Unjuk Produk di Japan Mobility Show 2023
Yuniati Turjandini
28 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Pabrikan otomotif saling unjuk gigi di ajang Japan Mobility Show 2023. Pameran otomotif yang sebelumnya dikenal dengan Tokyo Motor Show itu berlangsung di Tokyo Big Sight, Tokyo, Jepang. Untuk pers, pameran dibuka pada 25-26 Oktober 2023, sedangkan untuk publik 27 Oktober - 5 November 2023. PT Toyota-Astra Motor (TAM) menghadirkan Rangga Concept sebagai comercial concept vehicle pertama di Indonesia, yang diharapkan dapat memberikan dukungan mobilitas bisnis pelanggan dan menjadi penggerak roda perekonomian negara. Konsep tersebut diharapkan bisa memberikan inspirasi kendaraan serbaguna sebagai mobility solution dengan keberagaman style dan kegunaan kepada masyarakat dunia. (Yetede)
Bos Garuda Pastikan Merger Citilink dan Pelita Air Tuntas Desember
Yuniati Turjandini
28 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) memastikan penggabungan usaha (merger) anak usahanya, Citilink dengan pelita Air tuntas pada Desember tahun ini. Perseroan tak ingin proses integrasi sesama maskapai pelat merah tersebut berlarut. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra tidak memungkiri bahwa integrasi Citilink dan pelita Air cukup komplek karena banyak aspek yang dibahas. Mulai dari legal, keuangan sampai yang paling terakhir aspek sumber daya manusia (SDM). "Harus (tuntas). Kami sih berharap harus tuntas tahun ini karena kalau tidak, lama-lama ribet juga. Mudah-mudahan, kami berharap Desember sudah selesai," beber Irfan saat ditemui di BSD, tangerang, Jumat (27/10/2023). Sampai sekarang, tutur Ifran, Garuda dalam dua hari sekali intensif menindaklanjuti proses integrasi Citiling dan pelita Air. Dengan begitu, pada saatnya nanti mulai mengerucut, akan diumumkan bentuk dan skenarionya. (Yetede)
Program Asuransi Wajib Kian Mendesak
Yuniati Turjandini
28 Oct 2023 Investor Daily (H)
Kasus stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang terjadi beberapa waktu lalu justru menjadi salah satu bukti nyata, dimana banyak korban berjatuhan, namun setelah dilakukan pemeriksaan ternyata tidak ada pihak yang terasurasni dalam tragedi yang menelan korban hingga lebih dari 700 orang tersebut. Kondisi ini 'terpaksa' mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan peraturan pemerintah (PP) sesuai dengan Undang-Undang Pengambangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) tentang penerapan asuransi wajib guna mendorong tingkat penetrasi asuransi. Dalam peta jalan pengembangan industri perasuransian 2023-2027, OJK akan melakukan penetapan asuransi wajib yang meliputi asuransi kendaraan umum. Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, asuransi wajib itu kian mendesak. (Yetede)
Keberlanjutan Proyek Strategis Nasional untuk Pembangunan Inklusif
Yuniati Turjandini
28 Oct 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Pemerintah mendorong agar pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) terus dilanjutkan secara berkala, karena turut diberikan efek pengganda ke perekonomian nasional dalam bentuk peningkatan daya saing dan produktivitas. Hal ini juga selaras upaya pemerintah agar Indonesia menjadi negara maju sesuai visi Indonesia Emas 2045. Percepatan pembangunan PSN tidak lepas dari upaya debottlenecking melalui fasilitas yang diberikan pemerintah, seperti fasilitas percepatan pengadaan tanah dan berikan fasilitas pembiayaan. Hingga 4 Oktober 2023, sebanyak 170 PSN telah rampung digarap pemerintah dengan nilai investasi sebesar Rp1.299,41 triliun. Terdapat 61 proyek yang masih berada dalam tahap konstruksi. Sampai dengan 4 Oktober ada 17 proyek yang nilainya Rp 259,41 triliun, proyeknya baik itu jalan tol, pelabuhan, High-Speed Train Jakarta-Bandung ini juga sudah selesai nilainya Rp 125,7 triliun, kemudian LRT Rp29,9 triliun, kemudian berbagai kawasan industri, berbagai bendungan, Jalan Tol Cinere, dan Tol Pasuruan. (Yetede)
