;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Banyak Investor Asing Tertarik Akuisisi Ruas Tol Waskita

11 Feb 2019
Manajemen perseroan mengakuai bahwa investor asal Perancis, Dubai, dan Hong Kong menyatakan ketertarikan untuk berinvestasi pada ruas tol perseroan. Direktur Utama Waskita Karya, I Gusti Ngurah Putra sebelumnya mengungkapkan bahwa PT Waskita Toll Road (WTR) akan mendivestasi minimal lima ruas tol pada 2019 dari total 18 ruas yang direncanakan untuk dilepas.

E-Dagang : Perusahaan Lokal Dominasi Pasar

11 Feb 2019
Perusahaan penyedia layanan perdagangan elektronik atau e-dagang buatan lokal mendominasi pasar domestik. Berdasarkan laporan riset iprice "The Map of E-Commerce Indonesia Q4-2018", Tokopedia menjadi perusahaan e-dagang dengan rata-rata jumlah pengunjung laman terbanyak, yakni 168 juta kunjungan per bulan atau naik sebesar 10% dibandingkan triwulan III-2018.. Tokopedia menempati urutan pertama. iPrice menilai, membayar transaksi di Tokopedia semakin mudah dan variatif, misalnya dengan OVOcash dan OVOpoints.
E-dagang dengan jumlah kunjungan laman kedua terbanyak adalah Bukalapak. Pada triwulan IV-2018, laman Bukalapak rata-rata mendapat 116 juta kunjungan per bulan atau naik sekitar 20% dari triwulan III-2018. Shopee dan Lazada sebagai perusahaan e-dagang regional menduduki peringkat ketiga dan keempat dengan jumlah kunjungan masing-masing 67,6 juta kunjungan dan 58,2 juta kunjungan. Diurutan kelima ada Blibli.com, perusahaan e-dagang dibawah Djarum Group dengan 12 juta kunjungan. Adapun JD.ID bagian perusahaan e-dagang asal China mendapat kunjungan 16,9 juta per bulan.

Transaksi Keuangan dalam Genggaman BUMN

08 Feb 2019
Kementerian BUMN semakin serius mendorong perusahaan BUMN bersatu mengembangkan platform pembayaran yang memberikan layanan jasa keuangan secara komprehensif. Platform bernama LinkAja ini akan resmi meluncur pada 21 Februari mendatang.
Integrasi akan dimulai dengan menyatukan uang elektronik berbasis server milik seluruh BUMN, yaitu e-cash milik Mandiri, t-bank milik BRI, Yap/Uniqku milik BNI, t-money milik Telkom Indonesia, dan t-cash milik Telkomsel. LinkAja dipandang sebagai produk nasional inovatif dalam sektor layanan keuangan bagi masyarakat yang bankable maupun yang masih underbanked dan unbanked.
Saat ini izin operasional LinkAja sudah diajukan kepada BI. Sementara izin platform QR Code Himbara yang sebelumnya direncanakan pun masih diproses BI. Strategi LinkAja akan berhasil bila masing-masing BUMN menghilangkan ego. Kalau LinkAaja terwujud, Anda tidak perlu membawa dompet lagi. Uang elektronik, kartu debit dan kartu kredit ada di genggaman Anda.

Efek Ekonomi China Senggol Asia

08 Feb 2019
Perekonomian China yang melambat bakal memberi dampak cukup signifikan ke pasar global. Riset DBS Group menyebutkan pasar global akan kembali terpengaruh, terutama perdagangan komoditas dan barang-barang konsumsi. Perlambatan ekonomi China juga berpengaruh terhadap negara-negara Asia, seperti Indonesia, India, Thailand dan Filipina.
Untuk Indonesia, pertumbuhan PDB akan stabil di kisaran 5,1% year on year karena didukung peningkatan konsumsi dan investasi. Selain itu, pengeluaran lembaga nirlaba kemungkinan tetap akan ada karena terpengaruh pemilihan umum.
Di India, bank sentral memutuskan menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps). Sedangkan Bank of Thailand, selama tiga bulan berturut-turut mengalami tekanan inflasi, karena mata uang menguat, harga minyak rendah dan tidak ada peningkatan transportasi. Di Filipina, inflasi diperkirakan turun di kisaran 4,7% karena harga minyak telah jatuh.

Pemerintah Tetapkan Formula Harga Avtur

08 Feb 2019
Harga avtur sempat menjadi polemik karena dianggap sebagai biang kerok naiknya tarif pesawat. Belakangan, pemerintah menerbitkan formula harga untuk avtur. Wakil Menteri ESDM mengatakan aturan tersebut diterbitkan agar harga BBM untuk pesawat terbang lebih kompetitif. Namun dia membantah jika aturan tersebut terbit karena harga tiket pesawat yang mahal. Pasalnya, formula harga tidak hanya berlaku untuk avtur, tetapi juga jenis BBM umum lainnya seperti RON 90 dan RON 92.
Pemerintah menetapkan batas atas margin bagi badan usaha yang menyalurkan avtur sebesar 10%. Formulai ini berlaku sejak penetapan 1 Februari 2019. Sejauh ini, Pertamina belum mau berkomentar dengan aturan baru ini.

