Industri lainnya
( 1893 )Ampun, Tolong Pak Presiden... Atasi Premanisme
Investor mana yang tidak kesal jika perusahaannya diganggu kelompok
massa yang hanya ingin meraup keuntungan pribadi? Ketika jaminan keamanan dari aparat
tidak dapat diraih, bersurat ke Presiden pun terpaksa ditempuh. Itulah yang
dialami LA, manajer perusahaan asing (penanaman modal asing atau PMA) di Jabar.
Akhir 2024, banyak surat pemberitahuan unjuk rasa dan audiensi dating dari
berbagai ormas. Biasanya isi surat menyebut silaturahmi atau permohonan
audiensi. Beberapa surat gamblang menyebutkan permintaan proyek untuk mengelola
limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan non-B3. Limbah menjadi komoditas
primadona yang diperebutkan komunitas tersebut. ”Limbah ini nilainya miliaran.
Jadi, kalau limbah tidak dapat, akhirnya nego ke pengusaha limbah untuk dapat
duit yang jumlahnya tidak kecil, rerata limbahnya besi,” kata LA.
Unjuk rasa di perusahaan LA diduga berawal dari beredarnya informasi
tentang rencana perusahaan mendirikan bangunan baru di samping pabrik. Padahal,
perusahaan telah bekerja sama dengan perusahaan pengelola limbah. Artinya,
semua sisa produksi metal dari pabrik lama dan baru bakal ditangani vendor yang
sama. Cuplikan surat ormas A berbunyi, ”Kami pimpinan ormas A bermaksud melaksanakan
aksi unjuk rasa kepada perusahaan X untuk membangun mitra kerja sama mengelola
limbahB3 dan non-B3 pabrik melalui badan usaha yang sah sesuai ketentuan
aturan. Demi terciptanya kesejahteraan sosial yang berkeadilan dan kemajuan organisasi
kami.” Rumusan surat serupa juga tertulis di ormas B.
Perusahaan LA sudah menolak permohonan audiensi mereka. Namun, unjuk
rasa di depan pagar pabrik tetap berlanjut, bahkan mereka mengancam untuk demo
lagi. Saat unjuk rasa berlangsung, LA meminta vendor pengelola limbahnya untuk
menjaga gerbang pabrik agar tidak jebol. Vendor pengelola limbah menjaga
mati-matian. Kalau sampai pertahanannya lolos,taruhannya mereka tidak dibayar. Sementara
oknum aparat justru mengizinkan pengunjuk rasa berorasi di depan gerbang pabrik.
Pengamanan aparat tidak gratis, ada biaya tambahan yang diminta oknum aparat
tersebut. Menjelang Tahun Baru atau Lebaran, tumpukan surat dari ormas/LSM kian
banyak. ”Saya balas. Kalau maksa, saya lawan,” kata LA. Untuk menghadapi
situasi ini, LA menyiapkan dua strategi. Langkah pertama adalah berkirim surat
ke Presiden Prabowo akhir 2024, berisi permohonan perlindungan keamanan dan
kenyamanan berinvestasi.
Surat itu mendapatkan respons Presiden Prabowo yang ditandai dengan
kedatangan pejabat Polri ke perusahaan LA. Strategi kedua, jika surat tidak direspons,
semua karyawan diminta untuk siaran langsung (live) di media sosial sambil embacakan
permohonan bantuan keamanan ke pemerintah. Unjuk rasa mengepung pabrik
berpotensi mengganggu investasi karena menghambat pengiriman produk. Misalnya ada
demo satu hari penuh di depan gerbang pabrik, membuat truk pengirim barang tak
bisa lewat, padahal produk harus segera dikirim ke pabrik lain. Dampak lain,
barang terlambat atau gagal diterima klien dan perusahaan terkena penalti.
