;
Kategori

Teknologi

( 1206 )

Digitalisasi Jadi Motor Pertumbuhan

23 Nov 2022

Kendati banyak perusahaan teknologi tengah mengalami rasionalisasi struktur biaya, ekonomi digital dinilai tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Meluasnya penetrasi internet dan pola konsumsi masyarakat yang makin lekat dengan digitalisasi akan mengakselerasi ekonomi  digital di Tanah Air. Demikian benang merah dalam diskusi Kompas 100 CEO Forum-CEO Live Series, Selasa (22/11) di Jakarta. Hadir sebagai pembicara, Managing Partner East Ventures Roderick Purwana, Chief Executive Officer (CEO) Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) Mia Melinda, dan Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi. Roderick mengatakan, perekonomian digital berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama selama pandemi Covid-19. Ke depan, terbuka peluang pertumbuhan ekonomi digital makin terakselerasi. ”Saatini baru bagian awalnya saja. Kita akan memasuki era keemasan ekonomi digital dalam 5-10 tahun ke depan,” ujar Roderick. Ia menjelaskan, laju pertumbuhan ekonomi digital ditopang oleh jumlah pengguna internet yang telah mencapai lebih dari 200 juta orang. Selain itu, pandemi yang membatasi mobilitas orang juga telah mengakselerasi digitalisasi secara lebih cepat.

Berdiri pada 2009, East Ventures telah berinvestasi ke berbagai perusahaan rintisan, bukan hanya di Indonesia, melainkan juga negara lain, seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Pperusahaan yang disuntik dana oleh East Ventures, antara lain, GoTo, Traveloka, dan Fore. Roderick mengaku sangat beruntung menyaksikan kelahiran ekonomi digital sejak awal hingga saat ini. Salah satunya adalah saat East Ventures menginvestasikan dana di Tokopedia sejak 2010. ”Kami beruntung melihat pertumbuhan ekonomi digital dari awal perintisannya hingga terus berkembang sampai saat ini. Kami yakin di masa depan ekonomi digital akan makin bertumbuh,” ujar Roderick. Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, pandemi telah mengubah perilaku konsumen menjadi kian akrab dengan digitalisasi. Ketika pandemi mulai mereda dan kegiatan luring sudah menggeliat, perilaku digital konsumen tidak akan menurun. Menurut Neneng, selama pandemi, pihaknya telah membantu 2 juta UMKM masuk ke ekosistem digital. Selain itu, pihaknya juga telah membantu 5.200 pedagang pasar di tujuh kota memanfaatkan teknologi digial. (Yoga)


PERUSAHAAN RINTISAN : Startup Tempuh Jalan Efisiensi

22 Nov 2022

Indonesia ICT Institute menilai perusahaan yang bergerak di sektor teknologi tengah melakukan efisiensi untuk bertahan hidup di tengah potensi perlambatan ekonomi global pada 2023. Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, upaya efisiensi yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan itu bisa membantu keberlangsungan ekosistem dan mitra yang ada di dalamnya. Saat ini, situasi global berada dalam istilah winter is coming atau terjadi perlambatan pada pertumbuhan ekonomi dunia. Menurutnya, efisiensi yang dilakukan perusahaan rintisan atau startup salah satunya melalui pemangkasan karyawan adalah merupakan hal realistis. “Efisiensi dilakukan agar perusahaan bisa survive. Saat ini yang dialami sebagian startup di Indonesia adalah terjadinya pengurangan investasi dari investor di luar negeri,” jelasnya seperti dikutip Antara.

