Industri lainnya
( 1893 )GenZ Jadi Andalan Ambisi Semikonduktor Vietnam
Vietnam punya ambisi besar: mencetak 50.000 insinyur
elektronika, bagian dari menjadikan Vietnam salah satu produsen semikonduktor
global. Generasi Z jadi tumpuan ambisi tersebut. Terkait misi itu, Selasa (19/3)
di Hanoi, perwakilan Intel.Corp Vietnam, Phung Viet Thang, mengungkap kerja
sama Intel dengan Kementerian Pendidikan Vietnam, sebagi bagian dari upaya Intel
mencari pekerja Vietnam untuk industri semikonduktor dan sektor terkait. Industri
semikonduktor jadi salah satu fokus aras baru kemitraan Vietnam dengan AS. AS
akan membantu Vietnam mengembangkan ekosistem industri, infrastruktur, dan
keterampilan pekerja semikonduktor. Salah satu wujudnya adalah investasi 2 juta
USD untuk pelatihan perakitan, pengujian, dan pengemasan semikonduktor.
Intel menjadi pemain lama di Vietnam. Raksasa AS itu
membangun pusat perakitan, pengemasan, dan pengujian semikonduktor di Vietnam.
Intel mengatakan, fokus mereka di Vietnam akan tetap pada perakitan dan
pengujian. Aktivitas itu bagian dari nilai terendah dalam rantai pasok semikonduktor.
Bagi generasi Z Vietnam, industri semikonduktor telah menjadi bagian mimpi. Presiden
AS Joe Biden telah mengumumkan kesepakatan dukungan AS pada industri semikonduktor
Vietnam. Ada masalah pokok untuk mewujudkan hasrat itu. Vietnam kekurangan
insinyur dan tenaga terampil.
Technavio, lembaga riset pasar, menaksir pasar semikonduktor
Vietnam diperkirakan tumbuh 6,5 % per tahun. Angkanya bisa sampai 7 miliar USD
pada 2028. Peningkatan sebanyak itu akan butuh tambahan tenaga kerja. Hanoi
menaksir, butuh 20.000 insinyur terkait semikonduktor dalam lima tahun mendatang.
Sementara dalam satu dekade ke depan, akan diperlukan sampai 50.000 orang. Wakil
PM Vietnam Tran Luu Quang meminta tolong Samsung untuk membantu menggenjot
jumlah itu. (Yoga)
PEMULIHAN DAYA BELI : Prospek Cerah Pasar Minuman Ringan
Pasar minuman ringan pada tahun ini diproyeksikan bertumbuh akseleratif, kecuali untuk kategori minuman beralkohol, sejalan dengan peningkatan permintaan yang mulai terjadi awal Maret 2024. Triyono Prijosoesilo, Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim), mengatakan momentum Ramadan telah mengirim sinyal menguatnya permintaan pasar. Kendati belum memberikan angka spesifik ihwal proyeksi pertumbuhan kinerja minuman ringan pada Ramadan tahun ini, dia memastikan konsumsi masyarakat mulai menggeliat.
Menurut dia, tahun ini merupakan waktu yang tepat bagi industri minuman ringan untuk rebound dari keterpurukan Covid-19 yang membuat penjualan turun hingga 40%—50%. Senada, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintaria memastikan momentum Ramadan cukup potensial untuk mendongkrak kinerja industri makanan dan minuman kemasan. Adapun, mengutip laporan Statista Market Insights bertajuk Beverages-Indonesia, segmen pasar minuman hangat (hot drink) pada tahun ini diproyeksikan bertumbuh 22% menjadi US$287 juta. Sementara itu, di kategori pasar minuman ringan nonalkohol diperkirakan bertumbuh 14% menjadi US$1,13 miliar.
Di sisi lain, Kemenperin mendorong pemulihan industri minuman ringan melalui beberapa kebijakan, di antaranya pemberian insentif fiskal, restrukturisasi mesin, pengikutsertaan pameran, serta transformasi digital menuju industri 4.0. Merrijantij mengatakan insentif diberikan kepada sektor minuman ringan karena mengontribusi hampir 53.000 serapan tenaga kerja, investasi yang mencapai Rp7,7 triliun, serta nilai ekspor US$99 juta pada 2023.
