Ekonomi
( 40744 )Dikebut, Kawasan Ekonomi Khusus Aspal di Buton
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memastikan penyiapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) aspal di Buton, Sulawesi Tenggara, segera dituntaskan.
KENDARI, KOMPAS - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan penyiapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) aspal di Buton, Sulawesi Tenggara, segera dituntaskan. Hal itu seiring upaya pemenuhan penggunaan aspal dalam negeri untuk program pemerintah. Produksi akan terus dikembangkan sehingga dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.
“Pembahasan KEK aspal di Buton Utara sedang dalam pembahasan tim ekonomi. Kami juga telah laporkan ini ke Menteri Koordinator terkait hingga Presiden,” kata Bahlil, selepas menghadiri Rapat Kerja Daerah I Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara, di Kendari, Selasa (30/3/2021).
Saat ini, terang Bahlil, persiapan KEK masih dalam tahap administrasi. Meski begitu, ia berjanji, dalam dua bulan, teknis administrasi bisa dirampungkan. Pencanangan kawasan khusus aspal dimaksudkan untuk menggalakkan investasi di sektor aspal, peningkatan lapangan kerja, sekaligus kesejahteraan masyarakat.
Produksi aspal dengan kapasitas sebanyak 100.000 ton dilakukan oleh PT Kartika Prima Abadi di Buton, sebuah perusahaan penanaman modal asing (PMA). Dalam kunjungannya ke perusahaan tersebut akhir Februari lalu, Bahlil turut menyerahkan langsung pemberian insentif investasi dalam bentuk tax holiday kepada perusahaan ini.
Pada tahap pertama, perusahaan itu telah melakukan investasi sebesar Rp 358 miliar. Perusahaan ini mengolah bahan baku aspal buton yang dikenal dengan nama “asbuton”. “Dalam beberapa tahun mendatang, produksi akan ditingkatkan hingga 500.000 ton. Sekarang feasibility study sedang berjalan,” kata Bahlil.
(Oleh - HR1)
Kemudahan Izin Akan Dongkrak Produksi Udang
Upaya menggenjot ekspor udang membutuhkan langkah sinergis dan sinkron untuk menopang produksi hingga produksi yang bernilai tambah. Pasar udang masih terbuka luas.
JAKARTA, KOMPAS — Kemudahan perizinan merupakan faktor utama untuk menggenjot produksi udang nasional. Nilai ekspor udang nasional ditargetkan meningkat 250 persen sedara bertahap hingga 2024, seiring rencana pemerintah mendongkrak produksi udang.
Pemerintah telah menetapkan komoditas udang sebagai salah satu dari tiga unggulan perikanan budidaya. Pada 2020, kontribusi ekspor udang sekitar 39 persen dari total ekspor perikanan nasional.
Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan, total ekspor perikanan pada 2020 sebanyak 1.262.000 ton atau senilai 5,203 miliar dollar AS. Volume ekspor itu meningkat 6,6 persen dibandingkan 2019, sedangkan nilai ekspor tumbuh 5,4 persen. Dari sisi nilai ekspor, kontribusi terbesar berasal dari komoditas udang, yakni 2,04 miliar dollar AS. Adapun volume ekspor udang tercatat 239.230 ton (18,9 persen),
Ketua Umum Asosiasi Produsen, Pengolahan, dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Budhi Wibowo, Senin (29/3/2021), mengatakan, untuk mencapai target lonjakan nilai ekspor udang sebesar 4,2 milar dollar AS atau 250 persen dalam kurun 4 tahun ke depan dibutuhkan peningkatan produksi dan nilai tambah produk. Volume ekspor udang diproyeksikan naik rata-rata 15,8 persen per tahun, sedangkan nilai ekspor tumbuh 20 persen per tahun.
Pandemi Covid-19 menyebabkan anjloknya pasar ekspor food service untuk restoran, kafe, dan katering. Unit pengolahan ikan yang mampu bertahan dan berkembang di masa pandemi Covid-19 adalah yang mengalihkan pasar ke produk ritel yang berupa udang olahan. Salah satu produk andalan untuk pasar ritel adalah olahan udang, berupa udang yang sudah dimasak (cooked shrimp) dan udang tepung (breaded shrimp).
Pada 2020, ekspor produk udang tepung dari Indonesia ke AS tumbuh hampir 200 persen dibandingkan 2019 sehingga menempatkan Indonesia naik dari peringkat ke-4 menjadi peringkat ke-1 pemasok produk udang tepung ke AS. Ekspor udang olahan rata-rata meningkat 40 persen, dengan kontribusi 30 persen dari total ekspor udang.
(Oleh - HR1)Ini Skema Komisi Shopee Food dan dan Grabfood
Platform layanan pesan antar makanan Shopee Food dan Grab Food mengklaim tak membebani mitra dalam berbisnis. ShopeeFood mengaku mengutip 20% kepada mitra UMKM, sementara Grab Food tak mau membuka skema bisnisnya.