Biaya kerugian yang dibebankan bisa mencapai miliaran rupiah. Di luar sana ada
banyak perusahaan yang menghadapi permasalahan sama, yaitu premanisme, tetapi
takut bersuara. Ampun, tolong, Pak Presiden..... Bantu kami atasi Premanisme. (Yoga)
Diskon Tarif Jalan Tol Diberlakukan dan WFA Diperpanjang
Guna mengurangi
kepadatan selama masa Lebaran 2025, sejumlah kementerian memperpanjang
kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA), hingga 8 April
2025. Pemerintah memberikan fleksibilitas WFA bagi ASN. Dalam Surat Edaran
Menteri PAN dan RB No 2 Tahun 2025, ASN dapat melaksanakan WFA empat hari,
yaitu 24-27 Maret. Kementhub mengusulkan untuk memperpanjang WFA sekaligus work
from home (WFH) agar arus balik dapat terurai, seperti saat mudik. Permintaan
belum diajukan, tetapi setidaknya dua kementerian telah memperpanjang WFA
hingga 8 April.
”Sejauh ini, WFH waktu kembali
belum kami ajukan, tetapi dari Kemendikdasmen sudah menerapkan sampai 8 April.
Kemudian juga serupa dengan Kementerian BUMN,” kata Menhub, Dudy Purwagandhi
saat konferensi pers seusai rapat koordinasi angkutan Lebaran 2025 di Jakarta,
Jumat (14/3). Kementrian PAN dan RB, belum memberlakukan WFA/WFH saat arus balik.
Namun, setidaknya arus balik diperkirakan dapat terurai karena pemberian diskon
tarif tol. Pemberian diskon tersebut diharapkan mendorong para pemudik kembali
lebih awal ke Jakarta dan ke daerah asal masing-masing. Sejauh ini pemerintah
menetapkan diskon 20 % untuk tarif tol. Kebijakan itu berlaku empat hari saat
arus mudik, yakni 24-27 Maret. Saat arus balik, aturan itu juga berlaku dua
hari pada 8-9 April. (Yoga)
Kontrak Honorer Calon PPPK Diperpanjang Pemprov Sultra
Kontrak ribuan tenaga honorer
yang lolos sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK di Sultra
segera diperpanjang di 2025 ini. Pendataan dan pemetaan dilakukan agar tidak
ada calon PPPK yang tidak masuk. Namun, pemerintah belum memastikan kapan gaji
para honorer tersebut bisa dibayar. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sultra,
Zanuriah menyampaikan, pemerintah akan memperpanjang kontrak 3.381 orang tenaga
honorer. Sebanyak 2.658 orang di antaranya adalah tenaga honorer yang telah lolos
PPPK tahap pertama. ”Setelah ditelaah, pemprov memperpanjang surat keputusan
tenaga honorer yang telah dinyatakan lolos PPPK. Karena ini penundaan pengangkatan,
jadi kami duduk bersama agar penganggarannya dialokasikan ke dinas masing-masing,”
kata Zanuriah setelah rapat dengar pendapat penundaan pengangkatan Calon ASN (CASN)
dan PPPK di Komisi I DPRD Sultra, Jumat (14/3).
