;
Tags

Pasar Modal

( 329 )

Efek Januari, Investor Tetap Perlu Selektif Pilih Saham

KT3 04 Jan 2024 Kompas

Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan berlanjut di awal tahun 2024. Kondisi ini memberikan sinyal bahwa investor bisa memanfaatkan ”January Effect” untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat. Namun, kali ini, investor perlu lebih selektif. Rabu (3/1/2024), IHSG tertahan di bawah area resistensi 7.300 poin setelah sempat memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa (2/1) di posisi 7.323 poin. Peneliti Phintraco Sekuritas, Valdy K, menilai, posisi tersebut masih melanjutkan tren window dressing di dua bulan terakhir 2023. Window dressing merupakan upaya para investor besar untuk mempercantik portofolionya jelang akhir tahun dengan banyak membeli saham bernilai tinggi dan fenomena tersebut berhasil memperbaiki IHSG yang selama sepuluh bulan sebelumnya berada di bawah posisi 7.000.

Fenomena itu pun disebut akan berefek pada kenaikan kinerja saham pada bulan Januari. Situasi ini dikenal dengan istilah ”January Effect”. Pada momentum ini, investor bisa coba melakukan jual beli saham dalam waktu singkat untuk mendulang bonus. Saham ”bluechip” Namun, tren itu tidak terjadi di semua saham. ”Saham-saham bluechip, terutama perbankan, diperkirakan masih menjadi penggerak IHSG,” kata Valdy dalam keterangannya, Rabu (3/1). Pengamat pasar modal dan Founder WH-Project, William Hartanto, juga berpendapat sama. Ia menemukan, penguatan IHSG adalah efek bobot saham-saham tertentu saja. ”Jika berbicara bobot, kita akan melihat saham-saham big caps (berkapitalisasi besar),” ungkapnya. (Yoga)

Harapan Menyertai Pembukaan Bursa

KT3 03 Jan 2024 Kompascom (H)

Harapan menyertai pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2024. Pasar modal Indonesia diharapkan melanjutkan resiliensinya dengan tumbuh positif pada 2024. Pemangku kebijakan di sistem pasar modal perlu berinovasi untuk meningkatkan ketahanan, khususnya di pasar domestik. ”Secara khusus, BEI diharapkan mampu meningkatkan likuiditas perdagangan saham, termasuk aktivitas  perdagangan saham dan frekuensi transaksi, serta senantiasa mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola yang baik,” kata Wapres Ma’ruf Amin pada pembukaan perdagangan BEI  tahun 2024 di Jakarta, Selasa (2/1/2024). Wapres Amin memproyeksikan, pasar modal Indonesia semakin positif pada 2024 setelah menunjukkan kebangkitan pada 2023. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasar modal tahun lalu ditutup di posisi 7.272 poin atau tumbuh 6,16 % dibandingkan penutupan perdagangan tahun 2022. Rekor tertinggi tercatat pada perdagangan Jumat (29/12) di posisi 7.303 poin.

”Berkaca pada kinerja pasar modal Indonesia sepanjang 2023, kita sepantasnya optimistis. Selain stabilitas pasar modal yang terjaga, pertumbuhan positif tampak dari meningkatnya aktivitas perdagangan, jumlah penghimpunan dana, serta jumlah investor ritel,” kata Amin. Pasar modal Indonesia mencapai rekor kapitalisasi pasar tertinggi pada 28 Desember 2023 senilai Rp 11.762 triliun. Atas capaian tersebut, BEI selaku penyelenggara pasar modal menempati peringkat ke-9 dari segi total penghimpunan dana di antara bursa saham global. BEI juga menempati peringkat ke-6 dunia tahun ini dari segi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Hal ini didukung aktivitas  IPO oleh 80 perusahaan baru pada 2023 yang menjadi pemecah rekor sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. Total penggalangan dana atau emisi dilakukan 222 kali. Total dana terkumpul mencapai Rp 255,21 triliun. (Yoga)

