;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Saham Bank Himbara Terus Mencorong

16 May 2025

Meredanya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China memicu gelombang optimisme baru di pasar modal global, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat investor asing kembali masuk ke pasar saham domestik, terutama pada saham-saham perbankan pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Saham seperti PT Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) menjadi penopang utama penguatan IHSG dan IDXBUMN20 dalam dua hari terakhir.

Menurut Ekky Topan, Investment Analyst dari Infovesta Kapital Advisori, saham bank Himbara yang sebelumnya tertinggal (lagging) kini mengalami pembalikan tren karena valuasinya menarik dan fundamentalnya kuat. Hal ini diperkuat oleh pernyataan M. Adityo Nugroho, Senior Investment Information dari Mirae Asset, yang menyebut investor asing aktif kembali memburu aset-aset berpotensi tinggi di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara, menyambut baik apresiasi pasar terhadap saham Himbara dan menyatakan bahwa tren positif ini mencerminkan optimisme terhadap fundamental sektor perbankan nasional. Bank Mandiri sendiri mencatat pertumbuhan kredit 16,5% YoY di kuartal I/2025, menunjukkan performa yang solid.

Sementara itu, Okki Rushartomo, Corporate Secretary BNI, menegaskan bahwa perseroan terus menjaga kinerja yang positif untuk menjaga kepercayaan investor. Dengan arus masuk dana asing yang sudah mencapai Rp4,51 triliun dalam dua hari, serta meningkatnya minat risiko dan likuiditas pasar, outlook sektor perbankan pelat merah ke depan dinilai sangat menjanjikan dan berpotensi terus menopang kebangkitan IHSG dan indeks BUMN.


Indeks Komposit Berada di Jalur Positif

16 May 2025

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus level psikologis 7.000 pada Kamis (15/5), didorong oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik yang memberikan sentimen positif terhadap pasar saham Indonesia. Salah satu pendorong utama adalah kesepakatan sementara tarif dagang antara Amerika Serikat dan China, yang menetapkan tarif resiprokal sebesar 115% selama 90 hari. Hal ini memberi sinyal positif kepada pasar global, termasuk Wall Street yang mengalami reli signifikan, dan berdampak menular ke bursa saham Asia, termasuk Indonesia.

Di dalam negeri, penguatan IHSG dipimpin oleh saham-saham Bank BUMN seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), dan Bank Tabungan Negara (BBTN), yang dalam dua hari terakhir mencatat kenaikan signifikan. Menurut analis, valuasi saham-saham ini masih tergolong murah, dan menjadi incaran investor institusi.

Salah satu sentimen positif utama datang dari potensi aliran dana besar dari dua lembaga keuangan strategis. BPI Danantara, pengelola dividen bank BUMN, diperkirakan akan mengalokasikan dananya ke saham bank BUMN sebagai portofolio jangka panjang. Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan berencana menaikkan porsi investasi saham dari 10% menjadi 20%, yang bisa mengalirkan dana hingga Rp25 triliun per tahun ke pasar modal.

Penguatan ini tercermin dari kinerja indeks IDXBUMN20, yang sejak awal tahun 2025 menjadi satu-satunya indeks yang mencatatkan kinerja positif sebesar 3,92%, melampaui IHSG yang masih terkoreksi 0,56%. Hal ini menunjukkan bahwa saham-saham BUMN tengah menjadi primadona investor di tengah dinamika pasar global.


Kufpec Siap Tanam Investasi di Blok Anambas

16 May 2025

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi menyetujui rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) 1 Blok Anambas oleh Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (Kufpec), menandai langkah penting dalam investasi sektor hulu migas Indonesia.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyambut baik persetujuan ini dan menilai bahwa keterlibatan Kufpec—perusahaan minyak besar dari Timur Tengah—menjadi sinyal kuat bahwa iklim investasi migas di Indonesia tetap menarik bagi pelaku industri global. Ia menegaskan bahwa proyek ini akan meningkatkan ketahanan energi nasional, terutama setelah mencapai keputusan investasi akhir (FID) dan memasuki tahap produksi (onstream) yang ditargetkan pada awal 2028.

