LAYANAN TELEKOMUNIKASI : BEREBUT CERUK DI PASAR GEMUK
Indonesia merupakan pasar empuk bagi pengembangan bisnis berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar dan peningkatan kelas menengah, peluang industri tersebut kian menggiurkan. Hasil suvei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang diolah oleh DataIndonesia mencatat jumlah penduduk di Indonesia yang terkoneksi internet sebanyak 221,56 juta jiwa atau 79,5% dari total jumlah penduduk yang mencapai 278,7 juta jiwa. Rata-rata pengeluaran masyarakat untuk konsumsi berlangganan internet broandband mayoritas di kisaran Rp100.000—Rp300.000 dengan porsi mencapai 67,4%. Sementara itu, pelanggan yang mengeluarkan biaya antara Rp300.000—Rp500.000 sebanyak 22,5%. Belanja masyarakat untuk internet mobile, terbanyak ada di kisaran Rp50.000—Rp100.000 dengan persentase sebanyak 45%, disusul masyarakat yang berlangganan dengan biaya Rp10.000—Rp50.000 dengan porsi sebanyak 35,3%. Tingginya konsumsi masyarakat yang mengakses layanan internet tergambar dari bisnis yang ditekuni oleh operator telekomunikasi. Perusahaan pelat merah PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk., misalnya, mencatat pendapatan senilai Rp111,24 triliun hingga kuartal III/2023 atau tumbuh 2,17% dibandingkan dengan periode yang sama 2022. PT XL Axiata Tbk. juga mencatat pertumbuhan pendapatan dari Rp21,6 triliun pada kuartal III/2022 menjadi Rp23,87 triliun pada kuartal ketiga tahun lalu. Head of External Communication XL Axiata Henry Wijayanto mengatakan bahwa sejumlah tantangan masih dihadapi dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.
Dengan demikian, upaya operator telekomunikasi untuk melakukan penetrasi ke wilayah-wilayah baru, baik di Pulau Jawa dan luar Jawa dapat berjalan mulus. “Menurut kami kebutuhan layanan internet bagi masyarakat di Jawa masih cukup tinggi, dan ini juga dilayani oleh beragam penyedia jasa layanan internet dan ISP, sehingga masyarakat memiliki beragam pilihan untuk menentukan layanan internet yang akan digunakan. Hal ini tentunya memberikan konsekuensi adanya kompetisi di bisnis ini untuk memberikan layanan internet yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya, Jumat (16/2). Sementara itu, PT Telekomuniksi Indonesia (Persero) melalui anak usahanya, PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) menyiapkan berbagai infrastruktur terkait dengan rencana kerja sama pengembangan internet berbasis satelit. Ketika dikonfirmasi Bisnis, SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza menjelaskan bahwa pihaknya membangun ground infrastructure berupa 9 gateways dan 1 Point of Presence (PoP) untuk menjangkau layanan di Tanah Air. Alhasil, tujuan utama Telkomsat adalah mendukung program pemerataan pembangunan jaringan telekomunikasi broadband dan memperkecil kesenjangan layanan digital pada beberapa wilayah Indonesia. AVP External Communication Telkom Sabri Rasyid pun menekankan pada prinsipnya teknologi satelit lebih tepat untuk berperan sebagai layanan backhaul B2B atau perantara antara jaringan utama dengan jaringan cabang yang belum memiliki jaringan telekomunikasi terrestrial. Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan bahwa Satelit Merah Putih 2 mengandalkan platform Spacebus 4000B2 dengan usia desain 15 tahun.
Niretika
Setumpuk PR dari Pesta Demokrasi
Aktivitas Pelayaran Berisiko Tinggi
Gelombang tinggi pada Februari ini berisiko bagi pelayaran. Di Laut Arafuru, tanker minyak MT Koan tenggelam dihantam ombak. Cuaca ekstrem juga masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 2,5 meter terjadi di wilayah perairan Maluku. Masyarakat pesisir yang hendak melaut dan berlayar diimbau waspada mengingat risiko terhadap keselamatan cukup tinggi. Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Suaif Iriyanto, menjelaskan, gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di Maluku terjadi di Laut Arafuru, Laut Seram, Laut Banda, perairan Kepulauan Kei, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, dan Kepulauan Babar.