Cuan Terus dari Anggota Kompas 100

HR1 27 Dec 2023 Kontan

Indeks saham Kompas100 bergerak positif sepanjang tahun 2023 ini. Sejumlah saham penghuni Kompas100 juga mencetak return cukup tinggi. Sepanjang tahun 2023, saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menjadi saham Kompas 100 yang memberi imbal hasil tertinggi, sebesar 129,14%. Disusul PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar 87,16% dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dengan return 64,23%. Direktur Utama Kiwoom Sekuritas Indonesia, Chang-kun Shin mengatakan, sentimen utama dari kenaikan saham-saham tersebut berasal dari kinerja fundamental yang masih kuat. "Misalnya saham TPIA, rugi bersih TPIA terus menyusut, seiring dengan normalisasi harga minyak mentah," kata Shin, Jumat (22/12). Sementara itu, saham BRPT disokong oleh kinerja PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang sampai di sembilan bulan pertama 2023 juga masih mencetak pertumbuhan laba dua digit. Sedangkan PT Ace Hardware Tbk (ACES) ditopang SSSG yang tumbuh 10% yoy per September 2023, sehingga laba bersih ikut naik 38% secara tahunan. Lalu, saham ISAT didorong oleh kenaikan average revenue per user (ARPU) sebesar 2,5% yoy menjadi Rp 34.700 yang mendorong pertumbuhan pendapatan sebesar 8,5%. Shin mengatakan, prospek bursa saham tahun depan akan didorong oleh pelonggaran kebijakan moneter bank sentral. Menurutnya, emiten penghuni Kompas100 pun dapat memanfaatkan momentum untuk kembali melakukan ekspansi bisnis, terutama untuk sektor telekomunikasi dan ritel yang dinilai masih akan punya prospek cerah. CEO Edvisor Profina Visindo Praska Putrantyo juga sepakat, prospek Indeks kompas100 di tahun depan masih positif sejalan dengan outlook kebijakan moneter tahun depan. Indeks ini juga ditopang oleh saham-saham dari sektor keuangan dengan porsi lebih dari 40% serta saham-saham sektor barang baku dan barang konsumen primer yang masing-masing punya porsi lebih dari 10%. Sebagai alternatif acuan investasi, Kompas100 masih menarik untuk dipertimbangkan, selain LQ45 atau IDX80, karena komposisi konstituen yang terdiversifikasi ke dalam 11 sektor. Menurut Praska, ada sejumlah saham Kompas100 yang menarik untuk dipertimbangkan akumulasi beli atau buy on weakness. saham-saham tersebut di antaranya ASII, ADRO, INDF, GGRM, BDMN, PNBN, BSDE, TKIM, ERAA, SMDR, MPMX, dan ABMM.

Prospek Cerah Pasar Modal 2024

KT3 26 Dec 2023 Kompas

Di pengujung tahun 2023, pasar modal Indonesia mampu menunjukkan ketahanannya di tengah badai ketidakpastian ekonomi dan politik. Banyak negara menderita inflasi tinggi karena gangguan rantai pasok dan geopolitik negara-negara pemasok energi di tengah perang Ukraina-Rusia. AS mengalami kenaikan inflasi hingga 9,1 % pada Juni 2022. Kenaikan inflasi dikendalikan dengan terus menaikkan suku bunga acuan, yang perlahan menurunkan inflasi menjadi 3,1 % pada November 2023. Namun, situasi itu membuat banyak negara, termasuk Indonesia, harus ikut menaikkan tingkat suku bunga sehingga masyarakat menahan belanjanya. Sejak Agustus 2022 hingga Oktober 2023, Indonesia menaikkan suku bunga acuan 250 basis poin dari 3,5 % menjadi 6 %. Konflik geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global juga melemahkan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Sejak triwulan akhir 2022 hingga 2023, kurs rupiah berada di kisaran Rp 15.000-Rp 15.800.

