;
Tags

Pasar Modal

( 329 )

Perlindungan Konsumen Terus Diperkuat

KT3 05 Jun 2023 Kompas

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen terus memperkuat perlindungan konsumen, khususnya investor ritel pasar modal yang berperan penting dalam menjaga stabilitas dan mencegah gejolak di Pasar Modal Indonesia. Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dalam IOSCO Committee 8 Meeting di New York, Amerika Serikat, akhir pekan lalu. (Yoga)

PASAR MODAL, Bersiap dengan Strategi Baru

KT3 05 Jun 2023 Kompas

Para trader dan investor di pasar saham Indonesia yang baru masuk ke pasar saham ketika masa pandemic belum pernah mengalami penurunan harga saham lebih dari 7% per hari. Kini, sebagian juga sudah bekerja penuh waktu di kantor masing-masing, tidak sempat lagi mengawal perdagangan atau investasi saham secara lebih intensif seperti ketika masa pandemi. Dengan demikian, momentum menghadapi auto reject bawah sebesar 15% mulai Senin (5/6) ini baik juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi perjalanan trading dan investasi. Jika trader atau investor angkatan Corona sudah bekerja sepenuhnya di kantor, seperti masa normal, pertimbangkan lagi apakah kegiatan jual beli saham (trading) jangka pendek masih dapat dilakukan. Ketika pandemi, jual beli saham dalam jangka pendek sangat mungkin dilakukan karena para pekerja bekerja dari rumah. Pertemuan-pertemuan dilakukan secara daring. Membuka dua layar, satu untuk trading sama dan satu lagi untuk pertemuan daring, sangat memungkinkan.

Jika memang strategi scalping atau jual beli saham cepat tidak dapat dilakukan lagi, perubahan strategi sangat dimungkinkan. Masih ada strategi lain, seperti swing, yaitu membeli saham ketika sedang berada pada tren naik dan menjual pada saat tren sudah berbalik. Dengan strategi ini, trader tidak perlu melihat layar monitor sepanjang hari perdagangan. Strategi lain yang lebih santai adalah investasi berkala. Strategi ini dilakukan dengan cara membeli saham berkapitalisasi besar secara bertahap. Setelah menentukan strategi trading atau investasi, penyesuaian yang dilakukan selanjutnya adalah mengurangi risiko karena batas penurunan harian (auto rejection) sudah bertambah menjadi 15%. Hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penurunan harga saham hingga 15% dalam satu hati, dengan fokus pada saham-saham yang sedang berada pada tren naik (up trend). Fokus juga pada perusahaan yang memiliki fundamental baik, seperti kinerja keuangan yang positif dan laba yang terus berkembang. (Yoga)


Pacu Literasi Pasar Modal

HR1 25 May 2023 Bisnis Indonesia

Pertumbuhan jumlah investor pasar modal di Indonesia tumbuh secara progresif dalam 5 tahun terakhir. Pada 2018, berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia, pasar modal di dalam negeri hanya diramaikan oleh 1,62 juta investor. Jumlah itu kemudian melesat 572% menjadi 10,88 juta pemodal per April 2023. Peningkatan jumlah investor itu menandai agresivitas semua pihak untuk mendorong percepatan perluasan akses atau inklusi di pasar modal. Otoritas Jasa Keuangan bahkan mencatat, tingkat inklusi pasar modal di Indonesia menanjak dari 1,55% pada 2019 menjadi 5,19% sampai dengan akhir tahun lalu. Hanya saja, ketersediaan akses bagi masyarakat untuk memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan di pasar modal yang kian meningkat belum diimbangi dengan literasi yang mumpuni. Bukan saja peningkatan pengetahuan atas produk dan instrumen pasar modal, tetapi juga pemahaman atas sentimen dan risiko yang melingkupinya. Literasi pasar modal menjadi sangat penting untuk menjamin keterampilan dan kepercayaan diri yang memengaruhi sikap dan perilaku para investor dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan aset keuangan. Nilai investasi pemodal muda itu memang tidak sebesar kelompok usia di atasnya. Akan tetapi, dengan aktivitas media sosial yang kian semarak, pengaruh mereka terhadap diseminasi dan pendalaman pasar modal tidak bisa diremehkan. Perluasan akses melalui media sosial sangat berpotensi menciptakan peluang pertumbuhan yang jauh lebih eksponensial. 

