;
Tags

Industri lainnya

( 1893 )

Potensi Ekonomi Industri Daur Ulang RP 10 Triliun

Ayutyas 05 Apr 2021 Investor Daily, 5 April 2021

Jakarta - Potensi ekonomi industri daur ulang mencapai Rp 10 triliun lebih per tahun, dengan potensi ekspor produk turunan daur ulang plastik sebesar US$ 141,9 juta. Kemenperin terus mendorong industri manufaktur melakukan transformasi ke arah pembangunan berkelanjutan. Salah satu langkahnya melalui pelaksanaan konsep industri hijau, dengan prinsip menggunakan sumber daya yang efisien, dapat diguna ulang, ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta memanfaatkan sampah sebagai energi alternatif.

Bisnis daur ulang telah lama dikenal di Indonesia. Berbagai macam sektor industri daur ulang seperti plastik, pelumas, kertas, tekstil dan logam, selama ini telah berkontribusi dalam upaya menciptakan proses circular economy serta turut membantu mengurangi sampah. Kemenperin terus mendorong implementasi sirkular ekonomi melalui penerapan Pedoman Tata Cara Produksi PET daur ulang untuk kemasan pangan. Selain itu, Kemenperin melakukan inisiatif untuk menerapkan regulasi tingkat komponen daur ulang pada barang jadi plastik untuk dimanfaatkan dalam pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah serta insentif pengurangan pajak pertambahan nilai (PPN) bagi industri daur ulang plastik.

(Oleh - IDS)

Tren Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman Berlanjut

Ayutyas 03 Apr 2021 epaper kompas

Para pelaku industri makanan minuman optimistis pertumbuhan sektoral bakal berlanjut tahun ini. Peningkatan permintaan konsumen menjelang Ramadhan dan Lebaran diharapkan mendongkrak penjualan dan kinerja industri.

JAKARTA, KOMPAS — Kinerja industri makanan dan minuman dinilai membaik seiring dengan semakin pulihnya perekonomian nasional tahun ini. Peningkatan permintaan konsumen menjelang bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri diharapkan menopang pertumbuhan.

Ketika secara umum industri pengolahan terkontraksi 4,34 persen pada triwulan III-2020 dan 3,14 persen pada triwulan IV-2020, industri makanan minuman tumbuh positif 0,66 persen dan 1,66 persen secara tahunan pada triwulan III dan IV tahun lalu. Pada awal tahun ini, pertumbuhan itu diyakini bakal berlanjut.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman, ketika dihubungi Jumat (2/4/2021), menyatakan, sektor makanan dan minuman berkinerja baik pada Januari 2021. Para pelaku sektor makanan dan minuman optimistis kondisi bisnis bakal semakin bagus. Optimisme itu antara lain dari permintaan dari peritel menjelang bulan puasa dan Lebaran tahun ini.

Adhi menambahkan, jika perekonomian Indonesia mampu tumbuh berkisar 5-6,1 persen tahun 2021, Gapmmi memperkirakan pertumbuhan industri makanan minuman akan berkisar 5-7 persen. ”(Kinerja sektor makanan minuman) Sampai Februari 2021 juga baik. Namun, di akhir Maret 2021 sedikit datar karena ada pelarangan mudik,” ujarnya.

Bagi perusahaan yang bergerak di sektor makanan dan minuman dalam kemasan, periode Ramadhan dan Lebaran menjadi periode yang penting untuk menggenjot penjualan. Para pelaku optimistis pemulihan ekonomi nasional akan berlanjut tahun ini.

Optimisme itu muncul seiring dengan perbaikan penjualan pada Februari 2021. ”Untuk perusahaan yang bergerak di sektor makanan-minuman, ada waktu musiman penjualan naik menjelang Lebaran,” kata Direktur Utama PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk Hardianto Atmadja saat berkunjung ke Kompas, Kamis (1/4/2021).

Hardianto didampingi Corporate Planning and Development Director Paulus Tedjosutikno, Marketing Director Ferry Haryanto, dan Head of Corporate Communication Dian Astriana. Kunjungan diterima Pemimpin Redaksi Kompas Sutta Dharmasaputra.