Situasi tersebut menjadi sentimen negatif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di pasar modal, yang menjadi indikator kinerja industri dan perdagangan dalam negeri. Perbaikan pascapandemi yang terjadi tahun 2021 sampai 2022 harus tertahan di 2023. Rapor IHSG merah karena hanya naik turun di level 6.500-6.900 sampai November 2023. Menghijau Namun, pada pengujung tahun 2023, IHSG melawan pukulan-pukulan tersebut dengan kembali menembus posisi 7.000. Pada Jumat (22/12) IHSG ditutup menguat 0,39 % di posisi 7.237. Indeks harga 7 dari 11 sektor emiten yang tercatat di Bursa Efek Jakarta meningkat secara moderat. Banyak analisis mengatakan, kebangkitan ini terkait faktor kunci, yakni asumsi berhentinya tren kenaikan suku bunga lewat sinyal yang diberikan AS melalui bank sentralnya, The Federal Reserve (The Fed). BI pun kemungkinan mengikutinya dan diprediksi bakal menurunkan suku bunga acuan 50-75 basis poin di semester kedua 2024. Equity analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Dimas Krisna Ramadhani, mengungkapkan, ada beberapa faktor lain yang membuat pasar modal mampu mempertahankan dirinya sehingga tidak terpuruk. Salah satunya adalah tingkat inflasi Indonesia yang rendah. BI memproyeksikan inflasi tahunan bisa terkendali di angka 3 plus minus 1 % pada 2023 dan 2,5 plus minus 1 % pada 2024. (Yoga)

Tahun Kejayaan Pasar Modal

KT1 18 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Sejumlah kalangan memprediksi 2024 menjadi tahun kejayan pasar modal Indonesia, setelah berflutuaksi sangat tajam tahun ini. Hal ini tak lepas dari berakhirnya era suku bunga tinggi  di level dunia dan solidnya fundamental Indonesia. Maka tak heran jika sejumlah analis memprediksi Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mampu menembus level 8.000, tertnggi sepanjang sejarah (all time high), pada 2024, melanjutkan tren positif kuartal IV tahun ini. Aktivitas pengalangan dana, (fund raising) di pasar modal juga diprediksi tetap marak pada 2024, kendati digelar pemilu, Otoritas bursa meyakini, pemilu tidak akan menyurutkan para perusahaan untuk berburu dana murah di pasar modal. Sepanjang 2023, pergerakan indeks lebih ditentukan oleh kondisi ekonomi global. (Yetede)

SRBI Pikat Investor Masuk Pasar Keuangan Domestik

KT1 20 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Langkah Bank Indonesia (BI) menggunakan intrusmen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mulai menunjukkan dampak positif terhadap masuknya aliran modal asing di pasar keuangan domestik. Sejak intrusmen ini dijalankan pada 15 September hingga 16 November 2023, aliran modal yang masuk melalui SRBI mencapai Rp 21,02 triliun. BI mencatat aliran modal asing masuk ke pasar keuangan domestik senilai Rp 7,33 triliun pada 13-16 November 2023. Aliran modal asing masuk melalui Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 2,49 triliun, melalui pasar saham sebesar Rp 870 miliar. Pada saat yang sama aliran modal asing juga masuk melalui SRBI sebesar Rp 3,97 triliun. "Puji syukur transaksi SRBI di pasar sekunder dan juga minat asing terhadap SRBI terus mengalami peningkatan," kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto kepada Investor Daily, Minggu (19/11/2023). (Yetede)