Di sisi lain, media sosial semestinya juga bisa menjadi saluran efektif untuk meningkatkan literasi para investor muda ini. Pelaku pasar perlu memacu inisiatif yang lebih agresif untuk melakukan edukasi yang dikemas dengan konsep yang relevan dengan pemodal-pemodal pemula. Di samping itu, krisis perbankan akibat kenaikan tingkat suku bunga acuan seperti yang mendera Silicon Valley Bank dan PacWest Bancorp dikhawatirkan menular ke banyak bank lainnya di Amerika Serikat. Beberapa pengamat bahkan menyiratkan gelagat resesi di tengah pengetatan tingkat suku bunga acuan oleh The Fed. Krisis perbankan di Amerika Serikat bahkan menular hingga ke Eropa.  Katalis dari kondisi ekonomi di dalam negeri faktanya tak cukup banyak membantu menggerakkan pasar ekuitas. Pasalnya, sejumlah tantangan ekonomi juga mesti diantisipasi seperti mengendalikan tingkat inflasi serta memastikan kinerja di sektor manufaktur terus membaik dan mencapai level seperti sebelum pandemi Covid-19. Saat pasar saham masih tertekan, kondisi berbeda justru terjadi di instrumen pendapatan tetap. Berdasarkan data Indonesia Composite Bond Index, kinerja pasar surat utang justru tumbuh sebesar 4,71%. Kinerja tersebut ditunjang oleh kondisi ekonomi dalam negeri yang cenderung stabil.

Kepanikan Mereda, Pasar Saham Global Bergerak Positif

KT3 29 Mar 2023 Kompas

Pasar saham global bergerak lebih tinggi pada pembukaan perdagangan Selasa (28/3) setelah selama akhir pekan diliputi kekhawatiran dan tanda tanya mengenai bank mana lagi yang akan mengalami kesulitan keuangan. Pergerakan positif ini tak lepas dari kepastian adanya investor baru untuk Silicon Valley Bank (SVB). Akan tetapi, sejumlah analis dan pengambil kebijakan di sektor perbankan dan keuangan mengingatkan, sektor ini tetap rapuh apabila tidak ada perubahan regulasi yang lebih besar. Gairah pasar terlihat pada awal pembukaan perdagangan Selasa di sejumlah bursa saham dunia. Indeks CAC 40 di Perancis mengalami kenaikan 0,5 % menjadi 7.116,72 di awal perdagangan. Indeks DAX Jerman naik 0,4 % menjadi 15.191,93 serta FTSE 100 Inggris naik 0,4 % menjadi 7.5034,04. Dow Jones Industrial Average juga naik 0,1 %.

Pasar saham di Asia juga mengalami kenaikan sebagai imbas dari sentimen positif di sektor perbankan AS dan Eropa. Indeks Nikkei 225 Jepang mengalami kenaikan 1,0 % menjadi 7.034,10. Indeks Kospi Korsel naik 1,1 % menjadi 2.434,94 dan Hang Seng naik 0,9 % menjadi 19.751,94. Hanya indeks Shanghai Composite yang mengalami penurunan 0,2 % menjadi 3.245,38. ”Ekuitas Asia positif pada Selasa, terangkat oleh sebagian besar indeks utama yang lebih tinggi di sesi sebelumnya. Berkurangnya kekhawatiran seputar krisis perbankan dan melonjaknya  harga minyak menyebabkan aliran pengambilan risiko yang solid,” kata Anderson Alves dari ActivTrades dalam sebuah laporan. (Yoga)


BI: Nilai Kumulatif Capital Inflow Capai Rp 41,89 Triliun

KT1 27 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID-Bank Indonesia (BI) mencatat, secara kumulatif sejak 1 januari hingga 21 Maret 2023, aliran modal asing masuk bersih di pasar surat berharga  negara (SBN) sebesar Rp 14,98 triliun dan pasar saham  sebesar Rp1,07 triliun. BI juga terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan  untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi. "Selama tahun 2023, berdasarkan data setlemen sampai dengan 21 Maret 2023, non residen beli neto Rp41,98 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp 1.07 triliun di pasar," jelas kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam pernyataan resmi yang diterima pada Minggu (26/3/2023). Sementara itu, imbal hasil atau yield SBN Indonesia tenor 10 tahun stabil di level 6,88%. Level yield surat utang Indonesia tersebut  lebih menarik dan jauh dari yeild surat utang Amerika Serikat atau UST Treasure Note tenor 10 tahun lalu yang turun ke level 3,427%. "BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait, serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas maskroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung ekonomi lebih lanjut," kata Erwin. (Yetede)