Garudafood melantai di Bursa Efek Indonesia mulai Oktober 2018 dengan kode emiten GOOD. Produk utama Garudafood menggunakan merek Garuda, Gery, Chocolatos, Clevo, Leo, Prochiz, dan Top Chiz yang dipasarkan di dalam dan luar negeri. Bisnis internasional Garudafood fokus ke kawasan ASEAN, China, dan India, meskipun produk perusahaan diekspor ke lebih dari 26 negara.

Garudafood membuka peluang kerja sama dengan pihak lain, termasuk pelaku usaha lokal. Pada Oktober 2020, Garudafood mengakuisisi 55 persen saham PT Mulia Boga Raya Tbk senilai Rp 953,7 miliar. Kinerja produsen keju merek Prochiz itu diproyeksikan menyumbang 10-20 persen terhadap kinerja Garudafood.

(Oleh - HR1)

Hari Film, ini tiga fokus Kemenparekraf geliatkan industri layar lebar

dian1077 30 Mar 2021 Antaranews

Direktur Industri Kreatif, Film dan Animasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan setidaknya tedapat tiga skema utama yang dijalankan untuk mengembalikan roda industri film.

  • Pertama : menyiapkan skema mengembalikan kepercayaan masyararkat untuk kembali menonton, dan bahwa menonton itu save dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Hal ini dilakukan dengan menjalankan kampanye untuk kembali ke bioskop.
  • Kedua: menghadirkan sebuah konten bioskop dan program ini diharapkan terwujud paling cepat pada Juli 2021
  • Ketiga: menanggung biaya pajak tontonan untuk membangkitkan sektor industri film sama seperti pada industri lainnya yang juga pajaknya ditanggung oleh pemerintah pusat.

Kemudahan Izin akan Dongkrak Industri Udang

Ayutyas 30 Mar 2021 Kompas

Upaya menggenjot ekspor udang membutuhkan langkah sinergis dan sinkron untuk menopang produksi hingga produksi yang bernilai tambah. Pasar udang masih terbuka luas.

JAKARTA, KOMPAS — Kemudahan perizinan merupakan faktor utama untuk menggenjot produksi udang nasional. Nilai ekspor udang nasional ditargetkan meningkat 250 persen sedara bertahap hingga 2024, seiring rencana pemerintah mendongkrak produksi udang.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan, total ekspor perikanan pada 2020 sebanyak 1.262.000 ton atau senilai 5,203 miliar dollar AS. Volume ekspor itu meningkat 6,6 persen dibandingkan 2019, sedangkan nilai ekspor tumbuh 5,4 persen. Dari sisi nilai ekspor, kontribusi terbesar berasal dari komoditas udang, yakni 2,04 miliar dollar AS. Adapun volume ekspor udang tercatat 239.230 ton (18,9 persen),

Ketua Umum Asosiasi Produsen, Pengolahan, dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Budhi Wibowo, Senin (29/3/2021), mengatakan, untuk mencapai target lonjakan nilai ekspor udang sebesar 4,2 milar dollar AS atau 250 persen dalam kurun 4 tahun ke depan dibutuhkan peningkatan produksi dan nilai tambah produk. Volume ekspor udang diproyeksikan naik rata-rata 15,8 persen per tahun, sedangkan nilai ekspor tumbuh 20 persen per tahun.

Pada 2020, ekspor produk udang tepung dari Indonesia ke AS tumbuh hampir 200 persen dibandingkan 2019 sehingga menempatkan Indonesia naik dari peringkat ke-4 menjadi peringkat ke-1 pemasok produk udang tepung ke AS. Ekspor udang olahan rata-rata meningkat 40 persen, dengan kontribusi 30 persen dari total ekspor udang.'

(Oleh - HR1)

RI Impor Garam Industri 3 Juta Ton

Ayutyas 19 Mar 2021 Investor Daily, 19 Maret 2021

Jakarta - Pemerintah akan membuka keran impor garam industri sebanyak 3 juta ton tahun ini, naik 13,8% dari tahun lalu. Impor garam kembali dilakukan karena kualitas garam dalam negeri belum memadai untuk industri. Impor garam tidak akan mengganggu nota kesepahaman (MoU) penyerapan garam rakyat tahun lalu sebanyak 1,2 juta ton. Kemenperin mendapatkan tugas untuk mendorong penyerapan 1,5 juta ton garam dari petani oleh industri pengolahan garam.

