Ekonomi
( 40733 )Prospek Sektoral Emiten Farmasi Masih Seksi
Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis Indonesia, di tengah gejolak pasar akibat pandemi COVID-19, sembilan saham emiten farmasi kompak melaju di teritori hijau dalam 1 bulan. Penguatan dipimpin oleh saham KAEF dan INAF. Di sisi profitabilitas, mayoritas emiten mengantongi pertumbuhan laba bersih pada 2019.
Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno Putro kepada Bisnis mengatakan Perseroan terus ber upaya men dukung pemerintah da lam penanggu langan penyebaran COVID-19 di Indonesia meski dibayangi terhambatnya pasokan bahan baku obat. Ganti menambahkan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) telah menyiapkan mitigasi risiko, seperti mencari sumber bahan baku alternatif ke India, Korea Selatan dan Eropa.
Senada, Sekretaris Perusahaan Phapros (PEHA) Zahmila Akbar mengatakan saat ini perseroan memiliki persediaan beberapa kategori obat untuk peng adaan di pasar reguler bagi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia. Untuk bahan baku obat, PEHA memiliki 2-3 sumber alternatif.
Hingga Februari 2020, lanjutnya, penjualan Phapros tercatat naik 10% secara tahunan, hal ini juga dialami oleh Kalbe Farma (KLBF) sebagaimana dilansir Direktur Keuangan Kalbe Farma Bernadus Karmin Winata yang mengutarakan sampai saat ini wabah COVID-19 tidak berdampak signi?kan terhadap kegiatan operasi grup dan perseroan telah menargetkan pertumbuhan penjualan bersih pada 2020 sebesar 6%-8% dengan proyeksi pertumbuhan laba bersih sekitar 5%-6%
Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan saham sektor farmasi terbilang defensif di tengah pandemi corona dan sahamnya berpotensi naik lebih tinggi apabila market recovery. Hal serupa disampaikan Kepala Riset Samuel Sekuritas Suria Dharma yang menyebutkan emiten farmasi berpeluang bertumbuh karena banyak orang yang memerlukan obat, vitamin, dan alat kesehatan di tengah pandemi COVID-19. Tantangan yang ada adalah bahan baku yang mayoritas diimpor dari China serta tingginya permintaan obat generik yang membuat margin laba tipis.
Secara teknikal, analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengungkapkan saham PT Indofarma Tbk (INAF) yang dalam sebulan terakhir melonjak 90 % juga masih berada pada tren menguat dengan support terdekat Rp1.070. Ia menambahkan, selama masih berada di level kisaran Rp1.070, INAF masih berpeluang untuk bergerak positif
Ekonomi Global Mungkin Resesi Parah
Gita Gopinath, kepala ekonom IMF mengatakan “Ekonomi global tahun ini sangat mungkin akan mengalami resesi terburuk sejak Depresi Besar, melampaui apa yang terjadi pada masa krisis finansial global satu dekade lalu”. Dalam skenario terbaik, IMF memperkirakan ekonomi dunia mencatatkan produk domestik bruto (PDB) sebesar US$ 9 triliun dalam dua tahun ke depan. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan PDB Jerman dan Jepang saat ini.
Proyeksi tersebut berdasarkan asumsi bahwa infeksi Covid-19 akan memuncak di sebagian besar negara pada kuartal II 2020. Lalu kemudian menurun sepanjang paruh kedua tahun ini. Kemudian secara bertahap kegiatan bisnis dan langkah-langkah pembatasan lainnya dilonggarkan atau dicabut.
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva pekan lalu mengatakan, stimulus fiskal sebesar US$ 8 triliun yang dikucurkan pemerintah di seluruh dunia ini kemungkinan tidak cukup. IMF dan Bank Dunia berharap ada lebih banyak keringanan utang bagi negara-negara miskin.
IMF memperkirakan beberapa negara di Asia kemungkinan terhindar dari resesi tahun ini dan bakal bangkit pada 2021, jika pandemi Covid-19 dapat diatasi. IMF memprediksi Tiongkok yang memimpin pemulihan ekonomi tersebut.
“Negara-negara berkembang di Asia diproyeksikan menjadi satu-satunya wilayah dengan tingkat pertumbuhan positif pada 2020, yakni 1,0%. Meski-pun angka itu lebih dari 5 poin persentase di bawah rata-rata pada dekade sebelumnya. Sedangkan wilayah lain diproyeksikan mengalami perlambatan parah atau kontraksi langsung dalam kegiatan ekonomi,” demikian pernyataan IMF.