Menurut Zanuriah, perpanjangan
kontrak ini sekaligus untuk memberikan kepastian terhadap mereka yang ditunda
pengangkatannya. Kontrak baru akan terhitung mulai Januari hingga Desember
2025. ”Kami belum bisa pastikan mengenai pemberian gaji, karena suratnya belum
ditandatangani. Termasuk modelnya nanti apakah dirapel sejak Januari atau
bagaimana belum bisa memastikan,” ujar Zanuriah. Selain itu, perpanjangan kontrak
ini belum mencakup semua tenaga honorer yang lolos PPPK. Sebab, ada honorer
yang berdasarkan SK dinas terkait, tidak melalui SK gubernur. Sementara perpanjangan
kontrak ini hanya mencakup yang masuk dalam SK gubernur. (Yoga)
Kontrak Honorer Calon PPPK Diperpanjang Pemprov Sultra
Kontrak ribuan tenaga honorer
yang lolos sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK di Sultra
segera diperpanjang di 2025 ini. Pendataan dan pemetaan dilakukan agar tidak
ada calon PPPK yang tidak masuk. Namun, pemerintah belum memastikan kapan gaji
para honorer tersebut bisa dibayar. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sultra,
Zanuriah menyampaikan, pemerintah akan memperpanjang kontrak 3.381 orang tenaga
honorer. Sebanyak 2.658 orang di antaranya adalah tenaga honorer yang telah lolos
PPPK tahap pertama. ”Setelah ditelaah, pemprov memperpanjang surat keputusan
tenaga honorer yang telah dinyatakan lolos PPPK. Karena ini penundaan pengangkatan,
jadi kami duduk bersama agar penganggarannya dialokasikan ke dinas masing-masing,”
kata Zanuriah setelah rapat dengar pendapat penundaan pengangkatan Calon ASN (CASN)
dan PPPK di Komisi I DPRD Sultra, Jumat (14/3).
Menurut Zanuriah, perpanjangan
kontrak ini sekaligus untuk memberikan kepastian terhadap mereka yang ditunda
pengangkatannya. Kontrak baru akan terhitung mulai Januari hingga Desember
2025. ”Kami belum bisa pastikan mengenai pemberian gaji, karena suratnya belum
ditandatangani. Termasuk modelnya nanti apakah dirapel sejak Januari atau
bagaimana belum bisa memastikan,” ujar Zanuriah. Selain itu, perpanjangan kontrak
ini belum mencakup semua tenaga honorer yang lolos PPPK. Sebab, ada honorer
yang berdasarkan SK dinas terkait, tidak melalui SK gubernur. Sementara perpanjangan
kontrak ini hanya mencakup yang masuk dalam SK gubernur. (Yoga)
Industri Minuman Keras AS Terhantam Tarif 200%
Potensi Cuan dari Jasa Nikel
Rencana Pembangunan Kilang Minyak Skala Besar untuk Kurangi Impor
Rencana pemerintah membangun
sejumlah kilang minyak dengan total kapasitas hingga 1 juta barel per hari
diharapkan dapat membantu memasok kebutuhan bahan baku nafta bagi industri petrokimia
dan sektor lainnya. Dengan hadirnya kilang minyak baru, produksi nafta dapat
dioptimalkan agar Indonesia tak lagi bergantung pada impor. Menperin, Agus
Gumiwang Kartasasmita menyatakan, pembangunan kilang minyak berkapasitas besar
ini akan berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan industri, khususnya sektor
petrokimia.
Selama ini, industri petrokimia
memiliki peran krusial dalam memasok bahan baku bagi berbagai sektor industri lainnya.
”Kami sangat mendukung pembangunan refinery (kilang minyak) ini guna memperkuat
sektor hulu petrokimia dalam upaya substitusi impor. Langkah ini dapat
memberikan dampak positif, mulai dari peningkatan nilai tambah dan investasi
hingga penciptaan lapangan kerja,” ujarnya, Kamis (13/3). Menurut Agus,
pembangunan kilang minyak ini akan mengoptimalkan produksi nafta yang menjadi
bahan baku penting bagi sejumlah sektor industri.
