;
Kategori

Teknologi

( 1206 )

Jaringan Internet untuk Masyarakat Pelosok Desa

01 Dec 2023
Saneh tersenyum bahagia. Senyumnya itu dia lontarkan kepada Rafka, cucunya yang terlihat di layar ponsel. Sambil memandang cucu kesayangannya, dia pun pelan-pelan mengajarkan Rafka urutan abjad. “Aa… Bb…,” ucap Saneh berharap sang cucu mengikuti ucapannya.   Kebahagiaan Saneh, diakui suaminya, Rusdi, dikarenakan istrinya itu dapat menyapa sang cucu yang tinggal di Desa Pandan Indah, Praya Barat, Lombok Tengah. Sementara mereka, sang kakek dan nenek, tinggal di Desa Pandan Tinggang, Kecamatan Prabarda, Lombok Tengah. 

Lokasi rumah Rusdi yang tepat di belakang kantor Desa Pandan Tinggang membuatnya dengan leluasa dapat menelpon cucunya dengan jaringan internet secara gratis. Internet itu didapat dari program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), khususnya Bakti Akses Internet (Aksi). Berupa penyediaan akses internet melalui VSAT, radio link, dan fiber optik.

Selain Bakti Aksi, Bakti Kominfo memang memiki sejumlah program untuk mengurangi kesenjangan digital di wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi dan Informasi (WPUTI) di antaranya dengan menyediakan Palapa Ring, Satria-1, Bakti Sinyal (BTS), serta Program Ekosistem Digital.  “Saya menggunakan ponsel untuk telpon anak dan teman, serta baca-baca berita,” kata Rusdi. Kebetulan, lanjut dia, dia bekerja sebagai Panitia Pengawas Pemilu Kelurahan/Desa. (Yetede)

Pengembangan Kecerdasan Buatan Terhalang Dana dan Data

30 Nov 2023

Upaya industri asuransi jiwa mengembangkan kecerdasan buatan tertahan biaya dan kapasitas data. Pengembangan ini mempertimbangkan perubahan perilaku masyarakat akibat perkembangan teknologi yang tampak pada penurunan produk bancassurance. Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan, pihaknya tengah berupaya untuk meningkatkan kesadaran asuransi kepada generasi muda melalui platform digital. Sebab, generasi muda saat ini cenderung lebih menggandrungi teknologi berbasis digital.

”Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) memiliki peluang yang sangat besar. Tapi, belum banyak perusahaan asuransi jiwa yang menerapkan itu karena tentunya butuh biaya yang besar. Apalagi, saat ini terdapat wacana dari regulator untuk meningkatkan kapasitas modal minimum perusahaan asuransi,” katanya saat ditemui di Rumah AAJI, di Jakarta, Rabu (29/11). Selain itu, pengembangan kecerdasan buatan dalam produk-produk asuransi juga membutuhkan ketersediaan sumber daya yang mendukung dan basis data yang kuat. Saat ini pendataan dalam industri asuransi jiwa belum terintegrasi dan masih terbatas. (Yoga)

Nexa Wahadi Pelaku Bisnis Manfaatkan AI

29 Nov 2023
JAKARTA,ID-PT Internet Mulia Untuk Negeri (Nexa) baru saja menggelar acara bertema Next Level AI Conference: Unlocking Business Opportunies and Efficiency with Artificial Intelegence dengan mengundang para pelaku bisnis. Acara ini merupakan hasil kerja sama Nexa dengan InfoKomputer dan Kitatama yang di gelar di PO Hotel Semarang Jawa Tengah, baru-baru ini. Tren pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelegence/AI) di dunia bisnis sekarang semakin menunjukkan peningkatan dan manfaat yang signifikan. Hal ini pun membawa dampak positif dalam berbagai sektor kehidupan, terutama dalam segi bisnis. Pada acara tersebut, fokus pembahasan dipusatkan pada potensi pemanfataan taknologi AI di lingkungan bisnis, mulai dari meningkatkan efisiensi, menciptakan peluang bisnis baru, sampai meningkatkan ketahanan/keamanan siber (cyber security) organisasi. (Yetede)

Industri Rokok Sasar Generasi Muda melalui Pemasaran Digital

28 Nov 2023

Laporan terbaru Vital Strategies menemukan, industri rokok berusaha melawan kemerosotan tingkat konsumsi rokok secara global dengan berinvestasi dalam berbagai perangkat pemasaran digital tercanggih, seperti metaverse, siniar, dan karya seni nonfungible token atau NFT. Berbagai media baru tersebut sejauh ini belum teregulasi dan didominasi oleh audiens muda. Laporan Vital Strategies itu merupakan bagian dari inisiatif sistem pemantauan pemasaran rokok di media digital Tobacco Enforcement and Reporting Movement (TERM). Laporan tersebut memaparkan bukti bagaimana perusahaan rokok mengeksploitasi berbagai platform digital. Bukti yang dilaporkan ini berdasarkan tinjauan dari media social dan situs digital lain di India, Indonesia, dan Meksiko.

