Investasi lainnya
( 1343 )PT SMI Investasikan Rp 3,5 Triliun ke PT KAI
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI merealisasikan bantuan program Pemulihan Ekonomi Nasional dalam bentuk investasi pemerintah (IP PEN) senilai Rp 3,5 triliun kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero). Tujuannya, agar kegiatan operasional PT KAI dapat pulih berjalan kembali setelah pendapatannya turun selama masa pandemi Covid-19.
Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad mengatakan, PT SMI telah mengkaji secara mendalam dan komprehensif kondisi keuangan PT KAI dengan melibatkan lembaga independen. “PT SMI bersama Kementerian Keuangan juga telah mengkaji faktor-faktor risiko dan upaya mitigasi risikonya,” ujar Edwin melalui siaran pers di Jakarta, Senin (30/11/2020).
MDI Ventures Kolaborasi dengan Modal Ventura Belanda
Direktur
Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, Indonesia adalah salah satu negara
yang memiliki potensi besar untuk start-up. MDI Ventures melihat dan memahami
potensi tersebut, sehingga kolaborasi dengan mitra global seperti Finch Capital
dapat mendorong investasi pengembangan start-up. General Partner Arise dari MDI
Ventures Aldi Adrian Hartanto menambahkan, Arise Fund secara langsung membantu
dalam mencocokkan produk start-up terhadap pasar, sehingga memudahkan mereka
menemukan strategi masuk ke pasar yang paling efektif.
Pihaknya memiliki beragam pedoman untuk memfasilitasi proses ini, yang dapat diterapkan dan disesuaikan dengan berbagai ekosistem teknologi yang berbeda, baik di Eropa, Asia, dan Silicon Valley atau wilayah-wilayah pasar dimana MDI Ventures dan Finch Capital aktif berinvestasi. Sesuai rencana, start-up dapat bergabung dengan inkubator Indigo Nation besutan Telkom untuk menemukan model bisnis yang berkelanjutan dan dapat dikembangkan
MDI Ventures tercatat menjadi salah
satu modal ventura yang agresif menyuntik modal ke start-up sepanjang
2020. Pada 25 November, MDI Ventures bersama Trans-Pacific Technology Fund
(TPTF) mengumumkan pendanaan seri B kepada startup artificial intelligence,
Kata.ai
Sementara itu, MDI Ventures berencana membawa minimal empat portofolio investasi start-up untuk melangsungkan IPO saham dalam periode dua tahun ke depan. Adapun satu start-up ditargetkan IPO pada kuartal I-2021. Managing Partner MDI Ventures Singapore Kenneth Li mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan sejumlah penjamin emisi (underwiter) terkait rencana IPO salah satu portofolio start-up tahun depan. Pihaknya belum dapat menyebutkan nama start-up tersebut, Dia menambahkan, IPO startup memang menjadi salah satu strategi exit perseroan. Strategi ini disiapkan secara matang.
Perpres Carbon Credit Terbit Bulan Depan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Indonesia berkomitmen mengurangi emisi hingga 29% pada 2030 dengan kemampuan sendiri dan mencapai 41% dengan dukungan internasional. Hal ini lantaran Indonesia telah meratifikasi Kesepakatan Paris. Salah satu strategi untuk memangkas emisi, lanjutnya, yakni dengan masuk ke pasar karbon (carbon credit market). Dia menjelaskan, carbon credit market adalah mekanisme perdagangan karbon, di mana penjual melaksanakan sejumlah upaya untuk mengurangi emisi karbon dan pembeli menjalankan aktivitas yang memproduksi emisi karbon.
Potensi nilai ekonomi karbon tersebut, sebut Luhut, berasal dari hutan mangrove, lahan gambut, dan hutan hujan tropis yang ada di Indonesia. Saat ini, lahan gambut di Indonesia mencapai 7,5 juta hektar atau yang terluas di dunia. Kemampuan menyerap emisi karbon dari lahan gambut ini mencapai 55 gigaton. Kemudian, Indonesia juga memiliki 125,9 juta hektar hutan hujan tropis atau terbesar ketiga di dunia. Hutan hujan tropis ini mampu menyerap emisi karbon sebesar 25,18 gigaton. Indonesia juga mempunyai hutan mangrove seluas 3,31 juta hektar atau 20% dari total hutan mangrove dunia.
Sebelumnya, dalam keterangan resminya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya menuturkan bahwa potensi karbon Indonesia sangatlah besar. Jika dibarengi dengan ketersediaan landasan legal untuk menetapkan NEK, maka potensi ini dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Contohnya, lanjut Siti, Indonesia bakal memperoleh pembayaran hasil kerja atau RBP sebesar US$ 56 juta dari Norwegia jika berhasil menekan laju deforestasi dan degradasi hutan di 2016/2017.