PT SI Kuasai 55,8% Pangsa Pasar Semen di Indonesia

08 Feb 2019
Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menyambut baik langkah PT Semen Indonesia (PT SI) yang sudah menyelesaikan akuisisi 80,6% saham PT Holcim Indonesia Tbk senilai US$ 917 juta (Rp 12,8 Triliun), yang semula dikuasai perusahaan asal Swiss. Ekspansi ini akan memperkuat BUMN semen di pasar dalam negeri, dengan pangsa pasar diperkirakan melonjak dari 40,8% menjadi 55,8%.

Bali Bersiap Tutup Operasi Taksi Online

08 Feb 2019
Operasional taksi berbasis aplikasi online di Pulau Bali kemungkinan segera ditutup setelah pemda setempat didemo oleh para sopir pariwisata yang bekerja secara konvensional. Gubernur Bali berjanji untuk melakukan penutupan operasional angkutan sewa khusus setelah Pemilu 2019. Hal ini dikarenakan sopir taksi konvensional tidak ingin dibuatkan aplikasi, mereka hanya menginginkan gubernur melakukan penutupan operasinal taksi berbasis aplikasi online. Sopir taksi konvensional di Bali mengalami penurunan pendapatan hingga 90% dari rata-rata biasanya. Adapun dalam sehari mereka mengaku hanya mendapatkan upah senilai Rp 50.000 sampai Rp 70.000 dengan jumlah penumpang antara satudua orang saja.

Kunjungan Wisman Bisa Tumbuh 12%

08 Feb 2019
Jumlah kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia diproyeksikan bertumbuh sekitar 10%-12% sepanjang tahun ini, dari realisasi tahun lalu sebanyak 15,81 juta kunjungan. Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengestimasikan pertumbuhan kunjungan wisman pada 2019 mengalami perlambatan yakni hanya 11,5% hingga 12% dibandingkan dengan pertumbuhan wisman pada 2018 sebesar 12,58%. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pertumbuhan kunjungan wisman melambat pada tahun ini, yaitu : bencana alam, pemilu serentak, volatilitas kurs, dan kondisi pelemahan ekonomi global.
Sementara itu, Policy Analyst dari Indonesia services Dialogue Muhammad Syarif Hidayatullah pun berpendapat, kunjungan wisman pada tahun ini tak sepesat pada tahun lalu karena pariwisata Indonesia masih kalah bersaing dibandingkan negara-negara dikawasan Asean. Berdasarkan survei World Economic Forum, Indonesia kalah dari Thailand dalam hal kebersihan dan kesehatan, sumber daya manusia, teknologi dan infrastruktur transportasinya (seperti : bandara).

Indonesia Berkutat di Level Berpendapatan Menengah

07 Feb 2019
BPS melaporkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 tumbuh 5,17% lebih tinggi dari 2017 yang cuma 5,07%. PDB mencapai Rp 14.837,4 triliun, artinya pendapatan per kapita penduduk sebesar US$ 3.927 atau Rp 56 juta. Jika menggunakan patokan Bank Dunia, Indonesia sudah masuk ke negara berpenghasilan menengah atas.
Kepala BPS menjelaskan konsumsi rumah tangga tetap menjadi jawara penyokong ekonomi. Konsumsi tumbuh 5,05% berkontribusi sampai 55,74% atas PDB. Disusul investasi yang naik 6,67% dengan kontribusi 32,29% terhadap PDB. Laju investasi yang lebih besar diharapkan memutar lebih kencang ekonomi karena akan bisa menciptakan lapangan kerja dan mengungkit daya beli.
Meskipun demikian, Wakil Ketua Kadin melihat pertumbuhan ekonomi 5,17% belum cukup untuk memangkas angka kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan. Ekonom Center of Reform on Economic mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak dalam pertumbuhan di level 5%, karena Indonesia hanya akan berkutat di kelompok negara dengan pendapatan menengah (middle income trap).

Giliran Perang Mata Uang

07 Feb 2019
Studi terbaru yang dirilis Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) menyebutkan, kenaikan tarif antara AS dan China akan memiliki dampak yang tak terhindarkan terhadap ekonomi global. Salah satu yang kini disoroti adalah potensi perang mata uang. Perang mata uang terjadi ketika negara dengan sengaja mendepresiasi nilai mata uang domestik mereka untuk merangsang ekonomi. Tanda-tanda tersebut mulai tampak. Kini, posisi dollar AS terhadap hampir semua mata uang utama dunia sedang turun. Begitu juga dengan kurs yuan China, melemah nyaris terhadap semua mata uang utama dunia.
Sementara seorang tresuri bank Eropa di Singapura mengatakan perang mata uang masih jauh. Dollar AS masih relatif kuat karena kekawatiran perang dagang global.