Lingkungan Hidup
( 5813 )Waspada Inflasi Akibat Pangan Impor
Tekanan ke Emiten Batubara Belum Reda
Laba bersih emiten tambang batubara sepanjang Januari hingga September 2023 merosot mengikuti penurunan harga batubara. Penurunan kinerja ini diprediksikan masih berlangsung pada kuartal akhir tahun ini.
Terkini, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melaporkan penurunan laba bersih menjadi US$ 405,83 juta. Realisasi ini tergerus 54,6% secara tahunan. Pendapatan ITMG pun turun sebesar 30,19% menjadi US$ 1,82 miliar.
Penurunan kinerja juga dialami PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan koreksi laba bersih hingga 62,21% menjadi Rp 3,8 triliun. PT Indika Energy Tbk (INDY) juga bernasib sama. Bahkan, laba bersih INDY tergerus 72,26% secara tahunan menjadi sebesar US$ 93,83 juta per akhir September 2023.
Sedangkan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) melaporkan pendapatan dan laba bersih yang kompak turun, masing-masing minus 15,76% dan minus 35,96%.
Presiden Direktur dan
Chief Executive Officer
ADRO Garibaldi Thohir mengatakan,
average selling price
(ASP) ADRO turun 25%. Padahal, produksi dan penjualan batubara ADRO masing-masing naik sebesar 12% dan 11% menjadi 50,73 juta ton dan 49,12 juta ton.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rizkia Darmawan menilai, belum akan ada
rebound
signifikan kinerja emiten batubara di kuartal IV-2023. Biasanya, memang ada kenaikan permintaan batubara seiring masuknya musim dingin di negara-negara importir batubara seperti China, Jepang dan India.
Proyeksi dia, harga rata-rata batubara Newcastle pada di kuartal IV-2023 berkisar di US$ 135 per ton.Kinerja emiten tambang batubara bisa terbantu dari sisi biaya tunai (
cash cost
), yang kemungkinan akan sedikit menurun. Ini karena ada normalisasi harga minyak dan penurunan
royalty rate
. Oleh karena itu, Rizkia lebih merekomendasikan emiten batubara yang mulai mendiversifikasikan bisnis seperti HRUM dan ADRO.
Analis Panin Sekuritas Felix Darmawan merekomendasikan
hold
saham PTBA dan dengan menurunkan target harga menjadi Rp 2.700 per saham.
Harga Energi Tertekan Kelesuan Permintaan dan Geopolitik
Harga energi tertekan dalam sebulan terakhir. Kelesuan harga energi tertekan pelemahan permintaan global dan kondisi geopolitik di Timur Tengah yang tengah bergejolak.
Melansir
Bloomberg
, harga minyak WTI masih bertengger di bawah US$ 80 per barel sejak pekan lalu. Kemarin (13/11), minyak sudah turun 10,41% ke US$ 77,36 per barel dalam sebulan. Nasib batubara juga serupa.
Harga batubara bergerak di bawah US$ 130 per ton dalam dua pekan terakhir. Dalam sebulan, harga batubara sudah turun 14,8% ke US$ 129,50 per ton, kemarin (13/11).
Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong mengatakan, harga energi pada umumnya tertekan oleh penurunan permintaan. Selain itu,
Research and Development
ICDX, Taufan Dimas Hareva menambahkan, tertekannya harga energi juga akibat situasi geopolitik.
Dengan situasi geopolitik saat ini, kedua analis juga menilai tekanan pada harga energi masih berpotensi berlanjut. Bbila perang Israel-Hamas tereskalasi akan berpotensi memberikan dukungan pada harga.
Lukman memproyeksikan harga minyak mentah di akhir tahun berpotensi kembali ke US$ 80 per barel–US$ 85 per barel.
Support
harga minyak berada di level US$ 75 per barel, sehingga harga saat ini berada di level
lower range.
Sementara gas alam diperkirakan berada di level US$ 3 per mmbtu. Sedangkan target harga batubara di kisaran US$ 110 per ton–US$ 120 per ton.