IMF juga memprediksi Tiongkok bakal bangkit kembali tahun depan dengan pertumbuhan 9,2%. Sedangkan India, negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ketiga di Asia diperkirakan tumbuh 1,9% pada 2020 sebelum melonjak 7,4% pada tahun depan. Pertumbuhan Indonesia sendiri diperkirakan hanya akan ada di kisaran kenaikkan 0,5%, tahun ini sebelum naik 8,2% pada 2021.
Di sisi lain, IMF memperkirakan negara-negara di Asia dengan kekuatan ekonomi yang lebih maju seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, Singapura dan Hong Kong, termasuk Thailand dan Malaysia akan jatuh ke dalam resesi.Sanofi-GSK Siapkan Vaksin Covid-19 untuk 2021
PARIS – Dua raksasa farmasi dunia, Sanofi dan GlaxoSmithKline (GSK) akan bekerja sama membuat vaksin virus corona Covid-19, yang diharapkan dapat memasuki fase pengujian klinis tahun ini. Dengan demikian diharapkan dapat tersedia pada paruh kedua 2021.
CEO Sanofi Paul Hudson mengatakan, dalam menghadapi krisis kesehatan global luar biasa ini, tidak ada satu pun perusahaan yang dapat sendirian mengupayakan adanya vaksin itu.
Menurut pernyataan bersama kedua perusahaan pada Selasa (14/4), Vaksin ini akan mengombinasikan antigen yang dikembangkan Sanofi yang merangsang produksi antibodi pembunuh kuman, dengan teknologi adjuvan dari GSK - substansi yang memperkuat respons imun yang dipicu oleh vaksin.
Sanofi dan GSK mengungkapkan, upaya bersamanya didukung oleh pendanaan dan kolaborasi dengan Biomedical Advanced Research and Development Authority (BARDA) dari Departemen Kesehatan Amerika Serikat (AS). Direktur BARDA Rick Bright mengatakan, pengembangan vaksin Covid-19 yang diperkuat adjuvan itu berpotensi dapat mengakhiri wabah ini. Dan akan membantu dunia untuk lebih siap menghadapi wabah-wabah akibat virus korona di masa depanPemulihan Ekonomi China Ekspor Impor Membaik, Terhambat Pada Pengiriman
Tingkat penurunan ekspor dan impor China pada Maret 2020, berdasarkan data yang dirilis, tidak sedalam penurunan pada Februari. Ini seiring dengan mulai berproduksinya pabrik-pabrik di China.
Para pelaku pasar keuangan global menarik napas lega setelah data bea dan cukai China, Selasa (14/4/2020), menunjukkan aktivitas ekspor dan impor China pada Maret 2020 membaik lebih dari perkiraaan survei sebelumnya dari Bloomberg. Namun disisi lain, Para ekonom memperkirakan aktivitas pengiriman barang dari dan ke China tahun ini masih akan tertekan karena pandemi Covid-19 telah membuat aktivitas bisnis di seluruh dunia terhenti.
Menurut kepala ekonom dari Zhonghai Shengrong Capital Management di Beijing, Zhang Yi, Angka perdagangan di atas ekspektasi tersebut tidak berarti telah bebas dari masalah, Ia memper kirakan produk domestik bruto (PDB) triwulan I-2020 China yang akan dirilis Jumat (17/4) akan menunjukkan kontraksi 8 persen. Jika itu terealisasi, berarti terjadi kemerosotan PDB China pada triwulan pertama sejak 1998.Gambaran sebaian impor yang lebih baik mencermin kan bahwa pengiriman yang macet di pelabuhan sedang di buka lagi dan dikebut. Namun, konsumsi domestik China masih lemah, terlihat antara lain terlihat dari penurunan impor bijih besi.
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Selasa
(14/4/2020), mengatakan, pandemi Covid-19 memengaruhi pergeseran pemetaan produk dan
ketersediaan pasar ekspor, khususnya industri kecil dan menengah (IKM). Untuk itu, perwakilan atase perdagangan dan Pusat Promosi
Perdagangan Indonesia (indonesian Trade Promotion Center/ITPC) terus mengkaji dan memetakan ulang produk
unggulan ekspor sesuai kondisi terbaru setelah pandemi Covid-19 merambah ke ratusan negara dan mendisrupsi rantai perdagangan global.
Menurut Jerry, untuk mendorong kemudahan ekspor, pemerintah
sudah mengeluarkan stimulus nonfiskal yang ditujukan bagi pelaku ekspor. Hal
itu, misalnya, berupa efisiensi proses logistic, penyederhanaan aturan larangan
pemba tasan atau tata niaga terhadap ekspor maupun impor, khususnya impor bahan
baku yang dibutuhkan untuk produksi serta lobi-lobi dengan negara lain di
tingkat bilateral untuk menjamin pintu pasar tetap terbuka di tengah pandemi.