Hal ini didorong oleh pola angin kencang dengan kecepatan 6 hingga 25 knot yang bergerak dari bagian utara hingga timur laut Indonesia. Selain itu, gelombang tinggi juga didorong angin yang bergerak dengan kecepatan 4-25 knot di wilayah barat daya Indonesia. Dengan kondisi tersebut, aktivitas masyarakat yang menggunakan perahu nelayan, tongkang, dan feri masuk dalam kategori risiko tinggi keselamatan pelayaran. ”Selain di Laut Arafuru, kecepatan angin tertinggi terjadi di Selat Makassar dan Laut Natuna Utara serta diprediksi terjadi hingga Minggu (18/2). Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter berisiko bagi perahu nelayan,” ucapnya di Ambon, Maluku, Sabtu (17/2). (Yoga)
Prabowo Mulai Melakukan Konsolidasi
Seperti janji di pidato kemenangannya yang akan merangkul
semua unsur dan kekuatan, calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, mulai
melakukan konsolidasi awal dengan menemui Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat
Susilo Bambang Yudhoyono di Pacitan, Jatim, Sabtu (17/2). Golkar, salah satu
partai pengusung Prabowo, pun menyatakan pertemuan itu untuk memperkuat
persaudaraan, termasuk membahas hal-hal ke depan demi melanjutkan pembangunan.
Partai Amanat Nasional (PAN) juga menilai pertemuan itu sebagai hal positif. Namun,
konsolidasi awal ini dinilai belum sampai pada pembicaraan pembagian jabatan di
kabinet, tetapi baru pada fase transisi pembentukan pemerintahan baru. Apalagi
mengingat perolehan suara Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo tak memperoleh
efek ekor jas atau dampak dari pencalonan Prabowo di Pilpres 2024 sehingga membutuhkan
dukungan dari parpol lain untuk memastikan stabilitas politik.
Seusai pertemuan, Prabowo menyampaikan, pertemuannya dengan
Yudhoyono bertujuan untuk menyampaikan terima kasih atas dukungan yang
diberikan terhadapnya. Ia mengaku dukungan Yudhoyono sangat luar biasa baginya.
Pertemuan itu juga sekaligus sebagai konsolidasi awal untuk memberikan posisi
terhormat dan strategis kepada kader-kader terbaik Demokrat di pemerintahannya
nanti. ”Pada intinya saya datang ke sini untuk sowan dan ucapkan terima kasih
dan lapor kepada senior saya (di militer),” kata Prabowo kepada wartawan. Ketua
Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief menyampaikan, pertemuan itu terkait
hasil pilpres dan pemilu. Apalagi kemenangan Prabowo di Pacitan mencapai 70 %.
Hasil perolehan suara sementara yang dipublikasi Sistem Informasi Rekapitulasi
Pemilu (Sirekap) KPU menunjukkan Prabowo-Gibran unggul di Kabupaten Pacitan
69,65 %. (Yoga)
Pengin ”Nyoblos”, tapi Takut Dompet ”Boncos ”
Pencoblosan pemilu baru saja usai, tapi tak semua warga
menikmatinya dengan menggunakan hak pilih atau nyoblos. Uang terbatas dan
ketiadaan waktu menghalangi sebagian warga Indonesia mendatangi tempat
pemungutan suara (TPS) guna memilih calon pemimpin dan wakil mereka. Seperti Lusinem
(52) asisten rumah tangga di Ciputat, Tangsel, Banten, beserta suami dan dua
anaknya. Ketika sebagian besar orang berbondong-bondong ke TPS, Lusinem sibuk
mengurus pekerjaan rumah tangga di kontrakannya di Ciputat, Rabu (14/2) pagi.