Dukungan itu mencakup program pameran di dalam dan di luar negeri, restrukturisasi mesin peralatan, serta mendorong transformasi digital menuju industri 4.0. Selain itu, pemberian berbagai insentif fiskal, seperti tax holiday, tax allowance, dan super deduction tax.
INDUSTRI KOSMETIK & PERAWATAN PRIBADI : SEMERBAK BISNIS PARFUM LOKAL
Di tengah pesatnya minat masyarakat akan produk perawatan diri pascapandemi, parfum muncul sebagai bintang baru yang meraih perhatian khusus. Tak hanya pemain global, brand lokal ikut menawarkan parfum dengan kualitas dan konsep unik. Ini sejalan dengan data yang disebutkan oleh Co-Founder dan CMO Sociolla Chrisanti Indiana bahwa parfum menjadi kategori produk dengan peningkatan penjualan tercepat sepanjang 2023 yakni mencapai hingga tiga kali lipat, sejak kategori ini dihadirkan pada 2015. Menariknya, brand parfum yang diminati konsumen bukan hanya produk dari brand global tetapi juga parfum brand lokal, yang saat ini makin banyak bermunculan dengan kualitas dan konsep menarik, salah satunya adalah parfum yang dipersonalisasi.“Jadi kami melihat ini adalah sebuah potensi kategori yang bisa tumbuh sangat kuat pada 2024 di Sociolla,” terangnya. Untuk merespons tren tersebut, akhirnya dihadirkan fitur scent gallery atau galeri wewangian di gerai-gerai Sociolla. Fitur itu dibuat sebagai ruang bagi konsumen untuk mendapatkan pengalaman menjajal berbagai merek parfum secara langsung. Selain itu, aroma dan wewangian dari setiap parfum juga dinilai mampu membangkitkan memori tentang seseorang, momen, ataupun tempat tertentu. Hanya dengan mencium aroma parfum saja, seseorang bisa terbawa ke dalam satu memori tertentu. Inilah yang ditangkap oleh salah satu jenama parfum lokal Speaks to Me untuk ikut mengambil peluang dalam ceruk bisnis parfum. Brand Manager Speaks to Me Arista Yolanda mengatakan bahwa pihaknya menciptakan sebuah parfum yang tidak hanya memiliki aroma enak dan wangi, tetapi juga bisa menjadi jembatan akan kisah hidup seseorang.
Untuk tahap awal, Speaks to Me hadir dalam lima wewangian dari series Soulmade, di mana masing-masing menggunakan notes yang dipilih oleh artisan parfumeur, yang terinspirasi dari kekuatan evokatif, sehingga mampu menggambarkan momen pribadi sekaligus membangun memori seseorang. Selain Speaks to Me, brand parfum lokal lainnya yang juga ikut meramaikan bisnis wewangian adalah HINT. Brand parfum yang berada di bawah naungan Beauty Haul ini hadir dengan konsep personalized yang dapat menyesuaikan karakter dan kepribadian dari penggunanya. Brand yang didirikan oleh Irene Ursula ini menjadi jenama parfum pertama pengguna teknologi infused dengan PeacefulScent TM Technology yang diklaim dapat meningkatkan suasana hati positif hingga meningkatkan kualitas tidur dan semangat bagi penggunanya. Ariadme Prawita, Fragrance Specialist HINT mengatakan teknologi Peaceful Scent, menggunakan alat pembaca gelombang yang biasa dipakai untuk cek mental health atau permasalahan tidur. Cara kerja alatnya adalah menenangkan gelombang otak. Kalau sudah masuk pola gelombang tertentu, itu artinya kita sudah masuk deep sleep. HINT di varian terbarunya ini berusaha menciptakan produk yang menghasilkan gelombang deep sleep tersebut. Baru-baru ini HINT berhasil meraih rekor dari Museum Rekor Indonesia sebagai brand parfum yang menghadirkan teknologi aroma pertama di Indonesia. Teknologi tersebut dihadirkan pada parfum terbarunya Dragon Eau de Parfum yang terinspirasi dari tahun Naga Kayu pada 2024 ini. Irene Ursula, Founder HINT mengatakan Dragon EDP memiliki wangi khas yang diformulasikan dari ekstrasi bambu China yang dikombinasikan dari bunga yang manis. Dragon Eau de Parfum memiliki top notes wewangian woody dan rosewood karena konsep awal dari parfum tersebut adalah untuk menciptakan wangi yang terinspirasi dari Naga Kayu.
