;
Tags

Investasi lainnya

( 1343 )

RI Anut Kebijakan Investasi Nonblok

KT1 26 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menegaskan, Indonesia bersikap nonblok dan terus membuka diri untuk melakukan  hubungan serta kerja sama investasi dengan semua negara. Pasalnya, Indonesia membutuhkan investasi  dalam nilai yang besra sebagai salah satu  penopang utama pertumbuhan ekonomi domestik. Pemerintah menampik anggapan, Indonesia membuka pintu lebih lebar  bagi aliran investasi dari kelompok negara tertentu dan sebaliknya  bagi kelompok dengan negara yang lain. Kekhawatiran ini mulai dikemukakan oleh beberapa pihak di dunia internasional. "Tidak terkecuali, kompalin tersebut datang dari negara adidaya yang menyampaikan kepada kami. Saya sampaikan, Indonesia sangat terbuka kepada siapa saja, siapa saja yang mau melakukan investasi dan kerja sama," ujar Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi Nurul Ichwan. (Yetede)

EBUS Himpun Dana Publik Rp 105 Triliun

KT3 23 Oct 2023 Kompas
Jumlah dana publik yang terhimpun melalui penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) mencapai Rp 105,1 triliun hingga akhir pekan lalu. Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna, Jumat (20/10/2023), mengatakan, tercatat 95 emisi dari 56 penerbit EBUS hingga akhir pekan lalu. ”Masih ada lagi 13 emisi dari 10 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline dari berbagai sektor,” kata Yetna di Jakarta. (Yoga)

Ungkit Investasi Hilirisasi Yang Serap Tenaga Kerja

HR1 23 Oct 2023 Kontan
Realisasi investasi di sektor hilirisasi sepanjang Januari hingga September 2023 mencapai Rp 266 triliun. Angka tersebut mencapai 25,3% dari total realisasi investasi sepanjang Januari hingga September 2023 sebesar Rp 1.053,2 triliun. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memerinci, realisasi investasi sektor hilirisasi tersebut  terdiri dari sektor mineral sebesar Rp 151,7 triliun. Di antaranya, realisasi investasi smelter nikel Rp 97 triliun, bauksit Rp 7,1 triliun, serta tembaga Rp 47,6 triliun. Kemudian, ada juga di sektor pertanian dengan komoditas minyak kelapa sawit (CPO) dan oleokimia sebesar Rp 39,5 triliun. Selanjutnya, investasi hilirisasi di sektor kehutanan yang mencakup pulp dan kertas senilai Rp 34,8 triliun. Bahlil menyoroti rendahnya realisasi investasi petrokimia. Menurutnya, sektor ini masih harus digenjot untuk menekan impor. "Kita harus dorong untuk metanol, etanol, elpiji karena kita masih impor 7 juta ton per tahun. Subsidi kita diperkirakan untuk gas elpiji tahun ini bisa menembus hampir Rp 100 triliun," ujar Bahlil, Jumat (20/10). "Target saya 25%-30%, kalau bisa 30% jauh lebih baik. Tapi kayanya tidak tercapai. Ini paling hanya 26%-27% dari target yang ada. Tapi 25% pun sudah bagus," tambah Bahlil. Namun yang jelas, pihaknya tetap berupaya menggenjot investasi hilirisasi sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Salah satunya, dilakukan lewat peta potensi hilirisasi di 21 komoditas dengan nilai mencapai US$ 545,3 miliar. Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, hilirisasi masih belum terlalu berdampak kepada kinerja perekonomian yang inklusif. Meski terjadi kenaikan realisasi investasi, namun jumlah tenaga kerja yang terserap masih belum optimal. Sementara Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan asyarakat (LPEM) Universitas Indonesia Teuku Riefky optimistis, hilirisasi akan berdampak terhadap perekonomian, meski saat ini ia belum memiliki perhitungannya. "Kita akan lihat dampak lebih lanjut ke depannya," kata Riefky. 

Komitmen Menuju Rantai Pasok Hijau

KT3 23 Oct 2023 Kompas

Dalam kunjungan beberapa media di Asia Tenggara ke fasilitas DHL Supply Chain Logistic Hub 4 Penang, Selasa (17/10) kesan kumuh sebuah gudang langsung sirna. Udara sejuk dengan sirkulasi terjaga membuat siapa pun yang masuk gudang tak merasa gerah dan pengap. Padahal, rak-rak besi dengan tinggi 15 meter memenuhi ruangan. Dalam rak yang bersekat-sekat itu, tersusun barang-barang dalam kemasan kayu dan plastik yang rapi. Di lorong antara rak-rak besi tersebut, sebuah forklif mondar-mandir beroperasi memindahkan barang. Untuk gudang ini, DHL sudah memiliki sistem semirobotik dalam menempatkan barang-barangnya. Teknologi canggih diterapkan dalam operasinya. Operator tinggal memindai kode batang atau kode respons cepat ke sensor robot untuk mengambil barang. Forklif akan bergerak ke area penyimpanan dan mengambil barang yang diinginkan.

