;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Sinyal Risiko di Pasar Keuangan Semakin Kuat

16 Dec 2024
Pekan ini, pasar keuangan akan fokus pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) dan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed, yang akan menentukan arah suku bunga acuan. Menurut Ratih Mustikoningsih, Financial Expert Ajaib Sekuritas, The Fed diproyeksikan memangkas suku bunga sebesar 25 bps menjadi 4,25%-4,5%, sementara BI kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga di 6% untuk menopang nilai tukar rupiah yang melemah hingga Rp 16.000 per dolar AS.

Dimas Krisna Ramadhani, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, menambahkan bahwa keputusan BI mempertahankan suku bunga dapat memperbesar selisih dengan Fed rate, yang diharapkan mendorong aliran dana masuk ke Indonesia. Namun, Oktavianus Audi, Vice President Kiwoom Sekuritas, mencatat bahwa kebijakan Donald Trump dapat memperlambat pemangkasan suku bunga The Fed di masa depan, meningkatkan volatilitas pasar.

Fikri C. Permana, Senior Economist KB Valbury Sekuritas, memproyeksikan depresiasi rupiah berlanjut hingga 2025, dengan kisaran Rp 16.000–Rp 16.100 per dolar AS. Ketidakpastian global dan kebijakan tarif AS menjadi faktor utama yang mengurangi minat investasi di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sementara itu, untuk pasar saham, Ratih Mustikoningsih dan Oktavianus Audi memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran 7.200–7.550 hingga akhir tahun. Pelaku pasar masih bersikap hati-hati (wait and see), menanti kepastian dari keputusan RDG BI dan FOMC.

Fluktuasi Rupiah Bisa Ganggu Anggaran Negara

16 Dec 2024
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah, menimbulkan risiko signifikan bagi stabilitas anggaran negara. Pada Jumat (13/12), rupiah ditutup di Rp 15.987 per dolar AS, melampaui asumsi APBN 2024 sebesar Rp 15.000.

Fikri C. Permana, Senior Economist KB Valbury Sekuritas, menyebut pelemahan rupiah ini dipicu volatilitas pasar global, yang membuat investor lebih berhati-hati. Meski Bank Indonesia telah melakukan intervensi, pelemahan rupiah tetap meningkatkan beban APBN, khususnya pembayaran utang luar negeri, yang dapat melonjak lebih besar di tahun 2025.

Myrdal Gunarto, dari Bank Maybank Indonesia, menyoroti dampak depresiasi rupiah terhadap subsidi energi dan stabilitas fiskal. Setiap pelemahan Rp 100 per dolar AS, berpotensi menambah defisit APBN hingga Rp 3,4 triliun. Ia juga menekankan dampak negatif pelemahan rupiah terhadap sektor yang bergantung pada impor, seperti industri otomotif.

Namun, Myrdal optimistis ekonomi Indonesia masih memiliki cadangan devisa kuat senilai US$ 150,24 miliar per November 2024, yang dapat mengurangi dampak buruk pelemahan rupiah. Meskipun begitu, ekonomi Indonesia akan tetap terpengaruh oleh kebijakan global, terutama dari Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump dan kebijakan The Fed.

Harapan pada Program Makan Gratis

16 Dec 2024
Kinerja sektor unggas diprediksi akan tetap positif di tahun 2025, didorong oleh program makan bergizi gratis dan perbaikan harga di pasar. Abdul Azis Setyo Wibowo, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai program ini akan meningkatkan permintaan daging ayam, membantu mengurangi oversupply, serta mendorong kenaikan harga anak ayam umur sehari (DOC) dan ayam hidup (livebird). Selain itu, program swasembada pangan juga berpotensi menstabilkan harga, mengurangi biaya, dan meningkatkan margin.

Namun, risiko tetap ada, seperti potensi kenaikan harga pakan akibat fluktuasi harga komoditas global dan kemungkinan penurunan daya beli masyarakat. Nafan Aji, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, menyoroti bahwa tekanan harga pakan masih dapat dikelola jika kenaikannya bersifat moderat.

