Beras Impor Mulai Masuk Pasar
JAKARTA-Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mulai menggelontorkan beras impor ke pasar pada pekan lalu. Ini adalah pertama kalinya beras impor yang didatangkan sejak akhir Desember 2022 itu di salurkan di pasar. Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan, beras impor baru bisa didistribusikan karena harus diaudit lebih dahulu agar jumlahnya sesuai. "Kalau sudah sesuai baru kami edarkan," ujar pria yang akrab disapa Buwas ini, Jumat, 20 Januari 2023. Bulog mulai mengimpor beras dari berbagai negara pada Desember 2022 sebanyak 200 ribu ton. Pengiriman beras tahap pertama itu akhirnya selesai pada Jumat lalu, kemudian langsung digelontorkan dengan target 100 ribu ton ke pasar. Setelah tahap pertama, pada awal 2023, Bulog akan kembali mendatangkan 300 ribu ton beras. Saat ini, 15 ribu ton diantaranya diklaim telah tiba di Tanah Air. (Yetede)
Maju Mundur Tenggat Impor
JAKARTA-Realisasi impor beras Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) diwarnai maju-mundur tenggat izin dari Kementerian Perdagangan Zulkifli Hasan belakangan memberi kelonggaran bagi Bulog untuk mengimpor beras hingga pertengahan Februari 2023, dari tenggat sebelumnya akhir Januari 2023. "Bulog mengatakan 16 Februari terakhir (impor beras), ya, sudah enggak apa-apa," ujar Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini, Kamis pekan lalu. Zulkifli sudah beberapa kali mengubah batas waktu impor beras. Mulanya, ia menetapkan keran impor beras akan dibuka hingga akhir Maret 2023, namun kemudian, pada Januari lalu, Zulkifli memajukan tenggat impor hingga akhir Januari lantaran masa panen raya akan dimulai pada Februari mendatang. Ia berujar, pada masa panen raya akan dimulai pada Februari mendatang. (Yetede)
Tersebab Naiknya Biaya Haji
JAKARTA-Pemerintah menyebutkan kenaikan biaya haji pada 2023 atau 1444 Hijriah terjadi karena kenaikan harga-harga, seperti akomodasi dan transportasi. Selain kenaikan harga barang. calon anggota jamaah harus membayar lebih banyak biaya haji pada tahun ini karena berkurangnya "subsidi" nilai manfaat yang diberikan kepada setiap calon haji. Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama, Hilman Latief, mengatakan usulan kenaikan biaya haji penyelenggaran ibadah haji (BPIH) mencakup sejumlah pertimbangan dan perhitungan. Usulan itu mencakup layanan akomondasi, konsumsi, dan transportasi selama jamaah berada di Jeddah, Mekah, dan Madinah. Pemerintah mengusulkan kenaikan biaya haji ada 2023 mencapai Rp98,8 juta per calon anggota jamaah haji. Biaya tersebut meliputi ongkos penerbangan ulang-pergi Rp 33,97 juta, akomodasi di mekah Rp 18,7 juta, akomodasi di Madinah Rp4,08 juta, visa Rp 1,22 juta, dan paket masyair sebesar Rp 5,54 juta. (Yetede)
Layak Koleksi Meski Suku Bunga Tinggi
JAKARTA-Saham-saham sektor properti diyakini masih tetap menarik dikoleksi dengan orientasi investasi jangka panjang. Analisis dan Infovesta Kapotal Advisorim Fajar Dwi Alfian, menuturkan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli saham emiten properti yang tengah murah atau undervalue karena tekanan pasar. Sebagaimana diketahui, tekanan silih berganti menghampiri industri properti, khususnya yang berhubungan dengan tren kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia serta inflasi Bank Indonesia serta inflasi global. "Ada saham-saham emiten properti dengan nilai PER (price earning ratio) di bawah rata-rata sektor properti dan memiliki fundamental yang bagus," ujar Fajar, kemarin. Fundamental yang baik itu tercermin dari perolehan penjualan dan capaian laba bersih hingga kuartal III 2022 yang masih meningkat. (Yetede)
Getah Gaharu Jadi Buruan Warga di Kalteng
Pasar hasil hutan bukan kayu di Kalimantan Tengah bergeliat. Kini, getah pohon gaharu (Aquilaria malaccensis) diburu karena bernilai puluhan juta. Maret Bantap (24), warga Desa Kubung, Kecamatan Delang, Lamandau, menjual 2 kilogram getah gaharu senilai Rp 86 juta hasil berburu di hutan selama satu minggu. ”Mencari di hutan, kami hanya ambil getahnya. Pohonnya tidak ditebang,” ujarnya, Minggu (22/1). (Yoga)
Industri Pertahanan Masih Hadapi Tantangan
Tantangan industri pertahanan RI untuk masuk dalam rantai pasok global adalah masih belum lengkapnya informasi aset nasionalnya terkait industri pertahanan. Hal ini disampaikan Yono Reksoprodjo, Kepala Divisi Transfer Teknologi dan Ofset Komite Kebijakan Industri Pertahanan saat Workshop Online Lab45 dan RSIS, Jumat (20/1). (Yoga)
Suku Bunga dan Tekanan Inflasi
Seperti diprediksi, BI kembali menaikkan bunga acuan 25 basis poin ke 5,75 %. Langkah ini mampu meredakan inflasi yang naik akibat kenaikan harga BBM dan barang impor. BI menjelaskan, kenaikan bunga acuan ini dimaksudkan untuk mengembalikan inflasi inti ke target 2-4 % pada semester I-2023 (Kompas, 20/1). Dengan inflasi inti serta inflasi umum per Desember 2022 tercatat 3,36 % dan 5,51 % (yoy) di atas sasaran 2-4 %. Para pengamat sebelumnya sudah memprediksi, BI masih akan agresif menaikkan bunga acuan, 3-4 kali tahun ini, dengan suku bunga di akhir 2023 diprediksi 6,0-6,5 %. Sejak Agustus 2022, BI tercatat enam kali menaikkan suku bunga dengan total kenaikan 225 basis poin (bps).
