Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10114 )Pusat Perbelanjaan, Tujuan Wisata Keluarga
Seiring perkembangan zaman, pusat perbelanjaan atau mal kini tak sekadar sebagai tempat tujuan berbelanja, tetapi sudah bergeser menjadi tempat mencari hiburan, menyalurkan hobi, bahkan rekreasi untuk keluarga. Pembangunan mal di kota-kota besar pun mulai mengusung konsep mal keluarga untuk memenuhi kebutuhan sosial masyarakat modern. Tak ayal, pada libur Lebaran yang lalu tak hanya tempat wisata yang ramai, mal-mal di sejumlah daerah pun menjadi tempat favorit yang dikunjungi warga dan pemudik untuk sekadar hangout ataupun rekreasi bersama keluarga. Bagi sebagian keluarga, mengunjungi mal bisa menjadi kegiatan wisata tersendiri. Tingginya pergerakan masyarakat ke pusat-pusat perbelanjaan saat libur Lebaran terlihat dari pantauan mobilitas penduduk (mobility index) Google yang mulai meningkat satu minggu jelang Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriah. Pada minggu terakhir Ramadhan, masyarakat berbondong-bondong ke mal untuk berbelanja kebutuhan Lebaran, seperti membeli baju baru, sepatu baru, juga kebutuhan lain untuk berlebaran. Peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat pada bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri tersebut membuat kinerja penjualan ritel atau eceran April 2022 meningkat secara bulanan, tecermin dari Indeks Penjualan Riil April 2022 hasil Survei Penjualan Eceran BI yang tercatat sebesar 219,3 atau secara bulanan tumbuh 6,8 % dibandingkan Maret 2022 sebesar 205,3. Peningkatan terjadi pada sebagian besar kelompok, terutama kelompok peralatan informasi dan komunikasi, makanan, minuman dan tembakau, serta subkelompok sandang (meningkat 6,1 %).
Animo masyarakat menjadikan mal sebagai tujuan wisata keluarga memicu munculnya konsep-konsep baru pembangunan mal yang mengikuti tren kekinian. Para pengelola mal melakukan renovasi dan perubahan konsep agar menarik lebih banyak pengunjung menghabiskan waktu di mal untuk mencari hiburan atau rekreasi bersama keluarga. Transformasi pun dilakukan sejumlah pusat perbelanjaan yang mengubah konsep one stop shopping menjadi family mall dengan memperbanyak ruang-ruang untuk rekreasi keluarga, baik dalam ruang maupun luar ruang. Mal Neo Soho, Jakarta Barat, misalnya, menjadi living planet indoor terbesar di Indonesia karena terdapat wisata Jakarta Aquarium dan Safari di dalamnya. Obyek wisata bawah laut di dalam mal yang sangat menarik, edukatif, dan instagrammable. Sky Rink Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat, salah satu arena seluncuran es terluas di Asia Tenggara, juga menjadi pilihan bagi keluarga berekreasi. Kemudian ada KidZania, yaitu wahana bermain sekaligus edukasi bagi anak-anak, di Jakarta dan Surabaya. Konsep wisata salju buatan di dalam mal yang ada di Transmart Mall Bekasi juga menjadi destinasi wisata yang menarik. Terbaru adalah transformasi yang dilakukan Sarinah, pusat perbelanjaan tertua di Indonesia. Dengan area terbuka yang semakin luas, mal pun bergeser menjadi ruang bagi komunitas, memadukan literasi, kultur, dan produk UMKM. (Yoga)
Ada 18 Pasien Hepatitis Akut, 7 Meninggal
Kasus dugaan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya atau misterius di Indonesia terus bertambah. Hingga Rabu (11/5) lalu, Kementerian Kesehatan mencatat, ada 18 kasus hepatitis akut.
"Dari 18 kasus ini, pasien yang meninggal tujuh orang," kata Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso Mohammad Syahril, Jumat (13/5). Hanya, dari tujuh kasus meninggal, pemerintah belum menetapkan diagnosisnya sebagai hepatitis akut. Sementara dari 18 kasus dugaan hepatitis akut, sembilan masuk status pending clasification, tujuh discarded, satu dalam proses verifikasi, dan satu probable.