Gambaran gudang modern penuh teknologi seperti ini menjadi hal yang kini lazim ditemui di fasilitas pergudang- an milik DHL. GM Operation DHL Supply Chain Malaysia Viknesvaran Katherason mengatakan  bahwa gudang itu sangat efisien karena hanya mempekerjakan 50 orang. Gudang sudah menggunakan teknologi semirobotik dan mengutamakan kendaraan listrik untuk alat berat. Saat ini ada empat gudang DHL Supplay Chain di Penang. ”Biaya operasional gudang kami tergantung permintaan pelanggan. Semakin kompleks pekerjaan di gudang dan semakin canggih teknologinya, maka semakin besar biayanya. Apa pun yang diinginkan pelanggan, kami akan memfasilitasi dengan teknologi,” ucap Viknesvaran. Inovasi dengan teknologi canggih itu adalah bagian dari investasi DHL Supply Chain untuk memperkuat rantai pasok di Asia Tenggara.

Dalam lima tahun ke depan, investasi 350 juta euro akan digelontorkan ke beberapa negara di kawasan ini. Di Indonesia, DHL akan menambah 40.000 meter persegi luas gudang untuk fasilitas DHL Maheswara Green Logistics di Jabar yang akan rampung akhir 2023. Investasi sebesar 25 juta euro itu menitikberatkan keberlanjutan lingkungan dengan penggunaan fitur-fitur seperti panel surya, lampu LED dengan sensor gerak, dan pengumpulan air hujan.  Sejalan dengan langkah global DHL Group untuk melakukan praktik logistik yang ramah lingkungan, di Indonesia akan diperluas penggunaan armada kendaraan listrik (EV) dengan target 11 kendaraan pada tahun 2025. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Dengan berbagai upaya tersebut, ambisi untuk menjadi perusahaan logistik netral karbon pada tahun 2030 merupakan keniscayaan. (Yoga)

Menjaga Laju Investasi di Tengah Momen Pesta Demokrasi

KT1 23 Oct 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Pemerintah perlu mencermati dan  mengantisipasi terjadi dampak dari kondisi politik yang terjadi saat ini terhadap laju realisasi investasi. Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi pada 2024. Dalam hal ini, transaksi politik masih sangat membuka peluang terjadinya perubahan iklim usaha yang mungkin dinilai tidak favourable oleh pelaku usaha. Berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan  Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi dari Januari sampai September 2023 mencapai Rp 1.053,1 triliun. Realisasi investasi ini sudah 75,% dari target tahun 2023 yang sebesar Rp 1.400 triliun. Secara kumulatif dari Januari sampai September 2023, realisasi penanaman modal asing (PM) mencapai Rp559,55 triliun atau tumbuh 16,7% dari periode yang sama sebelumnya. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shintah Widjaya Kamdani mengatakan, kondisi yang dianggap unfavourable ini bisa hadir dalam berbagai bentuk. (Yetede)

Heboh Capres Tak Kendurkan Laju Investasi

KT3 21 Oct 2023 Kompas

Investor biasanya wait and see alias menahan diri untuk berinvestasi dan berekspansi di tahun politik yang lazim diwarnai ingar-bingar soal calon presiden dan calon wakil presiden. Namun, empat bulan menjelang perhelatan Pemilihan Umum 2024, meski iklim politik mulai memanas, laju realisasi penanaman modal baik dari asing maupun domestik justru masih kencang. Data Kementerian Investasi menunjukkan, pada triwulan III tahun 2023, laju penanaman modal asing (PMA) dan dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 374,4 triliun, masih tumbuh positif dan lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sepanjang Juli -September tahun ini, realisasi investasi PMA mencatat pertumbuhan 16,2 persen secara tahunan dan 5,3 % secara triwulanan. Sementara sesuai pola yang muncul pada pemilu-pemilu sebelumnya, investasi PMDN tumbuh lebih kencang dibandingkan dengan PMA. Pada triwulan III-2023, realisasi PMDN tercatat tumbuh 28,2 % secara tahunan dan 9 % secara triwulanan. Secara total, investasi pada triwulan III-2023 tumbuh 21,6 % secara tahunan dan 7 % secara triwulanan.

