;

”Huru-hara” di Hollywood

Yoga 17 Jul 2023 Kompas

Hollywood, pusat perfilman di AS dan salah satu sentral industri kreatif terpenting sejagat, sedang didera ”huru-hara”. Sebanyak 160.000 pemain film dan penulis naskah mogok, dipicu kegagalan perundingan asosiasi actor dan aktris serta penulis naskah dengan para produser. Tak main-main, pemogokan diperkirakan berlangsung hingga akhir 2023. Produksi film-film besar, seperti sekuel Gladiator dan Avatar, dapat terdampak serius (BBC, 15 Juli 2023). Aktor, aktris, dan seniman lainnya yang tergabung dalam Screen Actors Guild–American Federation of Television and Radio Artists (SAG-AFTRA) itu menginginkan bayaran lebih adil. Selama ini, mereka merasa telah bekerja keras dengan jam  kerja panjang, tetapi tidak diganjar upah setara. Isu upah dan pembagian keuntungan ini memang terus menguat di tengah pergeseran bisnis hiburan film ke arah model streaming. Peralihan tersebut cenderung membuat upah pekerja di sektor film tertekan.

Pemogokan oleh SAG-AFTRA terjadi setelah asosiasi penulis naskah, Writers Guild of America (WGA), menggelar aksi mogok pada 2 Mei 2023. Pokok masalahnya sama: 11.500 penulis yang tergabung dalam WGA menuntut bayaran lebih baik. Ada isu lain yang juga memicu pemogokan, yakni penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam penulisan naskah oleh perusahaan film. Mesin berbasis kecerdasan buatan itu sekarang memang mampu menghasilkan naskah yang dapat dipakai dalam film. Dengan kata lain, manusia penulis naskah mulai terdesak oleh mesin AI. Celakanya, mesin-mesin itu bisa mengerjakan tugas pembuatan naskah secara baik karena mendapat pasokan material untuk dipelajari secara gratis dari internet yang merupakan hasil karya para manusia penulis naskah. (Yoga)


Peluang Magang bagi Mahasiswa

Yoga 17 Jul 2023 Kompas

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melepas 36 mahasiswa Indonesia pada pelaksanaan program Magang Bersertifikat di Jepang, pekan lalu. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nizam, Minggu (16/7/2023), mengatakan, peserta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka mendapat pekerjaan lebih cepat dan gaji pertama lebih tinggi. (Yoga)

Pengusaha Keluhkan Aturan Parkir Devisa

Yoga 17 Jul 2023 Kompas

Pelaku industri perikanan mengeluhkan kewajiban eksportir menempatkan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) ke dalam sistem keuangan Indonesia. Kewajiban itu dinilai membebani permodalan pelaku usaha dan dapat berimbas menurunkan ekspor komoditas perikanan. Pemerintah mewajibkan eksportir yang memiliki DHE SDA, yakni dengan nilai ekspor pada pemberitahuan pabean ekspor minimal 250.000 USD atau ekuivalen, memasukkan 30 % di antaranya dalam sistem keuangan Indonesia. Aturan itu tertuang dalam PP No 36 Tahun 2023 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan SDA. PP yang diteken Presiden Jokowi pada 12 Juli 2023 itu mulai berlaku 1 Agustus 2023.

Regulasi yang menggantikan PP Nomor 1 Tahun 2019 itu berlaku bagi DHE SDA yang berasal dari hasil ekspor di sector pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan. Ketua Umum Asosiasi Produsen, Pengolahan,  dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Budhi Wibowo menilai, pemerintah perlu memahami bahwa sektor perikanan beda dengan pertambangan. Eksportir perikanan memerlukan DHE untuk membeli ikan dan bahan baku guna diolah dan diekspor kembali. Kewajiban mengendapkan devisa hasil ekspor 30 % menyebabkan modal hanya tersisa 70 %. Modal pelaku industri tergerus sehingga pembelian bahan baku ikan akan turun. Imbasnya, pemasaran tangkapan nelayan berkurang dan ekspor akan turun. Devisa negara dari sektor perikanan ikut terlibas. (Yoga)


Produksi Migas Terus Meningkat, Kinerja Pertamina Hulu Energi Kian Kokoh

Hairul Rizal 17 Jul 2023 Kontan (H)

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) merupakan tulang punggung produksi minyak dan gas (migas) nasional. Mengemban peran penting ini, PHE tak pernah surut menggelontorkan investasi dan berinovasi untuk terus mendongkrak produksi. Sepanjang tahun ini, PHE menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) US$ 5,7 miliar atau sekitar Rp 86,07 triliun. Berbekal dana itu, manajemen PHE optimistis mampu mencapai target produksi minyak sebanyak 595 ribu barel per hari (bph) dan gas 2.763 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) di tahun 2023 ini. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan, pihaknya memiliki dua strategi untuk mendongkrak kinerja sektor hulu migas ini. Strategi yang pertama adalah meningkatkan kegiatan pengeboran non-konvensional. Melengkapi strategi yang pertama, Pertamina menyiapkan akuisisi blok migas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Wiko Migantoro menjelaskan, guna mendongkrak produksi migas sepanjang tahun ini, PHE akan mengebor 32 sumur eksplorasi. Sebanyak 28 sumur berada di dalam negeri dan empat di luar negeri.