Hanya sedikit pengamat yang meyakini BI untuk sementara menahan suku bunga kali ini. Alasan mereka, meskipun masih dihadapkan pada inflasi global yang tinggi dan tren kenaikan suku bunga acuan yang agresif di negara-negara maju,tekanan inflasi di dalam negeri relatif terkendali beberapa bulan terakhir. Demikian pula tekanan terhadap rupiah, dengan nilai tukar rupiah sempat terkoreksi. Di satu sisi, kenaikan suku bunga BI bisa menahan inflasi, tetapi pada saat yang sama, naiknya suku bunga bisa berdampak pada pertumbuhan sektor riil, konsumsi dalam negeri, dan pertumbuhan ekonomi. Keseimbangan dan ramuan bauran kebijakan yang tepat menjadi penting. (Yoga)
Eksportir Berminat Tempatkan Devisa
Para eksportir merespons positif rencana pemerintah dan BI membuat skema khusus penempatan devisa hasil ekspor. Langkah tersebut dinilai bisa menarik minat eksportir menaruh devisanya di dalam negeri. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno, Jumat (20/1) mengatakan, pada prinsipnya, pelaku usaha menyambut baik ajakan pemerintah agar eksportir menyimpan devisa hasil ekspornya di dalam negeri ketimbang di luar negeri. Selama ini, eksportir memang membutuhkan jaminan dan insentif dari pemerintah agar penyimpanan dana devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri tidak merugikan eksportir. Ia menilai rencana pemberian sejumlah kemudahan yang sedang disusun pemerintah, seperti jaminan suku bunga yang kompetitif terhadap negara lain, insentif pajak, serta imbal hasil yang kompetitif, itu bisa menarik minat sekaligus memberi jaminan pada pelaku usaha.
”Instrumen forex dalam negeri selama ini kalah bersaing dengan negara tetangga. Dengan skema baru ini, diharapkan bisa lebih kompetitif dan menang bersaing. Namun, harus diingat, Indonesia itu menganut rezim devisa bebas, bukan devisa kontrol, untuk menarik investasi,” tutur Benny. Kepala Sekolah Ekspor dan Ketua GPEI Handito Joewono menambahkan, pemerintah perlu menerapkan pendekatan yang berbeda untuk tiap sektor karena kebutuhan eks-portir di tiap sektor berbeda-beda. Menurut dia, sejumlah kemudahan dan insentif yang saat ini disiapkan pemerintah bisa menarik minat pelaku ekspor di sektor pengolahan serta eksportir pemula. Namun, instrumen serupa belum tentu menarik bagi eksportir komoditas sumber daya alam. (Yoga)
Dampak Perilaku CEO ke Merek
Dunia terus menyoroti Elon Musk. Dari soal disrupsi yang dilakukan, aksi korporasi, hingga perilakunya. Selama ini dia mendapat puja-puji, tetapi belakangan public ”menghukumnya”. Citra perusahaan jadi bermasalah. Perilaku CEO memang tak bisa dilepaskan dari citra perusahaan. Publik memiliki penilaian sendiri kendati CEO berusaha memoles diri. Bisnis perusahaan bisa terdampak. Survei terbaru yang dilakukan oleh Morning Consult Brand Intelligence dan dikutip Forbes menyebutkan, saat ini hanya 13,4 % orang dewasa AS yang suka Tesla, perusahaan Elon Musk. Angka ini turun dibandingkan bulan lalu 16 % dan 28,4 % pada Januari 2022. Turun 15 % selama setahun. Masalah bisnis dan keterbelahan politik jadi penyebab penurunan itu. Problem Musk yang tak menentu di Twitter dan investor Tesla frustrasi karena Musk terlalu fokus pada platform media sosial. Di sisi lain, popularitas Tesla buruk di kalangan orang yang mengidentifikasi diri sebagai pendukung Partai Demokrat. hasil survei itu makin menarik ketika kita melihat lebih detail. Hanya 3 % orang dewasa itu yang memiliki penilaian baik terhadap merek kendaraan listrik itu. Angka ini turun dari 10,3 % pada Desember 2022. Kelompok orang dewasa ini penting karena memiliki daya beli.