”Kalau ada orang yang menyebut investasi di tahun politik wait and see, itu biasa. Tetapi, ini yang terjadi bukan wait and see lagi, mereka (investor) malah agresif untuk merealisasikan investasi yang telah mereka komitmenkan,” kata Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di gedung Kementerian Investasi, Jakarta, Jumat (20/10). Dengan demikian, sepanjang periode Januari-September 2023, total realisasi investasi yang dicapai senilai Rp 1.053,1 triliun atau 75,2 % dari target Rp 1.400 triliun yang dipasang Presiden Jokowi dan 95,7 % dari target dalam Rencana Strategis (Renstra) Rp 1.099,8 triliun. Investasi PMA masih mendominasi, yakni 53,1 % dari total investasi. ”Ini mungkin pertama kalinya dalam sejarah bangsa kita bahwa sekalipun kita sudah mulai masuk tahun politik dan sekarang ini politik sudah mulai hangat-hangat panas, tetapi investor global itu masih menaruh kepercayaan luar biasa ke ekonomi kita,” katanya. (Yoga)

ARAL MELINTANG TARGET INVESTASI

HR1 21 Oct 2023 Bisnis Indonesia (H)

Pemerintah berhadapan dengan sejumlah tantangan untuk mewujudkan target investasi tahun ini sebesar Rp1.400 triliun. Selain gegap gempita tahun politik di Tanah Air, konflik geopolitik juga menjadi ancaman tersendiri bagi arus investasi.Kemarin, Jumat (20/10), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis data perkembangan investasi sepanjang Januari—September 2023 yang mencapai Rp1.053,1 triliun atau 75,2% dari target. Dengan demikian, hanya tersisa waktu 3 bulan untuk mencapai target tersebut. Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai angka realisasi sepanjang 9 bulan pertama tahun ini masih terpaut cukup jauh dengan target yang dibidik. Hal senada juga disampaikan oleh Di rektur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira. Dia menilai secara keseluruhan potensi pertumbuhan investasi di sisa tahun ini masih tetap ada, kendati agak sulit. Faktor geopolitik dunia, sambungnya, turut menahan upaya pemerintah untuk mencapai angka yang ditetapkan. Di sisi lain, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia tetap optimistis target pemerintah bakal tercapai. Kendati memasuki tahun politik, Indonesia tetap mendapatkan kepercayaan investor baik asing maupun lokal, yang tecermin dari pertumbuhan investasi hingga kuartal III/2023. Khusus untuk periode Juli—September tahun ini, realisasi investasi tercatat sebesar Rp374,4 triliun. Dia menilai investor tidak lagi wait and see. Beberapa investasi yang masuk pada kuartal ini antara lain Lotte Petrochemical dengan investasi Rp60 triliun untuk pembangunan pabrik hingga bahan baku baterai di Morowali dan Weda Bay. Selain itu, investasi Freeport untuk tembaga di Gresik tahun ini sekitar US$3,3 miliar. Untuk mencapai target investasi Rp1.400 triliun tahun ini, Bahlil memastikan pihaknya akan mengejar sejumlah investor dan melakukan pendampingan secara langsung. “Kita tanyakan pengusaha apa masalah kalian, saya saja malam-malam datangi pengusaha karena kalau tidak begitu mereka tidak kita bantu, terlambat realisasi, target negara tidak tercapai,” tuturnya. Salah satu yang dikejar pada tahun ini adalah komitmen investasi perusahaan swasta asal China Xinyi Group pada proyek Rempang Eco City.

Tingkatkan Hilirisasi untuk Maksimalkan Potensi FDI

KT1 19 Oct 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID- Indonesia perlu terus fokus meningkatkan hilirisasi sektor industri. Hal ini untuk memaksimalkan potensi foreign direct investment (investasi asing langsung/FDI) yang dimiliki berupa keragaman dan sumber daya alam yang melimpah. Hal ini berkaitan dengan kunjungan kerja Presiden Jokowi ke China untuk menghadiri Belt and Road International Cooperation ke-3, serta ke Riyadh, Arab Saudi, untuk melakukan pertemuan dengan Putera Mahkota Arab Saudi dan memimpin KTT pertama Asean-Gulf Cooperation Organization (GCC) mampu menggali potensi FDI. Selain itu, Presiden Jokowi juga memimpin KTT ke-1 Asean-GCC (Gulf Cooperation Council) terlebih dahulu sebelum kembali ke Indonesia pada 21 Oktober 2023. "Pemerintah Indonesia harus terus berfokus pada hilirisasi sektor industri untuk komoditas-komoditas seperti nikel, tembaga, dan timah, sektor kesehatan, sektor ketahanan pangan, dan pembangunan IKN," jelas Pakar Hukum Bisnis dan Perdagangan Internasional Ariawan Gunadi. (Yetede)