JELAJAH SINYAL 2022 : Memantik Pembayaran Digital Lewat Pemerataan Jaringan

09 Nov 2022

Kehadiran akses internet ikut mendorong tumbuhnya pembayaran digital Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Flores. Kehadiran infrastruktur telekomunikasi membuat adopsi QRIS menjangkau hingga pasar tradisional. Fandi, seorang pedagang sayuran di Pasar Cancar, Kelurahan Waebelang, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, misalnya. Dia mengatakan lapaknya sudah menerima pembayaran menggunakan QRIS. Berkat pembayaran digital itu, katanya, pembeli tidak perlu membawa uang tunai lagi. “Iya belum lama ini ada beberapa pedagang pasar tradisional sini yang ditawarkan memakai QRIS, ya saya mau. Jadinya pembeli bisa ba yar lewat QRIS, tetapi cash juga masih kami terima,” tutur Fandi kepada Tim Jelajah Sinyal 2022 Bisnis Indonesia, Sabtu (5/11). Selain menggunakan QRIS, sinyal internet yang baik juga membantu para pedagang pasar untuk memantau perkembangan harga di kelurahan lain. Pedagang lain di Pasar Cancar, Wati, mengungkapkan bahwa pihaknya dapat mengikuti perkembangan isu yang mempengaruhi harga bahan pokok di pasar.

Pentingnya Regulasi dan Pengawasan Berbasis Teknologi

08 Nov 2022

Pemerintah dan DPR sedang membahas RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau RUU P2SK. Regulasi berformat omnibus ini diharapkan bisa meredefinisikan kembali sektor keuangan agar lebih sesuai dengan kondisi saat ini. Sebagai fondasi penting untuk memperkuat sektor keuangan, UU ini akan diturunkan dalam peraturan di bawahnya agar dapat diimplementasikan dengan baik. Beberapa survei industri keuangan memperkirakan biaya pemenuhan kewajiban kepatuhan (compliance cost) mencapai 5 % total biaya. Adapun potensi biaya karena tidak memenuhi kepatuhan bisa dua hingga tiga kali lipat. Dalam hal ini, regulatory technology (RegTech) dan supervisory technology (SupTech) dapat membantu. RegTech adalah penerapan teknologi agar regulator dan pelaku industri bisa lebih efektif dan efisien. Misalnya, pada proses perizinan, pelaku industri yang mengajukan izin umumnya berurusan dengan birokrasi, sulit mengetahui sampai di mana proses perizinan berlangsung dan kapan akan keluar. Saat ini regulator, seperti OJK dan BI, mulai menyediakan mekanisme perizinan digital atau e-licensing yang diharapkan transparan, seperti halnya e-dagang memiliki mekanisme pemantauan pesanan. e-licensing akan banyak membantu pelaku industry keuangan.

Ke depannya, konsep machine-readable regulation tidak hanya dapat digunakan untuk pengaturan  bersifat kuantitatif, tetapi juga pengaturan konseptual dan kualitatif. Untuk itu, regulator perlu menerbitkan peraturan dalam format yang bisa dianalisis dan dipahami secara semantik dengan  kecerdasan artifisial dan machine learning di sisi pelaku industri. Selain RegTech, regulator juga perlu menerapkan SupTech atau pengawasan berbasis teknologi. SupTech bisa diterapkan untuk pelaporan yang kini masih relatif manual. Beberapa regulator memang mulai menerapkan pelaporan daring misalnya BI dengan BI Antasena dan OJK dengan OJK-BOX (OBOX). Namun, umumnya data yang disimpan oleh pelaku industri diolah dulu menjadi laporan dengan format tertentu, lalu diunggah ke sistem pelaporan daring. Pengolahan manual di sisi regulator pun tidak jarang masih harus dilakukan. Ini bisa dibuat lebih mulus dengan mewajibkan pelaku industri melaporkan dalam format digital standar, misalnya menggunakan extensible business reporting language (XBRL), di mana semua field pelaporan distandardisasi. Dengan standardisasi yang baik antar-regulator pelaku industri yang harus melapor kepada dua atau lebih regulator dapat membuat pelaporan lebih efisien karena tidak menggunakan format khusus dari regulator tertentu. (Yoga)


Akhir Siaran Analog Mengusik Omzet Iklan Stasiun TV

07 Nov 2022

Pemerintah resmi menghentikan siaran TV analog atau Analog Switch-Off (ASO) mulai Rabu (2/11) pekan lalu. Namun implementasi migrasi ke TV digital yang berawal dari wilayah Jabodetabek ini, masih menyisakan problem di lapangan. Terutama, akses atas set top box (STB) yang belum merata. Alhasil, kondisi ini bisa mempengaruhi audience share dan berujung menggerus pendapatan iklan para pengelola stasiun televisi. Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATSVI) memprediksi migrasi ke TV digital berdampak bagi penurunan pangsa pemirsa (audience share) hingga berimbas ke pemasukan iklan televisi swasta. "Hal ini karena tingkat kepemilikan pesawat dan/atau perangkat penerima siaran digital seperti STB di masyarakat masih rendah," jelas Sekretaris Jenderal Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATSVI), Gilang Iskandar, kepada KONTAN, kemarin.