Blok Anambas akan dikelola Kufpec selama 30 tahun hingga 2049 berdasarkan skema kontrak gross split. Proyek ini diharapkan menghasilkan 55 juta kaki kubik gas per hari (MMscfd) dan 2.000 barel kondensat per hari, dengan total cadangan mencapai 185 BCF gas dan 7 juta barel kondensat. Nilai investasinya diproyeksikan mencapai US$1,54 miliar, dengan komitmen pasti selama tiga tahun pertama sebesar US$35,2 juta, serta bonus tanda tangan sebesar US$2,5 juta.

Langkah ini tidak hanya memperkuat kerja sama internasional, tetapi juga mempertegas komitmen pemerintah dalam menjaga kelangsungan pasokan energi dalam negeri.


Australia Kian Serius Jadikan RI Mitra Strategis

16 May 2025

Pertemuan bilateral antara Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat kedua negara dalam mempererat hubungan strategis di kawasan Asia Tenggara dan Indo-Pasifik. PM Albanese menyatakan bahwa Indonesia merupakan mitra penting bagi Australia dalam mendorong kemakmuran, keamanan, dan stabilitas regional, sembari menekankan kunjungannya ke Indonesia sebagai bentuk nyata dari prioritas hubungan bilateral ini.

Presiden Prabowo menyambut baik dukungan Australia terhadap Indonesia, termasuk kemudahan visa bisnis lima tahun, fasilitas pendidikan bagi pelajar Indonesia di Australia, serta dukungan atas pencalonan Indonesia di CPTPP dan OECD. Ia juga mengapresiasi peran aktif Australia dalam mendorong keterlibatan Indonesia di kawasan Pasifik Selatan.

Kedua pemimpin menunjukkan tekad bersama untuk memperkuat kerja sama lintas bidang, menjadikan hubungan Indonesia-Australia semakin strategis dan saling menguntungkan di tengah dinamika geopolitik kawasan.



Petani Kelapa Sawit Tercekik Pungutan Ekspor

16 May 2025
Kenaikan tarif pungutan ekspor (PE) produk sawit dari 7,5% menjadi 10% berdasarkan PMK No. 30/2025 menuai kecemasan dari pelaku industri dan petani kelapa sawit. Alih-alih mendorong produktivitas dan nilai tambah di tingkat petani, kebijakan ini justru dinilai memperberat beban industri dan menekan harga tandan buah segar (TBS) serta crude palm oil (CPO).

Eddy Martono, Ketua Umum Gapki, menyatakan bahwa tambahan beban ekspor akan memperlemah daya saing sawit Indonesia dibandingkan negara pesaing seperti Malaysia, karena beban ekspor total bisa melebihi US$ 221 per metrik ton.

Iqbal Prastowo, Sekretaris Perusahaan PT Cisadane Sawit Raya Tbk, menilai kebijakan ini bisa menurunkan harga pasar dan berdampak negatif terhadap pendapatan perusahaan sawit, meski volume ekspor tidak turun signifikan.

Di sisi petani, Sabarudin, Ketua Umum Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), menolak kenaikan PE karena langsung menekan harga TBS di tingkat petani, yang bisa turun Rp 300–Rp 500 per kg. Ia juga mengkritik alokasi dana pungutan yang 90% digunakan untuk subsidi biodiesel, yang lebih menguntungkan konglomerat daripada petani kecil.

Sabarudin menuntut agar dana pungutan diefektifkan untuk program peremajaan sawit rakyat (PSR), bantuan bibit, pupuk, dan infrastruktur, mengingat realisasi PSR masih jauh dari target yang pernah dipasang oleh Presiden Joko Widodo, yakni 180.000 ha per tahun.

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute juga menegaskan pentingnya pengelolaan dana PE yang transparan dan berpihak pada petani, agar kebijakan ini benar-benar mendukung kesejahteraan mereka.

Kenaikan pungutan ekspor sawit lebih banyak membawa dampak negatif dibanding manfaat, dan menuntut agar kebijakan tersebut dikaji ulang serta diimbangi dengan distribusi manfaat yang lebih adil kepada petani sawit.