Tenaga Kerja Terampil Kunci Penciptaan Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas
Yuniati Turjandini
28 Oct 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Pemerintah terus berupaya menyelaraskan antara kebutuhan dunia usaha dengan kemampuan dari tenaga kerja. Tenaga kerja yang mumpuni akan memberikan efek positif terhadap laju industri hingga berujung pada peningkatan pertumbuhan ekonomi berkualitas. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, dengan adanya kualitas pendidikan yang baik akan akan menciptakan sumber daya manusia yang produktif sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup. "Tenaga kerja terampil dengan produktivitas tinggi adalah salah satu kunci penggerak sektor potensial untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkualitas," ucap Ida Fauziyah. Pembangunan SDM unggul dan tenaga kerja terampil bersinggungan erat dengan dunia pendidikan dan pelatihan. (Yetede)
Berharap Diguyuri Insentif Baru
Yuniati Turjandini
28 Oct 2023 Tempo
JAKARTA – Para produsen otomotif menunggu lebih banyak insentif dari pemerintah untuk mendorong pasar mobil listrik di Indonesia. Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto mengatakan kontribusi produk battery electric vehicle (BEV) atau mobil listrik bertenaga baterai terhadap total penjualan kendaraan masih tertahan di kisaran 1 persen. Salah satu faktor penyebabnya adalah sikap pasif pabrikan mobil untuk mengenalkan produk bertenaga setrum kepada konsumen lokal. “Perlu skema insentif yang kuat agar para pemain internal combustion engine (mobil bermesin konvensional) mengeluarkan lebih banyak BEV,” katanya kepada Tempo, kemarin, 27 Oktober 2023.
Karena sudah memenuhi ketentuan komponen dalam negeri (TDKN) hingga 49 persen, Hyundai bisa memakai subsidi pemerintah untuk menggeber penjualan mobil listriknya, Ioniq 5. Dengan tingkat produksi sekitar 1.500 unit per tahun, kata Fransiscus, volume penjualan dari pabrik ke dealer alias wholesale Ioniq 5 pada September 2023 tercatat tumbuh 200 persen secara tahunan. Dia mengklaim harga Ioniq 5, yang dipatok di kisaran Rp 700-800 juta, sudah diterima konsumen. Begitu harganya dianggap logis, sesuai dengan pengamatan Hyundai, penjualan Ioniq 5 langsung melesat naik. Perusahaan asal Korea Selatan ini pun berniat mengenalkan lebih banyak mobil listrik ke Indonesia. Yang belakangan dipromosikan adalah Stargazer X dan Ioniq 6. (Yetede)
Berlanjut meski Minim Urgensi
Yuniati Turjandini
28 Oct 2023 Tempo
PROYEK Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara diperkirakan masih berlanjut meski rezim pemerintahan berganti setelah selesainya periode pemerintahan Presiden Joko Widodo, tahun depan. Tiga bakal pasangan calon presiden dan calon wakil presiden menyatakan akan melanjutkan megaproyek tersebut. Dua pasangan calon bahkan memasukkan proyek yang diperkirakan membutuhkan investasi hingga Rp 466 triliun itu ke dalam dokumen visi-misinya. Hanya pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang sama sekali tidak menyinggung proyek di Kalimantan Timur itu dalam visi-misinya.
Menyitir dokumen visi-misi dari pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md., percepatan penyelesaian proyek IKN masuk ke salah satu program untuk mencapai target ekonomi unggul berdaya saing, sesuai dengan misi mempercepat pembangunan ekonomi berdikari berbasis pengetahuan dan nilai tambah. "Komitmen melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara secara bertahap hingga IKN menjadi titik keseimbangan baru keadilan pembangunan sekaligus simbol Indonesia futuristik," dinukil dari dokumen setebal 62 halaman tersebut.
