Genjot Kinerja, TPIA Siapkan Ekspansi Baru
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) optimistis bisa memperbaiki kinerja pada tahun ini. Untuk itu, anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ini siap menggeber ekspansi bisnis.
Terbaru, TPIA telah meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Indonesia Investment Authority (INA) untuk membangun pabrik chlor-alkali. Lewat sinergi ini, TPIA akan mengundang investor internasional untuk berinvestasi di pabrik ini.
Suryandi,
Director of HR & Corporate Affairs
Chandra Asri, menjelaskan, pabrik chlor-alkali direncanakan bakal memproduksi lebih dari 400.000 metrik ton per tahun
caustic soda
dan 500.000 metrik ton per tahun
ethylene dichloride
(EDC).
Setelah itu, pada kuartal pertama atau kedua tahun 2024, pabrik tersebut akan memulai konstruksi. "Jadi, kira-kira perlu tiga tahun. Harapan kami, pada tahun 2026 sudah
on stream," ungkap Suryandi di sela acara buka bersama, Jumat (14/4).
CEO Edvisor.id Praska Putrantyo menilai, pengembangan pabrik chlor-alkali berskala dunia dan sejumlah ekspansi bakal menambah diversifikasi sumber pendapatan TPIA. Dengan begitu, TPIA berpeluang memperbaiki kinerja keuangannya di masa depan. Ini sekaligus untuk mengantisipasi penurunan sumber pendapatan yang dikontribusi dari penjualan ke luar negeri.
Menambang Cuan di Tambang Nikel
Pulau Obi tak lain sebuah pulau seluas 2.542 km di Provinsi Maluku Utara. Namun di pulau kecil ini, terdapat komoditas logam yang banyak dibutuhkan berbagai sektor industri, yaitu nikel.
Di pulau inilah PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) beroperasi dan menambang peruntungan. Sebagai catatan, perusahaan ini mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (12/4).
NCKL menawarkan saham perdana melalui
initial public offering
(IPO) sebanyak 7,99 miliar saham baru atau 12,67% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Dengan harga penawaran Rp 1.250 per saham, NCKL mengantongi dana segar senilai Rp 9,99 triliun. Mayoritas dana hasil IPO akan dipakai untuk keperluan ekspansi entitas anak dan entitas asosiasi.
Saat ini emiten tambang yang terafiliasi dengan Grup Harita itu memiliki dan mengoperasikan dua proyek tambang nikel laterit aktif seluas 5.523,99 hektare (ha) yang berlokasi di Kawai dan Loji, di Pulau Obi.
Proyek ini dioperasikan melalui dua konsesi pertambangan. Rinciannya, seluas 4.247 ha di Kawasi, dioperasikan oleh NCKL. Seluas 1.277 ha di Loji yang dioperasikan oleh entitas anak NCKL, yaitu PT Gane Permai Sentosa.
Emiten ini memiliki sejumlah proyek yang berkaitan dengan baterai listrik. Salah satunya adalah produksi smelter
mixed hydroxide precipitate
(MHP). Menurut Presiden Direktur NCKL Roy A Arfandy, per akhir Maret 2023, total kapasitas produksi MHP mencapai 55.000 ton per tahun.
Harga Emas Menuju Rekor Baru
Harga emas masih melesat di tengah meredanya risiko resesi global. Di pasar spot, instrumen yang digadang sebagai
safe haven
ini tertahan di US$ 2.040 per ons troi, pada Kamis (13/4). Level ini menjadi level tertinggi sejak 8 Maret 2022.
Per pukul 20.41 WIB kemarin, harga emas spot memang kembali terkoreksi 1,95% ke US$ 2.027 per ons troi. Tapi bila dihitung sejak awal tahun, harga emas sudah naik 8,61%. Harga emas masih berpeluang mendekati level tertinggi sepanjang masa di 6 Agustus 2020, yakni US$ 2.063 per ons troi.