Kejar Nilai Tambah dengan Minyak Merah
Presiden Jokowi meresmikan pabrik minyak makan merah yang
pertama di Indonesia, Kamis (14/3), di Kecamatan Pagar Merbau, Deli Serdang,
Sumut. Pabrik itu akan meningkatkan nilaitambah yang diperoleh petani karena
pabrik dikelola oleh koperasi petani sawit. ”Minyak makan merah ini sudah
dicoba beberapa chef. Mereka menyampaikan minyak makan merah itu beda, lebih enak
dan gizinya lebih baik. Saya nanti mau beli, mau coba juga,” kata Presiden.
Pabrik minyak makan merah, menurut Presiden, sangat penting bagi program
hilirisasi kelapa sawit petani. Indonesia memiliki 15,3 juta hektar kebun sawit.
Sebanyak 6,2 juta hektar atau 40,5 % di antaranya merupakan kebun sawit yang dikelola
petani. Oleh karena itu, peran petani dinilai sangat penting dalam membangun
industri sawit nasional.
Minyak makan merah merupakan produk turunan kelapa sawit.
Produk ini bisa dimanfaatkan untuk menggoreng layaknya minyak goreng atau dikonsumsi
langsung sebagai minyak makan. Kandungan beta karoten, vitamin A, fitonutrien,
dan komposisi asam lemaknya dinilai strategis untuk mengatasi tengkes
(stunting). Selain itu, beberapa kandungannya bisa dimanfaatkan sebagai bahan
aktif kosmetik dan farmasi. ”Pabrik minyak makan merah ini diharapkan
memberikan nilai tambah yang baik bagi petani sawit. Jadi, harga tandan buah
segar (TBS) sawit tidak naik dan turun karena di sini semuanya diolah menjadi
barang jadi, yaitu minyak makan merah,” kata Presiden. (Yoga)
IZIN USAHA PERTAMBANGAN KHUSUS : Beleid Penjamin Operasi PTFI
Pemerintah tengah mempercepat proses revisi aturan guna memastikan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) PT Freeport Indonesia lantaran beleid saat ini hanya mengakomodir perpanjangan operasi bisa dilakukan pada 2036. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pembahasan perpanjangan kontrak untuk PT Freeport Indonesia akan segera rampung. Bahlil menyampaikan, saat ini untuk perpanjangan Freeport masih menunggu revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Pemerintah bakal melepas aturan ihwal batas waktu permohonan perpanjangan IUP/IUPK yang saat ini ditenggat lima tahun sebelum berakhirnya masa kontrak izin usaha pertambangan mineral dan batu bara. Manuver itu diambil untuk mengakomodasi percepatan perpanjangan kontrak untuk PT Freeport Indonesia yang sudah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat bertemu dengan Chairman and Chief Executive Officer Freeport-McMoRan Inc. (FCX) Richard Adkerson di Hotel Waldorf Astoria, Washington DC, Amerika Serikat, pada medio November 2023. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa pemerintah tengah mematangkan Revisi Peraturan Pemerintah Nomor 96/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara.
Industri Perhiasan Kian Berkilau
UU ANTIDEFORESTASI : Pengusaha Tagih Langkah Strategis
Kalangan pengusaha karet menagih langkah strategis pemerintah menghadapi Undang-undang Anti Deforestasi atau European Union Deforestation free Regulation (EUDR). Kebijakan Uni Eropa tersebut dinilai sebagai ancaman lantaran dapat membatasi ekspor sejumlah komoditas Indonesia yang tak lolos uji tuntas deforestasi. Regulasi ini akan berlaku mulai Januari 2025.Wakil Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Uhendi Haris mengatakan bahwa sejauh ini pemerintah belum menunjukkan keseriusan untuk mulai berbenah dan bersiap menerapkan kebijakan tersebut.
Asosiasi memandang pemerintah belum memiliki langkah strategis untuk menghadapi kebijakan tersebut. Uhendi menuturkan bahwa pemerintah Indonesia masih dalam posisi mengajukan keberatan. Namun, pelaku usaha dituntut segera melakukan usaha-usaha persiapan.
