;
Tags

Investasi lainnya

( 1343 )

BP Tapera diusulkan Jadi Badan Investasi

KT3 12 Oct 2024 Kompas
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat yang belum lama berjalan diusulkan untuk diubah menjadi Badan Investasi Perumahan Nasional. Dengan perubahan itu, cakupan pendanaan dan investasi perumahan diharapkan bisa diperluas. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat(BP Tapera) merupakan peleburan dari Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan-Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum-PNS) sesuai dengan Undang-Undang Nomor4Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat. BP Tapera saat ini berperan mengelola dana aparatur sipil negara (ASN) eks peserta Bapertarum-PNS. ASN yang tercatat sebagai anggota Bapertarum-PNS otomatis menjadi peserta Tapera. Hingga kini, BP Tapera belum melakukan pungutan tabungan perumahan rakyat atau kontribusi dana dari pekerja karena peraturan pelaksana Tapera belum terbit.

Aturan pelaksana Tapera masih dalam proses berupa peraturan Menteri Keuangan untuk pekerja yang penghasilannya dibiayai APBN/APBD. Sementara pekerja yang tidak digaji oleh APBN/APBD melalui peraturan Menteri Ketenagakerjaan. Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera Sid Herdi Kusuma, Jumat (11/10/2024), berpendapat, wacana perubahan BP Tapera masih didiskusikan oleh anggota Satuan Tugas (Satgas) Perumahan. Idenya agar sumber dana institusi juga dapat dioptimalkan untuk pendukung program 3 juta rumah per tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Dana Tapera bisa dimanfaatkan untuk pemilikan rumah, renovasi, ataupun investasi. Di beberapa negara, seperti Meksiko, Singapura, dan China, pengelolaan dana dengan bauran sumber dana institusi dinilai telah berhasil meningkatkan kepemilikan dan kelayakan hunian bagi masyarakat, khususnya menengah bawah.

”BP Tapera sebagai lembaga yang dibentuk berdasarkan undang-undang dan didesain khusus untuk mengelola dana sektor perumahan dapat diberikan mandat sebagai pengelola,” katanya. Investasi lebih luas Sebelumnya, usulan perubahan BP Tapera menjadi Badan Investasi Perumahan Nasional diungkapkan anggota Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Bonny Z Minang. Program Tapera tetap akan dilanjutkan di pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun, pihaknya mengusulkan BP Tapera diiubah menjadi Badan Investasi Perumahan asional. Hal itu untuk membuka investasi dan dana perumahan yang lebih luas, tidak hanya bersumber dari Tapera. (Yoga)

Percepatan Implementasi Energi Hijau di Indonesia

HR1 11 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Pemerintah Indonesia sedang berupaya mempercepat investasi di sektor panas bumi dengan memangkas waktu perizinan yang sebelumnya bisa mencapai enam tahun. Langkah ini dianggap penting, mengingat Indonesia memiliki 40% cadangan panas bumi dunia, namun pemanfaatannya masih rendah, baru sekitar 11% dari total potensi sebesar 24.000 MW.

Sejumlah kendala utama masih menghambat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) ini, termasuk tingginya biaya, kebutuhan teknologi canggih, dan keterbatasan jaringan listrik. Sementara itu, negara seperti Filipina dan Turki telah berhasil mengembangkan panas bumi secara signifikan dengan kebijakan insentif, seperti pengurangan pajak dan subsidi penelitian, yang memungkinkan pertumbuhan energi hijau lebih cepat.

Langkah pemerintah untuk reformasi kebijakan diharapkan dapat menarik lebih banyak investor untuk pengembangan panas bumi, mempercepat transisi energi, dan memperkuat kontribusi Indonesia dalam pelestarian lingkungan global.

Peluang Besar Investasi Baterai di Ekosistem Kendaraan Listrik

HR1 10 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Indonesia berpotensi menerima investasi hingga US$25 miliar dalam lima tahun ke depan untuk pengembangan ekosistem baterai berbasis nikel. Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Septian Hario Seto, menyatakan bahwa peluang investasi ini muncul dari keterlibatan konsorsium perusahaan dari Indonesia, China, dan Eropa. Meski demikian, Seto menekankan bahwa pemerintah ke depan akan berfokus pada pembangunan ekosistem penghiliran industri, bukan hanya pengolahan nikel sebagai komoditas.