Skema Urun Dana di Pasar Modal Bisa Jadi Alternatif Permodalan

Yoga 17 Jul 2023 Kompas

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengakses modal lewat mekanisme penawaran efek melalui layanan urun dana di pasar modal (securities crowdfunding/SCF). ”SCF bisa jadi solusi alternatif bagi UMKM yang membutuhkan permodalan, terutama mereka yang belum memenuhi persyaratan kredit bank. Metode ini bisa diakses dengan mudah melalui platform tekfin,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi di Bali, Jumat (14/7/2023). (Yoga)

Kembali Surplus Besar, Meski Perdagangan Turun

Hairul Rizal 17 Jul 2023 Kontan

Neraca perdagangan Juni 2023 berpotensi mencetak surplus di tengah kontraksi ekspor dan impor. Bahkan, nilai surplus di Juni berpeluang lebih besar, setelah menyusut Mei lalu. Sejumlah ekonom yang KONTAN hubungi memperkirakan, surplus neraca perdagangan Juni berkisar US$ 0,96 miliar hingga US$ 1,99 miliar. Namun, kemungkinan surplus menyusut juga ada, yakni hanya US$ 200 juta saja. Sebagai gambaran, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca perdagangan Mei lalu sebesar US$ 440 juta, dengan nilai ekspor sebesar US$ 21,72 miliar dan nilai impor US$ 21,28 miliar. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan, surplus neraca perdagangan Juni 2023 sebesar US$ 971 juta, meningkat dibandingkan dengan angka surplus pada bulan sebelumnya. Dari hitungan David, nilai ekspor pada Juni 2023 bakal tergerus 9,97% month to month (mtm) dan kontraksi 25,23% year on year (yoy). Tapi, kinerja ekspor yang anjlok juga dipengaruhi penurunan harga batubara dan minyak kelapa sawit mentah. Sementara nilai impor pada Juni 2023, dia meramalkan, turun 12,69% mtm. Secara tahunan, kinerja impor juga bakal anjlok 11,54% yoy. Sementara Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memproyeksikan, nilai ekspor Juni hanya US$ 20,73 miliar, merosot 20,52% yoy dan turun 4,55% mtm. Penyebab kontraksi ini adalah penurunan harga minyak sawit mentah hingga 12,5% mtm dan harga batubara 13,1% mtm. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman melihat, penurunan kinerja perdagangan tersebut juga tak lepas dari efek basis tinggi (high base effect) pada Mei 2023.

Ekosistem Pesisir Punya Potensi Besar dalam Perdagangan Karbon

Yoga 17 Jul 2023 Kompas

Ekosistem pesisir yang meliputi hutan mangrove dan rumput laut berpotensi besar untuk dimanfaatkan dalam perdagangan karbon. Direktur Program Kelautan Yayasan Konservasi Alam Nusantara Muhammad Ilman, saat dihubungi, Minggu (16/7/2023), berpendapat, sebagai negara maritim, ekosistem pesisir Indonesia potensial untuk berkontribusi dalam mencapai emisi nol bersih, antara lain, melalui perdagangan karbon. ”Hutan mangrove, misalnya, sangat memadai dari segi penelitian dan pemanfaatan untuk diintegrasikan dalam sistem perdagangan karbon,” ujarnya. (Yoga)