Garam masih menjadi barang yang strategis. Saat ini, 84% permintaan garam datang dari industri, sedangkan sisanya dari rumah tangga dan restoran. Dari angka 84% itu, sebanyak 53% diserap industri kimia atau tahun ini sekitar 2,4 juta ton. Angka itu telah menghitung investasi baru yang dilakukan para pelaku industri. Sementara itu, di industri aneka pangan, sebagian kebutuhan sudah mampu dipenuhi garam lokal dan sebagian masih harus impor. Jika garam lokal sudah mampu memenuhi standar kualitas dan kebutuhan industri, penyerapan garam rakyat juga akan naik. Hal tersebut bisa menjadi basis penguatan industri dalam negeri.

(Oleh - IDS)

Kebutuhan Garam, Jaga Komitmen Penyerapan

Ayutyas 19 Mar 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, Jakarta - Industri makanan dan minuman akan meningkatkan komitmen penyerapan garam rakyat di samping tetap menggunakan garam impor. Kebutuhan bahan baku garam pada industri tersebut untuk tahun ini akan berkisar 743.000 ton. Angka itu lebih tinggi dari tahun lalu yang berkisar 530.000 ton. Untuk kebutuhan tahun ini, industri tidak akan sepenuhnya mengandalkan garam impor. Telah ada komitmen penyerapan garam rakyat sebanyak 131.000 ton. 

Industri makanan dan minuman dituntut membuat produk yang baik dengan masa simpan yang panjang. Alhasil, jika banyak ditemukan kontaminan, maka kualitas produk akan sulit bersaing. Adapun, sektor manufaktur yang sudah dapat mengonsumsi garam lokal sampai saat ini adalah industri water treatment, penyamakan kulit, pakan ternak, sabun dan deterjen.

Kenaikan impor garam tahun ini tentu sudah berdasarkan audit kebutuhan garam industri yang dilakukan pemerintah bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Garam masih menjadi barang yang strategis dengan 84% permintaan datang dari industri. Dari 84% tersebut, 53% berasal dari kebutuhan industri kimia atau sekitar 2,4 juta ton. Angka tersebut telah menghitung investasi baru yang dilakukan para pelaku industri.

(Oleh - IDS)

Mentan Mau Minum Susu 17 Agustus

Sajili 17 Mar 2021 Tribun Timur

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dengan PT Cisarua Mountain Dairy (Cimory), memulai pembangunan medium scale farm atau inkubator sapi perah. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama dan penanaman rumput jenis odot sebanyak 1.000 stek dan indigofera 500 stek, di Eks Pabrik Markisa, Desa Tonasa, KecamatanTomboIopao, Selasa (16/3). Acara ini turut dihadiri langsung Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Mantan Bupati Gowa dan Gubernur Sulsel ini berharap, rencana Pemkab Gowa dalam program ini bisa terwujud dan mampu merasakan hasilnya tepat pada tanggal 17 Agustus mendatang. Ia juga berharap perencanaan Cimory dalam membangun industri pengolahan susu dari skala kecil bisa menjadi besar, dengan mendapatkan bantuan berbagai pihak. Sementara Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, progres sangat cepat ini diakui Adnan karena terpacu dengan target diberikan oleh Mentan RI, yang ingin merasakan susunya pada 17 Agustus mendatang.

BPS: Impor Barang Modal Naik 9,08%, Industri dan Investasi Mulai Menggeliat

Ayutyas 16 Mar 2021 Investor Daily, 16 Maret 2021

Jakarta - Nilai impor barang modal Indonesia pada Februari 2021 tercatat sebesar US$ 2,15 miliar, naik 9,08% dibandingkan periode Januari 2021 (month to month/mtm) atau melonjak 17,68% dibandingkan periode sama 2020 (year on year/yoy). Kenaikan impor barang modal yang berkontribusi hingga 16,23% terhadap total impor tersebut dinilai sebagai sinyal positif bagi kegiatan industri atau manufaktur dan investasi ke depan. Nilai impor barang modal mengalami kenaikan karena ditopang oleh peningkatan impor komponen mesin dari Jepang, Filipina, dan Singapura. Selama Februari 2021 lalu, nilai impor mesin dan perlengkapan elektrik naik sampai US$ 172,8 juta. Alhasil, posisi impor meningkat baik secara month to month maupun year to year.