Proyek hijrah ibu kota itu juga masuk dalam 17 program prioritas yang ditawarkan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Tepatnya, pada nomor 14: melanjutkan pemerataan ekonomi, penguatan UMKM, dan pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara. Pasangan itu menyebutkan proyek IKN Nusantara diperlukan agar pembangunan lebih merata dengan adanya pusat pertumbuhan baru di luar Jawa. (Yetede)
Targetnya Muluk-Muluk, Programnya Mirip-Mirip
Hairul Rizal
27 Oct 2023 Kontan (H)
Tiga pasangan kandidat calon presiden (bacapres) dan bakal calon wakil presiden (bacawapres) telah resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ketiga pasang kandidat ini siap berlaga dalam pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) tahun 2024. Setiap kandidat pun sudah melontarkan ide, gagasan hingga janji kampanye yang akan diwujudkan jika terpilih dalam pilpres nanti, yang tertuang dalam visi dan misi mereka. Inilah saatnya mengulik dan mengkritisi janji mereka. Salah satu poin yang mendapat sorotan adalah visi dan misi mereka di bidang ekonomi. Maklum, bidang ekonomi sungguh relevan saat ini. Apalagi, ekonomi dalam negeri sedang tidak baik-baik saja, sementara situasi ekonomi global juga tak menentu. Sejauh ini, ketiga pasang bacapres-bacawapres berani memasang target mulukpertumbuhan ekonomi, ada yang mematok 5,5% dan ada yang memasang hingga 7% per tahun, kendati sejumlah faktor tak berpihak. Selain target pertumbuhan ekonomi, mereka juga kompak menawarkan janji pemberantasan kemiskinan, penyediaan lapangan kerja hingga ketersediaan pangan murah (lihat tabel). Secara umum, Tauhid Ahmad, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai, program dan target yang disajikan para kandidat di atas kertas sejatinya jauh kenyataan. Misalnya target penurunan kemiskinan hingga di level 2%-4%. Maka agak mengherankan ada calon yang berani memasang penurunan tajam angka kemiskinan, meski rencana aksinya mirip-mirip saja. "Karena sebagian besar calon itu hanya melanjutkan untuk program bantuan sosial, infrastruktur, pendidikan, kesehatan," ujar Tauhid. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara berpendapat, track record setiap calon bisa jadi rujukan target mereka. Misalnya Ganjar Pranowo sebagai Mantan Gubernur Jawa Tengah dan Anies Baswedan sebagai eks Gubernur DKI Jakarta. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual bilang, target lebih dari 5% memang dibutuhkan untuk menyerap tambahan tenaga kerja. Ia menilai, dari visi misi ketiga kandidat, tidak terlihat secara detail bagaimana blue print untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi itu. "Tidak ada peta jalan industrial policy ke depan," ujar David. Ia menyebut, pertumbuhan ekonomi 5% sebenarnya angka minimal tanpa melakukan apapun. "Untuk mencapai pertumbuhan lebih dari 5%, maka butuh peningkatan investasi. Porsi investasi dalam ekonomi yang sekarang sekitar 30% perlu ditingkatkan hingga 40%," kata David.