Cindy Candiawan, Head of Campaigns and Growth Marketing ShopeeFood menjelaskan, saat ini mereka menerapkan skema komisi hingga 20% untuk layanan standar.
Sementara itu, Head of Marketing GrabFood, Hadi Surya Koe, tidak memberikan detail mengenai sistem skema yang mereka jalankannya, termasuk komisi yang ditetapkan. Namun pihaknya menerangkan skema itu telah diterapkan pada tahun lalu dan belum berubah sejak masa awal pandemi korona.
Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun mengatakan pemerintah perlu mengatur batas komisi yang diberlakukan oleh tiap penyedia layanan pesan antar.
“Idealnya kenaikan maksimal 15% dari harga yang ditetapkan oleh merchant, tidak lebih dari itu dan tidak perlu lagi ditambah Rp 1.000. Jangan bebankan kepada merchant dan pembeli juga,” ungkap dia, pekan lalu.
Harga Batubara Menguat, Produsen Wait and See
Harga batubara bergerak dalam tren positif di awal tahun 2021. Kondisi itu memunculkan harapan para produsen emas hitam tersebut dalam upaya menggenjot pertumbuhan bisnis di sepanjang tahun ini.
Pada Jumat (26/3) pekan lalu, harga batubara Newcastle untuk pengiriman juni tahun ini di Bursa ICE senilai USS 88,40 per ton. Harga itu sudah menguat 10,57% dibandingkan awal tahun di posisi USS 79,95 per ton.
Sejumlah emiten produsen batubara masih mencermati perkembangan pasar dalam rencana peningkatan produksi batubara pada tahun ini.
Saat ini persentase penjualan batubara GEMS masih didominasi pasar ekspor, yakni 65%, sementara pasar domestik 35%. Sepanjang Januari hingga September 2020, GEMS mampu memproduksi batubara sebanyak 23,9 juta ton.
Di sisi lain, volume penjualan GEMS mencapai 24,6 juta atau meningkat 19% dibandingkan Januari-September 2019 sebesar 20,8 juta ton. Sebanyak 62% penjualan GEMS menyasar pasar lokal dan sisanya ekspor. Untuk penjualan domestik meningkat 42% secara tahunan (yoy) dari 6,6 juta ton menjadi 9,4 juta ton. Sedangkan penjualan ke PLN naik 31% (yoy) dari 2,9 juta ton menjadi 3,8 juta ton.
Akulaku Finance Raih Pendanaan Tambahan dari Bank Jago
Jakarta - Perusahaan pembiayaan bagian dari Akulaku Group, PT Akulaku Finance Indonesia meraih penambahan fasilitas pendanaan dari PT Bank Jago Tbk. Dukungan dana itu menambah optimisme perusahaan untuk mampu menyalurkan pertumbuhan pembiayaan 50% pada tahun ini. Akulaku Finance akan menggunakan fasilitas pendanaan tersebut untuk mendukung langkah perusahaan dalam meningkatkan ekspansi penyaluran pembiayaan pada semester I-2021.
Kemitraan strategis dengan Bank Jago merupakan keberlanjutan atas kerjasama pembiayaan channeling yang sebelumnya terjalin pada kuartal akhir 2020. Hal itu juga mengukuhkan komitmen penguatan kolaborasi strategis yang saling menguntungkan bagi kedua perusahaan. Keberlanjutan kolaborasi strategis dengan Bank Jago merupakan bukti meningkatnya dukungan dan kepercayaan dari berbagai mitra perbankan terhadap visi dan kinerja dari perusahaan.
Penyaluran pembiayaaan Akulaku Finance masih melanjutkan tren pertumbuhan yang baik pada kuartal awal 2021. Akulaku Finance optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan minimal sebesar 50% dibanding tahun 2020. Optimisme tersebut terutama didasari oleh prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin kondusif dan membaik pascadilaksanakannya program vaksinasi, serta kenaikan adopsi layanan keuangan digital yang terus meningkat akibat pandemi Covid-19. Perubahan kebiasaan tersebut berdampak positif terhadap kenaikan penyaluran pembiayaan melalui platform daring. Perusahaan tetap berkomitmen untuk menjaga kualitas penyaluran pembiayaan. Diantaranya meningkatkan kualitas dan parameter sistem penilaian (scoring) kredit secara konsisten dan prudent, collection management yang handal, serta menerapkan mitigasi risiko yang baik.
(Oleh - IDS)
Pemerintah akan Bangun Sentra Lumbung Ikan dengan Skema "Solicited"
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah akan melakukan pembangunan sentra lumbung ikan nasional dengan skema solicited atau atas inisiasi pemerintah.
Menhub mengatakan sebagaimana diketahui Indonesia bagian timur kaya dengan ikan. Dalam laporan menteri KKP, kata dia, banyak sekali hal yang bisa diefektifkan agar fungsi-fungsi penangkapan ikan itu bisa secara masif. Karena itu pemerintah memutuskan melakukan pembangunan dengan skema solicited tersebut.