Seto mengungkapkan bahwa Indonesia telah memasuki fase pengembangan yang lebih maju dalam hilirisasi nikel, termasuk produksi prekursor dan sel baterai. Selain baterai berbasis nikel, Indonesia juga memiliki potensi dalam pengembangan baterai lithium ferro phosphate (LFP) dengan dukungan pabrik anoda yang mampu memproduksi 80.000 ton per tahun di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal, menjadikannya yang terbesar kedua di dunia setelah Korea Selatan.

Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, Seto optimis bahwa jika kebijakan tetap konsisten, Indonesia akan menjadi kekuatan besar kedua dalam ekosistem baterai global, setelah China.

Hambatan Investasi Teknologi Tinggi di Pusat Data Google

HR1 10 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Indonesia gagal menarik investasi pusat data dari Google, yang memilih Malaysia sebagai lokasi pembangunan data center di Asia Tenggara. Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menjelaskan bahwa keputusan Google dipengaruhi oleh beberapa faktor: tarif listrik industri di Malaysia lebih murah, insentif bebas bea masuk untuk barang modal, dan kepastian hukum yang lebih baik. Tarif listrik di Malaysia, yang hanya 8 sen dolar AS per kilowatt-jam, lebih menarik dibandingkan tarif di Indonesia. Selain itu, Budi menyoroti pentingnya pembenahan kepastian hukum di Indonesia untuk meningkatkan daya saing dalam menarik investor asing.

Google telah mengumumkan investasi sebesar US$2 miliar di Malaysia dan US$1 miliar di Thailand, untuk membangun pusat data dan infrastruktur cloud. Meski pemerintah Indonesia tengah mengupayakan negosiasi dengan Google agar pusat data untuk pengguna di Indonesia dapat ditempatkan di dalam negeri, keputusan investasi sejauh ini mengarah ke negara tetangga.

Bank Digital Afrika Membidik Pasar UMKM Indonesia

HR1 10 Oct 2024 Kontan
Minat investor asing untuk berinvestasi di sektor perbankan Indonesia terus meningkat, dan Tyme Group, bank asal Afrika Selatan, adalah salah satu yang terbaru dalam daftar tersebut. Menurut CEO Tyme Bank, Coenraad Jonker, pihaknya berencana memperkenalkan produk *Merchant Cash Advance* di Indonesia, dengan fokus utama pada sektor UMKM yang dinilai ideal untuk model bisnis Tyme.

CEO Go Tyme Capital Indonesia, Timothy Delahunty, mengonfirmasi rencana ini dan menyebut bahwa layanan keuangan fleksibel dari Tyme akan segera diluncurkan, menyasar UMKM yang dinilai sangat dinamis di Indonesia. Namun, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan bahwa belum ada pembicaraan resmi dengan Tyme terkait izin operasional di Indonesia.

Rustarti Suri Pertiwi, Direktur Keuangan Bank Raya Indonesia, menyambut baik masuknya bank asing yang dapat meningkatkan layanan keuangan untuk UMKM. Namun, ia mengingatkan bahwa memahami karakteristik UMKM lokal sangat penting untuk kesuksesan produk yang ditawarkan. Menurut Ekonom Segara Institute, Piter Abdullah, bank asing sering kali kesulitan menembus pasar UMKM karena pasar ritel ini umumnya dikuasai bank domestik yang lebih memahami budaya dan kebutuhan lokal.

TPIA Fokus pada Inovasi dan Ekspansi Bisnis

HR1 09 Oct 2024 Kontan
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terus menguatkan posisinya di industri energi dan kimia melalui akuisisi Shell Energy and Chemicals Park (SECP) di Singapura. Direktur SDM dan Urusan Korporat Chandra Asri, Suryandi, menyatakan bahwa akuisisi ini memungkinkan sinergi antara kilang SECP dengan pabrik di Cilegon, yang akan mendukung distribusi produk petroleum untuk kebutuhan domestik. Selain itu, langkah ini memperluas jangkauan Chandra Asri ke pasar Asia Tenggara dan memperkuat rantai pasokan perusahaan. Dengan dukungan teknologi SECP dan kolaborasi dengan Glencore, Chandra Asri optimis dapat bersaing di pasar global serta terus berinovasi dan mengembangkan pasar di luar Asia Tenggara.