Sedangkan harga emas logam mulia Antam juga menguat 0,84% ke Rp 1.084.000 per gram, dengan harga
buyback
Rp 973.000 per gram. Harga ini hanya berbeda Rp 13.000 dari harga
all time high
emas Antam yang diraih pada 24 Maret 2023 lalu di Rp 1.096.000.
Chief Analyst
DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, kenaikan signifikan pada harga emas ke atas level US$ 2.000 didorong meredanya inflasi, terutama di Amerika Serikat (AS). Kondisi ini menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) lebih lanjut.
Tambah lagi, pengajuan klaim pengangguran di AS pekan lalu naik menjadi 239.000 dari 228.000 sepekan sebelumnya. Ini menjadi sinyal kondisi pasar tenaga kerja AS mengendur. Salah satu penyebabnya, biaya pinjaman yang lebih tinggi mengurangi permintaan dalam perekonomian.
Pembiayaan Proyek Kereta Cepat Jadi Polemik Lagi
Proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) kembali jadi sorotan. Pemicunya masih seputar pembiayaan mega proyek ini.
Maklum, baru-baru ini Indonesia dan China sepakat untuk menambah biaya
(cost overrun)
proyek sebesar US$ 1,2 miliar atau sekitar Rp 17,76 triliun (kurs US$ 1=Rp 14.800). Alhasil, total biaya proyek yang berlangsung sejak 2016 itu melesat menjadi US$ 7,27 miliar.
Untuk menalangi
cost overrun,
China Development Bank (CDB) mengucurkan pinjaman US$ 560 juta atau sekitar Rp 8,3 triliun. Pinjaman ini memiliki bunga 3,4% dan tenor 30 tahun.
Indonesia memang masih menego permintaan China tersebut, dan menawarkan skema penjaminan utang dilakukan melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).
Sejauh ini Direktur Utama PT PII Wahid Sutopo menyatakan belum menerima penugasan dari pemerintah untuk menjamin utang proyek KCJB.
Geliat Dunia Usaha Bisa Tertekan Daya Beli
Momentum Ramadan dan Lebaran membuat kegiatan ekonomi di kuartal II tahun ini makin menggeliat. Namun, masih banyak risiko yang menghantui dunia usaha ke depan. Terutama, daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia (BI) menunjukkan, Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada kuartal II-2023 sebesar 21,44%, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 11,05%.
Hal ini tecermin dari naiknya kinerja berbagai lapangan usaha. Beberapa di antaranya, pertanian, kehutanan, dan perikanan yang diperkirakan mencatat SBT 2,87%, setelah pada kuartal I-2023 tercatat 0,93%.
"Peningkatan ini seiring dengan masih berlanjutnya panen raya pada kuartal II-2023," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Jumat (14/4).
Juga, industri pengolahan diperkirakan mencatat SBT sebesar 2,52%. Setelah pada kuartal sebelumnya mencatat SBT 1,54%. "Ini karena permintaan masyarakat meningkat, didukung ketersediaan sarana produksi, dan kapasitas penyimpanan yang mencukupi," tambahnya.
Sedangkan lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan motor diperkirakan mencatat SBT 2,33% dari bulan sebelumnya 1,41%. Sementara penyediaan akomodasi dan makan minum diperkirakan mencatat SBT 0,90%, sejalan dengan permintaan dalam negeri yang meningkat menjelang Idul Fitri.
Ketua Komite Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani juga meyakini, makin kuatnya geliat dunia usaha di kuartal II-2023. Salah satunya adalah kinerja manufaktur Indonesia yang terus meningkat.