Nafta merupakan salah satu fraksi
atau hasil olahan minyak bumi yang dapat digunakan sebagai bahan baku bensin
maupun petrokimia. Fraksi ini dihasilkan terutama melalui proses distilasi
minyak mentah di crude distillation unit (CDU), yaitu unit pemrosesan awal di
kilang minyak yang berfungsi memisahkan minyak mentah menjadi berbagai fraksi,
seperti nafta, kerosin, dan gas oil, berdasarkan titik didihnya. Untuk
memproduksi 1 juta ton nafta per tahun, dibutuhkan sekitar 3,03 juta ton minyak
mentah. (Yoga)
Avian Fokus Merebut Pasar dengan Menyasar Ritel
Produsen cat terintegrasi PT Avia
Avian Tbk berencana tetap agresif memenangi pasar, di antaranya memperkuat lini
distribusi dan terus mengembangkan produk cat ramah lingkungan. Sepanjang 2024,
kondisi ekonomi Indonesia menghadapi tantangan dengan daya beli masyarakat yang
lemah. Kondisi pasar yang menantang itu diprediksi berlanjut hingga tahun ini. Head
of Investor Relations PT Avia Avian Tbk Andreas Timothy Hadikrisno
mengemukakan, lemahnya pasar diprediksi berlanjut hingga semester I
(Januari-Juni) 2025. Namun, perseroan menargetkan mampu menaikkan volume
penjualan di kisaran 4-8 % pada tahun ini serta pendapatan (marketing sales)
tumbuh 6-10 % melalui sejumlah strategi.
Pada tahun 2024, Avian mencatat
pertumbuhan pendapatan 6,5 % secara tahunan menjadi Rp 7,5 triliun, sejalan dengan
volume penjualan yang tumbuh 5 % secara tahunan. Laba bersih emiten berkode
saham AVIA, yang juga masuk emiten Kompas100, itu tercatat Rp 1,66 triliun atau
naik tipis 1,22 %. Menurut Andreas, keberhasilan perseroan dalam mencapai
pertumbuhan penjualan pada tahun 2024 didorong strategi berkelanjutan yang difokuskan
pada upaya merebut pangsa pasar dari perusahaan-perusahaan cat lain. Strategi itu
di antaranya inovasi produk, ekspansi pusat distribusi, strategi pemasaran yang
terarah, peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan, serta program loyalitas
kepada konsumen.
”Kami agresif mengambil pangsa
pasar dari kompetitor melalui inovasi produk dan strategi pemasaran. Kami memiliki
jaringan distribusi terbesar yang merupakan advantage dalam merebut pasar,”
ujar Andreas, Rabu (12/3/2025) sore. Inovasi produk digencarkan melalui
produk-produk yang ramah lingkungan. Sebagian produk cattelah beralih ke
”water-based” yang memiliki keunggulan ramah lingkungan dan tidak bau. Avian
menyasar sektor ritel, dengan pasar terbesarnya adalah toko bahan bangunan dan
tukang cat. Upaya memperkenalkan merek agar dikenal sampai ke kalangan tukang
cat hingga merebut pasar diakui membutuhkan waktu hingga belasan tahun. (Yoga)
Avian Fokus Merebut Pasar dengan Menyasar Ritel
Produsen cat terintegrasi PT Avia
Avian Tbk berencana tetap agresif memenangi pasar, di antaranya memperkuat lini
distribusi dan terus mengembangkan produk cat ramah lingkungan. Sepanjang 2024,
kondisi ekonomi Indonesia menghadapi tantangan dengan daya beli masyarakat yang
lemah. Kondisi pasar yang menantang itu diprediksi berlanjut hingga tahun ini. Head
of Investor Relations PT Avia Avian Tbk Andreas Timothy Hadikrisno
mengemukakan, lemahnya pasar diprediksi berlanjut hingga semester I
(Januari-Juni) 2025. Namun, perseroan menargetkan mampu menaikkan volume
penjualan di kisaran 4-8 % pada tahun ini serta pendapatan (marketing sales)
tumbuh 6-10 % melalui sejumlah strategi.
Pada tahun 2024, Avian mencatat
pertumbuhan pendapatan 6,5 % secara tahunan menjadi Rp 7,5 triliun, sejalan dengan
volume penjualan yang tumbuh 5 % secara tahunan. Laba bersih emiten berkode
saham AVIA, yang juga masuk emiten Kompas100, itu tercatat Rp 1,66 triliun atau
naik tipis 1,22 %. Menurut Andreas, keberhasilan perseroan dalam mencapai
pertumbuhan penjualan pada tahun 2024 didorong strategi berkelanjutan yang difokuskan
pada upaya merebut pangsa pasar dari perusahaan-perusahaan cat lain. Strategi itu
di antaranya inovasi produk, ekspansi pusat distribusi, strategi pemasaran yang
terarah, peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan, serta program loyalitas
kepada konsumen.
