Dongkrak Minat Warga Naik Angkutan Umum
Minat masyarakat menggunakan transportasi umum masih minim.
Hal ini tak lepas dari moda transportasi yang belum terintegrasi, terutama
antara DKI Jakarta dan daerah satelit lainnya. Berbagai upaya dilakukan guna meningkatkan
minat warga Jakarta untuk beralih dari kendaraan bermotor ke moda transportasi
umum. Ahmad Nasrun (28), warga Kota Tangerang, terbiasa menggunakan kendaraan
pribadi dari tempat tinggalnya di Kota Tangerang menuju Jakbar. ”Dalam
keseharian, saya lebih memilih menggunakan motor daripada angkutan umum,” ujar
Ahmad, Jumat (15/3) karena pekerjaannya di bidang pemasaran menuntutnya
menjelajahi Jakarta. ”Jika dihitung, masih lebih hemat menggunakan sepeda
motor,” ujarnya.
Begitu juga Muhammad Husein (30) yang memilih menggunakan
sepeda motor dibanding kendaraan umum, karena dia harus memboncengkan sang
istri yang juga berkantor di lokasi sejalur dengan kantornya. Selain itu, dia
juga tak terbiasa dengan kondisi KRL yang berdesakan di jam padat. Apalagi
ketepatan waktu angkutan umum di Jakarta masih sulit diprediksi. Berdasarkan
data Dishub DKI Jakarta, penggunaan sepeda motor masih mendominasi. Dari 88
juta perjalanan per hari, penggunaan sepeda motor mencapai 68,3 %. Adapun
pengguna kendaraan umum hanya 18,45 %. Ketimpangan ini membuat permasalahan lalu
lintas, terutama kemacetan, masih terjadi.
Kepala Pusat Data Informasi Perhubungan Dishub DKI Jakarta
Susilo Dewanto memaparkan, berdasarkan Perda DKI Jakarta No 5 Tahun 2014 Pasal
8, untuk mewujudkan sistem transportasi yang efektif, efisien, lancar, dan
terintegrasi harus memenuhi target 60 % perjalanan penduduk menggunakan kendaraan
umum. Namun, dalam pelaksanaannya, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi,
seperti permukiman penduduk dan antarmoda angkutan massal yang belum
terintegrasi. Pemerintah terus berupaya meningkatkan cakupan angkutan umum, dengan
meningkatkan jumlah angkutan umum.
Ia mencontohkan total bus Transjakarta kini 4.543 unit. Jumlah
subsidi pelayanan Transjakarta bertambah dari Rp 663 miliar (2015) menjadi Rp
3,2 triliun (2023). Menurut Kadis Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, untuk
menekan penggunaan kendaraan pribadi, pemerintah melakukan pembatasan kendaraan
bermotor yang diimplementasikan dalam bentuk ganjil genap. Beragam upaya untuk
mendongkrak minat masyarakat menggunakan angkutan umum harus dilakukan cermat
dan cepat. Harapannya, mobilitas warga tidak terganggu akibat gagalnya sistem
angkutan di Jakarta. Untuk mewujudkannya, butuh peran semua (Yoga)
Investasi Hijau, Cari Cuan Sambil Jaga Bumi
Masyarakat dapat mengambil bagian dalam menjaga keberlangsungan
bumi dengan menjadi investor di produk dan layanan keuangan kategori investasi
hijau. Secara sederhana, investasi hijau berarti investasi yang tidak hanya
fokus pada potensi untung yang dapat diperoleh, tetapi juga memperhatikan
aspek-aspek lingkungan (environment), sosial (social), dan tata kelola yang
baik (governance). Instrumen investasi hijau yang ditawarkan pun sangat beragam
sehingga pilihan investasi dapat disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu
investasi serta profil risiko yang dimiliki. Dengan demikian, investasi yang
dilakukan dapat mempercepat tercapainya tujuan keuangan yang sudah ditetapkan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan, antara lain:
1. Pahami instrumen investasi pada investasi hijau. Instrumen investasi yang
dapat dikategorikan sebagai investasi hijau sangat beragam, seperti sukuk ritel
hijau, saham, dan reksa dana. Investor dapat melihat saham dan reksa dana yang
tergolong saham hijau di Indeks Enviromental, Social and Governance (ESG) Leaders,
yang mengukur kinerja saham yang memiliki penilaian ESG baik dan tidak terlibat
pada kontroversi secara signifikan serta kinerja keuangan yang baik.