MINAT IPO MASIH TINGGI NAVIGASI
Euforia calon emiten untuk melantai di Bursa Efek Indonesia cukup besar meskipun kondisi ekonomi secara global diprediksi masih penuh tantangan. Pasar domestik yang tetap ditantang oleh sejumlah isu seperti tingkat suku bunga the Fed, inflasi, hingga geopolitik, tak melunturkan euforia para calon emiten yang siap melantai di bursa. Optimisme tersebut tecermin dari realisasi penawaran saham perdana atau IPO di BEI pada periode April 2023, yang tercatat mencapai sekitar 30 perusahaan, dengan dana yang dihimpun Rp22,7 triliun. Jumlah perusahaan tersebut, Ernst & Young (EY), melonjak jika dibandingkan dengan jumlah calon emiten pada kuartal I/2022 sebanyak 12 emiten dengan nilai emisi yang hanya sekitar Rp3 triliun. Sepanjang 2023, BEI menargetkan jumlah IPO sebanyak 57 perusahaan. Per 14 April 2023 realisasi tersebut telah terhitung mencapai 54% dari target. Adapun, yang masuk dalam pipeline mencapai 49 perusahaan. Adapun, tantangan lainnya datang dari likuidasi yang tinggi dan kinerja pasca-IPO yang buruk dari SPAC (Special Purpose Acquisition Company) berpotensi mengurangi selera investor untuk IPO baru. Data yang dipublikasikan EY Global IPO Trend Q1/2023, mengungkapkan dari total 299 transaksi IPO yang tercatat senilai US$21,5 miliar, setiap transaksi mengalami penurunan 8% dan 61% year-on-year (YoY). Indonesia menjadi negara yang paling aktif pada kuartal I/2023 melalui 30 IPO yang menorehkan pendapatan US$828 juta. Thailand membuntuti Indonesia dengan 10 IPO yang mencatatkan pendapatan US$322 juta, Malaysia 10 IPO dengan US$238 juta, dan Singapura dengan 1 IPO senilai US$15 juta. Sahala Situmorang, EY Indonesia Strategy and Transactions Partner, mengatakan selama 4 bulan terakhir, Indonesia telah melihat total nilai emisi ekuitas meningkat dari Rp15 triliun pada 2019 menjadi Rp33 triliun pada 2022. Faktanya, sepanjang 2022 pasar modal nasional mencatat jumlah deals terbesar dalam sejarah dengan 59 IPO. Perusahaan teknologi, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menjadi yang paling terkenal dengan nilai Rp14 triliun dalam penawaran ekuitasnya.
Pantang Kendur Sektor Manufaktur
Optimisme masih menaungi para pelaku usaha sektor manufaktur di Indonesia. Hal itu tecermin dalam Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) edisi kuartal I/2023 yang menunjukkan angka ekspansif. Pada periode tersebut, PMI-BI mencapai 50,75%, lebih tinggi ketimbang realisasi kuartal IV/2022 yang tercatat 50,05%. Angka indeks di atas 50 memberikan sinyal adanya ekspansi usaha, sebaliknya jika di bawah 50, maka mengindikasikan telah terjadi kontraksi di sektor manufaktur. PMI-BI merupakan indeks komposit yang diperoleh dari lima indeks yaitu volume pesanan barang input, volume produksi atau output, ketenagakerjaan, kecepatan waktu pengiriman dari pemasok, serta volume persediaan. Adapun, survei kuartal I/2023 melibatkan 624 responden. Jika ditilik lebih lanjut, angka PMI-BI juga selaras dengan berbagai indikator kinerja sektor manufaktur yang dirilis sejumlah lembaga. S&P Global misalnya, merilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Maret sebesar 51,9 atau naik dari bulan sebelumnya. Alhasil, kita pun dapat berharap banyak pada kinerja sektor manufaktur ke depan. Apalagi, jika mengacu pada prakiraan PMI-BI pada kuartal II/2023, yang tembus 54,79%. Geliat sektor manufaktur tentu akan membawa angin segar bagi perekonomian nasional. Kendati belakangan kontribusinya ke produk domestik bruto cenderung menurun, tetapi sektor ini tetap memainkan peran penting dalam menggerakkan roda ekonomi.