Victor Stefano, Analis BRI Danareksa Sekuritas, memperkirakan oversupply ayam broiler akan berkurang pada 2025, dari 600.000 ekor pada 2024 menjadi 397.000 ekor. Hal ini didorong oleh penurunan kuota impor grand parent stock sebesar 15% pada 2024 serta pertumbuhan permintaan yang sejalan dengan pertumbuhan PDB nasional. Program makan bergizi gratis yang akan diluncurkan pada Januari 2025 oleh Badan Gizi Nasional juga akan membantu menyerap kelebihan pasokan ayam, membuka pasar baru, dan memungkinkan emiten menjual dengan margin yang lebih baik.

Victor memperkirakan harga jagung dan bungkil kedelai masing-masing naik 5,3% dan 5,4% secara tahunan (yoy) pada 2025. Meski margin pakan cenderung lebih rendah, margin di bisnis peternakan komersial dan pembibitan diproyeksikan lebih tinggi, sehingga mempertahankan prospek sektor unggas yang positif.

Investor Asing Tetap Percaya pada Saham Perbankan

16 Dec 2024
Menjelang akhir tahun, harga saham sektor perbankan, terutama bank besar, terus mengalami tekanan akibat aksi jual investor asing yang signifikan. Data menunjukkan bahwa selama sebulan terakhir, investor asing menjual saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) sebesar Rp 7,27 triliun, Bank Mandiri (BMRI) Rp 1,23 triliun, Bank Negara Indonesia (BBNI) Rp 595 miliar, dan Bank Central Asia (BBCA) Rp 1,29 triliun.

Nafan Aji Gusta, Senior Technical Analyst di Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menyebut salah satu faktor aksi jual ini adalah ketidakpastian terkait rumor pembentukan lembaga baru, Danantara, yang dikabarkan akan mengelola bank pelat merah. Hal ini membuat investor asing lebih berhati-hati. Namun, Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment di Pilarmas Investindo Sekuritas, menilai bahwa faktor global lebih dominan dibanding isu Danantara.

Sementara itu, Kiswoyo Adi Joe, Head of Investment di Nawasena Abhipraya Investama, menganggap keluarnya investor asing merupakan bagian dari strategi dan tidak perlu dikhawatirkan. Ia optimistis saham perbankan akan mengalami pemulihan, bahkan merekomendasikan pembelian saham BBRI dengan target harga Rp 7.000, BBCA Rp 11.500, BMRI Rp 8.500, dan BBNI Rp 7.000. Nico juga memperkirakan saham perbankan berpeluang naik dalam jangka panjang, terutama bank-bank dalam kategori KBMI 4.

Arah Suku Bunga Global di Tahun Depan

16 Dec 2024
Pekan ini menjadi momentum penting bagi arah kebijakan moneter global, dengan 22 bank sentral dari berbagai negara menggelar pertemuan, termasuk The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat yang menjadi perhatian utama. The Fed diprediksi memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps), meski ancaman inflasi akibat kebijakan tarif pemerintahan Presiden Donald Trump dapat membatasi penurunan lebih lanjut. David Wilcox, Direktur Penelitian Ekonomi AS di Bloomberg Economics, menyebut kebijakan Trump menambah tantangan bagi The Fed dalam menentukan langkah ke depan.

Setelah The Fed, Bank of Japan (BOJ) dan Bank of England (BOE) diperkirakan akan menahan suku bunga, dengan negara-negara Eropa lainnya juga cenderung mempertahankan kebijakan moneter mereka. Namun, Riksbank Swedia kemungkinan akan memangkas suku bunga untuk kelima kalinya tahun ini.

Di Asia Tenggara, Bank Indonesia dan bank sentral Filipina diproyeksikan menurunkan suku bunga sebesar 25 bps, sementara Bank of Thailand diperkirakan menahan suku bunga di level 2,25%. Sementara itu, People's Bank of China (PBOC) berencana melonggarkan kebijakan moneter tahun depan dengan memotong suku bunga dan menurunkan giro wajib minimum. Wang Xin, Direktur Biro Penelitian PBOC, menyatakan langkah ini bertujuan mendorong pembiayaan untuk sektor ekonomi riil yang saat ini melambat.

