Kategori
Ekonomi
( 40733 )Penjualan Mobil di Tiongkok Anjlok
20 Feb 2019
Produsen mobil akan menjalani tahun yang berat. Beberapa faktor diprediksi akan membuat dagangan mereka akan turun terus. Seperti diberitakan Reuters, penjualan mobil penumpang di China merosot hampir 18% pada Januari dibanding periode sama tahun lalu. Hal ini pertanda buruk bagi merek global seperti General Motors dan Volkswagen yang punya ketergantungan besar pada penjualan mobil di negara tersebut.
Penurunan penjualan mobil di China terjadi karena kolaborasi antara upaya pemerintah menekan pinjaman yang berisiko setelah kenaikan tingkat utang yang tinggi dibarengi ketegangan perdagangan dengan AS dan penghapusan subsidi China di sektor otomotif. Tak cuma dari China, tantangan juga bakal datang dari kebijakan tarif yang kemungkinan akan dipasang AS.
Penurunan penjualan mobil di China terjadi karena kolaborasi antara upaya pemerintah menekan pinjaman yang berisiko setelah kenaikan tingkat utang yang tinggi dibarengi ketegangan perdagangan dengan AS dan penghapusan subsidi China di sektor otomotif. Tak cuma dari China, tantangan juga bakal datang dari kebijakan tarif yang kemungkinan akan dipasang AS.
Benarkah Unicorn Indonesia Dikendalikan Investor Asing?
20 Feb 2019
Di balik rasa percara diri dan ambisi para founder dan ratusan generasi milenial yang bekerja di start up, pasti ada rasa waswas menghadapi perusahaan "tradisional" yang bisnisnya mereka ganggu. Dengan kekuatan jaringan dan modal masing-masing, setiap korporasi yang diganggu bisa dengan mudah mengakhiri mimpi mereka di tengah jalan. Empat unicorn bisa tumbuh secepat sekarang, salah satunya, karena dipandang sebelah mata. Untungnya, sebelah mata lain masih memandang mereka. Pemilik sebelah mata yang lain adalah ratusan pemodal ventura yang berkeliaran berkeliling dunia mencari target. Mereka bukan untuk dimangsa, melainkan untuk didukung.
Para kapitalis ini tentunya bukan amatiran. Mereka adalah investor yang berpengalaman puluhan tahun mendampingi para pengusaha pemula di Silicon Valley, Shenzhen, dan Tokyo sehingga menjelma menjadi industrialis dunia maya. Polanya sebetulnya sederhana. Pendiri memulai perusahaan. Investor menyokong mereka dengan pendanaan dengan peluang keberhasilan 50–50. Perusahaan yang mereka danai bisa tumbuh atau bangkrut.
Agar bisa cuan, para pemodal ventura mendistribusikan risiko. Mereka mendanai sebanyak mungkin perusahaan rintisan agar peluang makin banyak serta berinvestasi pada tahap awal supaya hemat. Namun, mereka tidak bisa menangani puluhan hingga ratusan entrepeneur secara bersamaan. Artinya, para kapitalis berkantong tebal itu sangat bergantung kepada para pendiri. Dengan kata lain, dalam investasi start up, besarnya modal yang ditumpahkan belum tentu mengindikasikan penguasaan.
Kuncinya ada pada sistem dwi-kepemilikan atau dual-share. Contoh paling ekstrem dan terkenal adalah Mark Zuckenberg dan Facebook. Facebook memiliki dua saham, saham A dan saham B. Saham A memiliki 1 suara, sedangkan saham B setara 10 suara. Zuckerberg punya 60% hak suara sehingga apa saja yang terucap dari mulut Zuckerberg bisa membuat pasar meriang. Pola ini juga lazim diterapkan oleh perusahaan rintisan di Indonesia, termasuk Do-Jek. Dengan pola seperti itu, kendali Go-Jek tidak berpindah ke luar Jakarta. Begitupun dengan Tokopedia.
Masuknya modal asing ke Indonesia merupakan sinyal positif. Tidak hanya dana yang mereka bawa, tetapi juga pengalaman dan pengetahuan dari seluruh dunia. Lalu apa manfaatnya bagi Indonesia?
Menteri PPN/Bappenas mengatakan bahwa unicorn adalah magnet investasi langsung atau foreign direct investment (FDI). Berbeda dengan investasi di pasar finansial, uang yang masuk dari luar negeri sebagai FDI menjelma menjadi aset. Selain itu, modal yang mengucur deras mendorong Indonesia melompat. Banyak bisnis kecil yang bisa menjangkau pasar yang luas.