2. Sesuaikan pilihan produk dengan tujuan investasi dan profil
risiko Untuk investor dengan profil risiko konservatif, obligasi menjadi
pilihan yang sesuai. Jika profil risiko moderat, dapat berinvestasi di reksa
dana, sedang untuk profil risiko agresif, saham menjadi instrumen yang tepat. 3.
Investasi jangka panjang, untuk perencanaan masa depan, bahkan masa pensiun,
dengan baik. 4. Cek portofolio secara berkala untuk memaksimalkan keuntungan
dari investasi. 5. Lakukan diversifikasi dan disiplin berinvestasi untuk
meminimalkan risiko investasi, Sisihkan dana untuk investasi di awal, bukan
sisa dari pendapatan. Lakukan investasi secara berkala. (Yoga)
Tak Mudah Bayar Utang Rafaksi Pakai Potong Pajak
Lonjakan Nilai Impor Gerus Surplus Dagang
Bonanza Saham Para Bankir Tajir
Musim pembagian dividen akan semakin menambah pundi-pundi para bankir yang selama ini banyak mengempit saham perusahaan yang mereka pimpin. Belum lagi, bonus dan tantiem mereka juga naik seiring pertumbuhan kinerja tahun 2023. Berdasarkan riset KONTAN, dari 10 bankir yang mendulang cuan paling besar dari kepemilikan saham bank yang mereka pimpin, kebanyakan berasal dari Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan Bank Mandiri Tbk (BMRI). Hanya, ada satu bankir bank lain yang nyempil di daftar tersebut, yakni Arief Harris Tanjung, Direktur Utama Bank Jago Tbk (ARTO). Bankir BBCA menempati posisi tiga teratas daftar tersebut. Bankir paling tajir adalah Presiden Komisaris BBCA Djohan Emir Setijoso. Berdasarkan harga penutupan BCA, kemarin, total nilai kekayaaan Djohan dari kepemilikan saham BBCA mencapai sekitar Rp 1,08 triliun.Dari dividen, ia meraup pendapatan Rp 28,78 miliar. Sedangkan rata-rata bonus dan tantiem yang dikantongi direksi dan komisaris BBCA di 2023 sekitar Rp 38,8 miliar. Presiden Direktur BBCA Jahja Setiaatmadja berada di urutan kedua. Nilai kekayaan Jahja pada saham mencapai sekitar Rp 333,1 miliar.
Nilai itu berasal dari kepemilikan 32,81 juta saham BBCA. Dari dividen BBCA, ia memperoleh cuan sebesar Rp 8,86 miliar. Jahja belum memiliki rencana untuk melakukan profit taking atas kepemilikan sahamnya. Info saja, harga saham BBCA sudah naik 7,98% sepanjang tahun berjalan. Kemarin, harganya bertengger di level Rp 10.150 per saham. Di urutan ketiga ada Subur Tan selaku Direktur BBCA. Ia memiliki kekayaan Rp 105 miliar dengan mengempit 10,35 juta saham BBCA. Kekayaannya dari setoran dividen Rp 2,79 miliar sera bonus dan tantiem sekitar Rp 38,8 miliar. Sementara itu, Alexandra Askandar jadi bankir bank pelat merah paling kaya dari kepemilikan saham bank tempat ia bekerja. Ia tercatat paling banyak menggenggam saham BMRI dibanding dengan pengurus BMRI lainnya, mencapai 9,24 juta unit saham. Pengamat Pasar Modal Budi Frensidy menilai, sejatinya para bankir tidak wajib mempunyai saham dari perusahaan tempat mereka bekerja. Kalau punya, mereka punya hak sama seperti pemegang saham lainnya, yaitu menerima dividen, menikmati capital gain, serta profit taking. Senior Faculty LPPI Moch Amin Nurdin menilai, hal wajar jika jajaran direksi maupun komisaris bank memiliki kekayaan dari kepemilikan saham pada bank yang mereka pimpin.