SURVEI BI : Geliat Dunia Usaha Kian Kuat
Bank Indonesia memprediksi geliat dunia usaha akan makin meningkat pada kuartal II/2023 setelah kinerja industri pengolahan Indonesia menguat pada kuartal I/2023. Kepala Departemen komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono mengatakan hal itu merujuk hasil survei kegiatan dunia usaha yang digelar bank sentral. Menurutnya, geliat dunia usaha terlihat dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang mencapai 21,44%, atau lebih besar dibandingkan dengan perkiraan SBT pada kuartal pertama yakni 11,05%. “Peningkatan kegiatan usaha diperkirakan terjadi pada beberapa lapangan usaha utama, yaitu lapangan usaha pertanian seiring masih berlanjutnya panen raya dan lapangan usaha pertambangan didukung oleh ketersediaan sarana produksi,” ujarnya, Jumat (14/4). Erwin juga menyampaikan bahwa survei BI turut mengindikasikan adanya peningkatan kinerja kegiatan dunia usaha pada kuartal I/2023. “Terlihat dari nilai SBT sebesar 11,05%, lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal IV/2022 sebesar 10,71%,” kata Erwin.
PERUSAHAAN TERBUKA : MUSIM BAGI DIVIDEN TELAH TIBA
Sejumlah emiten mengumumkan bakal menebar dividen kepada investor pasar saham pada tahun ini setelah mencatatkan kinerja gemilang sepanjang tahun lalu. Tahun ini bisa jadi merupakan periode berkah bagi investor saham. Setelah melalui tahun yang sulit karena pandemi Covid-19 selama lebih dari 2 tahun, beberapa emiten mulai meraup keuntungan. Salah satu emiten yang siap membagikan dividen datang dari emiten menara PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel. Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama menyatakan pihaknya akan membagikan dividen tunai dengan rasio 99% untuk tahun buku 2022. Dengan persentase tersebut membuat total dividen yang akan didistribusikan emiten anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk. yang bergerak dalam bidang infrastruktur telekomunikasi itu mencapai Rp1,76 triliun. “Untuk dividen payout ratio masih sama, yakni maksimal 70% untuk tahun buku 2022. Kami menambahkan bonus dividen sebesar 29% sehingga totalnya adalah 99%,” katanya dalam paparan publik, Jumat (14/4). Hendra menambahkan bahwa dividen akan didistribusikan kepada para pemegang saham maksimal sebulan setelah pelaksanaan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) atau sekitar 17 Mei 2023. Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, pembagian dividen merupakan bentuk komitmen Mitratel untuk memberikan nilai terbaik kepada para pemegang saham. Untuk melanjutkan pertumbuhan kinerja positif pada tahun ini, dia menyatakan telah menyusun strategi pengembangan ekosistem menara dengan terus menjaga pertumbuhan bisnis organik, ekspansi layanan pada ekosistem menara, dan menangkap peluang inorganik.
OPERATOR BANDARA : Angkasa Pura II Cetak Laba Rp91,9 Miliar
PT Angkasa Pura II berhasil mencatatkan laba bersih sepanjang 2022 sebesar Rp91,90 miliar setelah pada tahun sebelumnya mencetak rugi Rp3,79 triliun. Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin memaparkan pencapaian itu ditopang oleh pendapatan perusahaan yang tumbuh 54,55% dari Rp5,44 triliun pada 2021 menjadi Rp8,41 triliun pada 2022. Pertumbuhan pendapatan turut mengerek naik laba usaha AP II menjadi Rp934,11 miliar pada 2022 dari sebelumnya negatif Rp2,52 triliun. “Pencapaian ini adalah kali pertama AP II mencatatkan laba bersih sejak pandemi Covid-19 pada 2020,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (14/4). Hal tersebut dimanfaatkan perseroan untuk memulihkan kinerja melalui beragam upaya seperti memastikan ketersediaan slot time di bandara, dan membuka rute baru serta mengaktivasi rute nonaktif bekerja sama dengan maskapai penerbangan. Secara kumulatif, dia mencatat 20 unit bandara AP II melayani sekitar 62 juta penumpang sepanjang 2022 atau naik 100% dari 2021 sebanyak 31 juta penumpang. Director of Finance AP II Hilda Savitri menambahkan kinerja positif perseroan pada 2022 tidak lepas dari upaya pengendalian biaya melalui program cost leadership. Melalui program itu, paparnya, AP II dituntut efektif dan efisien guna mendukung pencapaian pendapatan.









