Lingkungan Hidup
( 5816 )Pasokan Bawang Putih Mulai Bertambah
Pasokan bawang putih impor di dalam negeri mulai bertambah kendati masih belum merata. Hal itu terjadi setelah pemerintah mendesak importir untuk segera merealisasikan impor dan mendistribusikan bawang putih. Pemerintah juga perlu mengantisipasi penumpukan impor bawang putih pasca kejadian itu, lantaran banyak importir akan merealisasikan impor komoditas tersebut dalam periode waktu yang sama. Hal itu mengemuka dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta, Senin (20/5). Rapat yang dipimpin Irjen Kemendagri Tomsi Tohir Balaw itu dihadiri perwakilan pemeda dan kementerian/lembaga terkait pangan. Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Bambang Wisnubroto mengatakan, pasokan bawang putih impor di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, bertambah.
Pada 17 dan 19 Mei 2024, volume bawang putih yang masuk ke pasar itu masing-masing sebanyak 90 ton dan 96 ton. ”Volume masuk tersebut tinggi karena jauh di atas rerata kebutuhan pasokan bawang putih di pasar tersebut yang sebanyak 22 ton per hari,” ujarnya. Kendati begitu, lanjut Bambang, rerata total pasokan bawang putih impor di 19 pasar pantauan di daerah-daerah lain masih di bawah normal. Oleh karena itu, Kemendag akan mengawal realisasi impor dan distribusi bawang putih serta segera mengeluarkan sisa persetujuan impor (PI) komoditas itu. Berdasarkan data Kemendag, per 17 Mei 2024, total rerata pasokan bawang putih sepekan terakhir di 19 pasar pantauan sebanyak 151 ton. Volume pasokan itu 13,53 % di bawah total pasokan normal 191 ton.
Dari 19 pasar pantauan itu, pasokan bawang putih di lima pasar di atas pasokan normal dan di 14 pasar di bawah normal. Pasar dengan pasokan bawang putih di bawah normal antara lain Pasar Induk Jakabaring di Palembang, Pasar Johar di Semarang, Pasar Induk Cikopo di Purwakarta, Pasar Induk Pare di Kediri, Pasar Besar Palangkaraya, dan Pasar Wosi di Manokwari. Kemendag juga mencatat, realisasi impor bawang putih per 17 Mei 2024 sebanyak 133.690 ton. Volume realisasi impor tersebut 38,27 % dari PI yang telah diterbitkan dengan volume 342.127 ton. Realisasi impor itu juga baru 20,72 % dari total alokasi impor bawang putih pada 2024 yang sebanyak 645.025 ton. Sisa volume impor bawang putih yang belum diterbitkan PI-nya sebanyak 302.898 ton. (Yoga)
Perluasan Inovasi Padi Apung Terkendala Biaya Tinggi
Inovasi padi apung berhasil dikembangkan dalam skala kecil di lahan rawa pasang surut Desa Sampurna, Barito Kuala, Kalsel. Namun, pengembangannya dalam skala luas masih terkendala biaya produksi yang tinggi. Perawatannya terbilang rumit. Tanaman padi apung dengan media tanam pot plastik dan styrofoam menghijau di lahan rawa pasang surut, di samping rumah Suparlan (55), warga Desa Sampurna, Senin (20/5). Desa ini berjarak 35 km dari Banjarmasin. Ia menuturkan, padi apung yang ditanamnya itu baru berusia satu bulan. Tahun 2024 merupakan tahun keduanya mengembangkan padi apung dengan bantuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel. Jenis padi yang ditanamnya adalah siam madu.
”Padi ini bisa panen dalam usia tiga bulan. Kalau tidak ada kendala, dalam dua bulan ke depan, Juli, sudah bisa panen,” ujar Suparlan. Pada tahun pertama uji coba padi apung di desanya, hanya Suparlan yang berhasil panen pada Mei 2023. Dari 630 rumpun padi yang ditanam menggunakan 30 lembar styrofoam berukuran 1 x 2 meter, Suparlan dapat 12 kaleng padi atau 240 kg. ”Kalau sebagian hasilnya tidak dijual, hasil panen padi apung tahun lalu itu cukup untuk makan kami bertiga di rumah selama setahun,” katanya. Namun, karena hasil panennya sangat bagus, banyak petani setempat yang meminta agar Suparlan menjualnya sebagai benih. ”Hasil panen padi apung tahun lalu itu setara hasil panen padi di sawah 2 borong (340 meter persegi),” ujarnya.