Pertanyaannya kini selayaknya dilontarkan kepada pemilik modal besar di dalam negeri. Beranikah bertarung berebut saham di startup-startup asli Indonesia? Beberapa konglomerat sudah mulai berinvestasi di perusahaan rintisan seperti Grup Djarum, Sinarmas, dan Emtek. Mereka sudah berdiversifikasi, mulai berinvestasi di teknologi dan tidak lagi hanya berkutat di kebun dan tambang.
Para kapitalis ini tentunya bukan amatiran. Mereka adalah investor yang berpengalaman puluhan tahun mendampingi para pengusaha pemula di Silicon Valley, Shenzhen, dan Tokyo sehingga menjelma menjadi industrialis dunia maya. Polanya sebetulnya sederhana. Pendiri memulai perusahaan. Investor menyokong mereka dengan pendanaan dengan peluang keberhasilan 50–50. Perusahaan yang mereka danai bisa tumbuh atau bangkrut.
Agar bisa cuan, para pemodal ventura mendistribusikan risiko. Mereka mendanai sebanyak mungkin perusahaan rintisan agar peluang makin banyak serta berinvestasi pada tahap awal supaya hemat. Namun, mereka tidak bisa menangani puluhan hingga ratusan entrepeneur secara bersamaan. Artinya, para kapitalis berkantong tebal itu sangat bergantung kepada para pendiri. Dengan kata lain, dalam investasi start up, besarnya modal yang ditumpahkan belum tentu mengindikasikan penguasaan.
Kuncinya ada pada sistem dwi-kepemilikan atau dual-share. Contoh paling ekstrem dan terkenal adalah Mark Zuckenberg dan Facebook. Facebook memiliki dua saham, saham A dan saham B. Saham A memiliki 1 suara, sedangkan saham B setara 10 suara. Zuckerberg punya 60% hak suara sehingga apa saja yang terucap dari mulut Zuckerberg bisa membuat pasar meriang. Pola ini juga lazim diterapkan oleh perusahaan rintisan di Indonesia, termasuk Do-Jek. Dengan pola seperti itu, kendali Go-Jek tidak berpindah ke luar Jakarta. Begitupun dengan Tokopedia.
Masuknya modal asing ke Indonesia merupakan sinyal positif. Tidak hanya dana yang mereka bawa, tetapi juga pengalaman dan pengetahuan dari seluruh dunia. Lalu apa manfaatnya bagi Indonesia?
Menteri PPN/Bappenas mengatakan bahwa unicorn adalah magnet investasi langsung atau foreign direct investment (FDI). Berbeda dengan investasi di pasar finansial, uang yang masuk dari luar negeri sebagai FDI menjelma menjadi aset. Selain itu, modal yang mengucur deras mendorong Indonesia melompat. Banyak bisnis kecil yang bisa menjangkau pasar yang luas.
Pertanyaannya kini selayaknya dilontarkan kepada pemilik modal besar di dalam negeri. Beranikah bertarung berebut saham di startup-startup asli Indonesia? Beberapa konglomerat sudah mulai berinvestasi di perusahaan rintisan seperti Grup Djarum, Sinarmas, dan Emtek. Mereka sudah berdiversifikasi, mulai berinvestasi di teknologi dan tidak lagi hanya berkutat di kebun dan tambang.
Pemanfaatan Biodiesel Dalam Negeri Terus Digenjot
20 Feb 2019
Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM mencatat, kapasitas pengolahan kelapa sawil mentah di Indonesia mencapai 38.320 ton per jam dari total 391 Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Potensi kelapa sawit yang ada sejalan dengan upaya Pemerintah memperluas pemanfaatan bioenergi di semua sektor terutama sektor transportasi dan pertambangan, terutama untuk implementasi mandatori B20 dalam Bahan Bakar Minyak. Pada tahun 2015, kebutuhan CPO mencapai 5.05 juta kilo liter dengan tingkat mandatori 15%. Jumlah ini terus bertambah meningat mandatori sudah menjadi 20%.
Bappenas : Unicorn Tingkatkan Capital Inflow
20 Feb 2019
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, keberadaan perusahan unicorn akan meningkatkan aliran modal masuk (capital inflow) ke dalam negeri. Oleh karena itu, jumlah unicorn yang bertambah juga akan meningkatkan perekonomian nasional. Hal ini dikarenakan modal asing yang masuk lewat unicorn lebih tinggi daripada yang harus dibayarkan untuk pemegang saham dan diharapkan unicorn ini akan membawa produk dalam negeri ke luar negeri. Yang lebih penitng adalah memperbaiki tingkat keberhasilan start-up, daripada masalah berapa banyak unicorn.