Mandiri Capital Agresif Suntik Modal Start-up
Direktur Utama Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusaputro
mengatakan, selama lima tahun berdiri, investasi pada start-up mendorong berbagai
inovasi dan sinergi dengan Mandiri Group. Sinergi tersebut meliputi penyaluran
modal ke puluhan ribu usaha kecil menengah (UMKM), mulai dari sektor bisnis
konvensional hingga pertanian.
Dia menambahkan, pihaknya akan terus agresif menambah portofolio, sehingga dalam waktu dekat portofolio perusahaan akan menjadi 15 start-up. Pihaknya pun berharap dapat meraih keuntungan dari portofolio start-up melalui strategi, baik initial public offering (IPO) saham ataupun menjual saham kepada pihak ketiga.
Salah satu keuntungan Mandiri Capital pada portofolio investasinya adalah saat Gojek mengakuisisi start-up layanan kasir digital, Moka, pada April 2020. Tahun depan, Mandiri Capital pun akan terlibat Indonesia Impact Fund (IIF) yang merupakan hasil kolaborasi dengan APEC Business Advisory Council (ABAC). Sesuai rencana, target dana investasi sebesar US$ 25 juta akan diinvestasikan kepada start-up yang memiliki dampak sosial dan lingkungan.
Dari sisi keuangan, Chief Financial Officer Mandiri Capital Hira Laksamana menjelaskan, bisnis perusahaan setiap tahunnya terus bertumbuh dengan baik. Meskipun kondisi perekonomian pada tahun ini mengalami berbagai tantangan, perseroan mampu meningkatnya posisi ekuitas dan aset masing-masing sekitar Rp 1,8 triliun dan Rp 2 triliun.
Hangry Bakal Raih Pendanaan US$ 15 juta
Hangry, multi-brand
virtual restoran pertama di Indonesia tengah dalam pembicaraan
untuk mendapatkan pendanaan
Seri A senilai US$ 10-15 juta yang
akan digunakan untuk rencana
ekspansi bisnis perusahaan di
tengah pandemi Covid-19. Putaran
pendanaan tersebut diharapkan
selesai pada Januari 2021.
“Kami melihat, pelanggan setia
kami telah membelanjakan lebih
dari sebelumnya, tetapi kami belum juga memberikan daya tarik
lebih. Jadi kami ingin berinvestasi
untuk pengembangan merek dan
ekspansi ke lebih banyak kota,”
kata co-founder dan CEO Hangry
Abraham Viktor seperti dikutip
dari Nikkei Asia, Minggu (22/11).
Viktor mengatakan, pihaknya
akan menggunakan dana yang
didapat untuk mengembangkan
dapur pusat Hangry dan meningkatkan branding, seiring pertumbuhan bisnisnya selama pandemi
Covid-19. Berbeda dengan jaringan
restoran lainnya yang terdampak
berat akibat Pembatasan Sosial
Berskala Besar (PSBB), Hangry
mengklaim telah mencatatkan
pertumbuhan pendapatan yang
pesat melalui bisnis pengiriman
makanannya.
Meski mengalami penurunan
pendapatan sebesar 30% dalam
dua minggu pertama setelah pemberlakuan PSBB di DKI Jakarta,
kata Viktor, pendapatan perusahaan kemudian meningkat 15 kali
lipat sepanjang Maret-November
2020
Hangry menjadi berita utama
awal tahun ini ketika mengumpulkan sekitar $ 3 juta melalui program akselerator Sequoia Capital
Surge dan dari pemodal ventura
Alpha JWC, bersama dengan sejumlah investor lainnya.
Saat ini, Hangry mengoperasikan 43 gerai dengan lima merek
makanan, yaitu San Gyu, Moon
Chicken, Dari Pada, Nasi Ayam
Bude Sari, dan Ayam Koplo. San
Gyu merupakan brand beef bowl
ala Jepang dengan tiga maskot utamanya, Gyu, Don dan Sai. Sementara Moon Chicken merupakan
brand ayam goreng ala Korea,
Dari Pada adalah brand minuman berbahan dasar kopi dan
susu, Nasi Ayam Bude Sari yang
merupakan brand nasi ayam dengan resep khas Indonesia, serta
Ayam Koplo adalah brand ayam
goreng ala Amerika dan sambal
khas Indonesia.
Hangry juga telah menjalin
kemitraan dengan GrabFood dan
GoFood dalam upaya untuk menarik jutaan pengguna. Perusahaan
rintisan inipun membangun aplikasi untuk program loyalitas.