Pemerintah kemudian akan melakukan lelang kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) yang nilai investasinya kurang lebih Rp5 triliun. Selain itu dia menyampaikan juga ada kesempatan untuk mengembangkan kawasan menjadi 900 hektar di mana 700 hektar di antaranya akan dibebaskan oleh swasta.
Bulog Usulkan TNI - Polri dan ASN Beli Beras dari Bulog
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengusulkan TNI-Polri dan ASN mendapatkan penambahan tunjangan beras dari Kementerian Keuangan yang selanjutnya untuk dibelikan beras dari Bulog sebagai bentuk penyaluran stok beras.
Budi Waseso yang akrab disapa Buwas mengatakan bahwa Mekeu belum lama ini mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan yang menaikkan tunjangan beras untuk TNI-Polri dan ASN yang tadinya di angka Rp7.400 menjadi Rp10.769 per kilogram. Budi yang juga akrab disapa Buwas berharap Menkeu bisa memberikan tambahan tunjangan beras untuk TNI-Polri dan ASN sebesar Rp2.000 per kg.
Hal itu dimaksudkan agar Bulog dapat menyalurkan stok beras yang diserap dari para petani di seluruh Indonesia. Buwas mengungkapkan permasalahan yang ada pada Bulog saat ini adalah tidak memiliki pangsa pasar untuk menyalurkan beras yang diserap dari para petani.
Bulog memiliki tugas menyerap gabah dan beras dari para petani di seluruh wilayah Indonesia sebagai upaya untuk menjaga harga gabah dan beras di tingkat petani agar tidak jatuh. Penyerapan tersebut dilakukan sepanjang tahun berjalan.
Bulog Buka Kemungkinan Ekspor Beras ke Arab Saudi
Perusahaan Umum Bulog membuka kemungkinan untuk mengekspor beras ke Arab Saudi. Direktur Utama Bulog Budi Waseso alias Buwas mengatakan Arab Saudi pernah meminta Indonesia memasok beras dengan kontrak 100 ribu ton per bulan pada awal 2020 lalu, namun tidak berlanjut lantaran pandemi Covid-19.
Untuk dapat membuka keran ekspor beras, negara disebut-sebut harus lebih dulu mampu memenuhi cadangan bagi konsumsi dalam negeri dan meningkatkan produksi lahan petani. Di samping itu, negara harus meningkatkan kualitas berasnya sesuai dengan permintaan dari negara importir.
Buwas mengatakan Bulog akan menyiapkan pembangunan modern rice milling plant atau RMP atau pabrik penggiling di masing-masing wilayah agar kualitas beras lokal meningkat.
Selain menyiapkan teknologi RMP, kata Buwas, Bulog akan membangun gudang berbentuk selo di 13 titik di wilayah-wilayah sentra produksi beras. Gudang ini diklaim bisa menyimpan dan menjaga kualitas beras dalam waktu yang lama.
BPOM Berdayakan UMKM Pangan Olahan
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pemberdayaan terhadap usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pangan olahan melalui Program Program Orang Tua Angkat Pemberdayaan UMK Pangan Olahan.
Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito dalam keterangannya di Jakarta, Senin (29/3) mengatakan, program yang diluncurkan pada 25 Maret 2021 itu bertujuan meningkatkan pengetahuan bagi pelaku UMKM pangan olahan dan masyarakat terkait keamanan pangan.
Setelah peluncuran program tersebut, tambahnya, selanjutnya akan dilakukan seleksi UMKM Anak Angkat untuk diasuh oleh 10 industri pangan olahan yang telah berkomitmen menjadi Orang Tua Angkat bagi UMKM Pangan Olahan pada kesempatan pertama ini.
Dukungan yang dapat diberikan oleh industri sebagai Orang Tua Angkat, antara lain berupa hibah pendanaan, peralatan, atau peningkatan kapasitas bagi UMK yang menjadi anak angkat.
Pasar Domestik Kebagian 35 Persen- Volume Produksi Batu Bara Tetap Bertahan
Pergerakan harga batu bara yang positif di awal 2021 membuat sejumlah perusahaan batu bara memilih untuk menjaga target kinerja di tahun ini.
Sekretaris Perusahaan PT United Tractors Tbk (UNTR). Sara K Loebis mengatakan, volume produksi batu bara hingga Februari 2021 mencapai 17,2 juta ton atau turun tipis dari raihan 2020 yang mencapai 18,2 juta ton.
Sementara, untuk overburden mencapai 120,2 juta bem atau turun 13,27 persen year on year (yoy). Pada Februari 2020 overburden mencapai 138,6 juta bem.
Adapun penjualan batu bara hingga Februari 2021 mencapai 2,60 juta ton atau meningkat 38,55 persen yoy. Pada periode yang sama di tahun sebelumnya penjualan batu bara mencapai 1,87 juta ton.
Dalam catatan tahun sebelumnya. UNTR membukukan volume produksi batu bara sebesar 114,6 juta ton, menurun 12,6 persen dari realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 131,2 juta ton.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