B-Universe dan BEI Kolaborasi Tingkatkan Pertumbuhan Investor Pasar Modal

KT1 17 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-B-Universe dan Bursa Efek Indonesia (BEI) berkolaborasi meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal menuju target penambahan dua juta investor  baru pada tahun depan. B-Universe juga memperkenalkan IDTV sebagai siaran televisi yang akan menghadirkan informasi seputar ekonomi dengan data akurat. Executive Chairman B-Universe Anggartiasto Lukito menyampaikan bahwa B-Universe baru saja meluncurkan Investor Daily TV (IDTV) yang secara khusus akan membahas isu-isu ekonomi, termasuk didalamnya pasar modal. "Kami melihat dari berbagai negara maju, salah satu indikator gejolak ekonomi, pertumbuhan ekonomi dan sebagainya, kami melihat dari pasar modal. "Kami melihat dari berbagai negara maju, salah satu indikator gejolak ekonomi, pertumbuhan ekonomi dan sebagainya, kami melihat dari pasar modal  dan Indonesia juga sudah menjurus ke arah situ," kata Enggar di Main Hall BEI, Kamis. (Yetede)

OJK Gelar Sosialisasi Ketentuan Pasar Modal

KT3 25 Oct 2023 Kompas
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat pengawasan dan kompetensi pelaku usaha sektor pasar modal dengan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi peraturan di bidang pasar modal pada 23-24 Oktober 2023 di Yogyakarta. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi berharap kegiatan ini meningkatkan kompetensi para pemangku kepentingan guna kemajuan industri pasar modal. (Yoga)

Gen Z di Pasar Modal Indonesia

KT3 07 Oct 2023 Kompas

Dipicu masifnya edukasi dan transformasi digital, Gen Z jadi kekuatan potensial dan mendominasi demografi investor individu di bursa saham kita, beberapa tahun terakhir. Sebanyak 57,04 % dari total 11,54 juta investor di pasar modal adalah Generasi (Gen) Z, dengan aset Rp 50,51 triliun per Agustus 2023 (Kompas, 6/10). Porsi penguasaan aset Gen Z masih sangat kecil dibandingkan investor berusia 60 tahun ke atas yang, meskipun jumlahnya hanya 2,88 %, menguasai Rp 896,44 triliun aset di pasar modal. Namun, tren dominasi Gen Z ini menggembirakan karena kehadiran mereka menunjukkan ada kesadaran tentang pentingnya berinvestasi sejak dini. Jika terus berlanjut, ini juga akan menjadi penopang penting pertumbuhan dan stabilitas pasar modal dan perekonomian nasional ke depan.

Gen Z adalah generasi terbesar di Indonesia, menurut Sensus Penduduk 2020, yakni 74,93 juta atau 27,94 % dari total penduduk. Generasi kelahiran 1996-2012 ini telah atau segera memasuki usia produktif, dengan potensi pendapatan yang juga terus meningkat beberapa tahun ke depan. Jumlah dan potensi mereka yang besar membuat Gen Z jadi salah satu sasaran utama program perluasan basis investor domestik dan pendalaman pasar finansial di dalam negeri. Karakteristik Gen Z yang sangat digitally savvy dan unik juga membuat kebutuhan investasi mereka berbeda dari generasi sebelumnya dan ini yang harus bisa dibaca pihak otoritas. Dari sisi demand, penguatan basis investor domestik dan pendalaman pasar selama ini dilakukan dengan meningkatkan jumlah investor baru, terutama investor ritel. Dari sisi supply, dengan menambah jumlah perusahaan atau emiten yang melakukan penawaran saham perdana (IPO) di pasar modal. (Yoga) 

Produk Reksa Dana Global Syariah Allianz

KT3 04 Oct 2023 Kompas
Perusahaan manajemen aset PT Allianz Global Investors meluncurkan produk reksa dana dollar AS berbasis syariah di Indonesia. Head of Retail Allianz Global Investors Indonesia Eriko Se, Selasa (3/10/2023),  menyampaikan, produk ini dapat dibeli dengan investasi awal minimal 10.000 dollar AS (setara Rp 156 juta). Menurut dia, minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal syariah tinggi. (Yoga)