Investasi besar-besaran AI di Asia Tenggara

KT3 04 Oct 2024 Kompas

Perusahaan teknologi global bakal berinvestasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan di Asia Tenggara. Asia Tenggara menjadi rantai pasok AI Hasil riset Access Partnership memproyeksikan, adopsi teknologi kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI) dapat memberikan manfaat ekonomi senilai 835 miliar dollar A atau lebih kurang Rp 12.756 triliun pada 2030 d iAsia Tenggara. Angka ini menyumbang 16 persen terhadap produk domestik bruto kawasan pada tahun itu. Proyeksi konsultan kebijakan publik khusus isu teknologi yang berkantor pusat di Inggris itu mensyaratkan pemerintah semua negara Asia Tenggara membangun kebijakan AI. Kebijakan yang dimaksud, antara lain, menyiapkan tenaga kerja siap dan melek AI serta memberikan insentif bagi bisnis untuk mengakselerasi inovasi AI. Prediksi lembaga lainnya juga menyebutkan hal yang sama, Asia Tenggara bakal menjadi tempat investasi AI. Laporan konsultan Kearney menyebutkan, lebih dari 70 persen responden survei lembaga ini melihat AI sebagai hal yang penting bagi masa depan Asia Tenggara. 

Kawasan itu juga menunjukkan bahwa adopsi AI perlu dipercepat. Studi mereka mengungkapkan bahwa AI dapat memberikan dampak keseluruhan yang kuat, yaitu peningkatan PDB sebesar 10-18 persen di seluruh Asia Tenggara pada tahun 2030 atau setara dengan nilai hampir 1 triliun dollar AS. Dampak di setiap negara sangat bergantung pada kematangan relatif infrastruktur AI dan kesiapan adopsi oleh negara masing-masing. Terkait dengan prediksi-prediksi itu, negara-negara di Asia Tengara harus bersiap. Beberapa negara di kawasan itu telah menjadi tujuan investasi. Namun, tidak sedikit yang baru sampai tahap pengenalan awal AI. Oleh karena itu, manfaat yang akan diambil oleh beberapa negara menjadi minim. Gugatan lembaga-lembaga konsultan memperlihatkan pasokan sumber daya manusia, infrastruktur, dan juga aturan di negara masing-masing menjadi penyebab mereka tidak banyak menikmati investasi. Indonesia diperkirakan hanya akan menikmati sekitar 3,7 persen dari total alokasi investasi di
kawasan tersebut. 

Padahal, apabila melihat sejumlah keputusan perusahaan teknologi di beberapa negara, seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand, perusahaan teknologi bakal menjadikan Asia Tenggara sebagai bagian dari rantai pasok AI. Produksi beberapa peralatan dan juga perangkat lunak akan dilakukan di kawasan itu. Jika tidak segera bersiap, Indonesia akan tertinggal dalam rantai pasok AI. Menilik saran-saran dari berbagai lembaga, Indonesia perlu menambah jumlah sumber daya manusia yang berkualifikasi terkait kecerdasan buatan. Pemerintah juga perlu membuat aturan-aturan dan infrastruktur yang mendukung pengembangan AI. Kita belum terlambat, tetapi apabila tidak ada langkah nyata, kita bakal makin tertinggal. (Yoga)

Investasi besar-besaran AI di Asia Tenggara

KT3 04 Oct 2024 Kompas

Perusahaan teknologi global bakal berinvestasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan di Asia Tenggara. Asia Tenggara menjadi rantai pasok AI Hasil riset Access Partnership memproyeksikan, adopsi teknologi kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI) dapat memberikan manfaat ekonomi senilai 835 miliar dollar A atau lebih kurang Rp 12.756 triliun pada 2030 d iAsia Tenggara. Angka ini menyumbang 16 persen terhadap produk domestik bruto kawasan pada tahun itu. Proyeksi konsultan kebijakan publik khusus isu teknologi yang berkantor pusat di Inggris itu mensyaratkan pemerintah semua negara Asia Tenggara membangun kebijakan AI. Kebijakan yang dimaksud, antara lain, menyiapkan tenaga kerja siap dan melek AI serta memberikan insentif bagi bisnis untuk mengakselerasi inovasi AI. Prediksi lembaga lainnya juga menyebutkan hal yang sama, Asia Tenggara bakal menjadi tempat investasi AI. Laporan konsultan Kearney menyebutkan, lebih dari 70 persen responden survei lembaga ini melihat AI sebagai hal yang penting bagi masa depan Asia Tenggara. 

