Industri Manufaktur
( 228 )KEGIATAN INDUSTRI NASIONAL : TANTANGAN MENGADANG MANUFAKTUR
Sektor manufaktur Tanah Air menghadapi beragam tantangan di tengah pelemahan permintaan dan bayang-bayang resesi yang membuat kepercayaan diri pelaku usaha sedikit menurun dalam menyongsong 2023.
Pelemahan permintaan yang berlangsung terus-menerus memerlukan lebih banyak campur tangan pemerintah untuk memastikan sektor manufaktur dalam negeri terus berada di zona ekspansif. Muhammad Faisal, Direktur Eksekutif Center of Reform Economics, mengatakan bahwa sektor manufaktur akan berhadapan dengan sejumlah persoalan yang harus segera diselesaikan, seperti peningkatan biaya produksi karena inflasi yang bakal diteruskan ke konsumen. Selain itu, kenaikan harga sejumlah bahan baku karena gangguan rantai pasok, kepastian suplai listrik, dan kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM juga masih akan memengaruhi kinerja manufaktur ke depannya. Tidak kalah menantang, perlambatan permintaan di hilir, khususnya pada industri yang berorientasi ekspor juga menjadi salah satu persoalan yang harus segera dicarikan jalan keluarnya. Apalagi, terbukti pelemahan permintaan dari pasar utama produk tekstil dan alas kaki langsung menghantam sektor tersebut.
PMI Manufaktur Indonesia tidak jauh berbeda dengan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang baru saja diluncurkan Kementerian Perindustrian. IKI November 2022 tercatat ada pada level 50,89 dan tetap pada jalur ekspansi.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa pemerintah bakal lebih proaktif melindungi industri di dalam negeri. Apabila IKI menunjukkan level ekspansif, maka pemerintah akan mempertahankan iklim usaha dan kebijakan yang efektif, sehingga industri dan subsektornya bisa mengakselerasi level ekspansinya.
industri Manufaktur Tumbuh 4,83% pada Kuartal III-2922
Industri pengolahan nonmigas mencatat pertumbuhan 4,83% pada kuartal III-2022, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu di 4,12%. Hal tersebut menandakan aktivitas sektor manufaktur di tanah air masih bergeliat di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu. “Alhamdulillah, pertumbuhan industri manufaktur pada kuartal III-2022 juga lebih baik dibandingkan periode sebelumnya pada kuartal II-2022 yang mencapai 4,33%,” kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (8/11). Menperin memberikan apresiasi kepada para pelaku industri di Indonesia yang masih bergairah di tengah lesunya perekonomian global. Kemenperin bertekad untuk terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui pelaksanaan berbagai program dan kebijakan strategis. Merujuk data BPS, industri pengolahan nonmigas menjadi sektor yang konsisten dalam memberikan kontribusi paling besar terhadap PDB nasional. Pada Kuartal III-2022, sumbangsih sektor manufaktur mencapai 16,10%, naik dibanding kuartal II-2022 di angka 16,01%.
“Dengan adanya andil besar dari sektor industri manufaktur, ekonomi kita terus tumbuh positif, yang pada kuartal III-2002 mencapai 5,72%, lebih tinggi daripada kuartal sebelumnya 5,45%. Bahkan, naik signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu sekitar 3,51%. Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat dibanding negara-negara lain,” ungkap Menperin. Adapun beberapa sektor industri yang mencatatkan kinerja pertumbuhan yang gemilang pada kuartal III-2022, antara lain industri logam dasar yang tumbuh sebesar 20,16%. Capaian ini didorong peningkatan produksi besi dan baja serta naiknya permintaan dari luar negeri. Selanjutnya, industri mesin dan perlengkapan yang tumbuh sebesar 17,67%, disusul industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik (12,56%), serta industri alat angkutan (10,26%). (Yoga)
Pemasok Komponen Astra, Isra Presisi Incar Dana IPO Rp 150 Miliar
PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP) akan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) 1,5 miliar saham atau 37,31% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan nilai nominal Rp 10 per saham. Perusahaan pemasok komponen otomotif entitas Grup Astra ini membuka harga penawaran awal (bookbuilding) Rp 95-100 per saham, sehingga dana yang bisa dihimpun mencapai Rp 150 miliar. Manajemen Isra Presisi dalam prospektus yang dipublikasikan Senin (7/11) mengungkapkan, perseroan akan melakukan bookbuilding pada 7-14 November 2022, tanggal efektif 23 November 2022, masa penawaran umum pada 25-29 November 2022, dan pencatatan (listing) saham di BEI pada 1 Desember 2022. Perseroan telah menunjuk UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