SMLE Bakal Memacu Ekspansi Pasar
Bank Sampoerna Targetkan Kredit Meningkat 15%
Samsung Akan Dapat Dana CIp US$ 6 Miliar
Destinasi Kuliner Ruang Terbuka Dibidik
Destinasi kuliner di Jakarta terus semarak dengan
bertambahnya ritel-ritel baru makanan dan minuman. Summarecon Mall Kelapa
Gading meresmikan Gafoy, destinasi kuliner untuk melengkapi fasilitas pusat
perbelanjaan di Jakut itu. Merujuk data BPS tahun 2022, jumlah usaha penyedia
makanan dan minuman skala menengah besar sebanyak 10.900 usaha, tumbuh 20,76 %
secara tahunan. Usaha penyedia makanan dan minuman skala menengah besar di
Pulau Jawa terbanyak berada di Provinsi DKI Jakarta dan Jabar. Sekitar 50,44 %
usaha makanan dan minuman tersebut berlokasi di mal/pertokoan. Presdir PT Summarecon
Agung Tbk Adrianto P Adhi mengemukakan, industri makanan dan minuman bertumbuh
sangat pesat, tidak hanya dari sisi jumlah, tetapi juga inovasi. Pihaknya
menangkap peluang bisnis makanan dan minuman itu dengan melakukan transformasi
bisnis serta destinasi kuliner yang kekinian dan menyasar berbagai lapis usia.
Pusat kuliner Gafoy di kawasan Mal Kelapa Gading yang terdiri
dari beragam restoran dan kafe berkonsep semiterbuka dinilai melengkapi
eksplorasi kuliner dan hiburan kaum urban modern di segala usia. Kawasan itu
menempati area seluas 11.000meter persegi (m2) dengan luasan area sewa 8.500 m2
yang akan diisi 22 tenant. Nilai investasi pembangunan Gafoy Rp 100 miliar. ”Gafoy
melengkapi destinasi kuliner dan transformasi bisnis makanan dan minuman sehingga
mengundang tenant-tenant pilihan,” ujar Adrianto dalam peresmian pusat kuliner
Gafoy, di Jakarta, Kamis (14/3). Director Summarecon Soegianto Nagaria
menambahkan, masyarakat semakin menyukai dan mencari konsep ruang terbuka
dengan sirkulasi udara yang baik. Gafoy didesain dengan konsep ruang terbuka
(outdoor) sekaligus ruang tertutup (indoor), serta ruang untuk komunitas.
Konsep ruang semiterbuka itu juga akan terus dikembangkan pada proyek-proyek
township Summarecon lainnya. (Yoga)
Sahur Jadi Waktu Favorit ”Check Out” Belanja Daring
Selama Ramadhan, perilaku belanja melalui platform
perdagangan secara elektronik atau e-dagang mengalami pergeseran. Waktu sahur
diyakini para pengelola lokapasar sebagai waktu saat paling banyak terjadi
transaksi belanja daring. ”Waktu check out (bayar belanja daring) selama
Ramadhan dan hari biasa itu berbeda. Selama Ramadhan, check out meningkat
signifikan pada waktu sahur sampai pagi (memasuki jam kerja). Siang (masih di
jam kerja) juga masih ada yang check out,” ujar Senior Vice President
Campaigns, Traffic, and Onsite Marketing Lazada Indonesia Amelia Tediarjo,
Kamis (14/3) di Jakarta.
Pada jam-jam tertentu yang difavoritkan untuk belanja daring
selama bulan Ramadhan, imbuh Amelia, platform lokapasar, seperti Lazada, bisa
mencatatkan kenaikan transaksi hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa. Berdasarkan
survei yang digelar Lazada Indonesia baru-baru ini terhadap 600 pelanggan
berusia 19-35 tahun, 89 % di antaranya mengaku kebutuhan untuk Ramadhan cenderung
lebih banyak dari bulan-bulan lainnya. Sebanyak 88 % responden mengatakan sudah
memiliki perencanaan daftar belanja Ramadhan sejak satu-dua peKan sebelum hari
pertama puasa. Amelia menambahkan, di antara pengguna platform Lazada, terdapat
kelompok konsumen yang selalu memaksimalkan diskon. (Yoga)