Kompas-Traveloka Kenalkan Indonesia
20 Feb 2019
Kompas melalui kompas.id yang berkolaborasi dengan traveloka berkolaborasi untuk memajukan sektor pariwisata Indonesia. Pendiri Traveloka, ferry Unardi mengatakan dengan kerjasama ini pengguna Traveloka dapat mengakses berita yang jernih dan komprehensif melalui kompas.id. Seiring, inovasi ini dilakukan kompas dalam menyongsong industri 4.0 banyak peluang bisa dilakukan kompas dan traveloka. Keduanya memiliki visi yang sama yaitu memajukan Indonesia dan mengenalkan Indonesia ke dunia.
Alat Pembayaran : Kerjasama dengan Pemda Garap Luar Jabodetabek
19 Feb 2019
Penyedia uang elektronik menggarap pasar di luar Jabodetabek. Caranya adalah dengan hadir sebagai alat pembayaran fasilitas publik di daerah. Strategi yang dilakukan antara lain bekerjasama dengan pemerintah daerah. CEO Go-Pay Aldi Haryopratomo mencontohkan, pada akhir Desember 2018 Go-pay bekerjasama dengan Badan Pendapatan Daerah Kota Semarang untuk menyediakan saluran pembayaran non tunai PBB. Go-Pay juga digunakan untuk membayar tiket masuk sejumlah destinasi wisata, layanan transportasi umum bus Trans Semarang dan RSUD Wongsonegoro. Di Aceh, Go-Pay bisa digunakan untuk membayar tiket masuk Museum Tsunami. Sementara di Samarinda, Go-Pay dipakai membayar transaksi layanan kesehatan di RSUD. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Go-Pay bisa untuk membayar pajak dan retribusi daerah, transportasi umum dan produk pariwisata. Selain itu, sembilan kepolisian daerah kabupaten/kota sudah menjadikan Go-Pay sebagai salah satu alat pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Direktur OVO Harianto Gunawan menyebutkan OVO membukukan lebih dari 1 miliar transaksi dengan peningkatan nilai transaksi hingga 75 kali lipat. Transaksi terbesar bersumber dari kategori penggunaan layanan transportasi publik, ritel, dan perdagangan secara elektronik (e-dagang). OVO memperbanyak kategori layanan transaksi yang dibayar menggunakan OVO. OVO resmi menjadi mitra Bosowa Taksi Makassar.
General manager external communication PT Telekomunikasi seluler (Telkomsel) Denny abidin mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kantor cabang di seluruh Indonesia untuk menyosialisasikan perubahan nama Tcash menjasi LinkAJa kepada pengguna dan mitra.
Direktur OVO Harianto Gunawan menyebutkan OVO membukukan lebih dari 1 miliar transaksi dengan peningkatan nilai transaksi hingga 75 kali lipat. Transaksi terbesar bersumber dari kategori penggunaan layanan transportasi publik, ritel, dan perdagangan secara elektronik (e-dagang). OVO memperbanyak kategori layanan transaksi yang dibayar menggunakan OVO. OVO resmi menjadi mitra Bosowa Taksi Makassar.
General manager external communication PT Telekomunikasi seluler (Telkomsel) Denny abidin mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kantor cabang di seluruh Indonesia untuk menyosialisasikan perubahan nama Tcash menjasi LinkAJa kepada pengguna dan mitra.
Ekonomi Digital : Masa Depan Ekonomi dan Pajak
19 Feb 2019
Digital economy tidak akan mengubah satu hal mendasar dalam transaksi ekonomi yaitu barang atau jasa yang melekat didalamnya (underlying products). Orang akan tetap berbelanja pakaian, membeli hunian, dan mengonsumsi makanan dan minuman. Orang juga tetap membutuhkan moda transportasi untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lain, hiburan, dan rekreasi. Dengan kata lain, digital economy sama sekali bukan disrupsi bagi ekonomi, melainkan sebuah terobosan untuk mendorong produktivitas dan meningkatkan efisiensi. Perspektif ekonomi ini sama dengan perspektif pajak sehingga tidak ada pemajakan baru atas transaksi di digital economy. Yang ada hanya perlakuan adil antara pedagang konvensional dan pedagang online. Karena underlying product yang tidak berubah maka seharusnya tuntutan atas kewajiban pajaknya juga sama meskipun dengan cara yang berbeda. Dengan diberlakukanya PMK No 210/PMK.10/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas Transaksi Perdagangan melalui Sistem Elektronik memang sudah tepat karena dengan Data rekapitulasi dari penyedia platform marketplace akan menjadi input bagi ototritas pajak untuk mengimbau pelaku e-commerce agar ber-NPWP dan menguji kebenaran baik formal maupu materiil atas penyetoran PPh oleh wajib pajak. Hingga Desember 2018, jumlah pembayar PPh Final UMKM mencapai 1,7 juta WP dengan nominal penerimaan senilai Rp 5,37 triliun dan kontribusi UMKM terhadap perekonomian mencapai Rp 9.555 triliun akan menghasilkan penerimaan PPh Final sebesar Rp 47,7 triliun. Sementara, nilai ekonomi UMKM di e-commerce baru mencapai Rp 1.127 triliun. Asumsikan seluruh pelaku e-commerce memiliki NPWP dan menyetorkan PPh Final, paling tidak penerimaan dari e-commerce saja sebesar RP 5,67 triliun.