”Kami agresif mengambil pangsa
pasar dari kompetitor melalui inovasi produk dan strategi pemasaran. Kami memiliki
jaringan distribusi terbesar yang merupakan advantage dalam merebut pasar,”
ujar Andreas, Rabu (12/3/2025) sore. Inovasi produk digencarkan melalui
produk-produk yang ramah lingkungan. Sebagian produk cattelah beralih ke
”water-based” yang memiliki keunggulan ramah lingkungan dan tidak bau. Avian
menyasar sektor ritel, dengan pasar terbesarnya adalah toko bahan bangunan dan
tukang cat. Upaya memperkenalkan merek agar dikenal sampai ke kalangan tukang
cat hingga merebut pasar diakui membutuhkan waktu hingga belasan tahun. (Yoga)
DPR Minta Kesejahteraan Hakim ”Ad Hoc” Diperhatikan MA
Komisi III DPR meminta Mahkamah
Agung memperhatikan kesejahteraan ratusan hakim ad hoc yang hak keuangannya belum
naik selama kurun waktu 12 tahun. Para hakim ad hoc tersebut tidak merasakan
kenaikan gaji pokok dan tunjangan seperti yang dinikmati para hakim karier
sejak Oktober 2024, seusai aksi cuti bersama yang dilakukan secara masif. ”Saya tahu beban dan tanggung jawab mereka
(para hakim ad hoc). Mereka juga menghadapi hal yang sama dengan hakim-hakim
karier. Kita sadar bahwa hakim ad hoc atau hakim nonkarier itu juga mandat
reformasi, salah satu mandat reformasi dalam konteks pembaruan peradilan.
Mudah-mudahan Pak SekMA (Sekretaris MA) dan Pak Dirjen Badan Peradilan Umum MA
bisa memberi perhatian kepada hakim-hakim ad hoc yang hari ini sangat memprihatinkan,”
ujar anggota Komisi III DPR Fraksi PKS, Nasir Djamil, dalam rapat dengar pendapat
Komisi III DPR dengan SekMA, Sugiyanto dan Dirjen Badilum MA, Bambang Myanto,
Kamis (13/3).
Selama ini, hak keuangan para
hakim ad hoc di Indonesia didasarkan pada Perpres No 5 Tahun 2013 tentang Hak
Keuangan dan Fasilitas Hakim Ad Hoc. Mengacu perpres tersebut, besaran
tunjangan bagi hakim ad hoc tipikor tingkat pertama Rp 20,5 juta, hakim ad hoc tipikor
tingkat banding Rp 25 juta, dan hakim ad hoc tingkat kasasi senilai Rp 40 juta.
Besaran tunjangan hakim ad hoc pada Pengadilan Hubungan Industrial tingkat pertama
Rp 17,5 juta dan tingkat banding Rp 32,5 juta. Hakim ad hoc pada Pengadilan Perikanan
Rp 17,5 juta. Besaran tunjangan tersebut tidak sepenuhnya diterima oleh para
hakim ad hoc karena masih harus dipotong pajak. Tunjangan bersih yang diterima
hakim ad hoc tipikor pada pengadilan tingkat pertama, misalnya, menerima penghasilan
bersih senilai Rp 18,6 juta. Lain halnya denganpara hakim karier yang sudah menerima
penyesuaian gaji pokok dan tunjangan sejak tahun lalu. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Harga Batu Bara Acuan, Rekor Emas Hitam Terhenti
09 Dec 2021 -
Visa Luncurkan Layanan Konsultasi Kripto
09 Dec 2021 -
UE Ingin Bentuk Kekuatan Dagang Baru
09 Dec 2021 -
Mati Hidup Garuda
13 Dec 2021