Menanti Buah Tangan Jokowi dari AS
Pada Selasa, 10 Mei 2022, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama rombongan, total berjumlah 62 orang, bertolak ke Amerika Serikat (AS) dengan mencarter pesawat Garuda Indonesia Boeing 777-300ER. Kunjungan itu dalam rangka lawatan kenegaraan sekaligus Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus negara ASEAN dengan AS. Agenda penting lainnya adalah Jokowi akan melakukan pertemuan khusus dengan para pemimpin perusahaan internasional. Tidak hanya dengan Jokowi rupanya, para pemimpin negara ASEAN lain ikut bertemu dengan para pengusaha AS di Intercontinental the Willard Hotel, Washington DC, Kamis (12/5). Tampak hadir dalam acara tersebut, Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo, US-ASEAN Business Council Ted Osius, Utusan Khusus untuk Perubahan Iklim John Kerry dan sejumlah pimpinan perusahaan AS, seperti Google, Chevron, Boeing, Qualcomm, ConocoPhillips, Marriot International, dan lainnya.
Presiden pun berharap ada kerja sama konkret yang menguntungkan dengan ASEAN , khususnya Indonesia. Pernyataan itu secara spesifik ditujukan kepada CEO perusahaan raksasa Amerika. Tak lupa, Jokowi membeberkan potensi kekuatan Indonesia dalam penyediaan bahan baku industri, penyediaan energi hijau, dan ekonomi digital. Adapun yang diandalkan adalah Indonesia sebagai penghasil bijih nikel terbesar di dunia, dan tengah berkembang pesat dalam industri besi serta baja stainless terbesar nomor dua di dunia. Pada kunjungan ke AS, Jokowi menerima kunjungan Chairman dan CEO Air Products, Seifi Ghasemi. Presiden menagih janji investasi perusahaan asal AS itu. Pada November 2021, di Dubai, perusahaan itu meneken MoU untuk investasi di Indonesia. Bahkan, sebagai implementasi itu, pada 24 Januari lalu, Jokowi lakukan groundbreaking industri hilirisasi coal to DME di Bukit Asam. Presiden pun menagih agar proyek tersebut segera direalisasikan.
Buku dan Budaya Baca
Pandemi Covid-19 kian memukul budaya baca dan penjualan buku di Indonesia. Tak mudah mendorong orang tua dan anak untuk menumbuhkan minat baca dan mencintai buku. Pandemi menggerus daya beli sehingga membeli buku atau bacaan lain jauh dari prioritas. Lagi pula, mengajak anak menikmati buku di perpustakaan atau took buku bukanlah kebiasaan umum orang tua di Indonesia. Sorotan atas keterpurukan budaya buku dan budaya baca di negeri ini bukan hal baru. Dalam Nusa Jawa: Silang Budaya (Gramedia Pustaka Utama, 1996), Profesor Denys Lombard, sarjana Perancis dengan kepakaran dalam sejarah Indonesia, mencatat, secara umum orang Indonesia sedikit sekali membaca. Penyebabnya, pertama, rendahnya tingkat melek huruf dan, kedua, sikap menentang setiap bentuk kegiatan perseorangan. Bagi kebanyakan orang Indonesia, membaca merupakan budaya individualisme. Secara tradisional, kegiatan kesusastraan Nusantara memang bersifat kolektif. Berupa kisah yang diceritakan pada sekelompok pendengar. Meskipun para penutur tradisi lisan lokal mulai pudar dan digantikan oleh pembaca berita dan pelawak di televisi atau pegiat Tiktok di media sosial, budaya lisan atau tutur telah menjadi bagian tradisi hidup kolektif.