Digitalisasi Bikin BUMDes Detusoko Barat Melaju

04 Nov 2022

Infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bisa mendorong kemajuan desa jika bisa dioptimalkan dengan baik. Desa yang berkembang maju akan memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakatnya. Memajukan dan menggerakan perekonomian desa menjadi salah satu tujuan Ferdinandus Watu, di masa-masa akhir kuliah di Miami Dade College, Florida, Amerika Serikat, pada 2015 silam. Nando, begitu ia biasa disapa, mendapatkan beasiswa Fulbright untuk menuntut ilmu jurusan Tourism and Hospitality Management, di Negeri Paman Sam. Untuk mewujudkan cita-citanya, Nando bekerja di Kantor Desa Detusoko Barat yang ada di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selama bekerja di Desa Detusoko Barat, Nando mulai mengamati potensi ekonomi lokal apa yang bisa dikembangkan di desa ini. Hasilnya, di tangan Nando, dalam setahun Desa Detusoko Barat bisa masuk ke dalam daftar 50 besar desa wisata terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Visi menjadikan Detusoko Barat sebagai desa yang berka­rak­ter lokal, berdaya saing, berbasis pertanian terpadu, dan ekowisata dengan mengedepankan teknologi informasi, perlahan-lahan mulai terwujud.  “ADWI merupakan apresiasi dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk mendukung perkembangan desa-desa kreatif di Indonesia. Jadi ada tiga kata kunci yang kami jalankan, yakni pertanian, pariwisata, dan teknologi informasi,” kata Nando kepada tim Jelajah Sinyal Bisnis Indonesia, Se­lasa (1/11). 

Menurut Nando, pemilihan tiga kata kunci itu berangkat dari potensi dan kondisi yang ada di desanya. Pertama, jelas dia, sekitar 95% penduduk Desa Detusoko Barat mengandalkan sektor pertanian, seperti padi, kopi, kakao, lalu ada juga tanaman pangan, kemiri, dan juga hortikultura umbi-umbian. Kedua, sambung Nando, Desa Detusoko Barat berada di jalur utama jalan Trans-Flores, dan menjadi area penyangga Danau Kelimutu. Lokasinya hanya berjarak 33 km dari Kota Ende atau sekitar 45–60 menit berkendara dari Bandara Ende. Kata kunci ketiga, jelas Nando, terkait dengan era digital yang saat ini meng­ubah pola hidup masyarakat secara masif. Kondisi itu, jelasnya, harus dimanfaatkan untuk mengoptimalkan dua kata kunci lainnya.

Pameran Seni Bertali dengan NFT

04 Nov 2022

Pameran seni kian gencar mengadopsi teknologi non fungible token atau NFT yang bertaut pada ekosistem blockchain. Adopsi itu untuk beragam tujuan, mulai dari mendigitalkan sertifikat keaslian  karya seni hingga karya seni itu sendiri. NFT yang sejatinya adalah tanda kepemilikan atas benda digital dan tercatat di jejaring rantai blok belakangan memang menjadi perbincangan hangat. Sejumlah pameran seni turut menampilkan deretan karya seni digital sebagai NFT. Karya berwujud NFT itu juga kerap menarik kunjungan orang yang menggemari perkembangan teknologi. Sabtu (29/10) Manaf (30) yang menyempatkan diri datang ke Museum Nasional di Jakarta. Pegawai teknologi informasi ini datang untuk pameran bertajuk ”Rekam Masa” yang mengintegrasikan karya seni dengan blockchain. Hal yang paling menarik minatnya adalah bagaimana NFT dan blockchain itu bisa diimplementasikan untuk karya seni. Manaf menengok deretan karya seni di sana dan memindai QR code di tiap karya. QR code mengarah ke tautan di situs artopologi.com yang menjelaskan tentang karya tersebut berikut nominalnya dalam rupiah.