Ketangguhan Indonesia Hadapi Tantangan Global

KT1 19 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Surat kabar harian Investor Daily bersama PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk menggelar konferensi  dan pameran investasi terbesar di Indoensia bertajuk "BNI Investor Daily Summit 2023". Acara ini akan digelar pada 24-25- Oktober 2023 di Hutan Kota Plataran, Senayan, Jakarta. Seperti pelaksanaan tahun lalu, Presiden Jokowi akan membuka event tahunan ini. "Kami bersyukur acara ini mendapat dukungan yang begitu besar dari banyak pihak. Mulai dari Bapak Presiden, juga menteri dan pimpinan lembaga pemerintah, pelaku usaha, hingga peneliti dan pakar baik dari dalam maupun dari luar negeri. Kami berharap acara kali ini, dapat tahun yang krusial dalam politik nasional, BNI Investor Daily Summit dapat kembali menjadi platform pertemuan gagasan  untuk Indonesia kedepan," ujar Chairman B-Universe Media Holdings Enggartiasto Lukita dalam ketenagnnya. (Yetede)

MENJALA INVESTASI CHINA

HR1 18 Oct 2023 Bisnis Indonesia (H)

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke China untuk mengikuti rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-3 Belt and Road Summit berbuah manis. Komitmen investasi pun berhasil dikantongi Indonesia dalam Forum Bisnis Indonesia-China kemarin, Selasa (17/10).Nilai komitmen investasi yang telah disepakati pun tak bisa dibilang kecil, yakni mencapai US$13,7 miliar. Tak hanya itu, Indonesia juga berkesempatan meraih potensi investasi senilai US$29 miliar.Tentu kabar ini membawa angin segar bagi pemerintah yang memang amat membutuhkan investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) untuk memacu ekonomi lebih tinggi.Apalagi, Indonesia juga telah memasuki tahun politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sehingga tak sedikit pebisnis yang wait and see.Akan tetapi, proses realisasi komitmen investasi dari China itu tidaklah mudah. Musababnya, Negeri Panda juga tengah haus aliran modal guna merangsang gairah ekonomi yang tertekan krisis properti dan pelemahan konsumsi. Strategi termutakhir yang ditempuh adalah dosis jumbo pelonggaran likuiditas yang dieksekusi oleh People’s Bank of China (PBOC) pada awal pekan ini.Bank Sentral China itu menambah dana senilai 289 miliar yuan atau setara dengan US$39,6 miliar ke dalam sistem keuangan guna mendukung penyaluran pinjaman. Angka tersebut merupakan yang terbesar sejak Desember 2020.

Dengan kata lain, China berupaya untuk memacu seluruh komponen PDB seperti sektor properti, konsumsi, dan investasi dalam rangka mengamankan target pertumbuhan sebesar 5% tahun ini. Dalam konteks ini, Presiden Joko Widodo, menegaskan Indonesia masih menjadi pilihan terbaik bagi investor. Apalagi, penanaman modal asing (PMA) China menjadi yang terbesar kedua.Sejumlah indikator ekonomi juga menunjukkan capaian positif, antara lain pertumbuhan ekonomi yang konsisten di atas 5%, neraca dagang yang surplus 41 bulan berturut-turut, hingga Purchasing Manager Index (PMI) berada di level ekspansi selama 25 bulan berturut-turut.Kepala Negara menambahkan, sebagai salah satu magnet untuk menarik investor China, pemerintah juga menyajikan beragam insentif serta menjamin stabilitas politik. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Adinterim Erick Thohir, menambahkan komitmen investasi China terdiri dari 31 kerja sama, sembilan di antaranya dilakukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).Perusahaan pelat merah yang terlibat antara lain Indonesia Battery Corporation (IBC) dan PT Perusahaan Listrik Negara. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani, mengatakan ada tiga langkah yang perlu dilakukan pemerintah untuk mengamankan komitmen investasi itu.Pertama, China diharapkan tidak melarang atau menghambat arus investasi ke Indonesia. Pun dengan sebaliknya. Kedua, Indonesia perlu meningkatkan iklim usaha dan investasi yang semakin efi sien dan kompetitif untuk investor.Ketiga, diperlukan stimulasi promosi potensi ekonomi dan daya saing iklim investasi Indonesia kepada calon investor China. Direktur Studi China-Indonesia Center of Economic and Law Studies Muhammad Zulfi kar Rakhmat, mengatakan pemerintah sangat menyambut positif proyek Belt and Road Initiative karena mendukung agenda strategis Indonesia yang berfokus pada pembangunan infrastruktur.