Menurut Suparlan, padi apung cocok dikembangkan di lahan rawa pasang surut setelah dirinya dan banyak petani di desanya kerap gagal panen pascabanjir besar di Kalsel tahun 2021. Namun, pengembangannya saat ini terkendala biaya besar di awal, khususnya untuk media tanam. ”Saya terbantu karena sudah dua tahun ini mendapat bantuan media tanam dari pemerintah. Tahun ini, saya menggunakan 76 lembar styrofoam dengan lebih dari 1.500 pot padi apung,” ucapnya. Meskipun modal awal besar, Suparlan menyebut biaya perawatan padi apung lebih ekonomis dibandingkan perawatan padi di sawah. Hal itu karena tanaman padi apung tidak membutuhkan banyak pupuk dan pestisida. (Yoga)
Harapan Baru Emiten Batu Bara
Hasil kinerja emiten batu bara yang kurang memuaskan pada kuartal I-2024, menurunkan minat investor terhadap sahamnya. Meski demikian, ekspektasi membaiknya harga jual rata-rata (average selling price/ASP) dan peningkatan volume produksi, membawa harapan baru terhadap kinerja emiten emas hitam tersebut di kuartal dua ini. Hal itu pula yang tampaknya telah dilihat sebagai pelaku pasar, yang terbukti dari harga saham sejumlah emiten batu bara mulai beranjak naik.
Hasil kinerja emiten produsen batu bara pada kuartal I-2024 relatif beragam, meskipun ASP lebih baik dari asumsi kami. Kami melihat potensi pemulihan volume penjualan di kuartal II-2024," kata Analis Indo Premier Sekuritas Reggie Parengkuan dan Ryan Winipta dalam riset terbarunya, Senin (20/5.2025). Dalam catatan reggie dan Ryan, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) mempu mencatatkan kinerja di atas konsensus masing-masing 37% dan 27% terhadap estimasi sepanjang 2024. (Yetede)
Blok Rokan dan Mahakam Simbol Kebangkitan Energi Nasional
ESDM-Antam Cari Potensi Tambang Mineral
Pusat Sumber Daya Mineral Batu Bara dan Panas Bumi (PSDMBP) Badan Geologi Kementerian ESDM dengan PT Antam Tbk, khusus unit Geomin sepakat untuk memperpanjang jangka waktu Perjanjian Kerja Sama (PKS). Perpanjangan tersebut dilaksanakan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama yang baru pada Jumat (17/5/2024). Penandatanganan perjanjian kerja sama Tentang Penyelidikan Potensi Sumber Daya Mineral Logam ini merupakan amandemen sekaligus perpanjangan Perjanjian Kerja Sama sebelumnya.
Penandatanganan dilakukan oleh Kepala PSDMBP Agung pribadi dan General manager Unit Geomin Muhammad Wafid dan Direktur Pengembangan Usaha PT Antam Tbk I Dewa Wirantaya. "Sebagaimana hasil kegiatan kerja sama yang diperoleh periode lalu, kami berharap kerja sama kali ini akan dapat memberikan daerah prospek mineral logam yang baru, sehingga pada gilirannya nanti dapat menambah sumber daya/cadangan mineral logam khususnya emas, nikel, bauksit maupun komoditas logam lainnya," kata Wahid. (Yetede)
Indonesia Akan Ekspor 65 Ribu Ton Jagung
Bulog Serap 535 Ribu Ton Beras dari Dalam Negeri
Tambal-Sulam Peringatan Dini Bencana
Sentuh Rekor, Emiten Emas Makin Bernas
Harga emas kembali mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa atau all time high. Kenaikan harga emas bakal ikut menyepuh kinerja penjualan emiten komoditas ini. Menurut data Bloomberg, kemarin, harga emas harga kontrak emas pengiriman Juni 2024 di Comex Amerika Serikat (AS) mencapai US$ 2.421,4 per ons troi. Harga itu naik sekitar 15% di tahun ini. Emiten memanfaatkan kenaikan harga emas untuk menggenjot produksi dan penjualan. Salah satunya PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Direktur dan Chief Investor Relations Officer BRMS Herwin W Hidayat mengatakan, BRMS membidik target produksi emas 32.000-35.000 ons troi hingga akhir tahun 2024. Hingga kuartal I-2024, penjualan BRMS mencapai US$ 20,32 juta, melesat 250% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Herwin mengatakan, BRMS masih berfokus pada penyelesaian pabrik pemrosesan bijih emas yang ketiga di Palu. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga mencetak penjualan bersih emas sebesar US$ 291,17 juta di kuartal I-2024, naik dari US$ 233,62 juta di kuartal I-2023.
Vice President of Corporate Communications and Investor Relations AMMN, Kartika Octaviana mengatakan, volume produksi emas AMMAN di kuartal I-2024 mencapai 166.536 ons dengan volume penjualan 137.539 ons. AMMN menargetkan produksi emas sebanyak 1,009 juta ons emas untuk tahun 2024. Emiten saham produsen perhiasan emas PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) juga menggenjot produksi. Direktur Investor Relation HRTA, Thendra Crisnanda menyatakan, produksi HRTA mencapai 3,85 ton emas murni di kuartal I-2024. Angka ini sudah mencapai 24,6% dari total target di tahun 2024. Research Analyst Phintraco Sekuritas, Aditya Prayoga melihat, harga emas masih akan menguat terbatas. Kinerja emiten emas pun akan diuntungkan oleh penguatan average selling price (ASP). Sedangkan Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada merekomendasikan beli saham AMMN, BRMS, HRTA, dan ANTM dengan target harga masing-masing Rp 10.950, Rp 185, Rp 460, dan Rp 1.870 per saham.