Sedangkan untuk nilai impor bahan baku/penolong sebesar US$ 9,89 miliar, turun tipis 0,5% dari posisi Januari 2021, namun meningkat 11,53% dari Februari 2020. Kontribusi bahan baku/penolong terhadap total impor Februari 2021 ini mencapai sebesar 74,57%. Peningkatan jumlah impor barang modal khususnya impor mesin dan perlengkapan elektrik sejalan dengan ekspansi investasi di sektor manufaktur atau ekspansi dalam bentuk adopsi teknologi produksi baru. Secara month to month (mtm) posisi impor mesin dan perlengkapan elektrik meningkat US$ 172,8 juta.

Dengan adanya peningkatan impor barang modal sebesar 9,08% dibandingkan Januari 2021 atau naik 17,68% dibandingkan Januari 2021 atau naik 17,68% dibandingkan Februari 2020 (year on year/yoy) tidak berarti sektor manufaktur sudah pulih sesuai ekspektasi. Sebab jumlah impor bahan baku dan bahan penolong masih termasuk kontraksi, dimana pada 2020 impor mengalami kontraksi yang cukup besar karena kondisi lockdown Tiongkok. Bila dilihat secara rinci ekspansi impor pada Februari 2021 terjadi karena ada ekspansi produktivitas di sektor riil yaitu sektor makanan dan minuman, agrikultur, teknologi informasi dan kesehatan. Hal ini tidak mengherankan karena sektor-sektor tersebut tidak terlalu tertekan sepanjang pandemi dan dapat berjalan, bahkan tumbuh relatif stabil meski kondisi pandemi.

(Oleh - IDS)

Produksi Garam, Petani Andalkan Kebutuhan Pabrik

Ayutyas 15 Mar 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, Cirebon - Sebagian besar petani garam di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, masih menghasilkan garam yang bergantung kepada kebutuhan pabrik sehingga mengakibatkan harga garam tidak mengalami peningkatan. Untuk mendukung produksi garam kemasan saat ini masih menunggu surat izin dari pihak terkait. Washing plant atau unit pengolahan garam di Kabupaten Indramayu, terdapat di kecamatan Kerangkeng yang merupakan bantuan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk mendorong produktivitas garam lokal Indramayu. Fasilitas tersebut merupakan bantuan dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dibangun pada tahun lalu. Kapasitas produksi washing plant ini mencapai 20 ton per hari.

Produksi garam di Kabupaten Indramayu mencapai 361.000 ton pada tahun lalu. Sayang, lantaran hanya dijual ke pabrik-pabrik untuk diolah lagi menjadi garam kemasan. Setiap tahun ada saja garam yang tersimpan di gudang sebab pabrik juga memiliki keterbatasan dalam melakukan pengolahan. Tercatat, ada 37.000 ton garam menumpuk. Nelayan banyak menyampaikan keluhan terkait alat tangkap garong dan pukat harimau. Nelayan yang setiap harinya melaut sejauh satu kilometer dari bibir pantai, kesulitan mendapatkan ikan. akibatnya, setiap harinya hanya mendapatkan uang tidak lebih dari Rp 100.000. 

(Oleh - IDS)

Rekonduktoring Jaringan SUTT, PLN Komitmen Dukung Industri Smelter di Sulawesi

Sajili 10 Mar 2021 Tribun Timur

Industri smelter yang saat ini berkembang pesat di Pulau Sulawesi merupakan tantangan bagi PLN dalam memasok kebutuhan listriknya secara cukup dan Andal.

PT Huadi Nickel Alloy Indonesia (HNI) merupakan smelter di Bantaeng di bidang industri pengolahan dan pemurnian mineral nikel yang menjadi pelanggan potensial PLN dengan daya eksisting 40 MW.

Proses Rekonduktoring jaringan Transmisi Line Punagaya - Bantaeng smelter telah dimulai sejak November tahun lalu dan direncanakan akan selesai pada April 2021.

“saat ini proses Rekonduktoring sedang berlanjut dengan progress 90% dan telah mendapat Rekomendasi Laik Bertegangan (RLB) sehingga dapat segera dilakukan uji coba bertegangan. Harapan kami project ini dapat berjalan sesuai dengan schedule yang ada,” ungkap Rahmat - Senior Manager Transmisi PLN UIKL Sulawesi


Pilihan Editor