Setelah itu, ia bergegas ke rumah majikannya dan tenggelam dalam
pekerjaan rumah tangga hingga matahari meninggi dan pemungutan suara di TPS
rampung. ”Saya memutuskan tidak ikut pemilu tahun ini. Enggak punya uang untuk
pulang kampung,” ucap Lusinem yang ber-KTP Gombong, Jateng. Suami dan dua anak
laki-lakinya juga ber-KTP Gombong. Seperti Lusinem, mereka juga tak menggunakan
hak pilihnya tahun ini karena alasan yang sama.
Ia mengikuti perkembangan politik melalui media sosial dan
tahu, warga yang punya hak pilih bisa menggunakan hak pilihnya di daerah
lain di luar daerah asalnya. ”Tapi mengurusnya, kan, repot dan makan waktu.
Lha, saya, kan, kerja, bapaknya (suami) juga kerja. Kapan bisa ngurus
begituan,” ujarnya. ”Saya sih pengen
nyoblos tapi takut dompetnya boncos. Sebentar lagi Lebaran, mending duitnya ditabung
untuk mudik nanti,” kata Lusinem. Jika saat pemilu Rabu lalu ia pulang bersama
suami dan kedua anaknya, perlu ongkos besar, naik bus dari Jakarta ke Gombong, keluar
uang Rp 600.000 pergi-pulang. Belum ongkos ojek, makan, beli oleh-oleh, dan
bagi-bagi sedikit uang kepada keluarga di kampung. Habisnya bisa jutaan rupiah.
”Kalaupun saya ikut nyoblos, toh, enggak akan ada perubahan langsung pada nasib
orang kecil seperti saya. Siapa pun yang menang, saya tetap (kerja) jadi
pembantu rumah tangga. Bapaknya (suami) tetap jadi kuli proyek. Enggak mungkin
jadi pembantu presiden,” katanya, diikuti tawa. (Yoga)
Memetik Manfaat sebagai Petugas Survei
Kesuksesan hitung cepat Litbang Kompas tak luput dari peran
penting lebih dari 2.000 petugas lapangan dan war room (ruangan hitung cepat)
yang hampir seluruhnya mahasiswa. Selain mendapat uang saku, mereka mendapat
banyak manfaat dari keterlibatan mereka dalam hitung cepat dan survei. Grace
Efata (24), tenaga lepas hitung cepat Litbang Kompas asal Bekasi, mendapat banyak
pengalaman berharga saat menjadi bagian dari tim survei Litbang Kompas. Ia
telah terlibat dalam berbagai proyek, termasuk survei debat capres-cawapres yang
lalu, survei dari klien, serta Survei Kepemimpinan Nasional (SKN) Kompas.
Grace pertama kali mengetahui kesempatan menjadi tenaga lepas
survei Litbang Kompas melalui sebuah blog. Penulis blog berbagi pengalaman menjadi
petugas survei hitung cepat Litbang Kompas pada Pemilu 2019, yang menumbuhkan
rasa penasaran Grace. Ia pun mendaftar sebagai tenaga lepas hitung cepat dan diterima.
”Motivasi aku ikut pekerjaan sampingan ini sebenarnya memperluas jaringan kerja,
pengalaman juga tentunya,” ujar Grace, Senin (12/2). Bagi Grace, pengalaman ini
juga meningkatkan keterampilan dalam percakapan.
Maulana Yusuf Iskandar (24) sebelumnya pernah terlibat dalam
survei Litbang Kompas. Ia mendapatkan informasi awal dari temannya. Maulana
terlibat dalam pekerjaan lepas sebagai petugas survei untuk mendapatkan penghasilan
tambahan. Jika ada panggilan, dengan senang hati ia akan mendaftarkan diri
lagi. Uang saku yang ia terima bervariasi tergantung dari kerumitan survei, antara
Rp 300.000 dan Rp 600.000 untuk satu proyek, yang menurut Maulana dan petugas
survei lainnya cukup sepadan. Apalagi, mereka juga mendapatkan pengalaman dan
pengetahuan baru yang tidak bisa dinilai dengan uang. Selain itu, mereka bisa
merasakan kebersamaan dengan petugas survei lainnya dari kampus-kampus berbeda.