Tak heran kalau orang Indonesia sangat sedikit membaca karya sastra modern, yang martabatnya tidak sama dengan di Eropa. Setiap orang Eropa terdidik sedikit banyak dituntun untuk mengetahui roman-roman besar kontemporer, sedangkan orang terdidik di negeri ini sama sekali tidak merasa malu mengatakan bahwa ia belum pernah membaca karya-karya sastra besar. Di Indonesia, sekalipun angka melek huruf relatif meningkat dua dekade terakhir, dominasi budaya visual (televisi) dan budaya digital (internet) relatif kurang menggerakkan budaya baca. Malahan dalam beberapa segi menjadi bagian dari kendala budaya baca. Karena itu, buku-buku sastra diterbitkan masih dengan oplah relatif kecil dan pembaca koran tidak banyak tumbuh dibandingkan peningkatan jumlah penduduk Indonesia. Bulan Mei ini ada dua hari penting. Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei dan Hari Buku Nasional pada 17 Mei, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Perpustakaan Nasional. Kedua hari ini amat terkait dengan buku, tentu saja jika buku dianggap sebagai media budaya untuk pencerdasan bangsa. Jika buku dianggap sebagai produk budaya, keterpurukan budaya buku dan budaya baca pun sebagian berakar pada budaya elite dan budaya massa yang berkembang. Diperlukan agenda budaya guna membentuk masa depan budaya baca dan perbukuan di negeri ini. Tentu saja, tidak seperti membalik telapak tangan. Apalagi snobisme virtual, menjadi buah bibir di media sosial, jauh lebih menarik bagi generasi kini. (Yoga)
Arah Subsidi BBM dan Tren Transisi Energi
Beban subsidi makin menekan APBN setelah tren kenaikan ICP / harga minyak mentah Indonesia melampaui 100 USD per barel sebagai dampak konflik geopolitik Rusia-Ukraina. Apalagi Kementerian ESDM memprediksi terjadi overkuota solar subsidi, pertalite, dan elpiji 3 kilogram sehingga makin membebani APBN 2022. Secara global,terdapat setidaknya tiga tema besar terkait subsidi energi dan perubahan iklim, yakni Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), transisi energi, dan dekarbonisasi. Salah satu komponen SDGs ialah akses energi bersih, andal, terjangkau, berkelanjutan. Tantangan strategis SDGs di bidang energi untuk Indonesia ialah menyelaraskan aspek akses dan keterjangkauan terhadap energi dengan peningkatan proporsi energi terbarukan dalam bauran energi serta peningkatan penggunaan energi yang berkelanjutan. Subsidi bahan bakar fosil yang mengurangi harga dan mendis- torsi pasar energy semakin mengurangi daya saing energi baru dan terbarukan (EBT). Pemerintah Indonesia juga mencanangkan sejumlah elemen strategi jangka panjang dengan target emisi nol karbon (net zero emission) ditahun 2050.
Mempertimbangkan kondisi cadangan dan produksi migas yang makin menurun, kontribusi sektor energi fosil terhadap ekspor yang berkurang, dan besarnya porsi subsidi bahan bakar fosil PNBP migas, maka mempertahankan subsidi fosil dinilai kurang efisien. Sebagian besar subsidi BBM dinikmati masyarakat menengah atas. Diperlukan ketegasan terhadap upaya transisi energi dengan target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) 29 % di 2030. Juga komitmen dan konsistensi terhadap kebijakan moratorium pembangunan PLTU batubara dan pengembangan kapasitas listrik berbasis EBT dengan target 48 persen di 2030. Postur subsidi energi ke depan idealnya selaras dengan arah dan kebijakan pemerintah dalam upaya transisi energy dan tujuan pembangunan berkelanjutan. (Yoga)
Mengelola Kelas Menengah
Kelas menengah menjadi tumpuan dalam pertumbuhan ekonomi negeri ini. Mereka mempunyai pengaruh yang kuat dalam konsumsi. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2022 sebesar 5,01 % secara tahunan. Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,43 % secara tahunan dan 0,19 % secara triwulanan. Kontribusinya terhadap PDB 53,56 %. Geliat konsumsi atau belanja pada masa Ramadhan dan Lebaran 2022 akan mengungkit pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2022, terindikasi dari indeks belanja sepanjang Ramadhan 2022 yang tumbuh 31 % menjadi 179,4, jauh di atas ambang batas indeks sebesar 100. Vice President for Industry and Regional Research Office of Enonomist Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dendi Ramdani, Kamis (12/5/2022), di Jakarta, mengatakan, kenaikan indeks belanja Ramadhan 2022 terjadi di semua kelompok penghasilan. Masyarakat berpenghasilan menengah berbelanja paling tinggi (Kompas, 13/5). Dalam konteks ini, pemerintah perlu mengelola potensi dan kekuatan kelas menengah. Ada beberapa kriteria tentang kelas menengah. Salah satunya adalah mereka yang mengeluarkan 2 USD hingga 20 USD per hari. Jika patokan ini yang dipakai, jumlah kelas menengah di Indonesia sekitar 100 juta jiwa.