”Konsumsi rokok secara global terus merosot dan industri rokok berusaha mati-matian untuk menjaring konsumen generasi berikutnya demi mempertahankan keuntungan mereka seiring dengan menurunnya  jumlah perokok,” sebut Nandita Murukutla, Vice President Global Policy and Research Vital Strategies, dalam keterangan tertulis, Senin (27/11). Dalam laporannya, Vital Strategies memaparkan bagaimana industri rokok menempuh segala cara untuk mendapatkan konsumen baru. Mereka memanfaatkan anggaran pemasaran yang sangat besar untuk memasang iklan di seluruh penjuru internet, yang regulasinya masih sangat lemah. ”Termasuk yang sangat meresahkan adalah menyasar ruang-ruang yang justru adalah sarana media yang ramai digunakan oleh anak muda,” kata Murukutla. Contohnya, seorang pemengaruh Indonesia dengan 42.000 lebih pengikut memajang produk rokok elektronik. Taktik pemasaran ini dinilai efektif karena dapat diakses di mana saja, interaktif, dan sering kali disesuaikan dengan selera personal, terutama anak-anak muda. Saat ini, terdapat 5,2 miliar pengguna internet di seluruh dunia. (Yoga)

Potensi Bisnis Pusat Data Indonesia US$ 47 Miliar

27 Nov 2023
JAKARTA,ID-Potensi bisnis pusat data (data center) di Tanah Air sangat besar dan nilainya diproyeksikan bisa mencapai 47 miliar. Mordor Inteligence, lembaga riset dan konsultan industri asal India, memproyeksikan industri pusat data Indonesia punya tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (compound annual growth rate/CAGR) 14% dari US$ 2,06 miliar tahun 2023 naik menjadi US$ 3,98 miliar pada 2028. Sementara itu, pada 2022, bisnis data center senilai US$ 1,67 miliar. Pertumbuhan pesatnya terjadi seiring peningkatan ekonomi internet/digital Indonesia yang diprediksi tembus US$ 210-360 miliar pada 2030 dan keperluan penyimpanan data dalam jumlah besar. "Potensi pusat data di Indonesia saat ini sangat besar, nilainya diperkirakan sekitar US$ 47 miliar. Saya harap pengelola data center bisa melayani masyarakat, khususnya dalam ekosistem digital supaya menumbuhkan dan memberikan sumbangsih bagi tranformasi digital di Indonesia," kata Budi Arie. (Yetede)

Standardisasi Produk Impor Perlu Diperkuat

25 Nov 2023

Pemerintah perlu memperkuat pengawasan pemberlakuan ketentuan standardisasi produk impor yang akan dijual di dalam negeri, menyusul penetapan harga minimum 100 USD barang impor yang boleh diperdagangkan di platform e-dagang. Dalam jangka panjang, pemerintah juga perlu memiliki peta jalan pengembangan industri  dalam negeri agar produk lokal bisa bersaing dengan produk impor. Menurut Dewan Pembina Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Daniel Tumiwa, Jumat (24/11) di Jakarta, kebijakan harga minimum 100 USD barang impor yang boleh diperdagangkan di platform e-dagang sebenarnya bertujuan melindungi konsumen. Lantaran tujuannya positif, pemerintah semestinya menguatkan pemberlakuan ketentuan standardisasi produk, seperti Standar Nasional Indonesia (SNI) dan ketentuan yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, lanjut dia, pemerintah sebaiknya mulai menyusun peta jalan memajukan industri dalam negeri untuk mengembangkan produk-produk impor yang laku keras diperjualbelikan di platform e-dagang.

Pengembangan itu mulai dari proses manufaktur, desain produk, hingga pelibatan UMKM atau dengan industri kecil menengah (IKM). ”Para pengelola platform e-dagang, seperti lokapasar, biasanya memiliki data produk apa saja yang paling banyak laku dibeli konsumen. Pemerintah semestinya bisa menggandeng mereka untuk menyusun peta jalan tersebut,” ujar Daniel. Hal senada disampaikan Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri. Menurut dia, pemerintah sebaiknya sibuk meningkatkan kapasitas industri dalam negeri, seperti memfasilitasi produk-produk yang diproduksi industri besar ataupun UMKM/IKM bisa mendapatkan sertifikasi nasional dan internasional. Ia meyakini bahwa belum banyak perusahaan dalam negeri mengantongi sertifikasi produk bertaraf internasional. (Yoga)

Incar Pasar RI, Tiktok Ingin Investasi di Tokopedia

24 Nov 2023

Tiktok, aplikasi media sosial yang tengah berekspansi ke bisnis e-dagang, tengah menjajaki investasi ke Tokopedia melalui GoTo Group. Langkah korporasi milik raksasa teknologi asal China, ByteDance Ltd, ini antara lain untuk mengembangkan bisnis e-dagang di pasar Indonesia yang diperkirakan menguasai 40 % pasar e-dagang Asia Pasifik dalam beberapa tahun mendatang. Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, seusai konferensi pers Cerita Nusantara, Kamis (23/11) di Jakarta, menyatakan, Tiktok Shop, yang tutup pada 4 Oktober 2023, berpotensi akan kembali buka di Indonesia, baik buka sendiri maupun kerja sama investasi. Sejauh ini, menurut Teten, Tiktok sudah menjajaki investasi di tiga perusahaan. Ketiganya meliputi Tokopedia, Bukalapak, dan CT Corp. Untuk detailnya, dia mengaku belum tahu.

