Teknologi
( 1206 )Menguasai Jagat Metaverse
Pandemi memaksa orang-orang untuk menggunakan teknologi internet yang belum pernah mereka dengar dan gunakan sebelumnya. Hal ini berakibat kepada dua hal, yang pertama adalah mengubah cara kita bekerja seperti menggunakan teknologi untuk bekerja secara jarak jauh, dan hadirnya tempat kerja yang berbasis karantina. Selain itu, ada juga berbagai adaptasi lain yang dilakukan, misalnya, terhadap rantai logistik, yang semakin bergantung dengan menggunakan internet untuk kegiatan operasionalnya. Di sisi lain, pandemi juga membuka mata bahwa teknologi yang ada sekarang juga tidak memadai jika kita menghadapi peristiwa yang lebih besar lagi di masa depan. Hal ini akhirnya memicu berbagai terobosan, dengan cara kita menggunakan internet, dan internet itu sendiri. Pada akhirnya, terobosan, atau lebih tepatnya evolusi internet, ini juga membawa perubahan ke lingkungan bisnis.
Secara keseluruhan, berbagai hal baru yang didorong oleh evolusi internet ke tahap yang berikutnya ini, membuat pengguna menemukan aspek baru dalam dunia digital: “metaverse”.Seperti “multiverse”, metaverse terdengar seperti istilah dalam cerita fiksi. Namun, berbeda dengan multiverse, metaverse sudah hadir dan memberikan pengalaman baru di internet, atau biasa disebut dengan Web3. Singkat kata, lingkungan Web3 akan memfasilitasi pertukaran data tanpa batasan sambil tetap mempertahankan batasan privasi atau akses. Dan saya percaya hal ini kan menjadikan metaverse sebagai cara utama dalam aktivitas komersial di masa depan. Seperti inovasi teknologi baru lainnya, ada banyak pendapat, termasuk harapan dan keraguan mengenai metaverse. Berbagai pendapat terkait metaverse itu muncul karena metaverse tampak hanya seperti game atau hiburan bagi konsumen. Hal yang sama pernah terjadi pada saat internet baru lahir.
Kepemimpinan di Era Digital Kian Menantang
Digitalisasi bak pisau bermata ganda dalam kepemimpinan. Upaya peningkatan kapabilitas dan penguatan jejaring sebagai fondasi utama kepemimpinan dapat terbantu oleh semakin majunya teknologi sistem informasi. Namun, banjir arus informasi berisiko mengaburkan fokus dalam tercapainya visi dalam kepemimpinan. Dalam sesi konferensi Kompasfest 2022 Presented by BNI, Sabtu (20/8) Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan tiga kunci utama membangun sikap kepemimpinan yang inklusif, yakni fokus dalam mengejar tujuan, tidak berhenti mengembangkan kapabilitas terus memperluas jaringan pergaulan.
Derasnya aliran arus informasi, menurut Erick, kerap membuat fokus untuk mengejar tercapainya visi kepemimpinan teralihkan. Peredaran informasi palsu yang tak terbendung juga cukup mengganggu upaya pembuatan kebijakan dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, pemimpin di era digital harus mampu memilah dan memilih informasi secara bijaksana. Menurut Erick, perkembangan teknologi informasi seyogianya dimanfaatkan oleh para pemimpin dan calon pemimpin untuk meningkatkan kapabilitas personal dan memperkuat jejaring perkenalan. Kedua aspek ini juga menjadi hal yang penting dalam upaya membina sifat kepemimpinan inklusif. (Yoga)
Kreator Konten Berperan Menggerakkan Pariwisata
Keindahan destinasi wisata di Indonesia memiliki daya magnet tersendiri, tetapi belum semuanya populer. Kolaborasi dengan kreator konten untuk memperkenalkannya dinilai bisa menumbuhkan minat wisatawan untuk berkunjung. Harapannya, cara itu bisa mendorong pemulihan industri pariwisata. Diskusi mengenai hal tersebut mengemuka dalam sesi ”The Future of Tourism Starts from Us” dalam rangkaian acara Kompasfest Presented by BNI, di Jakarta, Jumat (19/8). Dua pembicara dalam sesi ini hadir secara daring, yaitu Gaery Undarsa, Co-founder dan Chief Marketing Officer Tiket.com bersama pegiat backpacker Pandhu Waskitha.