Melihat proporsi yang besar itu, kelas menengah ini merupakan kekuatan signifikan. Langkah yang bisa dilakukan pemerintah adalah memberi keyakinan atau setidaknya sinyal kepada mereka bahwa pemerintah telah mengambil langkah tepat dalam mengelola ekonomi bersama otoritas keuangan lainnya. Sinyal ini dibutuhkan agar mereka tetap percaya diri dalam menghadapi sejumlah masalah sebagai akibat dari kenaikan harga pangan, kenaikan harga energi, penanganan pandemi, dan perang di Ukraina. Untuk itu, pemerintah dan otoritas moneter lebih berhati-hati mengambil kebijakan. BI perlu berhati-hati ketika hendak menaikkan suku bunga acuan. Di sisi lain, pemerintah perlu melanjutkan insentif dan perlu mendengarkan aspirasi politik mereka di tengah situasi yang tidak menguntungkan. Semua upaya itu pada intinya adalah mengelola kelas menengah secara hati-hati dan tenang. Mereka bisa diajak untuk bertindak, tetapi pemerintah sebaiknya tak melakukan langkah blunder. (Yoga)
MINYAK GORENG, Ombudsman RI Dalami Dugaan Maladministrasi Subsidi
Dua bulan sejak program minyak goreng bersubsidi dijalankan, harga minyak goreng curah di pasaran tak kunjung turun. Ombudsman RI mendalami dugaan malaadministrasi dalam program penyediaan minyak goreng bersubsidi dan mempertanyakan kemampuan pemerintah untuk mengendalikan harga. Pergerakan harga di sejumlah situs pemantauan harga komoditas, per Jumat (13/5), menunjukkan kenaikan harga minyak goreng curah. Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag, mencatat harga minyak goreng curah naik 0,58 % dalam sepekan menjadi Rp 17.300 per liter atau masih di atas HET Rp 14.000 per liter. Sementara Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional mencatat, harga minyak goreng curah Rp 19.100 per kg. Meski turun dibandingkan Rp 20.500 per kg pekan sebelumnya, angka itu di atas HET Rp 15.500 per kg. Komisioner Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, mengatakan, harga tak kunjung turun kendati program minyak goreng curah bersubsidi sudah berlangsung dua bulan. Hal itu memunculkan dugaan malaadministrasi dalam proses penyediaan dan penyaluran minyak goreng. Di sisi lain, larangan ekspor CPO dan turunannya, yang sudah berjalan dua pekan,tidak berdampak pada penurunan harga, hal ini memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan pemerintah mengendalikan harga, mulai dari tahap perencanaan kebijakan, implementasi, sampai pengawasan.
Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga menjelaskan, pasokan minyak goreng curah sebenarnya sudah melebihi kebutuhan. Target produksi April 2022, adalah 194.000 ton, sementara pasokan yang tersedia mencapai 214.000 ton atau 8,7 % di atas kapasitas yang diperlukan. Persoalan harga yang tak kunjung turun ditengarai akibat problem di jalur distribusi. Ada empat faktor yang menurut Sahat menjadi penyebab. Pertama, minyak goreng bersubsidi disalurkan sampai ke pelosok, bahkan ke daerah yang selama ini tidak pernah dipasok minyak goreng jenis curah. Kedua, masyarakat yang biasanya mengonsumsi minyak goreng kemasan diduga beralih ke curah yang harganya lebih murah, terlihat dari sejumlah ritel yang belakangan menurunkan harga minyak goreng kemasan premium. Ketiga, ada dugaan minyak goreng curah diekspor dalam bentuk minyak jelantah. Menurut Sahat, berdasarkan data asosiasi pengekspor minyak jelantah, pada April 2022, volume ekspor minyak jelantah justru naik dari biasanya 400.000 ton per bulan menjadi 700.000 ton per bulan. (Yoga)
Penjabat Dievaluasi Setiap Tiga Bulan
Penjabat kepala daerah pengganti kepala-wakil kepala daerah yang telah berakhir masa jabatannya tak bisa main-main dalam menjalankan tugasnya. Setiap tiga bulan mereka diwajibkan untuk membuat laporan pertanggungjawaban. Laporan menjadi bahan evaluasi sekaligus mekanisme pengawasan oleh pemerintah pusat. Mendagri Tito Karnavian dalam pidatonya saat melantik lima penjabat gubernur, di Kemendagri, Kamis (12/5) mengingatkan, ”Para penjabat wajib untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban tugas per tiga bulan sekali kepada Bapak Presiden melalui Mendagri, untuk gubernur. Bupati/wali kota kepada Mendagri melalui gubernur. Demikian mekanismenya.”
Seperti diberitakan sebelumnya, kelima penjabat gubernur yang dilantik adalah Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar, Penjabat Gubernur Babel Ridwan Djamaluddin dan Penjabat Gubernur Sulbar Akmal Malik, Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer dan Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw. Hingga 2023, total 271 kepala-wakil kepala daerah berakhir masa jabatannya. Penjabat kepala daerah akan memimpin ratusan daerah itu hingga Pemilihan Kepala Daerah Serentak Nasional 2024 melahirkan pimpinan definitif. Laporan pertanggungjawaban itu, kata Tito, sekaligus sebagai mekanisme kontrol agar para penjabat melaksanakan tugasnya sesuai dengan mandate yang diberikan. Masa jabatan penjabat selama satu tahun dapat diperpanjang oleh orang yang sama atau orang yang berbeda berbasis evaluasi kinerja tiga bulanan. ”
Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Herman Nurcahyadi Suparman menekankan pentingnya Kemendagri memiliki kerangka pemonitoran dan evaluasi dengan variabel dan indikator penilaian yang berfokus pada lima dimensi, yaitu tata kelola perencanaan, penganggaran, perancangan dan implementasi kebijakan, kelembagaan, serta pelayanan publik. Metode evaluasi tiga bulanan pun diharapkannya melibatkan multi-pemangku kepentingan, seperti DPRD, masyarakat sipil, media massa, akademisi, dan dunia usaha. ”Kemendagri juga perlu melakukan pengawasan melalui platform digital. Ini memberikan kesempatan pada semua komponen memberikan masukan,” ujarnya. (Yoga)
Dua Sisi Wajah Baru Malioboro di Yogyakarta
Sugiharti (50) dan putrinya masih berdiri di depan papan penanda jalan bertulis ”Jalan Malioboro”, di sisi timur trotoar Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Selasa (3/5). Sambil mengutak-atik telepon seluler, mereka menanti giliran berfoto. Sugiharti takjub dengan wajah Malioboro terkini. Trotoarnya lebar. Pedagang kaki lima (PKL) tak lagi memadati area trotoar. Kondisi terbaru kawasan tersebut membuatnya lebih nyaman buat berwisata. Arofah (34), pengunjung asal Malang, Jatim, juga mengaku baru kali ini dia dan keluarga bisa menyantap makanan di bangku trotoar. ”Saat masih ada PKL, kondisi trotoar tidak nyaman. Biasanya terganggu kerumunan dan suara pedagang menawarkan dagangan,” ujar Arofah. Wajah baru Malioboro juga terasa menyenangkan bagi Rina (29), wisatawan asal Purwokerto, Jateng. Kelegaan ini membuatnya bisa berjalan nyaman tanpa gangguan deretan pedagang yang berjajar dan saling berhadapan, seolah mengepung setiap pengunjung yang melintas. Penataan jalur pedestrian Malioboro dimulai pada 2018. Namun, pemindahan PKL pada Februari 2022 benar-benar mengubah wajah jalan itu. Musim libur Lebaran tahun ini menjadi yang pertama kali Malioboro versi baru dijejali jutaan warga dan pelancong. Sebanyak 1.836 PKL Malioboro direlokasi ke Teras Malioboro I yang memanfaatkan bekas gedung bioskop Indra dan Teras Malioboro II di lahan bekas Kantor Dinas Pariwisata DIY. Kini, sepanjang Malioboro yang tampak ramai hanyalah wisatawan. Ada yang duduk-duduk di bangku, berjalan-jalan sambil mengemil kudapan, dan berswafoto di sekitar papan nama Jalan Malioboro. Yang lain duduk di bangku jalan menggelar acara makan bersama keluarga.