Pengelola Smelter Berburu Dana di Pasar Modal

HR1 15 Mar 2023 Kontan (H)

Saat akses kredit bank seret, sejumlah perusahaan berbasis mineral menggali peluang pendanaan dari publik. Mereka akan menggelar initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Beberapa perusahaan itu adalah PT Amman Mineral Internasional (induk usaha Amman Mineral Nusa Tenggara), PT Trimegah Bangun Persada (Holding Harita Nickel), dan PT Merdeka Battery Materials (anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk). Direktur Utama Trimegah Bangun Persada, Roy A Arfandy bercerita, proyek smelter nikel berteknologi high-pressure acid leach (HPAL) kerap terkendala pendanaan bank, khususnya saat awal pengembangan smelter. "Setengah mati cari pinjaman. Investasi pabrik mixed hydroxide precipitate (MHP) kami cukup besar, yakni US$ 1,2 miliar. Bank pemerintah banyak menahan pendanaan karena masalah sumber listrik, terkhusus dari energi batubara," ungkap dia, baru-baru ini. Kini, entitas Harita Group milik crazy rich Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, itu siap masuk BEI pada April 2023 dan mengincar US$ 600 juta. "Kami akan menggunakan hasil IPO untuk menyelesaikan proyek smelter," sebut Roy. Amman Mineral mengincar dana IPO senilai US$ 1 miliar untuk menuntaskan proyek smelter mineral logam di Batu Hijau. Ihwal kabar penundaan IPO, manajemen Amman Mineral belum menjawab konfirmasi KONTAN.

BEI Targetkan Pasar Syariah Tumbuh 10%

HR1 14 Mar 2023 Kontan

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan jumlah investor pasar modal syariah serta nilai transaksi perdagangannya bisa tumbuh 10% pada 2023. Namun target tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Kepala Pasar Modal Syariah BEI Irwan Abdalloh mengatakan, saat ini kebanyakan investor syariah didominasi oleh generasi Z atau investor muda. Pulihnya perekonomian membuat generasi ini kembali banyak berbelanja ketimbang berinvestasi. Sehingga, ada potensi perlambatan nilai, volume dan frekuensi perdagangan efek syariah. Sedikit kilas balik, sepanjang 2022, jumlah investor syariah mencapai 117.942 atau tumbuh 12,13% secara tahunan. Sementara jumlah investor syariah yang aktif di 2022 sebanyak 30.975 investor. Namun, total nilai transaksi pasar syariah hanya mencapai Rp 10,1 triliun, turun 17,88% secara tahunan. Di sisi lain, BEI masih optimistis bahwa pertumbuhan investor syariah masih akan terus berlanjut. Hal ini didorong oleh adanya penyederhanaan bank RDN, yang memudahkan masyarakat untuk membuka rekening. "Kami menargetkan investor pasar modal syariah bisa tumbuh 10%, termasuk nilai dan transaksi frekuensi" imbuh dia.

Kebangkrutan SVB Alarm bagi Investor Saham

HR1 13 Mar 2023 Kontan (H)

Pasar global diguncang berita kebangkrutan salah satu bank besar di Amerika Serikat (AS), Silicon Valley Bank (SVB). SVB kolaps karena gagal mendapatkan permodalan, yang berujung pada anjloknya harga saham SVB hingga lebih dari 60%. Kejadian ini membuat SVB ditutup otoritas berwenang di California, Amerika Serikat (AS). Mayoritas nasabah SVB adalah perusahaan teknologi dann startupn yang terpukul kenaikan suku bunga The Fed. Suku bunga tinggi membuat perusahaan-perusahaan ini sulit mencari dana, sehingga menarik simpanan di SVB untuk kebutuhan operasional. Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro mengatakan, kebangkrutan SVB jadi alarm bagi investor bahwa efek negatif kenaikan suku bunga The Fed di AS semakin nyata. Dia menilai, jatuhnya SVB bakal meningkatkan risiko ke pasar saham. "Terbukti Jumat (10/3), Wall Street turun dalam, dan kemungkinan berlanjut Senin (13/3) ," ujarnya, kemarin. Sebagai informasi, akhir pekan lalu indeks Dow Jones anjlok 1,07%. Nico menilai masih ada potensi terjadi panic selling. Berita SVB bakal membuat IHSG turun pada awal pekan ini. Hitungan dia, penurunannya diprediksi hanya menyesuaikan penurunan Wall Street sekitar 0,5% sampai 1%.