Ekspansi Jadi Senjata Utama 2025

16 May 2025
Meski laba bersih PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) turun 5% yoy menjadi Rp 565 miliar pada kuartal I-2025 karena faktor non-operasional seperti beban pajak dan kontribusi asosiasi yang menurun, prospek pertumbuhan perusahaan tetap kuat berkat ekspansi bisnis dan diversifikasi usaha.

Sukarno Alatas, Analis Senior Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai bahwa secara operasional AKRA masih tangguh dengan pendapatan naik 4,5% yoy menjadi Rp 10,26 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan volume distribusi serta lonjakan pendapatan utilitas dari Kawasan Ekonomi Khusus Gresik (JIIPE).

Indy Naila, Investment Analyst dari Provina Visindo, menyebut tantangan eksternal seperti lemahnya PMI manufaktur dan daya beli masyarakat dapat menjadi hambatan, namun ekspansi SPBU dan diversifikasi bisnis AKRA masih menjadi penopang kinerja. Target laba bersih Rp 2,5 triliun dinilai realistis tahun ini.

Hasan Barakwan, Analis Maybank Sekuritas Indonesia, memperkirakan bahwa distribusi bahan bakar dan kimia dasar akan tetap menjadi kontributor utama pendapatan, sementara JIIPE diproyeksikan menyumbang hingga 30% dari laba bersih AKRA pada 2025–2026.

Layanan Paylater Perbankan Tumbuh Pesat

16 May 2025
Layanan Buy Now Pay Later (BNPL) milik perbankan terus menunjukkan pertumbuhan pesat di awal 2025, mencerminkan minat masyarakat yang tinggi terhadap metode pembayaran ini. Data OJK menunjukkan outstanding BNPL perbankan per Maret 2025 mencapai Rp 22,78 triliun, tumbuh 32,18% secara tahunan, dengan jumlah pengguna naik menjadi 24,56 juta.

Bank Mandiri, lewat produk Livin PayLater, mencatat pertumbuhan frekuensi transaksi hingga 2,8 kali lipat dan jumlah pengguna naik 2,3 kali lipat dalam tiga bulan pertama tahun ini. M. Ashidiq Iswara, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, menekankan bahwa pertumbuhan disertai peningkatan kualitas kredit.

Bank BCA juga menunjukkan lonjakan signifikan dengan outstanding paylater tumbuh 96% secara tahunan. Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication BCA, menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut tetap dibarengi prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang ketat.

Allo Bank, sebagai bank digital, mengalami lonjakan transaksi paylater lebih dari 200% yoy. Indra Utoyo, Direktur Utama Allo Bank, menyebut strategi risk-based pricing diterapkan untuk menyeimbangkan risiko dengan tingkat bunga yang sesuai profil nasabah.

Meski prospeknya menjanjikan, Trioksa Siahaan, SVP Head of Research LPPI, mengingatkan perlunya selektivitas perbankan agar pertumbuhan BNPL tidak menciptakan risiko kredit bermasalah (NPL) ke depan.

Dengan demikian, meski layanan BNPL membuka peluang pertumbuhan konsumsi dan kredit, pengawasan dan seleksi ketat dari perbankan tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas kualitas aset.

Ratusan Kasus Korupsi Dana Desa sebagai Peringatan untuk Koperasi Merah Putih

15 May 2025

Dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, pekan lalu, diputuskan bahwa Koperasi Merah Putih (KMP) didesain sebagai penyalur utama pupuk bersubsidi, elpiji, serta bahan pokok seperti beras dan minyak goreng. KMP juga didesain sebagai koperasi serba usaha. KMP bisa membuat gerai unit usaha simpan pinjam juga penyalur bansos dan bantuan pemerintah, dengan pembiayaan sampai Rp 3 miliar dari bank anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) per KMP. Pembiayaan bisa bertambah jika koperasi terus berkembang. Monopoli komoditas disertai pembiayaan miliaran rupiah itu memunculkan kekhawatiran akan praktik korupsi. Terlebih jika pengelola koperasi tak memahami seluk-beluk tata kelola keuangan. Berkaca pada pengelolaan dana desa, tercatat ada 591 kasus korupsi sepanjang 2014 hingga 2024, yang melibatkan 640 terdakwa dan menyebabkan kerugian negara Rp 598,13 miliar.