Walakin, longgarnya ruang di Malioboro masih kebablasan dimanfaatkan. Jalur pedestrian yang dikhususkan bagi pejalan kaki justru dimanfaatkan sejumlah orang memakai sepeda ataupun skuter listrik. Hal ini tentu membahayakan. Wajah baru ini juga disambut gembira oleh Yudi (30), sopir andong yang biasa mangkal di kawasan Malioboro. Kendati tidak berdampak langsung pada penghasilannya, dia mengaku lebih nyaman saat mangkal karena kondisi jalur pedestrian lebih bersih dan rapi. Sekalipun menyenangkan bagi para wisa- tawan, program penataan PKL masih menyisakan kekecewaan bagi sejumlah pedagang. Sejak direlokasi dan menempati lo- kasi baru di Teras Malioboro, mereka mengaku pemasukannya menurun. Walidi (56), pedagang kaus di Teras Malioboro I, kecewa karena penurunan omzet terjadi pada masa libur Lebaran yang biasanya jadi puncak pendapatan. ”Saat masih di emperan (trotoar), dari pagi hingga siang sekitar pukul 12.00 saja, saya sudah bisa mendapatkan Rp 10 juta. Namun, saat di sini (Teras Malioboro), pendapatan dari pagi hingga siang hanya sekitar Rp 100.000,” ujarnya. Ratna (41), pedagang aneka makanan khas, seperti bakpia, geplak, dan wajik, juga mengeluh karena relokasi itu membuatnya kehilangan kontak dengan pelanggan lama. ”Saya harus memulai dari awal, babad alas lagi,” ujar Ratna yang sudah berdagang di Malioboro sekitar 10 tahun. Penempatan PKL juga tidak dibagi berdasarkan produk dagangan. Contohnya, Ratna yang menjual makanan bercampur dengan pedagang kaus. Hasyim, pedagang topi di Teras Malioboro 1, lugas mengkritik penataan PKL yang membuat Malioboro kehilangan kekhasan. Setiap perubahan selalu menuai pro-kontra. Namun, seiring waktu, penataan Malioboro menjadi keniscayaan jika ingin beradaptasi menuju destinasi bertaraf internasional. (Yoga)
PLTGU Riau Perkuat Sistem Kelistrikan Sumatera
Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Riau berkapasitas 275 megawatt (MW) yang berlokasi di Kawasan Industri Tenayan, Pekanbaru, Riau. Pembangkit ini sekaligus mendorong biaya pokok penyedia (BPP) listrik lebih murah dan bersih. Menurut Menteri Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Indonesia masih memiliki potensi gas yang cukup banyak sekaligus menjadi komoditi energi yang penting, terutama dalam mendukung proses transisi energi. "Harus diupayakan, bisa menciptakan demand-demand baru agar kita bisa memenuhi kapasitas nasional seoptimum mungkin. Sehingga ultiliterasinya bisa maksimum," terang Arifin. Kapasitas listrik yang dihasilkan oleh PGLTU Riau kini dapat melistriki sekitar 360 ribu pelanggan rumah tangga dengan daya 900 VA. Tak hanya perkuat pasokan listrik, pembangunan PGTLU ini bisa disebut lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi yang lebih sedikit. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