Stabilkan Harga Beras, Perkuat Kerja Sama Antardaerah
KEBIJAKAN PANGAN, APTRI: Pemerintah Perlu Miliki Cadangan Gula
Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia atau APTRI menilai
langkah pemerintah mengendalikan harga gula pasir atau konsumsi di tingkat
ritel modern sudah tepat. Namun, ke depan, pemerintah harus memiliki cadangan gula
untuk mengantisipasi kenaikan harga gula jika sewaktu-waktu terjadi lagi. Ketua
Umum APTRI, Soemitro Samadikoen menyatakan hal itu ketika dihubungi dari
Jakarta, Jumat (10/11). Pernyataan itu terkait kebijakan relaksasi atau fleksibilitas
harga acuan penjualan (HAP) gula konsumsi di tingkat konsumen yang dijual di
ritel modern. Bapanas menetapkan HAP gula konsumsi bisa dijual ke konsumen Rp
16.000 per kg. Khusus wilayah Maluku, Papua, serta daerah tertinggal, terluar,
terpencil, dan pedalaman (3TP), fleksibilitas HAP tersebut dipatok Rp 17.000
per kg.
Sebelumnya, HAP gula konsumsi di tingkat konsumen Rp 14.500
per kg. Khusus wilayah Maluku,Papua, dan daerah 3TP, HAP-nya sebesar Rp 15.500
per kg. HAP itu ditetapkan Bapanas dan berlaku sejak 24 Juli 2023. Menurut
Soemitro, kebijakan relaksasi harga gula konsumsi di tingkat ritel memang diperlukan.
Kebijakan itu akan membuat pabrik-pabrik gula swasta dan milik negara yang mendapatkan
penugasan impor gula mentah dan konsumsi mau memasarkan gula konsumsi ke pasar
ritel. Dengan harga gula mentah dan konsumsi di tingkat internasional yang saat
ini cukup tinggi, mereka akan merugi jika HAP gula konsumsi masih berkisar Rp
14.500-Rp 15.500 per kg. Apabila pasokan gula di pasar ritel
Soemitro berpendapat, kenaikan harga gula pada tahun ini memang
tidak bisa dihindari. Selain akibat dampak El Nino, kenaikan harga gula juga
dipengaruhi lonjakan harga gula di tingkat internasional. Agar hal itu tidak
terulang ke depan, pemerintah harus memiliki cadangan gula sendiri yang
dikelola oleh ID Food atau Perum Bulog sebanyak 1-1,5 juta ton. Cadangan gula
pemerintah (CGP) itu diharapkan bisa dipenuhi dari gula petani, bukan dengan
cara mengimpor. ”Pemerintah bisa menyerap gula petani saat harga lelang gula
berada di bawah harga acuan pembelian gula petani Rp 12.500 per kg,” kata
Soemitro. (Yoga)
Muhadjir Effendy Cari Solusi Atasi Krisis Pangan di Papua
Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menyerahkan
sejumlah bantuan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, sebagai tindak lanjut
penanganan bencana yang terjadi. Selain penyerahan bantuan, kunjungan ini untuk
berkoordinasi dengan pemda setempat mencari solusi menyeluruh permasalahan krisis
pangan yang kerap terjadi di Papua. ”Kunjungan hari ini sebagai tindak lanjut.
Sebelumnya pemerintah pusat dan daerah telah menyalurkan bantuan di lokasi
kelaparan. Sekarang yang terpenting
mencari solusi agar kasus seperti ini tidak terulang lagi,” kata Menko PMK Muhadjir
Effendy saat menyalurkan bantuan di Distrik Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo,
Jumat (10/11). Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah daerah di Yahukimo
dilanda bencana, seperti longsor dan kelaparan, akibat cuaca ekstrem. Hal ini menyebabkan
sebagian besar masyarakat mengalami krisis pangan. Salah satu yang cukup disorot
adalah musibah kelaparan yang mengakibatkan kematian massal di Distrik Amuma.