Emiten Kontruksi Geber Kontrak Baru

Hairul Rizal 17 Jul 2023 Kontan

Memasuki separuh kedua tahun 2023, emiten konstruksi mengejar pemenuhan target kontrak baru. Harapannya, kinerja di akhir tahun juga bisa terangkat. PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), misalnya, tengah mengejar target kontrak baru sebesar Rp 2,6 triliun di tahun 2023. TOTL masih punya bekal proyek di pipeline sekitar Rp 6,5 triliun. Sekretaris Perusahaan TOTL Anggie S. Sidharta mengatakan, nilai kontrak baru sampai dengan akhir Juni 2023 mencapai Rp 1,33 triliun.TOTL berharap bisa mengail pendapatan Rp 2,3 triliun dan laba bersih Rp 95 miliar pada tahun ini. Sedangkan PT Acset Indonusa Tbk (ACST), mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp 1,6 triliun. Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Investor ACST, Kadek Ratih Paramita Absari mengatakan, kinerja perusahaan sepanjang semester I-2023 cenderung lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu. Hal ini juga tercermin dari kenaikan pendapatan serta berkurangnya jumlah kerugian. Tak cuma emiten konstruksi swasta, para kontraktor pelat merah juga berharap bisa mendapatkan nilai kontrak baru yang lebih jumbo pada sisa tahun ini. PT PP Tbk (PTPP), misalnya, membidik raihan nilai kontrak baru di tahun 2023 sebesar Rp 34 triliun, tumbuh 10% dari tahun lalu. Sekretaris Perusahaan PTPP, Bakhtiyar Efendi mengatakan, PTPP telah mengantongi kontrak baru Rp 11,62 triliun per Juni 2023, naik 6,31% secara tahunan. Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Johan Trihantoro menambahkan, proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dapat menjadi peluang bagi emiten konstruksi terutama BUMN Karya dalam mendapatkan kontrak baru dari pemerintah.

Eksploitasi Pasir Laut Ancam Nelayan

Yoga 17 Jul 2023 Kompas

Penolakan terhadap kebijakan pasir laut masih bergulir. Sejumlah kalangan meminta pemerintah mencabut PP No 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sedimentasi Laut yang membuka keran ekspor pasir laut. Aturan itu memungkinkan pemanfaatan sedimen berupa pasir laut dan lainnya untuk reklamasi dalam negeri, pembangunan infrastruktur, hingga ekspor. PP itu mencabut larangan ekspor pasir laut yang diatur dalam Kepres No 33 Tahun 2002 tentang Pengendalian dan Pengawasan Pengusahaan Pasir Laut. Saat ini pemerintah sedang menyelesaikan rancangan Permen turunan PP No 26/2023. Menurut Wakil Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Sugeng Nugroho, nelayan telah menghadapi sejumlah masalah terkait eksploitasi perikanan, privatisasi perairan, dan perubahan iklim. Namun, problem yang berdampak pada kehancuran penghidupan nelayan adalah pengerukan pasir laut.

Ia mencontohkan kasus pengerukan pasir laut di Surabaya untuk reklamasi Teluk Lamong pada 1983-2002. Penambangan pasir laut itu menyebabkan air laut makin keruh serta menyapu terumbu karang dan padang lamun sehingga merusak tempat hidup ikan dan menyebabkan nelayan kian sulit mencari ikan. Jaring nelayan juga kerap tersangkut kapal penyedot pasir. Sugeng menambahkan, nelayan saat ini tengah berjuang menghadapi dampak perubahan iklim yang mengancam penghidupan dan keselamatannya. Nelayan terus berusaha melaut di tengah gangguan ombak besar dan angina kencang yang tak terprediksi. ”Pengambilan pasir laut akan menyebabkan kembali terjadi peristiwa yang menyengsarakan kehidupan nelayan,” ujarnya dalam seminar ”Urgensi Dikeluarkannya PP No 26 Tahun 2023”, secara hibrida, Sabtu (15/7). (Yoga)


Bisnis Melempem, Pemain Modal Ventura Berguguran

Hairul Rizal 17 Jul 2023 Kontan

Di saat bisnis keuangan nonbank banyak yang kembali berlari pasca pandemi, industri modal ventura malah kelihatan melempem. Kondisi ini terjadi seiring runtuhnya bisnis perusahaan teknologi belakangan ini. Penurunan bisnis modal ventura ini terlihat dari sisi penyaluran modal hingga jumlah pemain di dalam negeri. Dari catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di 2021 tecatat ada 60 perusahaan modal ventura. Ketua Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputra mengatakan, angka investasi perusahaan modal ventura di Indonesia menurun hingga 74% secara tahunan di semester I-2023 jadi US$ 707 juta. Di periode yang sama setahun sebelumnya, investasi mencapai US$ 2,6 miliar. "Untuk sektor, sejauh ini di 2023 masih didominasi oleh teknologi finansial, sektor perangkat lunak sebagai layanan dan teknologi edukasi," ujar Eddi, akhir pekan lalu. Tapi, OJK mencatat, penyaluran dana per Mei 2023 masih naik. Penyertaan saham modal ventura tercatat meningkat 5,32% secara tahunan menjadi Rp 6,73 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 6,39 triliun. Total aset modal ventura juga mengalami pertumbuhan 18,32% secara tahunan menjadi Rp 27,64 triliun per Mei 2023. Setahun sebelumnya, total aset modal ventura baru sebesar Rp 23,36 triliun. CEO MDI Ventures Donald Wihardja menyatakan, memang investasi perusahaan modal ventura di sektor teknologi turun sampai dengan 70% pada semester I-2023. Akan tetapi, lanjut dia, mulai Juli ini investasi mulai mengalami kenaikan.

Pilihan Editor