Kesimpulan umum menyebutkan bahwa perilaku CEO berpengaruh terhadap citra perusahaan dan merek. Riset di Lituania dengan 186 responden yang merupakan konsumen potensial dari perusahaan Lituania yang sukses menunjukkan, ciri-ciri psikologis dan perilaku verbal dan nonverbal CEO memiliki dampak tertinggi bagi merek. Sebaliknya, kepemimpinan CEO memiliki dampak terendah pada kepercayaan konsumen terhadap organisasi. Di Malaysia, riset terhadap 102 responden di peritel dengan spesialis produk kecantikan di Kuala Lumpur menunjukkan persepsi merek berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Di sisi lain, persepsi terhadap CEO tak berpengaruh signifikan terhadap konsumen saat membeli produk kosmetik. Riset di Korsel untuk produk fashion menunjukkan, citra CEO dalam hal kompetensi manajerial, kepemimpinan, dan daya tarik pribadi berdampak pada citra perusahaan. Dampak citra itu berwujud dalam citra produk, citra tanggung jawab social perusahaan, dan citra kultur perusahaan. CEO Net Reputation Adam Petrilli dalam sebuah tulisannya di Ceoworld Magazine menyebutkan, citra CEO bernilai 50 % dari reputasi merek. Reputasi CEO buruk, otomatis berpengaruh pada nilai reputasi merek. (Yoga)
Lelang Aset Sitaan Catat Rekor Tertinggi
Pemerintah membukukan transaksi pokok lelang senilai Rp 35,23 triliun pada 2022 dan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Tanah Air. Meski demikian, masih ada pekerjaan rumah yang tersisa berupa lelang sejumlah asset sitaan jumbo dari kasus-kasus besar, seperti Jiwasraya dan Bantuan Likuiditas BI (BLBI) yang sampai sekarang sulit laku. Berdasarkan data Ditjen Kekayaan Negara Kemenkeu (DJKN Kemenkeu), nilai transaksi lelang Rp 35,23 triliun pada 2022 itu memenuhi 117 % target Rp 30 triliun. Jumlah itu meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Seiring bertambahnya nilai transaksi tersebut, total PNBP yang masuk ke kas negara dari transaksi lelang juga terus meningkat. Pada 2022, pemerintah membukukan PNBP lelang senilai Rp 850 miliar, meningkat dari Rp 726 miliar pada 2021. Secara keseluruhan, total penerimaan negara dari transaksi lelang sepanjang 2022 mencapai Rp 2,78 triliun. Di luar PNBP, kontribusi lelang terhadap penerimaan negara Rp 1,57 triliun, hasil bersih lelang itu langsung masuk ke kas negara; Rp 265,6 miliar pajak pusat (PPh), dan Rp 93 miliar pajak daerah (bea perolehan hak atas tanah dan bangunan).
Direktur Lelang DJKN Kemenkeu Joko Prihanto, Jumat (20/1) mengatakan, transaksi yang bersumber dari upaya penegakan hukum dan pemulihan keuangan negara hampir mencapai Rp 2 triliun, berasal dari lelang barang milik negara/daerah Rp 882,95 miliar, lelang barang rampasan/sitaan kejaksaan Rp 625,4 miliar, dan lelang barang dari eksekusi pengadilan Rp 378,67 miliar. Pada 2022 terjadi peningkatan transaksi lelang dari kategori pemulihan keuangan negara dan penegakan hukum karena ada beberapa kasus besar yang putusannya sudah inkrah (mengikat) dan proses lelangnya sudah mulai bisa dilaksanakan. Namun, lelang dari kategori ini masih menyisakan pekerjaan rumah untuk dilanjutkan pada 2023. Pasalnya, masih ada beberapa aset jumbo dengan nilai triliunan dari sitaan kasus-kasus besar yang sampai sekarang masih belum laku. ”Untuk asset yang besar-besar ini masih terus kita upayakan, sebagian akan kita lelang ulang di triwulan I tahun 2023 ini,” kata Joko dalam konferensi pers di Jakarta. (Yoga)