Pengelola Bandara Perkuat Layanan Kargo
Pengelola bandar udara mengandalkan angkutan kargo di tengah penurunan jumlah penumpang akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I (Persero), Handy Heryudhitiawan, mengatakan sudah memetakan beberapa dari 15 bandara yang unggul dalam layanan angkutan barang Setidaknya ada lima bandara dengan potensi volume kargo besar sesuai dengan karakter wilayah masing-masing, diantaranya Sentani di Jayapura yang merupakan pintu masuk utama di wilayah Papua, I Gusti Ngurah Rai di Bali transit kargo ke rute luar negeri, Juanda di Surabaya yang banyak dipakai untuk keperluan industry, Sultan Hasanuddin di Makassar yang merupakan hub transit penerbangan wilayah timur Indonesia serta Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan untuk memenuhi kebutuhan logistik daerah yang cukup besar
Senada dengan keterangan tersebut, Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I, Devy Suradji mengatakan Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo juga disiapkan sebagai sentral kargo. Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin, mengatakan layanan kargo Bandara Soekarno-Hatta di Banten pun masih bergairah.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto, mengatakan maskapai diwajibkan memperkuat layanan logistik di samping layanan penumpang komersial. Hal itu pun dimandatkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 yang mengatur transportasi pada masa pandemi Covid-19. Sebagai contoh, Citilink Indonesia merupakan salah satu operator yang sedang menggenjot layanan kargo ujar kata Direktur Utama Citilink, Juliandra Nurtjahjo. menurutnya, jumlah kargo yang diangkut Citilink pada Maret 2020 meningkat 13 persen dibanding sebulan sebelumnya dan dalam waktu dekat, Citilink juga akan mengoperasikan pesawat khusus kargo (freighter) Boeing 737-500 untuk memaksimalkan layanan rute-rute domestik
Harga Gula Tetap Tinggi
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga gula pasir "konsisten" naik selama empat bulan terakhir, kian jauh meninggalkan acuannya yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) M Nur Khabsyin, menyatakan pemerintah tampak panik dalam mengimpor gula. Kepanikan ini justru berpotensi memukul harga di tingkat petani dan menekan kesejahteraan petani tebu.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah sudah melakukan operasi pasar melalui pengalihan gula dari industri dalam negeri dan didistribusikan ke sejumlah kota besar.
Menurut Nur Khabsyin, saat ini panen tebu dan proses giling tebu di Sumatera Utara sudah berjalan, dan hasil gula diperkirakan mencapai 50.000 ton. Adapun panen dan proses giling tebu di wilayah Jawa akan dimulai akhir Mei 2020. Nur menyatakan, petani khawatir harga gula anjlok di bawah ongkos produksi dan mengancam kesejahteraan dengan adanya realisasi impor mencapai puncaknya pada Mei-Juni 2020 dan mengancam daya beli petani sebagai konsumen karena harga pangan meningkat.
Pada rapat kerja dengan Komisi IV DPR, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebutkan, Kementerian Perdagangan telah memberikan izin impor Gula Kristal Putih (GKP) sebanyak 50.000 ton, dan 250.000 ton gula mentah yang diimpor oleh industri gula rafinasi agar diolah menjadi GKP.
Ketua Umum Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Bernardi Dharmawan menyebutkan, ada sembilan anggota asosiasi dan satu pabrik gula yang akan mengolah gula mentah tersebut menjadi GKP dan akan disalurkan kepada distributor dan pelaku ritel.
Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Budi Hidayat berpendapat, pengadaan GKP dari gula mentah impor berpotensi membanjiri pasar gula dalam negeri. Maka harus didistribusikan langsung ke daerah dengan harga gula yang tinggi, terutama di luar Pulau Jawa.
Ekspansi Saat Pandemi
Perekonomian terpukul pandemi Covid 19. Namun, masih ada pelaku usaha, khususnya segmen industri kecil menengah, yang bertahan, bahkan berekspansi ke pasar ekspor. Industri kecil menengah (IKM) yang menggeliat di tengah kondisi pandemi Covid-19 antara lain bergerak di sektor tekstil dan produk tekstil, interior rumah dan furniture, serta produk olahan pangan. Produk yang diekspor antara lain keripik, rendang siap saji, bumbu masak instan, pakaian batik, dan mebel
Ketua Komite Tetap Pengembangan Ekspor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Handito Joewono, Senin (13/4/2020), di Jakarta, menyampaikan, dari sisi per mintaan barang dan kemampuan suplai produk, IKM yang bermain di pasar dalam negeri mampu menggenjot ekspor. Selama ini, penjualan ke luar negeri lewat jalur perseorangan dengan jumlah terbatas sehingga perlu didukung pemerintah untuk memanfaatkan percepatan momentum dan tren positif yang muncul, saat ini pengiriman dianggap masih terlalu mahal dan prosesnya masih rumit seperti perizinan serta tata niaga ekspor
Menteri Keuangan periode 2013 - 2014 M Chatib Basri menyampaikan, pandemi Covid-19 menyebabkan tiga guncangan sekaligus pada permintaan, penawaran, dan kepercayaan pasar, hal ini berbeda dengan krisis sebelumnya, respons ke kebijakan tidak bisa lagi dengan cara-cara konvensional. Jika pemerintah tidak bertindak cepat dan tepat, situasi ini akan memukul dunia usaha. Ia menambahkan, risiko kredit macet dalam 3-6 bulan mendatang akan meningkat karena daya beli melemah dan likuiditas mengetat. terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Akibatnya, kinerja ekspor akan menurun dan angka pengangguran meningkat.