Viktor berharap, Hangry bisa
memiliki 150 gerai yang beroperasi
di seluruh Indonesia pada tahun
2021, dan bertambah menjadi 750
gerai pada 2024. Bahkan saat perusahaan meningkatkan bisnis cloudkitchen-nya, Hangry berencana
untuk memiliki perpaduan layanan
antar makanan dan restoran makan
di tempat.
Komitmen Investasi Rp 4 Triliun
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengklaim produsen Susu Bendera Friesland Campina akan menambah investasi di Indonesia sebesar Rp 4 triliun pada awal 2021.
Tak hanya itu mereka akan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rantai pasok, serta melibatkan pengusaha lokal dalam kegiatan usaha logistik perusahaan seperti yang diminta pemerintah. “Pemerintah juga menawarkan lahan gratis selama lima tahun untuk pendirian pabrik di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah,” kata Bahlil Jumat (20/11).
Bahlil mengklaim Chief Executive Officer (CEO) Friesland Campina Hein Schumacher mengapresiasi fasilitas insentif fiskal yang diberikan oleh pemerintah Indonesia, baik tax holiday maupun tax allowance. “Saya tidak menyangka keputusan sangat cepat Indonesia sudah berubah,” ujar SchumacherInvestasi Jatim Tembus Rp 66,5 T
Pencapaian investasi Provinsi Jawa Timur tumbuh positif. Dalam tahun 2020, year on year, perolehan investasi Jawa Timur naik sebanyak 42,1 persen. Kenaikan tersebut dibandingkan antara periode bulan Januari - November 2020 terhadap capaian periode yang sama di tahun 2019.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aris Mukiyono mengatakan bahwa per bulan ini pencapaian investasi Jawa Timur mencapai Rp 66,5 trilliun. “Sampai hari ini capaian investasi kita tercatat Rp 66,5 trilliun. Terbanyak masih dari sektor Penanaman Modal Dalam Negeri,” kata Aris pada Surya.co.id, Rabu (19/11).
Rincinya, capaian penanaman modal dalam negeri yang masuk ke Jatim ada sebanyak Rp 47,39 trilliun. Sedangkan untuk capaian penanaman modal asing tercatat mencapai Rp 19,1 trilliun.
Mangkrak Bertahun- tahun Investasi Rp 474T Akhirnya Rampung
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan pihaknya sudah mengeksekusi investasi mangkrak senilai Rp 474,9 triliun dari total Rp 708 triliun yang mandek.
“Investasi mangkrak Rp 708 triliun ini sudah kita selesaikan 67% atau Rp 474,9 triliun, di mana di dalamnya termasuk beberapa investasi yang ada di Jawa Barat seperti contoh Tanjung Jati Power di Cirebon. Kemudian Hyundai yang sekarang lagi jalan. Kemudian listrik yang ada di sungai, PLTS Sungai Cirata,” kata dia dalam West Java Investment Summit 2020 yang tayang virtual, Senin (16/11/2020)
Dirinya menjelaskan penyebab investasi mangkrak bertahun-tahun di Indonesia. Ada tiga persoalan utama. “Yang pertama adalah persoalan ego sektoral antar kementerian. Yang kedua aturan tumpang tindih antara kabupaten/kota/provinsi dan pusat. Yang ketiga adalah ada persoalan-persoalan tanah yang harus saya jujur mengatakan dalam bahasa saya itu adalah adanya pemain-pemain yang dapat dirasakan tapi tidak bisa dipegang. Nah ini lah kira-kira persoalan ini,” tambahnya.
Amazon Investasi Rp 40 T, RRT Bangun Pabrik Baterai
Contemporary
Amperex Technology Co Ltd
(CATL) asal RRT bakal membangun
pabrik baterai mobil dan kendaraan
listrik yang lain di Indonesia senilai
US$ 5,1 miliar, atau setara Rp 72,1
triliun (kurs Rp 14.139 per dolar
AS). Perusahaan teknologi raksasa
asal Amerika Serikat, Amazon, juga
bakal membangun infrastruktur
pusat data (data center) senilai Rp
40 triliun.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil
Lahadalia mengatakan, produsen
baterai kendaraan listrik asal
Tiongkok itu telah melakukan penandatanganan
kerja sama. Groundbreaking
(peletakan batu pertama)
pembangunan pabrik akan
dimulai 2021. Pabrikan baterai kendaraan lain asal
Korea Selatan, lanjut dia,
juga berencana berinvestasi
di Indonesia.
Sementara itu, Gubernur Jawa
Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, perusahaan teknologi
raksasa asal AS Amazon bakal
membangun data center di Jawa
Barat, dengan nilai investasi
mencapai Rp 40 triliun. Amazon
Web Service (AWS) akan membangun fasilitas layanan cloud
computing.