Setoran Pajak Terhambat Industri Pengolahan
Hairul Rizal
27 Oct 2023 Kontan
Penerimaan pajak dari beberapa sektor usaha tumbuh melambat, bahkan terkontraksi. Kondisi ini diperkirakan membuat penerimaan pajak di akhir tahun 2023 tak sejalan dengan proyeksi terkini pemerintah. Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemkeu), penerimaan pajak dari sektor industri pengolahan periode Januari-September 2023 hanya tumbuh 2,3% year on year (yoy), melambat dari periode yang sama pada tahun lalu yang tumbuh dua digit mencapai 47,35% yoy. Padahal sektor ini merupakan tumpuan penerimaan pajak dengan kontribusi sebesar 27,3% terhadap total penerimaan pajak. Artinya, nilai setorannya mencapai Rp 378,86 triliun dari realisasi Rp 1.387,78 triliun di sepanjang Janauri-September 2023. Sektor pertambangan juga mencatatkan pertumbuhan melambat, yaitu dari 201,5% yoy pada periode sama tahun lalu menjadi hanya 35,7% yoy pada sembilan bulan pertama tahun ini. Adapun sektor pertambangan memberikan kontribusi sekitar 10,7% terhadap total penerimaan pajak. Sementara itu, sektor lain yang juga mengalami perlambatan adalah sektor perdagangan yang hanya tumbuh 4,8% yoy. Padahal di tahun sebelumnya tumbuh signifikan mencapai 67,8% yoy. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, perlambatan pertumbuhan setoran pajak berdasarkan lapangan usaha menunjukkan gejolak ekonomi saat ini. "Penerimaan berdasarkan sektor menggambarkan denyut ekonomi yang terpengaruh oleh kondisi global," terang Sri Mulyani, Rabu (25/10). Melambatnya pertumbuhan penerimaan pajak pada sektor pengolahan dan perdagangan sejalan dengan penurunan kinerja ekspor impor. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Januari-September 2023 terkontraksi 12,34% yoy dan impor menyusut 12,45% yoy. Direktur Eksekutif MUC Tax Research Wahyu Nuryanto melihat, tren perlambatan pertumbuhan penerimaan pajak dari sektor pengolahan akan bertahan selama beberapa waktu. "Karena tertekannya harga komoditas serta perlambatan ekonomi global," kata dia kepada KONTAN, Kamis (26/10). Hal itu juga terkonfirmasi lewat kontraksi pada kinerja penerimaan pajak dari sektor pertambangan. Juga kontraksi yang terjadi pada penerimaan terkait kegiatan perdagangan internasional, seperti pajak pertambahan nilai (PPN) impor maupun pajak penghasilan (PPh) Pasal 22 impor.
Harga Minyak Sulut Saham Emiten Migas
Hairul Rizal
27 Oct 2023 Kontan
Konflik di Timur Tengah masih mampu mengangkat harga minyak mentah dunia. Dikutip dari Bloomberg kemarin, harga West Texas Intermediate (WTI) kontrak Desember 2023 berada di atas level US$ 80 per barel, yakni US$ 85,01 per barel. Analis menilai, konflik yang terjadi di Timur Tengah masih menjadi katalis utama bagi pergerakan harga minyak. Terlebih konflik ini juga menyeret Iran. Israel telah lama menuduh Iran terlibat dalam perang, dengan mendukung kelompok Hamas. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Hasan Barakwan menyebut, konflik Iran dan Israel berpotensi menimbulkan gangguan di Selat Hormuz. Selat tersebut adalah sebuah perairan sempit di perbatasan selatan Iran yang menjadi jalur bagi lebih dari 20% minyak global yang diangkut melalui laut. Ada sekitar 17 juta barel minyak yang diekspor melakukan perjalanan setiap hari melalui perairan ini. Felix Darmawan, Analis Panin Sekuritas menjelaskan, adanya peningkatan harga rata-rata minyak ke level US$ 90 per barel di tahun 2023. Sementara di tahun depan rata-rata harga minyak ada di level US$ 85 per barel. Dengan kondisi itu, Hasan menyematkan overweight untuk saham sektor minyak dan gas, dan menjadikan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebagai pilihan utama (top pick) di tengah tingginya harga minyak. "Kami menyukai MEDC sebagai emiten yang berpotensi diuntungkan dari kenaikan harga minyak,” kata Hasan. Katalis utama bagi MEDC adalah harga gas yang lebih tinggi dari Blok Corridor, hingga tambahan volume produksi dari akuisisi di Timur Tengah. Analis CGS-CIMB Sekuritas, Bob Setiadi juga menyematkan rating overweight pada sektor ini. Selain adanya momentum positif kenaikan harga minyak baru-baru ini, valuasi saham di sektor ini cukup menarik. Saham sektor migas saat ini diperdagangkan pada EV/EBITDA 4,5 kali.