ISAP secara bersamaan juga menerbitkan 750 juta waran seri I yang menyertai saham baru perseroan atau 29,76% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum perdana saham ini disampaikan. Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru. Setiap pemegang dua saham baru Isra Presisi berhak memperoleh satu waran seri I, di mana setiap satu waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel. Waran Seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian saham biasa atas nama yang bernilai Rp 10 setiap saham dengan harga pelaksanaan Rp 125 yang berlaku mulai tanggal 1 Juni 2023 sampai dengan tanggal 1 Desember 2027. Total hasil pelaksanaan waran seri I sebesar Rp 93,75 miliar. Pemegang saham ISAP sebelum IPO adalah PT Dua Putra Bersinergi sebanyak 99% dan Tuan Asrullah dengan porsi kepemilikan langsung sebesar 1%. (Yoga)
Pengungkit Industri Manufaktur
Industri manufaktur di Indonesia seperti tak kekurangan energi menghadapi beragam tantangan yang mengadang akibat ketidakpastian ekonomi global. Buktinya, sejauh ini industri pengolahan masih sanggup menampilkan kinerja yang baik. Salah satu indikator yang dapat dijadikan ukuran adalah realisasi investasi sektor manufaktur. Menurut Kementerian Perindustrian, sepanjang Januari—September 2022 realisasi penanaman modal sektor manufaktur mencapai Rp365,2 triliun atau melesat 54% secara tahunan. Jika ditelusuri lebih jauh, kontribusi sektor manufaktur terhadap total realisasi investasi nasional selama Januari—September 2022 tergolong besar, yakni mencapai 40,9%. Pada periode tersebut, industri manufaktur tetap berada di fase ekspansi. PMI kuartal III/2022 mencapai 53,71%, naik dari 53,61% pada kuartal sebelumnya. Peningkatan terbesar terjadi pada subsektor semen dan barang galian nonlogam, disusul logam dasar besi dan baja, serta kertas dan barang cetakan. Perihal kinerja manufaktur, pada awal bulan ini, S&P Global juga melaporkan bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia selama September 2022 mencapai 53,7, naik dari bulan Agustus yang tercatat 51,7. Angka tersebut menggambarkan tingkat ekspansi sektor manufaktur Indonesia meningkat.
KINERJA INDUSTRI MANUFAKTUR TANAH AIR : Penghiliran Jadi Modal Utama
Penghiliran dan industrialisasi menjadi modal utama bagi industri manufaktur dalam negeri untuk bisa melesat dan menunjukkan performa yang lebih baik pada tahun depan.Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa industri manufaktur dalam negeri memiliki modal kuat untuk bisa menunjukkan performa yang apik pada 2023. Kinerja manufaktur pun diharapkan bisa melesat seiring dengan bertambahnya usia Negara Kesatuan Republik Indonesia.“Kemampuan yang dimiliki merupakan modal kuat, termasuk kemampuan penghiliran dan industrialisasi untuk memaksimalkan nilai tambah bagi kepentingan nasional,” katanya, Rabu (17/8).
Ekuitas Waskita Beton Berbalik Positif Rp 2,5 T
JAKARTA - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membukukan nilai ekuitas positif sebesar Rp 2,5 triliun pada akhir semester I-2022. Capaian ini meningkat signifikan dibandingkan posisi akhir 2021 yang ekuitasnya negatif Rp 2,9 triliun. Director of Finance & Risk Management Asep Mudzakir mengatakan, perbaikan ekuitas merupakan salah satu target prioritas perseroan dalam program pemulihan fundamental keuangan. Sebab, besaran ekuitas menjadi indikator kesehatan struktur permodalan perusahaan. “Sebagai perusahaan manufaktur dengan skema job order, ekuitas positif menjadi salah satu syarat bagi perseroan untuk mengikuti berbagai kegiatan tender proyek baik pemerintah, BUMN, maupun swasta. Dengan posisi ekuitas positif tersebut, maka WSBP dapat berpartisipasi dalam tender proyek dari pasar-pasar non Waskita Group,” jelas Asep dalam keterangan resmi, Selasa (9/8/2022). Ekuitas yang positif juga bakal mendukung strategi perseroan dalam meningkatkan pangsa pasar. Menurut Asep, positifnya ekuitas WSBP merupakan implikasi dari putusan homologasi (perjanjian perdamaian) yang disahkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa, (28/6/2022).