Bupati Yahukimo Didimus Yahuli mengatakan ”Saat ini (isu
kelaparan) sudah tertangani. Kebutuhan pangan masyarakat sudah kembali
tercukupi”. Di rumah jabatan Bupati Yahukimo, rombongan Kementerian PMK dan
dari kementerian ataupun badan negara lainnya menyerahkan bantuan bahan pokok,
pakaian, obat-obatan, serta uang tunai Rp 1 miliar sebagai dukungan operasional
penanganan kebencanaan. ”Fokus kami sekarang adalah menangani krisis pangannya karena
ini terus berulang di sejumlah wilayah di Papua. Kami sudah berkoordinasi menyiapkan
gudang (pangan) di sejumlah titik. Tempat paling ideal itu dekat bandara. Jika
ada bencana, langsung bisa disalurkan,” ujar Muhadjir. Di sisi lain, kunjungan
ini sekaligus untuk mencari solusi jangka panjang untuk penanganan yang tengah
dikoordinasikan dengan lintas kementerian, lembaga, dan pemda setempat. Rencananya,
pemerintah menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari pengembangan varietas lokal
yang lebih tahan iklim hingga penyuluhan soal teknologi tepat guna yang dibutuhkan
untuk pengolahan bahan pangan agar lebih awet. (Yoga)
Dua PSN Terkait Hilirisasi Nikel di Sultra Molor
Dua proyek hilirisasi nikel yang masuk dalam Proyek
Strategis Nasional (PSN) di Sultra molor dari target. Meski diinisiasi sejak
2022, dua proyek dengan investasi puluhan triliun ini masih dalam pengurusan dokumen
lingkungan. Investasi di wilayah ini dikhawatirkan tidak akan memenuhi target. Kadis
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sultra Parinringi mengatakan,
di Sultra saat ini ada sejumlah PSN, terutama hilirisasi nikel. Namun, ada dua
PSN tidak berjalan sesuai jadwal. ”Ada kawasan industriterpadu PT Nusantara
Industri Sejati (NIS) di Motui, Konawe Utara, dan PT Kendari Kawasan Industri Terpadu (KKIT) di Kendari.
Berdasarkan target, keduanya harusnya sudah jalan dan
konstruksi, tetapi sampai sekarang belum ada (fisik),” katanya, Jumat (10/11). Kedua
proyek hilirisasi nikel ini dimulai sejak 2022. Kawasan industri di Motui,
Konawe Utara, bahkan diresmikan Wapres Ma’ruf Amin. Kedua PSN ini diharapkan menyumbang
investasi hingga puluhan triliun rupiah. Dengan status PSN, seharusnya bisa
lebih cepat. Sebab, pelaksana mendapatkan berbagai kemudahan, termasuk perizinan.
Kondisi ini dikhawatirkan berimbas pada investasi di Sultra. Pada 2023, Sultra
ditargetkan menggaet investasi Rp 21,7 triliun, naik dari Rp 18 triliun tahun
lalu. Hingga triwulan III-2023, investasi baru 60 % atau sekitar Rp 15 triliun.
(Yoga)
Pasar Derivatif di BEI Masih Sunyi
Lampung Ekspor 4.180 Ton Nanas ke China
Adu "Balap” Produksi dan Impor Beras di Tahun Politik
Adu balap produksi dan impor beras bakal mewarnai tahun politik
2024. Tahun depan, Kementan menargetkan produksi beras nasional sebanyak 35
juta ton. Di tahun yang sama, pemerintah juga mengalokasikan impor beras
sebanyak 2 juta ton Pada tahun ini, produksi beras nasional diperkirakan
berkurang 650.000 ton menjadi 30,9 juta ton akibat dampak La Nina dan El Nino.
Di tahun yang sama, pemerintah telah menambah alokasi impor beras dari 2 juta ton
menjadi 3,5 juta ton. Target produksi beras 35 juta ton dikemukakan Mentan Andi
Amran Sulaiman dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR di Jakarta, Rabu (8/11). Target
tersebut lebih tinggi dibandingkan target tahun lalu sebanyak 31 juta ton. Untuk
mengejar target itu, Kementan menggulirkan sejumlah upaya, mulai dari percepatan
tanam yang dimulai tahun ini, pemberian insentif bagi petani yang melaksanakan program
percepatan tanam, hingga merealokasi dan meminta tambahan anggaran.
Menurut Amran, Kementan telah menggulirkan gerakan nasional
percepatan tanam padi di 10 provinsi seluas 569.374 hektar (ha). Per 4 November
2023, realisasi luas tanam mencapai 430.235 ha. Produksi gabah kering giling
diperkirakan sebanyak 3 juta ton atau setara 1,5 juta ton beras. Kementan juga
akan memberikan insentif berupa bantuan benih padi dan pupuk bagi petani yang
melakukan percepatan tanam pada November dan Desember 2023. Hal itu tentu saja
dengan mempertimbangkan ketersediaan air dan juga hujan yang mulai terjadi sejak
akhir Oktober 2023. Dirut Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, pemerintah telah menugasi
Bulog mengimpor beras 2 juta ton pada 2024. Impor beras itu baru berupa penugasan,
jadi tidak serta-merta akan dilakukan Bulog. ”Kalau tahun depan ada produksi
gabah atau beras dari dalam negeri, kami akan serap sehingga tidak perlu impor
sebanyak itu. Namun, kami butuh jaminan atau kepastian produksi (gabah atau
beras) di dalam negeri,” kata Budi. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