Menkeu : Luar Jawa Butuh Desain Strategi Ekspor yang Berbeda
19 Feb 2019
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai, harus ada upaya pengembangan kawasan luar Jawa dengan desain strategi ekspor yang berbeda dengan Jawa, agar penggunaan kawasan berikat dan kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) semakin bermanfaat untuk mendorong kegiatan perdagangan Indonesia Timur. Kementerian Keuangan sendiri telah memberikan beberapa pembaruan peraturan untuk mendukung KITE, yaitu KITE Pembebasan dan KITE pengembalian yang diatur dalam PMK 160/PMK.04/2018 dan PMK 161/PMK.04/2018. Pembaruan yang ada yaitu menghadirkan perizinan operasional dan transaksional KITE secara online, mempercepat janji layanan pemngembalian bea masuk, serta membuka peluang pemasukan dan pengeluaran melalui Pusat Logistik Berikat. Dengan aturan terbatu bea cukai memberi kemudahan bagi perusahan dengan menghapus laporan pemeriksaan ekspor (LPE) dan menyiapkan LHPRE yang tersedia otomatis secara sistem.
Pengenaan Pajak Layanan Digital : Ruang Gerak OTT Makin Sempit
19 Feb 2019
Ruang gerak perusahaan digital multinasional seperti Google, Facebook dan Amazon untuk menghindari pengenaan pajak dari negara tempat mereka beroprasi mulai makin sempit. Setelah Inggris, Perancis, Spanyol, Italia, Austria dan India,kini giliran Selandia Baru yang berencana memungut pajak dari aktivitas bisnis perusahaan penyedia layanan over the top (OTT) tersebut. Hal yang sama juga tengah dilakukan oleh Uni Eropa dan Australia yang masih tahap konsultasi terkait pajak layanan digital (digital services tax).
Pemerintah Selandia Baru menyampaikan akan memperbarui regulasi sehingga dapat menarik pajak pendapatan yang diperoleh para perusahaan digital multinasional seperti Google, Amazon dan Facebook. Menteri keuangan Selandia Baru Grant Robertson memperkirakan pendapatan untuk pajak layanan digital adalah antara 30 juta hingga 80 juta dolar Selandia Baru. Pajak layanan digital umumnya dikenakan tarif tetap antara 2%-3% dari pendapatan kotor yang diperoleh oleh perusahaan multinasional di negara tersebut.
Di Indonesia pemerintah berhasil memaksa Google membayar sesuai dengan perhitungan pemerintah. keberhasilan pemerintah dalam menarik pajak dari Google dinilai menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk mendesak perusahaan OTT lain melakukan hal yang sama.
Pemerintah Selandia Baru menyampaikan akan memperbarui regulasi sehingga dapat menarik pajak pendapatan yang diperoleh para perusahaan digital multinasional seperti Google, Amazon dan Facebook. Menteri keuangan Selandia Baru Grant Robertson memperkirakan pendapatan untuk pajak layanan digital adalah antara 30 juta hingga 80 juta dolar Selandia Baru. Pajak layanan digital umumnya dikenakan tarif tetap antara 2%-3% dari pendapatan kotor yang diperoleh oleh perusahaan multinasional di negara tersebut.
Di Indonesia pemerintah berhasil memaksa Google membayar sesuai dengan perhitungan pemerintah. keberhasilan pemerintah dalam menarik pajak dari Google dinilai menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk mendesak perusahaan OTT lain melakukan hal yang sama.
Strategi Omnichannel : Kolaborasi Bisnis Bhinneka-Lazada
19 Feb 2019
Bhinneka berencana fokus memperkuat strategi omnichannel guna mengerek penjualan ritel luring sebesar 25% pada tahun ini. Sebagai langkah awal, Bhinneka menggandeng Lazada. Adapun, Bhineka telah mengumumkan kolaborasinya dengan Lazada Indonesia dengan meluncurkan Bhinneka Official Store di Lazmall. Dengan adanya kerjasama ini, konsumen dapat berbelanja produk elektronik Bhinneka di aplikasi dan situs Lazada. Kolaborasi omnichannel tersebut merupakan yang pertama terjadi antar sesama penyedia platform dagang-el. Bukalapak juga berencana menjajaki kerjasama untuk pemasaran omnichannel.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023