Selain dari artopologi.com, Manaf pun melihat-lihat laman Artopologi di lokapasar OpenSea. Dari situ, dia melihat sejumlah karya di pameran yang hadir dalam format sertifikat keaslian digital. Lukisan bertajuk ”Pesan dari Laut” karya Catur Nugroho, misalnya, Manaf temukan dalam laman OpenSea di jaringan rantai blok Polygon, bertuliskan certificate of authenticity, blockchain registered by Artopologi. ”Saya penasaran. Kebetulan, tadi pagi saya juga ikut seminar tentang rantai blok. Seharian ini. Saya pengin tahu aplikasinya lebih lanjut,” ungkap pria yang tinggal di Jaksel ini. Manaf hanyalah satu dari sebagian pengunjung yang mendatangi pameran Rekam Masa dengan rasa penasaran terhadap rantai blok dan NFT. Pameran yang berlangsung 28 Oktober hingga 6 November ini mengusung format seni yang berintegrasi dengan rantai blok. Artopologi, penyelenggara pameran Rekam Masa, berperan sebagai platform lokapasar karya seni fisik yang berintegrasi dengan rantai blok. Integrasi yang dimaksud ialah setiap karya fisik yang dijual di situs artopologi.com memiliki NFT berupa sertifikat keaslian digital di rantai blok. (Yoga)


Centang Biru di Twitter Rp 125.000 Per Bulan

03 Nov 2022

Di bawah bos baru, Elon Musk, platform media sosial Twitter berencana memungut biaya 8 dollar AS atau Rp 125.000 per bulan untuk akun bercentang biru. Hal ini guna menyelesaikan persoalan bot dan troll di platform itu sekaligus menciptakan pendapatan baru bagi Twitter agar tak bergantung iklan. ”Kekuatan bagi setiap orang! Biru seharga 8 dollar per bulan,” cuit Musk, Selasa (1/11). (Yoga)

2024, 30 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

02 Nov 2022

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki di Jakarta, Selasa (1/11) menjelaskan, pihaknya bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, dan platform digital yang tergabung dalam Indonesian E-commerce Association (idEA) akan berkolaborasi untuk mengupayakan agar 30 juta UMKM bisa masuk dalam ekosistem digital pada tahun 2024. (Yoga)

KRISIS CIP : Industri IoT Butuh 41 Juta Semikonduktor

01 Nov 2022

Industri internet of things atau IoT dalam negeri membutuhkan setidaknya 41 juta unit cip semikonduktor sepanjang tahun ini. Jumlah tersebut 11% lebih tinggi dibandingkan dengan kebutuhan tahun lalu.Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia (Asioti) Teguh Prasetya menjelaskan bahwa 41 juta unit cip semikonduktor yang dibutuhkan industri IoT akan digunakan untuk ponsel pintar sebanyak 30 juta unit, perangkat smart home 10 juta unit, serta smart building dan smart industry 1 juta unit.Peningkatan kebutuhan cip semikonduktor di industri IoT didorong oleh kenaikan permintaan pada tiap subsektor tersebut. Bahkan, permintaan konsumen terhadap perangkat ponsel pintar di Tanah Air diperkirakan tumbuh sekitar 8% pada tahun ini.Sementara itu, permintaan untuk perangkat smart home seperti CCTV masih sesuai dengan tren pertumbuhan, yakni 10 juta per tahun. Mengutip WSTS, penjualan cip semikonduktor diperkirakan naik secara menyeluruh di pasar global. Penjualan di kawasan Asia Pasifik sendiri diperkirakan naik 10,5% secara tahunan. Sementara itu, kawasan Benua Amerika dan Jepang 14,2%, serta Eropa 14%.