Menurut Gaery, kreator konten berperan penting mengungkit jumlah kunjungan wisatawan di suatu tempat wisata. Konten digital dengan tema dan cara penyampaian yang menarik akan dilirik warganet. Tiket.com telah berkolaborasi dengan sejumlah creator konten untuk memperkenalkan sejumlah spot menarik. Dalam berkolaborasi, Gaery tidak mau asal-asalan. Dia mengurasi sendiri kreator konten yang layak untuk diajak berkolaborasi dengan mengunjungi akun media sosial mereka. Kreativitas dan keunikan masing-masing menjadi pertimbangan penting.
Sejak 2014, Pandhu Waskitha menggeluti dunia wisata menggunakan ransel (backpacker) ke sejumlah daerah pelosok di Indonesia dan mancanegara. Perjalanan tersebut didokumentasikan dalam bentuk foto dan video. Seiring waktu, dia membuat akun media sosial @bacpackertampan.”Identitas sebuah akun diperlukan supaya bikin penasaran. Misalnya backpacker tampan, mereka pasti penasaran, apa iya orang ini tampan?” selorohnya dalam forum itu. Dia memutuskan fokus menjadi kreator konten wisata pada 2019. Menurut dia, media social dan konten digital turut berperan dalam menggerakkan pariwisata, berdasarkan testimoni dari warga atau pengelola wisata. (Yoga)
PENGGABUNGAN INDIHOME—TELKOMSEL : TELKOM UNGKAP MODEL MERGER
PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) segera melakukan merger bisnis antara Indihome dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Penggabungan bisnis broadband dan nirkabel ini sebagai langkah perombakan perusahaan telekomunikasi milik perusahaan pelat merah tersebut. Hal tersebut diungkapkan oleh Dirut Telkom Ririek Ardiansyah dalam Telkom Group Investor Day di Nusa Dua, Bali, Jumat (19/8), saat ditanya oleh oleh analis mengenai rencana aksi korporasi itu. “Saat ini dalam tahap ke sana,” ujarnya. Ririek mengutarakan ada dua hal utama yang diperhatikan perseroan dalam aksi korporasi itu. Pertama, perseroan memilik fundamental bagus sebagai pembayar pajak terbesar dan berkontribusi pembayar dividen terbesar. Oleh sebab itu, tuturnya, penggabungan usaha ini akan mendapatkan nilai modal berganda yang dalam meningkatkan skala bisnis BUMN telekomunikasi itu. Kedua, sambungnya, secara valuasi akan mendorong nilai kapitalisasi di pasar modal. Namun, dia memastikan penggabungan usaha tersebut tidak sekadar melepas aset Indihome ke Telkomsel. Seperti diketahui 35% saham Telkomsel dimiliki oleh Singtel Singapura, sedangkan 65% digenggam Telkom. Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional (Mastel) Sigit Puspito Wigati Jarot mengatakan rencana merger ini sebuah upaya menarik untuk lebih menyesuaikan dengan era bisnis broadband yang makin konvergen. “Dalam rencana merger ini, karena Telkomsel dan Indihome masih di bawah satu grup yang sama yaitu Telkom grup, mungkin prosesnya bisa lebih mudah. Ini sudah sejalan dengan tren konvergensi,” katanya.
Kampanye Melawan Perdagangan Manusia
Publik prihatin dengan temuan di Kamboja. Sekitar 60 WNI menjadi korban human trafficking atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Secara global, 24,9 juta orang menjadi korban TPPO (ILO, 2017) dan menguntungkan para pelaku 150 miliar USD (ILO, 2014). Perlu perubahan dalam kampanye pencegahan dan penanggulangan TPPO, baik offline maupun online. Pihak Kemenaker, Dinas Sosial, BP2MI, dan otoritas Kemenlu perlu bersinergi agar kampanye lebih masif. Bisa melalui ajang sosialisasi populer seperti festival dan perkumpulan. Platform media daring yang variatif juga dapat menjadi outlet.
Apalagi 30 Juli 2022 adalah peringatan World Day Against Trafficking in Persons dengan tema ”Use and Abuse of Technology”. Peran serta organisasi non-pemerintah seperti Migrant Care, SBMI, dan Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia (Kabarbumi) perlu diperbesar porsinya. Lebih penting lagi adalah menekan operator media social seperti Facebook, Instagram untuk aktif menapis ketat konten-konten yang terindikasi fraud, menipu, dan memeras. Harus ada narasi tandingan dari otoritas untuk mengalahkan masifnya penipuan di dunia maya agar masyarakat terlindung dari kejahatan yang memakai ruang informasi. (Yoga)
Digitalisasi Dinilai Efektif Tekan Korupsi
Digitalisasi pengadaan barang dan jasa pemerintah dinilai efektif untuk menekan korupsi. Deputi V Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jaleswari Pramodhawardani dalam audiensi dengan jajaran Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) di Jakarta, Rabu (10/8) mengatakan, digitalisasi menjadi efektif karena hampir seluruh proses pengadaan dilakukan dengan mekanisme transparan dan akuntabel berbasis sistem. Digitalisasi juga dapat mengeliminasi sistem lelang yang memakan waktu lama dan rentan terjadi suap. (Yoga)
Persaingan Ketat, Bank Sulit Mencari Talenta Digital
Hiruk pikuk transformasi digital yang terjadi di hampir seluruh sektor bisnis di Tanah Air membuat permintaan akan talenta digital semakin tinggi. Kebutuhan yang muncul belum sebanding dengan persediaan sumber daya manusia (SDM) di sektor digital yang tersedia.