Pada kesempatan yang sama,
Gubernur Bank Indonesia Perry
Warjiyo mengungkapkan akan
terus bersinergi dengan pemerintah untuk mendorong investasi masuk ke dalam negeri, di tingkat nasional maupun daerah, sebagai upaya
pemulihan ekonomi nasional.
Ia mengatakan, investasi daerah
merupakan salah satu kunci
mendorong pemulihan ekonomi
nasional.
Sebelumnya, lanjut Perry,
pihaknya juga telah melakukan
promosi investasi di Jawa Tengah bersama Kepala BKPM
Bahlil Lahadalia dan Gubernur
Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Capaian realisasi dan komitmennya juga cukup besar.
Ridwan Kamil menjelaskan,
ada beberapa faktor yang menyebabkan investor tertarik
memilih Jawa Barat sebagai
tempat berinvestasi. Pertama,
memiliki kelebihan di bidang
infrastruktur yang berkualitas
dan terhubung.
Jabar juga menarik investasi
karena terkait produktivitas
sum ber daya manusia yang
tinggi, dan dinilai paling produktif di Indonesia. Berdasarkan
survei terbaru terkait daya kompetitif tenaga kerja menunjukkan, Jawa Barat dapat bersaing
dengan Thailand dan Vietnam.
Faktor-faktor tersebut menjadi modal besar dalam meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di Jawa
Barat. Bahkan, Jabar menjadi
rumah bagi 60% total industri di
Indonesia.
Bahlil Lahadalia mengatakan lebih lanjut, BKPM juga
telah memfasilitasi investasi
mangkrak sebesar Rp 474,9
triliun atau 67,1% dari total investasi mangkrak selama empat
tahun yang mencapai Rp 708
triliun. Investasi mangkrak ini disebabkan tiga persoalan besar.
Pertama, adanya ego sektoral
yang terjadi antarkementerian.
Kedua, tumpang tindih regulasi
antara kabupaten/kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah
pusat. Ketiga, permasalahan di
lapangan terkait lahan yang akan
digunakan oleh calon investor.
BKPM juga memaparkan
realisasi investasi langsung
selama kuartal III-2020 sebesar
Rp 209 triliun. Realisasi ini naik
tipis 1,6% dibanding periode
sama tahun lalu (year on year/
yoy) dan naik 8,9% dibandingkan
kuartal sebelumnya (quarter to
quarter/qtq).
Rinciannya, realisasi penanaman modal dalam negeri
(PMDN) di kuartal III-2020 senilai Rp 102,9 triliun, naik 9,1%
qtq atau naik 2,1% yoy. Sedangkan PMA senilai Rp 106,1 triliun
atau naik 8,7% qtq atau 1,1% yoy.
Prospek Investasi Jawa Barat, Jabar Berpotensi Gaet Rp380 Triliun
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berpotensi menarik investasi hingga Rp380 triliun setelah berhasil mengaktifkan kembali sejumlah investasi yang mangkrak.Angka tersebut berasal dari realisasi investasi pada semester I/2020 senilai Rp86,3 triliun, serta persiapan investasi dari 11 perusahaan global dan nasional senilai Rp347 triliun. Dari 11 perusahaan tersebut, dua di antaranya adalah Hyundai Motors dan Amazon Web Service. Kontributor berikutnya adalah komitmen investasi 5 proyek BUMD senilai Rp4,01 triliun, dan 16 proyek investasi yang ditawarkan di ajang West Java Investment Summit (WJIS) 2020 senilai Rp40 triliun.
Menurutnya, angka Rp380 triliun datang dari komitmen investor yang digaet dalam ajang WJIS pada tahun lalu. Pemprov Jawa Barat bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) juga terus memberikan fasilitas dan pengawalan, sehingga perusahaan besar seperti Hyundai dan Amazon melakukan tahapan realisasi investasi.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) Jawa Barat Noneng Komara mengatakan tingginya nilai investasi itu ditopang oleh realisasi, eksekusi investasi yang mangkrak, komitmen, dan tawaran proyek.Menurutnya, sumbangan dari kategori investasi yang memasuki tahapan akan bergulir dalam 3—5 tahun ke depan. Mengawal investasi besar tersebut menurutnya akan menjadi komitmen Pemprov Jawa Barat agar arus investasi terus terjaga.Di tempat yang sama, President Director PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) Landi R. Mangaweang menyatakan komitmen pemerintah, baik pusat dan daerah, sangat penting dalam menjaring minat investor karena menjamin kemudahan bisnis.
PT JIEP bersama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Pembangunan Perumahan akan membangun Grand Rebana City yang berlokasi di Kabupaten Subang dengan luas sekitar 1.300 hektare.Landi mengatakan keseriusan pemerintah pusat, Pemprov Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Subang, akan membuat proses pembangunan Grand Rebana City berjalan optimal.