Kepala Ekonom UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja menyebutkan, pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk membantu dunia usaha. Sebagaimana disebutkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, bahwa Anggaran Rp 150 triliun untuk program pemulihan ekonomi nasional sudah disiapkan untuk pelaku usaha di sektor riil dan keuangan. Namun Enrico menyayangkan hingga kini sasaran dan skema program masih belum jelas. Menurut Enrico, ada tiga kelompok sektor utama yang berkontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan bersifat padat karya yang harus menjadi fokus pemerintah, yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan; penambangan dan penggalian; serta manufaktur.
Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam siaran pers menyebutkan Indeks Manufaktur Cepat (Prompt Manufacturing Index/PMI) yang diterbitkan Bank Indonesia, Senin, memperlihatkan kinerja sektor industri pengolahan atau manufaktur pada triwulan 1-2020 turun dibandingkan dengan tri wulan IV-2019. Indeks ini menjadi indikator gambaran umum kondisi sektor manufaktur terkini serta perkiraan pada triwulan mendatang.
Distribusi Pangan Berbasis Teknologi Diperkuat
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melalui telekonferensi, Selasa (14/4) mengatakan pihaknya memperkuat kerja sama dengan sejumlah perusahaan produsen, niaga daring, serta transportasi daring untuk mempermudah penyediaan dan distribusi untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat di wilayah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB)
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diar mita menjelaskan kerja sama bersifat business to business atau antarperusahaan, sedangkan Kementan hanya menjadi fasilitator yang mempertemukan perusahaan untuk bisa bekerja sama dalam mempermudah penyediaan pangan bagi masyarakat serta membantu memperluas pasar para produsen di tengah wabah Covid-19.
Setelah sebelumnya menggandeng Gojek, kini Kementan menggandeng Grab Indonesia sebagai penyedia transportasi daring un tuk pengiriman produk kepada konsu men. Terkait hal ini, Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, ratusan ribu pengemudi Grab siap membantu pendistribusian pangan masyarakat sebagai upaya mendukung kebijakan pemerintah terkait pembatasan sosial berskala besar (PSBB) demi menekan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia.
Khusus Gojek, layanan pesan antar untuk pembelian 11 komoditas bahan pangan pokok dari Pasar Mitra Tani milik Kementan di Jakarta dan Bogor digratiskan biaya ongkos kirim karena ditanggung oleh Kementan dan berlaku selama dua bulan ke depan agar bisa membantu mengurangi aktivitas belanja masyarakat secara langsung
Aktivitas Belanja Daring Melonjak Selama Masa Pandemi
Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah, mengatakan selama masa pandemi Covid-19, transaksi dalam jaringan (daring) atau online melonjak sebesar 50 persen namun belum mampu menggantikan total penjualan offline yang turun atau baru mencapai sekitar 3 persen dari total penjualan offline
Senada, Vice President of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak, mendetailkan ada lonjakan transaksi tiga kali lipat untuk produk kesehatan. Bahkan nilai penjualan masker tercatat meningkat 197 kali dibanding pada Maret lalu dan ada satu waktu di mana dalam 42 menit, 72 ribu hand sanitizer terjual habis
Hal ini turut di amini Public Relations Lead Shopee Indonesia, Aditya Maulana Noverdi, Head of Corporate Communications Bukalapak, Intan Wibisono, Chief Executive Officer TaniHub Group, Ivan Arie Sustiawan. Berdasarkan hasil riset ADA Indonesia, perusahaan bidang data dan artificial intelligence (AI), penggunaan aplikasi belanja mengalami kenaikan hingga 300 persen sejak pembatasan jarak diumumkan. Managing Director ADA Indonesia Kirill Mankovski mengatakan kenaikan bisa mencapai 400 persen untuk aplikasi penyedia kebutuhan sehari-hari dan jual-beli barang bekas
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