Industri keuangan jadi salah satu sektor yang punya kebutuhan talenta digital tinggi. Sebab teknologi sudah menjadi bisnis inti pada perbankan, financial technology (fintech) dan perusahaan rintisan (startup). Persaingan berebut SDM yang piawai di sektor teknologi informasi semakin sengit. Sejumlah bank mengaku masih kesulitan mencari talenta digital saat ini.
Investasi Teknologi
Selama krisis karena pandemi, menurut CNBC, sejumlah perusahaan membuktikan, berinvestasi dalam teknologi bukanlah biaya, melainkan menjadi pendorong bisnis dan pembeda. Teknologi menjadi faktor pemecah masalah. Kini sejumlah perusahaan malah telah berani tidak menarik kembali dana yang dikucurkan dalam investasi teknologi terlepas dari prospek ekonomi yang tak menentu. Survei CNBC Technology Executive Council mengungkapkan tiga perempat pemimpin teknologi mengharapkan organisasi mereka membelanjakan lebih banyak untuk teknologi pada tahun 2022. Teknologi diyakini dapat membantu saat resesi, teknologi itu antara lain kecerdasan buatan, robot, dan keamanan siber.
Analisis Vijay Govindarajan dan Anup Srivastava di Harvard Business Review, Juni lalu, mengingatkan bahwa dalam sejarah usai resesi selalu akan diikuti dengan ekonomi baru yang cerah. Usai perang dunia kedua, banyak negara kembali menjadi makmur. Oleh karena itu, penurunan harga saham perusahaan digital saat ini bukan berarti akhir dari revolusi digital. Hampir setiap perusahaan memiliki strategi digital yang terbukti memungkinkan perusahaan untuk menjalankan operasinya senormal mungkin selama pandemi Covid-19.
Mereka menyebutkan, manfaat strategi digital yang dipikirkan dengan matang dan terdokumentasi dengan baik adalah peningkatan visibilitas sumber daya dan manajemen sumber daya yang lebih baik, peningkatan fleksibilitas dan kelincahan organisasi, biaya lebih rendah, manajemen rantai pasokan yang lebih lancar, pengalaman pelanggan yang lebih baik, peningkatan produktivitas, pengembangan produk yang lebih cepat, dan perencanaan SDM yang unggul. (Yoga)
OJK Terbitkan Aturan Baru soal Digital
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan POJK No 11/2022 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank Umum. ”Akselerasi digital memberi nilai tambah, tetapi juga berisiko adanya serangan siber yang berakibat pada kebocoran atau pencurian data nasabah. Ini yang perlu kita antisipasi,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, Kamis (4/8), di Jakarta. (Yoga)
Semester I, Laba BNI Tumbuh 75%
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 13,31 triliun pada semester I-2022, tumbuh 6,89% dibanding periode sama tahun lalu Rp 12,45 triliun. Kenaikan laba bersih tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan dari Rp 69,48 triliun menjadi Rp 71,98 triliun. Manajemen mengharapkan bahwa sebagian besar transaksi yang dialokasikan untuk kontrak yang belum diselesaikan pada tanggal 30 Juni 2022 akan diakui
sebagai pendapatan selama periode- periode pelaporan berikutnya. Kewajiban pelaksanaan yang belum terpenuhi pada tanggal 30 Juni 2022, bagian yang diharapkan dapat direalisasi dalam satu tahun adalah sebesar Rp 7,37 triliun dan bagian yang lebih dari satu tahun. Sepanjang Januari-Juni 2022, pendapatan TLKM dari bisnis data, internet, dan jasa teknologi informatika tumbuh 4,92% menjadi Rp 41,52 triliun dari semester I-2021 yang sebesar Rp 39,57 triliun. Pertumbuhan pendapatan juga dicatatkan dari bisnis indihome yakni sebanyak 7,39% dari Rp 12,88 triliun menjadi Rp 13,83 triliun. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