Terdakwa paling banyak ialah kepala desa/mantan kades/penjabat kades, mencapai 61,52 %. Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini, pada Rabu (13/5) mengatakan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pilar ekonomi kerakyatan memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian ekonomi nasional. Namun, untuk menjadi lembaga ekonomi yang modern, profesional, dan mampu bersaing, koperasi tidak bisa lagi dikelola secara konvensional. Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi memahami pentingnya kapasitas pengelola koperasi agar program itu bisa sukses. Ia juga memahami potensi penyalahgunaan dana yang digulirkan untuk program tersebut. Karena itu, sejumlah langkah telah disiapkan. Pemerintah akan memberikan pelatihan dan pendampingan. Untuk mencegah potensi penyalahgunaan, kepala desa akan ditetapkan sebagai ketua pengawas. (Yoga)


Bisnis Baru Trump di Timur Tengah

15 May 2025

Lawatan Presiden AS, Donald Trump selama empat hari sejak Selasa (13/5) ke tiga negara Arab Teluk: Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab mengejar transaksi bisnis. Keputusan Trump, seperti pada periode pertama kepresidenannya tahun 2017, memilih Arab Saudi sebagai tujuan lawatan awal periode keduanya menggarisbawahi kemitraan erat AS-Arab Saudi, namun relasi mereka lebih bersifat transaksional. Riyadh memastikan aliran minyak ke AS dengan imbalan perlindungan keamanan Washington. Dalam lawatannya ke Arab Saudi pada hari pertama, Trump meraup komitmen Riyadh untuk berinvestasi di AS dengan nilai 600 miliar USD plus membeli persenjataan senilai 142 miliar USD. Kesepakatan juga dijalin di bidang energi, kecerdasan buatan (AI), dan teknologi.

Perusahaan Arab Saudi, Data Volt, akan menggelontorkan 20 miliar USD dalam proyek-proyek AI di AS. Produsen cip AS, Nvidia, akan mengirimkan 18.000 cip ke Arab Saudi guna membantu proyek pusat data baru kecerdasan buatan yang sedang dikembangkan Arab Saudi (Kompas.id, 14/5). Selama di Riyadh, hari kedua sebelum bertolak ke Qatar, Trump bertemu Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, yang sebelumnya jadi buron AS. Trump juga mengumumkan rencana pencabutan sanksi AS terhadap Suriah, imbalannya bisa berupa akses pada ladang-ladang minyak Suriah, proyek tower Trump di Damaskus, dan adanya jaminan Suriah terkait keamanan Israel (The Guardian, 14/5). (Yoga)


Kemungkinan Besar Perlambatan Ekonomi Akan Berlanjut Sepanjang Tahun 2025

15 May 2025

Permata Bank melalui kajian Permata Institute for Economic Research (PIER) memprediksi, kemungkinan besar, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 melambat menjadi 4,5-5 %. Ketidakpastian iklim perdagangan global mendorong perusahaan untuk menunda investasi dan rencana ekspansi. Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede mengatakan, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) diperkirakan melambat dari 5,03 % pada 2024 menjadi 4,5 % hingga 5 % pada 2025, lebih rendah dari proyeksi awal tahun ini yang sebesar 5,11 %.

”PIER memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 akan melambat, lebih rendah dari target sebelumnya. Ketidakpastian perang dagang yang meningkat mendorong perusahaan untuk menunda investasi dan rencana ekspansi,” kata Josua, Rabu (14/5). Oleh karena itu, pemerintah harus merespons dengan kebijakan fiskal yang lebih ekspansif dan stimulus yang tepat sasaran agar konsumsi dan investasi domestik kembali bergerak. Perlambatan ekonomi Indonesia sudah terlihat sejak awal tahun 2025. BPS mencatat, pertumbuhan PDB Indonesia pada triwulan I-2025 sebesar 4,87 % secara tahunan, lebih rendah dibanding 5,02 % pada triwulan sebelumnya dan menjadi laju paling lambat sejak triwulan III-2021. (Yoga)