Mandiri Manajemen Investasi Terbitkan Reksadana ETF Baru

KT3 07 Mar 2023 Kompas

Produk investasi di Bursa Efek Indonesia bertambah lagi. Kali ini PT Mandiri Manajemen Investasi, anak usaha Mandiri Sekuritas yang bergerak di bidang manajemen investasi, meluncurkan Reksadana Mandiri ETF LQ45, di Jakarta, Senin (6/3). Reksa dana Exchange Traded Fund (ETF) berbeda dari reksa dana konvensional. ETF yang dikelola secara pasif mengacu pada indeks tertentu. Kinerjanya menjadi cerminan dari indeks tersebut. ETF juga diperdagangkan pada jam bursa dengan harga seketika. Sementara harga reksa dana konvensional ditetapkan ketika hari bursa berakhir.

Mandiri Manajemen Investasi mengeluarkan reksa dana yang mengacu pada indeks LQ45, yaitu indeks yang memuat 45 saham terlikuid di BEI. Portofolio dari reksa dana tersebut disesuaikan dengan saham-saham di dalam daftar LQ45 tersebut. Dirut Mandiri Manajemen Investasi Aliyahdin Saugi mengatakan, saham yang termasuk dalam indeks LQ45 memiliki total kapitalisasi pasar 56,68 % dari keseluruhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ”Saham dalam indeks LQ45 dapat menjadi sarana yang efisien bagi investor untuk memiliki eksposur pada pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Aliyahdin. (Yoga)


BABAK BARU PASAR MODAL

HR1 04 Mar 2023 Bisnis Indonesia (H)

Keputusan Otoritas Jasa Keuangan untuk mengakhiri periode relaksasi pasar modal dalam menanggulangi risiko pandemi perlu dilakukan dengan hati-hati. Kendati kondisi pandemi telah mereda, gejolak ekonomi global dan domestik masih membayangi dinamika di pasar modal Indonesia. Kebijakan relaksasi bagi penyelenggaraan pasar modal selama periode pandemi terangkum dalam Peraturan OJK Nomor 7/POJK.04/2021 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal Akibat Penyebaran Corona Virus Disease 2019. Beleid yang semestinya berakhir pada 31 Maret 2021 tersebut telah diperpanjang melalui perubahan yang tertuang dalam POJK Nomor 4/POJK.04/2022 menjadi hingga 31 Maret 2023. Dalam surat pemberitahuan kepada pelaku industri pasar modal Jumat (3/3), OJK menyampaikan bahwa regulasi tersebut tidak akan diperpanjang lagi. Seiring dengan itu, seluruh pengaturan dan kebijakan di pasar modal akan kembali seperti yang berlaku sebelum pandemi. Beberapa kebijakan tersebut antara lain larangan short selling, trading halt 30 menit ketika IHSG anjlok 5%, asymmetric auto rejection bawah (ARB), pemendekan jam perdagangan, serta perpanjangan masa berlaku laporan keuangan dan laporan penilaian untuk aksi korporasi emiten. Kebijakan-kebijakan luar biasa tersebut selama ini bertujuan untuk meredam gejolak di pasar modal akibat tekanan ekonomi yang berat.

Bursa Efek Indonesia belum banyak berkomentar terkait keputusan tersebut. “Teknisnya masih dibahas internal. Nanti akan kami umumkan,” kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia Irvan Susandy Jumat (3/3). Langkah OJK ini tentu menjadi sinyal positif bahwa pasar modal sudah akan kembali normal. Namun, langkah ini bukannya tanpa risiko. Guru Besar Finansial dan Pasar Modal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Budi Frensidy berpandangan normalisasi kebijakan perdagangan akan makin meningkatkan aktivitas pasar. Namun, ada risiko penurunan harga saham maupun IHSG yang signifikan. Pengamat pasar modal Rivan Kurniawan mengatakan BEI dapat tetap memberlakukan beberapa kebijakan seperti mengawasi pergerakan saham yang mencurigakan dan beberapa kebijakan-kebijakan yang bisa kembali menarik net buy foreign flow. Dengan demikian, lanjutnya, gejolak di pasar akibat ketidakpastian ekonomi dapat diminimalisasi. Direktur Samuel Sekuritas Suria Dharma mengatakan perubahan kebijakan untuk kembali seperti kondisi pandemi tidak akan menimbulkan kejutan. Anggota bursa pun umumnya tidak melakukan persiapan khusus, sebab regulasi yang bakal berlaku sudah dikenal sebelum pandemi.