(Yoga)
Musim Tanam Mundur Picu Harga Beras Naik
Kenaikan harga beras yang bervariasi masih terjadi di banyak
daerah dan dikhawatirkan berlangsung hingga bulan Ramadhan. Musim tanam padi
yang terganggu akibat El Nino ditengarai memicu minimnya panen sehingga harga
beras naik. Di Pasar Tambak Rejo, Surabaya, Sabtu (17/2) beras dengan kualitas
medium rata-rata dipasarkan dengan harga Rp 11.817 per kg, naik 4,25 % atau Rp
482 per kg dibandingkan hari sebelumnya, di Rp 11.335 per kg. Adapun beras
dengan kualitas premium mengalami kenaikan harga lebih tinggi. Rata-rata
pedagang menjual beras premium Rp 14.959 per kg, naik Rp 1.082 per kg dari hari
sebelumnya, di Rp 13.877 per kg, kenaikannya mencapai 7,80 %. Pj Gubernur Jatim
Adhy Karyono, Sabtu (17/2) mengatakan, kenaikan harga beras dipicu tingginya
harga gabah ditingkat petani.
Bahkan, harga gabah kering panen saat ini mencapai Rp 7.410
per kg, lebih tinggi 48,2 % dibanding harga acuan yang ditetapkan pemerintah,
di Rp 5.000 per kg. Kenaikan harga gabah tersebut dipicu menurunnya produksi
beras secara nasional karena minimnya panen di musim hujan. itu, Kabid
Perdagangan dan Pengendalian Harga Pokok Penting Dinas Perdagangan dan Perindustrian
Kabupaten Cirebon Sidik Wibowo berpendapat, kenaikan harga beras kali ini
disebabkan faktor El Nino yang membuat musim tanam mundur. Fenomena iklim yang
ditandai dengan kekeringan tersebut menyebabkan hujan terlambat turun di
Cirebon. Akhirnya, masa tanam yang harusnya dimulai Oktober-Desember mundur
hingga Januari dan Februari. Selain itu, lahan pertanian di sejumlah kecamatan
juga dilanda kekeringan. ”Jadi, produksi beras berkurang. Kalaupun ada gabah,
harganya sudah mahal,” ucap Sidik. (Yoga)
KOMODITAS POKOK & PENTING : Pasokan Beras Cukup untuk Bantuan Pangan
Perum Bulog memastikan stok beras nasional mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idul fitri tahun ini, karena telah mengamankan cadangan beras pemerintah sebanyak 1,4 juta ton. Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dimiliki pihaknya sangat cukup untuk digunakan oleh pemerintah untuk melaksanakan sejumlah program andalan, seperti bantuan pangan beras.
“Ini sangat cukup untuk kebutuhan penyaluran bantuan pangan beras sampai dengan Juni, penyaluran stabilisasi pasokan dan harga pangan [SPHP], dan menghadapi puasa serta Lebaran,” katanya, Jumat (16/2). Untuk diketahui, pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan beras per 15 Februari 2024, setelah sebelumnya sempat dihentikan pada 8—14 Februari 2024 untuk menghindari adanya politisasi terhadap program tersebut. Badan Pangan Nasional (Bapanas) pun mencatat bantuan pangan beras telah terealisasi sebanyak 185.000 ton hingga 7 Februari 2024. Bantuan tersebut ditujukan kepada 22.004.077 atau 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) berdasarkan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang dikelola oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Berdasarkan Panel Harga Bapanas kemarin, rata-rata harga beras di seluruh wilayah Indonesia terus bergerak naik menjauhi harga eceran tertinggi (HET). Adapun, pemerintah menetapkan HET Rp13.900—Rp14.800 per kilogram untuk beras premium, dan Rp10.900—Rp11.800 per kilogram untuk beras medium.
Secara terpisah, Kepala Satuan Tugas Pangan Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan menyampaikan bahwa pengawasan tersebut dilakukan di daerah yang menjadi sentra produksi beras untuk memastikan jalur pasokannya aman.
Whisnu menambahkan, pihaknya tengah menyoroti tempat penggilingan beras, gudang-gudang penyimpanan, toko retail modern, dan pasar tradisional agar mengetahui hambatan dalam pendistribusian beras.