Kawasan itu juga menunjukkan bahwa adopsi AI perlu dipercepat. Studi mereka mengungkapkan bahwa AI dapat memberikan dampak keseluruhan yang kuat, yaitu peningkatan PDB sebesar 10-18 persen di seluruh Asia Tenggara pada tahun 2030 atau setara dengan nilai hampir 1 triliun dollar AS. Dampak di setiap negara sangat bergantung pada kematangan relatif infrastruktur AI dan kesiapan adopsi oleh negara masing-masing. Terkait dengan prediksi-prediksi itu, negara-negara di Asia Tengara harus bersiap. Beberapa negara di kawasan itu telah menjadi tujuan investasi. Namun, tidak sedikit yang baru sampai tahap pengenalan awal AI. Oleh karena itu, manfaat yang akan diambil oleh beberapa negara menjadi minim. Gugatan lembaga-lembaga konsultan memperlihatkan pasokan sumber daya manusia, infrastruktur, dan juga aturan di negara masing-masing menjadi penyebab mereka tidak banyak menikmati investasi. Indonesia diperkirakan hanya akan menikmati sekitar 3,7 persen dari total alokasi investasi di
kawasan tersebut. 

Padahal, apabila melihat sejumlah keputusan perusahaan teknologi di beberapa negara, seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand, perusahaan teknologi bakal menjadikan Asia Tenggara sebagai bagian dari rantai pasok AI. Produksi beberapa peralatan dan juga perangkat lunak akan dilakukan di kawasan itu. Jika tidak segera bersiap, Indonesia akan tertinggal dalam rantai pasok AI. Menilik saran-saran dari berbagai lembaga, Indonesia perlu menambah jumlah sumber daya manusia yang berkualifikasi terkait kecerdasan buatan. Pemerintah juga perlu membuat aturan-aturan dan infrastruktur yang mendukung pengembangan AI. Kita belum terlambat, tetapi apabila tidak ada langkah nyata, kita bakal makin tertinggal. (Yoga)

IKN Menuju Pusat Perekonomian Baru

KT1 04 Oct 2024 Investor Daily (H)
Salah satu milestone keberhasilan pemerintahan Presiden Jokowi adalah terwujudnya pembangunan IKN di Penajam Paser, Kalimantan Timur. Keberadaan IKN diyakini bakal menjadi pusat ekonomi baru yang mendukung pertumbuhan sektor  industri, teknologi, dan inovasi. Langkah pemerintah membentuk IKN juga menjadi bukti serius pemerintah membentuk Indonesia sentris, yang mendukung pemerataan dan konetivitas nasional. IKN juga menjadi showcase transformasi Indonesia di bidang ekonomi hingga sosial. Karena itu, pembangunan IKN membutuhkan dukungan semua pihak. Tercatat hingga Agustus 2024 investasi untuk pembangunan IKN telah masuk sebesar Rp 56,2 triliun, di luar anggaran APBN. (Yetede)

Apple Ajukan Syarat Khusus untuk Investasi

HR1 04 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, mengungkapkan bahwa Apple mengajukan syarat cukup berat untuk membangun pabrik di Indonesia, termasuk permintaan tax holiday selama 50 tahun—mirip dengan insentif yang diberikan oleh Vietnam. Menurut Budi, jika pemerintah mengabulkan permintaan tersebut, perusahaan teknologi asing lain mungkin juga akan meminta insentif serupa, yang bisa menimbulkan beban tambahan.

Saat ini, investasi Apple di Indonesia terbatas pada empat Apple Developer Academy di Jakarta, Surabaya, Batam, dan Bali, dengan nilai sekitar Rp1,6 triliun. Investasi ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan komitmen Apple di Vietnam sebesar Rp256,22 triliun, yang menciptakan sekitar 200.000 lapangan kerja, serta di Singapura senilai Rp4 triliun. Pemerintah Indonesia masih mempertimbangkan kebijakan insentif untuk menarik investasi Apple, mengingat kebijakan harus seimbang dengan kepentingan nasional.