Bloomberg pada Rabu (22/11) mengabarkan Tiktok sedang dalam pembicaraan untuk berinvestasi ke salah satu unit GoTo Group di Indonesia. Salah satu poin pembicaraan adalah bahwa Tiktok ingin mencoba memulai kembali toko daringnya di Indonesia. Sumber Bloomberg mengatakan, perusahaan Itu sedang mengerjakan potensi berinvestasi pada unit e-dagang GoTo, yaitu Tokopedia, yang dapat di- selesaikan dalam beberapa minggu mendatang. Daripada melakukan investasi langsung, kesepakatan kedua perusahaan dapat berbentuk usaha patungan. Diskusi juga membahas langkah bersama Membangun platform e-dagang baru. Rencana ini diduga dirancang untuk mengatasi hambatan peraturan dan memungkinkan Tiktok menghidupkan kembali layanan belanja daring di Indonesia, pasar e-dagang terbesar di Asia Tenggara. (Yoga)

Sempat Tertekan, Pasar Ponsel Kembali Bergairah

20 Nov 2023
JAKARTA,ID-Pasar telpon seluler (ponsel pintar/smasrtphone) di Indonesia kembali bergairah setelah beberapa kuartal sebelumnya lesu ditekan oleh ketidakpastian kondisi perekonomian global. Pada kuartal III-2023, dua firma riset, Counterpoint dan International Data Corporation (IDC) melaporkan terjadi peningkatan pengiriman (shipment) smartphone ke pasar Indonesia. Meskipun jumlah pengiriman tidak tumbuh secara signifikan, tetapi setidaknya kondisi ini dapat menjadi sinyal positif ke depannya. Counterpoint melaporkan, jumlah pengiriman pada kuartal  III-2023, tumbuh 3% year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun yang lalu. "Sekarang tumbuh 3% di kuartal III-2023. Lebih sedikitlah. Hal itu karena, karena ekonomi kita membaik, walaupun data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan tidak terlalu signifikan. Di sisi lain, adanya varian baru yang diluncurkan, serta berbagai promo yang diberikan oleh brand," kata Analis Senior Counterpoint  Febriman Abdillah. (Yetede)

Dukung Penyandang Disabiliatas Berwirausaha, Telkomsel Berkolaborasi dengan Productive

20 Nov 2023
JAKARTA,ID-Telkomsel mendukung program inkubator digital disabilitas, dengan berkolaborasi bersama produktive yang merupakan platform digital bagi para penyandang disabilitas. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung kegiatan wirausaha para penyandang disabilitas melalui pemberian fasilitas sarana usaha, informasi mengenai permodalan dan pelatihan usaha, informasi mengenai permodalan dan pelatihan usaha dalam menambah pengetahuan bisnis untuk meningkatkan produktivitas secara digital. "Melalui dukungan pemberian sarana dan modal usaha ini, kami berharap dapat saling menguatkan kapabilitas wirausaha  para Teman Disabilitas untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Telkomsel dalam mendukung ekosistem digital yang inklusif bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia," kata Saki, dalam keterangan persnya. (Yetede)

AI di E-COMMERCE : Blibli Hemat Biaya Hingga 11%

18 Nov 2023

Perusahaan e-commerce PT Global Digital Niaga Tbk. mampu menghemat biaya hingga 11% setelah memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence dalam sistem bisnisnya. PT Global Digital Niaga Tbk. (Blibli) melalui anak usahanya PT Global Distribusi Pusaka telah memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mengoptimalkan pengiriman barang dari gudang kepada konsumen. VP of Return Management Blibli Azizah Purwitasari mengatakan bahwa kecerdasan buatan sudah digunakan untuk memberikan rekomendasi jenis kemasan pengiriman yang paling tepat kepada konsumen secara terkini. “Lalu, kita beri tahu kemasannya. Misalnya, harus menggunakan bubble wrap, string wrap, dan kita kasih rekomendasi juga kira-kira boks yang dipakai,” ujarnya di Gudang Blibli Bekasi, Kamis (17/11). Sejauh ini, Azizah mengeklaim kehadiran AI juga mengefisienkan waktu pengemasan hingga 27%—30%. Hal yang utama adalah banyaknya jenis barang yang membutuhkan jenis pengemasan yang berbeda-beda, sehingga seringkali pengemas menjadi bingung untuk menentukan boks atau teknik pengemasan tertentu. Akan tetapi, Azizah menyatakan AI tetap bisa melakukan kesalahan. Menurutnya, kesalahan itu seringkali disebabkan oleh sistem data yang tidak sesuai dengan kondisi barang. Azizah memberi contoh ada barang yang sebenarnya berukuran 12 cm, tetapi tertulis 10 cm. Berdasarkan data dari Blibli, persentase rekomendasi AI yang diikuti oleh karyawan adalah 86%. Oleh karena itu, Blibli akan terus berusaha hingga persentase tersebut mencapai angka 100%.