Geliat IPO Jumbo di Akhir Tahun

16 Dec 2024
Menjelang akhir tahun 2024, BEI diramaikan oleh kehadiran empat perusahaan yang siap mencatatkan sahamnya. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY), PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG), dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) memanfaatkan momentum akhir tahun untuk menggalang dana segar, dengan total potensi dana mencapai Rp 11,8 triliun. Berada di urutan pertama  adalah Adaro Andalan yang merupakan anak usaha PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Emiten pertambangan batu bara milik konglomerat Garibaldi 'Boy' Thohir ini berhasil menggalang dana Rp 4,32 triliun melalui penawaran saham yang berlangsung pada 29 November-3 Desember 2024, menjadikannya salah satu aksi korporasi terbesar tahun ini. AADI sukses mencatatkan (listing) sahamnya di BEI pada 5 Desember kemarin, dan mencapai hattrick dengan menyentuh batasan auto ini diparkir di level Rp 9.200 atau naik 65,76% hanya dalam waktu 10 hari sejak listing perdana. (Yetede)

Suku Cadang RI Diminati Timur Tengah dan Afrika yang Mendatangkan Transaksi US$ 4,4 Juta

16 Dec 2024
Produk suku cadang kendaraan bermotor asal Indonesia  berhasil menarik minat pembeli dari kawasan Timur  Tengah dan Afrika. Hal itu terbukti  transaksi sebesar US$ 4,4 juta  atau sekitar Rp 70 miliar di Automchanika Dubai 2024 pada 10-12 Desember 2024. Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Dubai Widy Haryono menerangkan, keikutsertaan pada Automechanika Dubai 2024 adalah langkah stratgeis untuk membawa produk suku cadang Indonesia meramah pasar Timur Tengah dan Afrika. Apalagi, Dubai telah memposisikan diri sebagai hub perdagangan dunia. Dia menjelaskan, pameran Automechanika Dubai ini strategis dimanfaatkan para pelaku usaha  Indonesia untuk menyasar buyer. Tidak hanya di kawasan , tetapi juga buyer dari seluruh Indonesia. "Indonesia mampu menghasilkan produk suku cadang kendaraan bermotor berkualitas dan bersaing di pasar global. Hal ini terlihat dari capaian potensi transaksis sebesar USD 4,4 juta pada Automechanika Dubai 2024," ucap Widy. (Yetede)

Hindari Beli Tiket Penyebrangan di Menit-menit Terakhir

16 Dec 2024
Operator angkutan kapal penyebrangan PT ASDP Indonesia Ferry menghimbau masyarakat untuk tidak membeli tiket di menit- menit akhir atau H minus 1 (H-1) masa puncak periode angkutan natal 2024 dan tahun baru 2025, 22-23 Desember 2024.Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengatakan, himbauan tersebut untuk mencegah antrian panjang penumpang kendaraan kepadatan di Pelabuhan Merak dan Bakauheni. "Kini tiket sudah bisa dibeli H-60 keberangkatan. Mohon, pastikan Anda sudah bertiket paling lambat H-1 keberangkatan dan tiba di pelabuhan sesuai dengan jadwal yang tertera pada e-tiket. Kami menghimbau terus supaya tiket dipesan online  lebih awal ini untuk mencegah terjadinya antrian panjang," tutur Heru. Heru mengatakan, pemesenan tiket masih bisa dilayani pada H-1, akan tetapi pengguna jasa diminta lebih awal memesan tiket akan berpengaruh pada perjalanan pengguna jasa yang menggunakan jasa yang menggunakan kendaraan roda empat. "Sedangkan jika bagi masyarakat yang tidak memiliki tiket akan kami siapkan pintu keluar sehingga mereka tidak akan berlama-lama disekitar kawasan atau area pelabuhan." ucap Heru. (Yetede)

Kepercayaaan Masyarakat ke Bank Tradisional Menurun

16 Dec 2024
 Perusahaan perangkat lunak blockchain dan web3 di balik MetaMask, Consensys, telah mengumumkan hasil survei terbarunya soal kepercayaan terhadap bank tradisional, keamanan, dan mata uang kripto di Indonesia. Sigi yang dikerjakan bersama YouGov itu menemukan adanya kepercayaan masyarakat yang menurun terhadap institusi keuangan seperti bank, layanan pinjaman, dan investasi, serta layanan internet di Indonesia. Kepercayaan terhadap institusi keuangan ini turun 14 persen dari 80 persen. 