SEKTOR KOMODITAS : LETUPAN TEMPORER SAHAM LOGAM
Memanasnya harga komoditas logam di pasar global memantik pergerakan saham emiten-emiten produsen emas, tembaga, dan nikel di Bursa Efek Indonesia. Sentimen itu berpotensi turut memoles kinerja penjualan emiten pada kuartal II/2024. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas telah menyentuh rekor baru. Emas Comex berada di level US$2.444 per troy ounce, sedangkan emas spot di level US$2.438 per troy ounce. Fase bullish juga tengah menyelimuti dua komoditas logam dasar, yaitu tembaga dan nikel. Di bursa London Metal Exchange, tembaga berjangka menguat 2,34% ke level US$10.668 per ton dan nikel menguat lebih dari 2,64% ke level US$21.696 per ton pada Senin (20/5). Secara year-to-date, harga emas spot sudah menguat 18,35%, tembaga memantul 24,64%, dan nikel melejit 26,97%. Kenaikan harga itu menjadi pelecut kenaikan harga saham emiten-emiten logam dalam jangka pendek. Pada perdagangan kemarin, apresiasi harga dibukukan oleh emiten logam, seperti INCO yang naik 7,52%, MBMA menguat 6,61%, BRMS 5,48%, ARCI 3,97%, MDKA 3,65%, serta AMMN dan ANTM yang meningkat masing-masing sebesar 2,44% dan 2,16%. Mayoritas saham emiten logam juga makin berkilau dalam sepekan terakhir a.l. INCO dan MBMA yang naik dobel digit berturut-turut 14,19% dan 15,18%.
Analis NH Korindo Sekuritas Axell Ebenhaezer mengungkapkan beberapa sentimen pendongkrak harga logam yang kompak menguat. Axell menjelaskan sentimen utama pendorong harga tembaga adalah semakin naik nya permintaan tembaga untuk proyek-proyek energi baru terbarukan (EBT) dan serta pembuatan kendaraan listrik. Untuk harga nikel, sentimen utama pendorongnya ialah gangguan pasokan karena tensi politik di New Caledonia—produsen nikel ketiga terbesar di dunia. Sementara itu, harga emas utamanya dipengaruhi oleh data-data ekonomi, seperti CPI AS yang tercatat turun dan berdampak pada peningkatan harapan adanya pemotongan suku bunga the Fed, serta pelemahan dolar AS yang berdampak positif terhadap harga emas. Selain menjadi sentimen jangka pendek untuk saham-saham emiten logam, kenaikan harga komoditas underlying juga akan mendongkrak kinerja fundamental setidaknya pada kuartal II/2024. Naiknya harga komoditas undeerlying akan meningkatkan rata-rata harga jual atau ASP serta berpotensi mendongkrak pendapatan.
Equity Research Ciptadana Sekuritas Thomas Radityo mengatakan harga logam terutama nikel saat ini telah mencapai titik puncak dan diproyeksi kembali normal setelah kuartal II/2024. Meski demikian, Thomas memproyeksikan penurunan harga nikel tidak akan tajam dan akan berakhir di level US$18.000— US$18.500 per ton pada akhir tahun. Senada, analis Kiwoom Sekuritas Miftahul Khaer menyebutkan dampak kenaikan harga logam terhadap emitennya akan sangat bervariasi tergantung jenis logam. Menurut Khaer, kenaikan harga emas akan berdampak signifi kan terhadap emiten yang didominasi oleh emas dibandingkan dengan tembaga. Dihubungi terpisah, Vice President of Corporate Communications Amman Mineral Internasional Kartika Oktaviana menyebutkan secara teoritis kenaikan harga emas dan tembaga pada kuartal II/2024 akan tecermin dari kinerja yang akan diumumkan pada Juli mendatang.
Lebih lanjut, dia menjelaskan saat ini perubahan harga tidak berdampak pada strategi produksi dan penjualan AMNN karena pihaknya terus memproduksi dan menjual seoptimal mungkin untuk memenuhi permintaan pasar. Fokus AMMN ialah peningkatan efi siensi operasional dan mempertahankan status sebagai salah satu produksi tembaga dan emas berbiaya rendah.Kenaikan harga logam disebut juga akan berdampak pada kinerja BRMS. Direktur BRMS Herwin Hidayat mengatakan kenaikan harga jual emas akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan BRMS pada kuartal II/2024.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