PURCHASING MANAGERS’ INDEX : Permintaan Domestik Topang Manufaktur
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa peningkatan PMI manufaktur Indonesia didukung oleh naiknya permintaan domestik yang memengaruhi tumbuhnya tenaga kerja dengan laju paling tajam dalam periode pengumpulan data PMI selama lebih dari sebelas tahun. Kondisi tersebut juga didukung oleh tekanan inflasi yang dilaporkan berkurang pada awal triwulan ketiga, serta kenaikan biaya input dan biaya output yang lebih rendah selama lebih dari setahun. “Peningkatan PMI manufaktur pada Juli 2022 dibandingkan dengan bulan sebelumnya menunjukkan kondisi ekonomi yang semakin stabil, serta meningkatnya realisasi komitmen penggunaan produk dalam negeri,” katanya, Senin (1/8). Menteri Agus juga menjelaskan, peningkatan PMI manufaktur Indonesia dibandingkan dengan negara lain didukung oleh peningkatan permintaan dalam negeri, antara lain konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, serta belanja antarsektor.
Krakatau Steel-Posco Teken Kerja Sama
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk bersama Kementerian Investasi menandatangani nota kesepahaman kerja sama investasi dengan Posco di Seoul, Korsel, Kamis (28/7). ”PT Krakatau Posco (perusahaan patungan antara Krakatau Steel dan Posco) akan menjadi perusahaan baja terintegrasi yang terbesar di Asia Tenggara,” kata Dirut Krakatau Steel Silmy Karim. (Yoga)
Berharap Pada Sisa Semester
Penjualan sepeda motor di dalam negeri masih tertahan kendati sudah tak terdampak langsung pandemi Covid-19. Salah satu pemicunya adalah kekosongan pasokan semikonduktor. Tipisnya pasokan semikonduktor atau mikrocip berpengaruh ke industri kendaraan bermotor roda dua di tanah air. Buktinya penjualan domestik sepeda motor pada Juni 2022 tidak seperti bulan lainnya yang berada di atas 360.000 unit. Berdasar data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (ASI), angka penjualan sepeda motor sepanjang bulan lalu hanya 296.334 unit, anjlok 30,8 % dibandingkan bulan yang sama 2021.
GM Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM) Ahmad Muhibbuddin mengatakan, permintaan sepeda motor yang tinggi pada Juni 2022 tak dibarengi produksi, akibatnya penjualan sepanjang semester I/2022 merosot dibandingkan tahun lalu. “Mudah-mudahan memasuki awal semester II/2022 problem pasokan semikonduktor berkurang dan produksi membaik,” jelasnya. Kendala tipisnya pasokan semikonduktor dialami juga Yamaha, Manager PR Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Anton Widiyantoro menyatakan, perusahaan juga mengalami kendala yang sama seperti industri lain. Idiyantoro menyatakan, perusahaan juga mengalami kendala yang sama seperti industri lain. (Yoga)
Transaksi Nirsentuh MLFF di Tol Diterapkan Akhir 2022
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mulai menerapkan transaksi nontunai dan nirsentuh jalan tol atau layanan multi lane free flow (MLFF) bertahap di beberapa ruas jalan tol pada akhir 2022. "Penerapan direncanakan akhir tahun 2022, sedangkan untuk ruas jalan tol yang akan diterapkan sistem, tersebut pada akhir tahun masih dalam pembahasan," kata Kepala BPJT Kementerian PUPR Danang Parikesit dalam diskusi daring Penerapan Denda dalam Implementasi MLFF di Jakarta, Jumat (20/5).
BPJT saat ini berencana akan melakukan uji coba sistem transaksi MLFF tersebut pada tahun ini melalui PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) sebagai Badan Usaha Pelaksana Sistem Transaksi Tol. "Secara timeline, kami mengharapkan akan memulai proses uji coba MLFF pada tahun ini. Kalau tidak ada kendala teknis, sesuai kesepakatan akan dilakukan upaya implementasi secara bertahap tergantung pada hasil uji coba yang akan dilaksanakan oleh RITS sebagai Badan Usaha Pelaksana Sistem Transaksi," kata Danang. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Kisruh Labuan Bajo Merusak Citra
04 Aug 2022 -
Masih Saja Marak, Satgas Tutup 100 Pinjol Ilegal
01 Aug 2022 -
ANCAMAN KRISIS : RI Pacu Diversifikasi Pangan
10 Aug 2022 -
HARGA PANGAN, Fenomena ”Lunchflation”
29 Jul 2022 -
Digitalisasi Keuangan Daerah
26 Jul 2022