Menurut dia, pemerintah masih gamang dalam mempersiapkan pemenuhan aturan lantaran regulasi teknis dari kebijakan EUDR dan audit komprehensif belum dilakukan pihak EU. Namun, kesiapan tetap perlu dilakukan sebagaimana yang dilakukan negara tetangga. Dia membandingkan beberapa kesiapan negara-negara produsen karet dalam menghadapi EUDR.
Di sisi lain, Thailand lebih mumpuni kesiapannya mulai dari pembiayaan lewat pungutan Cess, kehadiran otoritas Rubber Authority of Thailand (RAOT) hingga langkah untuk mematuhi EUDR.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengatakan, Ad Hoc Joint Task Force yang terdiri atas pihak Indonesia, Malaysia, dan Uni Eropa sudah melakukan pertemuan kedua di Putrajaya, Malaysia untuk membahas tentang keberatan terhadap ketentuan EUDR.Indonesia dan Malaysia, sebagai produsen minyak sawit utama di dunia, meminta Uni Eropa untuk menunda implementasi kebijakan tersebut hingga 2026 dari sebelumnya dijadwalkan berlaku pada Januari 2025.
JELANG IDULFITRI : Stok Daging Sapi Terancam Minim
Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia mengungkapkan adannya ancaman krisis daging sapi saat Ramadan dan Idulfitri 2024 menyusul terlambatnya penerbitan izin impor. Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) Suhandri mengatakan saat ini stok daging sapi impor beku di importir hanya tersisa sekitar 7.500 ton—8.000 ton. Untuk menghadapi permintaan daging yang tinggi saat Hari Raya Idulfitri, dia menyatakan importir butuh stok minimal 50.000 ton agar dapat meredam harga. “Kalau kurang pasti, stok di awal Januari itu kita pegang sekitar 20.000 ton. Tapi sekarang stok di importir antara 7.500 ton—8.000 ton, itu enggak mencukupi,” ujarnya, Kamis (7/3). Dia membeberkan bahwa waktu yang terbatas membuat mereka kesulitan mendatangkan daging sapi impor tepat waktu sebelum Idulfitri. Seharusnya, Suhandri menyatakan izin impor diterima importir paling lambat di akhir Januari 2024 atau awal Februari 2024. Pasalnya, para importir membutuhkan waktu lebih panjang untuk pengadaan mulai dari memastikan ketersediaan daging sapi di supplier negara asal, negosisasi harga, hingga kesiapan angkutan logistik kapal.
Tidak Ada Deindustrialisasi di Indonesia
INDUSTRI PARIWISATA : Apindo Dukung BUMN Tak Ekspansi di Hotel
Asosiasi Pengusaha Indonesia mendukung komitmen pemerintah agar BUMN tidak berkompetisi dengan swasta di sektor perhotelan. Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Maulana Yusran mengatakan kompetisi antara BUMN dan swasta di sektor perhotelan bisa memicu sulitnya pengembangan investasi di sektor itu. Alih-alih berkompetisi dengan swasta, dia menilai BUMN dapat menjadi inisiator seperti yang dilakukan pemerintah dengan membangun tol di wilayah Sumatra, yang dipandang kurang menguntungkan bagi pihak swasta.
Tanggapan Kadin itu merespons pernyataan calon presiden Prabowo Subianto soal Indonesia tidak membutuhkan hotel milik negara. Prabowo yang juga Menteri Pertahanan meminta masukan kepada Menteri BUMN Erick Thohir terhadap pendapatnya itu.
Dia mengungkapkan pemerintah 1950-an harus berperan besar dalam mengembangkan pariwisata dalam negeri. Kendati begitu, sudah saatnya sektor swasta mendapat ruang yang lebih besar untuk mengembangkan pariwisata di Indonesia jika memungkinkan. Dia menilai negara dapat menyusun regulasi dan melakukan pengawasan. Negara juga harus mengambil keputusan yang strategis.
Pilihan Editor
-
Mencegah Korona Tak Masuk Bank
06 Jun 2020 -
Mendorong Ekonomi atau Menjaga Kesehatan
06 Jun 2020 -
BNI Syariah Perluas Jangkauan Internasional
31 May 2020 -
Mal dan Retail Siapkan Rencana Buka 8 Juni
31 May 2020 -
Menggulirkan New Normal dari Sudut Mal
28 May 2020









