomo menjelaskan, otoritas fiskal tengah mewaspadai meningkatnya risiko perlambatan ekonomi dunia yang dapat memberi dampak perlambatan kepada aktivitas ekonomi domestik.

Kemenkeu mencatat total penerimaan pajak sepanjang semester I-2022 mencapai Rp 868,3 triliun, naik 55,7 % dibandingkan dengan penerimaan pajak negara pada semester I-2021, yakni Rp 557,8 triliun. Dalam UU APBN 2022, pemerintah menargetkan penerimaan pajak Rp 1.265 triliun. Kemudian melalui Perpres No 98 Tahun 2022 tentang RAPBN Tahun Anggaran 2022, pemerintah merevisi penerimaan pajak tahun ini menjadi Rp 1.485 triliun. (Yoga)


Tiket.com Luncurkan Jagoan Pariwisata

Yoga 03 Aug 2022 Kompas

Agen perjalanan daring Tiket.com meluncurkan program Jagoan Pariwisata yang di dalamnya berisi pelatihan dan mentoring bagi pelaku usaha ataupun pengelola desa wisata. Chief People Officer Tiket.com Dudi Arisandi, Selasa (2/8) menyebutkan, pada tahap awal terdapat empat desa wisata sasaran program, yakni Desa Mulyaharja di Bogor, Desa Condet di Jaktim, serta Desa Kaki Langit Mangunan dan Desa Dewi Sambi di Yogyakarta. (Yoga)

UMKM, Terus Berjuang Meningkatkan Keberhasilan

Yoga 03 Aug 2022 Kompas

UMKM punya posisi sangat vital bagi perekonomian nasional. Keberadaannya menjadi sandaran kehidupan mayoritas tenaga kerja di Indonesia dan menjadi kontributor terbesar kemajuan nasional. Perhatian pemerintah dapat membuat kinerja kelompok usaha ini makin optimal. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2019, UMKM di Indonesia mencapai 65,47 juta unit usaha, terdiri dari 64,60 juta unit usaha mikro, 798.680 unit usaha kecil, dan 65.000 unit usaha menengah.

Secara akumulasi, jumlah UMKM ini mencapai 99,99 % unit usaha yang ada di Indonesia. Hanya menyisakan 0,01 % untuk usaha besar yang jumlahnya 5.637 unit usaha. Banyaknya unit usaha serta serapan tenaga kerja pada UMKM membuat sektor usaha ini memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Pada tahun 2019, sumbangan UMKM pada PDB Indonesia Rp 9.580 triliun atau 60 % total PDB. Nominal ini satu setengah kali lipat kontribusi usaha besar yang mencapai 40 % PDB nasional atau Rp 6.251 triliun.

Dominasi UMKM itu sejatinya tidak sekokoh seperti yang tergambarkan secara makro ekonomi. Besar secara unit usaha, tetapi produk yang dihasilkan atau diperjual belikan secara umum belum sepenuhnya mampu bersaing ditataran global. Sebagian besar masih untuk memenuhi kebutuhan domestik. Produk UMKM yang mampu menembus pasar ekspor hanya 15 %. Itu pun sebagian besar berasal dari unit usaha menengah, dengan sumbangan 11,6 %. Untuk unit usaha mikro dan kecil, jumlah komoditas yang mampu diekspor hanya 1,4 % dan 2,6 %. Sementara ekspor komoditas dari usaha besar di Indonesia 84 % seluruh komoditas nasional yang dikirim ke luar negeri. (Yoga)


Pilihan Editor