Artinya, ada 66 persen masyarakat yang saat ini masih percaya dan menganggap institusi keuangan ini penting. “Temuan ini menunjukkan adanya indikasi pergeseran kepercayaan masyarakat dari sistem tersentralisasi, membuka peluang bagi alternatif desentralisasi untuk mendapatkan perhatian pasar jika mereka mampu mengatasi kekhawatiran tentang keamanan,” kata Co-Founder Ethereum dan Founder sekaligus CEO Consensys Joseph Lubin dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu, 14 Desember 20.

Selain itu, survei ini juga menyoroti keamanan terkait mata uang kripto di Indonesia. Meskipun terdapat penurunan sebesar 3 persen dibandingkan tahun lalu, Indonesia tetap menjadi negara paling sadar akan keamanan di Asia. Hasil sigi ini menemukan ada 89 persen responden sangat memperhatikan keamanan transaksi dan investasi mata uang kripto. “Fokus ini menegaskan pentingnya upaya berkelanjutan untuk mengatasi kekhawatiran ini dan membangun kepercayaan terhadap sistem desentralisasi,” kata Lubin. 

Ini Peran Menkomdigi dalam Merger XL-Smartfren

16 Dec 2024
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, pihaknya belum menerima permohonan resmi ihwal merger operator seluler antara XL Axiata dan Smartfren. “Jadi, kami belum tahu karena belum melapor secara resmi keduanya. Jadi kami sifatnya menunggu sebagai penghulu untuk mempersatukan. Kurang lebih seperti itu peran Kemkomdigi,” ujar Meutya di Yogyakarta pada Rabu, 11 Desember 2024 seperti dilansir dari Antara. Meski begitu, dirinya mengatakan bahwa Komdigi tetap mendukung apabila kedua perusahaan ingin melakukan merger untuk menjaga iklim kompetisi industri telekomunikasi sehat. “Tapi saat ini belum ada secara resmi menyampaikan bahwa akan ada pernikahan di antara keduanya secara resmi,” ungkapnya.

Sebelumnya, terkait merger XL Axiata dan Smartfren diumumkan bahwa PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren), dan PT Smart Telcom (SmartTel) telah mencapai kesepakatan definitif untuk melakukan merger dengan nilai gabungan pra-sinergi mencapai lebih dari Rp104 triliun atau 6,5 miliar dolar AS. Dalam keterangan resmi pernyataan bersama, Rabu, merger tersebut menggabungkan dua entitas yang akan saling melengkapi dalam melayani pangsa pasar telekomunikasi Indonesia. XLSmart akan memiliki skala, kekuatan finansial, dan keahlian yang mampu mendorong investasi infrastruktur digital, memperluas jangkauan layanan, dan mendorong inovasi bagi pelanggan, sekaligus menciptakan pasar yang lebih sehat dan kompetitif.

XL Axiata akan menjadi entitas yang bertahan, sedangkan Smartfren dan SmartTel akan menggabungkan diri menjadi bagian dari XLSmart. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyebut langkah merger operator seluler XL Axiata dan Smartfren Telecom sebagai suatu keniscayaan. "Kita tahu kan industri telko ini makin saturated istilahnya, makin jenuh, ruang pertumbuhannya juga makin kecil, jadi saya kira tindakan merger itu sudah satu keniscayaan," kata Nezar di Yogyakarta pada Selasa 10 Desember 2024. Nezar mengemukakan bahwa langkah merger kedua operator seluler tersebut berpotensi mendatangkan iklim kompetisi yang lebih sehat dalam industri telekomunikasi. Kementerian Komunikasi dan Digital, dia mengatakan, akan memastikan semua operator seluler melakukan kegiatan operasional sesuai ketentuan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi. (Yetede)