Teknologi Informasi
( 863 )Indonesia Bergabung dalam Tim Teknis Siber ASEAN
Indonesia berperan aktif dalam pembentukan ASEAN Regional Computer Emergency Response Team (CERT) untuk mengatasi meningkatnya serangan siber dan mendukung pengembangan ekonomi digital di Asia Tenggara. Wakil Ketua Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), A Rachmad Wibowo, menekankan pentingnya kerja sama antarnegara ASEAN dalam berbagi informasi, meningkatkan kapasitas digital, dan mitigasi insiden siber. Dengan adanya CERT, negara-negara anggota diharapkan dapat merespons serangan siber dengan lebih cepat dan efektif.
Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura, Josephine Teo, juga menegaskan bahwa CERT akan memfasilitasi lokakarya dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas kolektif menghadapi ancaman siber. Keseluruhan inisiatif ini diatur oleh gugus tugas yang dipimpin secara bergilir oleh negara-negara anggota, sehingga menciptakan kerangka kerja yang terkoordinasi dalam menangani tantangan siber di kawasan.
Industri Kecerdasan Buatan untuk Memenuhi Kebutuhan Manusia
AI, Peluang atau Ancaman bagi Media
Laporan UEA: Potensi Pertumbuhan Pesat di Sektor AI
mengungkap proyeksi pertumbuhan pasar kecerdasan buatan (AI) global yang akan meningkat secara signifikan dari US$621 miliar pada 2024 menjadi US$2,7 triliun pada 2032, menurut laporan Fortune Business Insights. Dengan kemajuan pesat dalam teknologi AI, sektor-sektor seperti kesehatan, keuangan, pendidikan, dan manufaktur diharapkan akan terdampak secara besar-besaran. Momentum ini menjadi sorotan utama dalam GITEX Global 2024, sebuah acara teknologi dan startup terbesar di dunia yang berlangsung di Dubai World Trade Centre (DWTC) pada 14-18 Oktober 2024.
Trixie Loh Mirmand, Wakil Presiden Eksekutif DWTC, menekankan bahwa ambisi besar global untuk ekonomi AI akan terlihat melalui kolaborasi intensif selama GITEX, yang mencatat kenaikan 40% dalam partisipasi internasional dibandingkan tahun sebelumnya. GITEX juga berbarengan dengan acara Expand North Star, yang berfokus pada startup dan investasi dengan partisipasi lebih dari 6.500 perusahaan dan 1.800 startup dari 180 negara. Kedua acara ini diharapkan menjadi landasan penting dalam mendorong perkembangan ekonomi AI global dan memperkuat posisi Dubai sebagai pusat teknologi dan AI dunia.
Pemerintah Didesak untuk Mengatur Starlink
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah mengatur penggunaan satelit orbit rendah Starlink di Indonesia untuk mencegah praktik penyediaan jasa internet rumahan secara ilegal (RT/RW Net). Henry Wijayanto, Head of External Communications XL Axiata, mengharapkan pemerintah melibatkan seluruh pemangku kepentingan telekomunikasi dalam tata kelola satelit orbit rendah ini. Menurut Henry, layanan Starlink yang digunakan di area residensial dapat mempengaruhi bisnis layanan fixed broadband (FBB) yang disediakan ISP lokal, termasuk XL Home.
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkap bahwa Starlink digunakan untuk beberapa rumah melalui skema Fair Usage Policy (FUP). Sekretaris Umum APJII, Zulfadly Syam, menyebut bahwa satu perangkat Starlink dapat melayani beberapa rumah menggunakan alat khusus, sehingga bisa menjadi opsi lebih ekonomis untuk masyarakat. Meski demikian, penggunaan yang tidak sesuai dengan ketentuan dapat memicu tindakan blokir.
Hambatan Investasi Teknologi Tinggi di Pusat Data Google
Indonesia gagal menarik investasi pusat data dari Google, yang memilih Malaysia sebagai lokasi pembangunan data center di Asia Tenggara. Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menjelaskan bahwa keputusan Google dipengaruhi oleh beberapa faktor: tarif listrik industri di Malaysia lebih murah, insentif bebas bea masuk untuk barang modal, dan kepastian hukum yang lebih baik. Tarif listrik di Malaysia, yang hanya 8 sen dolar AS per kilowatt-jam, lebih menarik dibandingkan tarif di Indonesia. Selain itu, Budi menyoroti pentingnya pembenahan kepastian hukum di Indonesia untuk meningkatkan daya saing dalam menarik investor asing.
Google telah mengumumkan investasi sebesar US$2 miliar di Malaysia dan US$1 miliar di Thailand, untuk membangun pusat data dan infrastruktur cloud. Meski pemerintah Indonesia tengah mengupayakan negosiasi dengan Google agar pusat data untuk pengguna di Indonesia dapat ditempatkan di dalam negeri, keputusan investasi sejauh ini mengarah ke negara tetangga.
Bisnis Ilegal Jaringan Internet Mandiri RT/RW Net Marak
Bisnis Ilegal Jaringan Internet Mandiri RT/RW Net Marak
RI Berhasil Menarik Investor di Sektor TIK
Bahkan, pemerintah terus mendorong pemanfaatan inovasi bisnis untuk meningkatkan peluang sektor digital nasional. “Saya berharap Kadin Indonesia juga pelaku industry dapat meningkatkan nilai tambah Indonesia dalam rantai pasok global. Ini guna memperkuat upaya bersama dalam mewujudkan transformasi digital menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Budi Arie. Menurut dia, perkembangan teknologi yang pengembangannya, penerapan praktis, atau keduanya yang masih belum terwujud (emerging technologies) yang juga membuka banyak peluang inovasi dan investasi. Sebagai contoh, pengembangan teknologi 4G Advance yang memungkinkan ultra reliable law latency communication hingga artificial intelegence (AI) untuk produktivitas dan efisiensi proses bisnis. (Yetede)
Kecerdasan Buatan Mau Tak Mau Diadopsi Indonesia
Pilihan Editor
-
Instruksi Pusat Untuk Rencana Penambangan
21 Feb 2022 -
Separuh Investor Tak Wajib Bayar Bea Meterai
22 Feb 2022 -
Menakar Prospek Usaha Sang Sultan Andara
22 Feb 2022








