;
Tags

Industri lainnya

( 1893 )

ESSA Siap Produksi Blue Amonia

HR1 21 Mar 2022 Kontan

PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) bersiap untuk memproduksi blue amonia pada tahun 2024. Wakil Presiden Direktur Utama PT Surya Esa Perkasa Tbk Kanishk Laroya mengungkapkan, pihaknya bakal mengkonversi fasilitas yang ada saat ini dari produksi amonia menjadi blue amonia. "Kalau untuk blue amonia estimasi di akhir 2024 kami berharap sudah bisa beroperasi sebagai pabrik blue amonia," ungkap Kanishk dalam diskusi virtual, Sabtu (19/3). Kanishk melanjutkan, sejumlah persiapan kini masih dilakukan termasuk untuk feasibility study atau studi kelayakan proyek. Untuk saat ini, kebutuhan investasi diperkirakan bakal mencapai US$ 100 juta hingga US$ 200 juta.

Sebagai tahapan awal, ESSA sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman dengan Japan Oil, Gas, and Metals National Corporation (JOGMEC), Mitsubishi Corporation (MC) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Maret 2021 lalu. Diketahui Jepang telah berkomitmen untuk mengambil blue amonia sebanyak 2 juta ton per tahun hingga 2025 mendatang. Jumlah ini ditargetkan meningkat menjadi 5 juta ton per tahun di 2030.


Industri Produk Kayu: Peluang Ekspor Terbuka

HR1 17 Mar 2022 Bisnis Indonesia

Memanasnya kondisi geopolitik Rusia-Ukraina membuka peluang bagi pelaku industri produk kayu nasional memperlebar pangsa pasarnya di luar negeri. Penghentian ekspor produk kayu Rusia oleh sejumlah negara menyebabkan Indonesia mendapat limpahan pesanan dari Benua Biru. Hanya saja, persoalan kontainer dan penyetopan pengapalan ke Eropa sebagai akibat dari situasi di Ukraina masih menjadi persoalan. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo mengatakan bahwa sejumlah Duta Besar Indonesia di negara-negara Uni Eropa telah menyampaikan permintaan pasokan produk kayu dari Indonesia. Sayangnya, pengapalan ke Eropa masih terkendala biaya kontainer yang tinggi dan dibarengi dengan terbatasnya ketersediaan kapal induk.

Di sektor hilir, nilai ekspor sembilan jenis produk kayu meningkat 23,1% menjadi US$2,40 miliar. Tahun lalu nilai ekspor industri hilir kehutanan mencapai US$14,48 miliar dengan pertumbuhan 30,7%. Indroyono mengatakan pencapaian tahun lalu merupakan yang tertinggi sepanjang masa karena didorong oleh permintaan produk kayu yang melesat akibat tren bekerja dari rumah. “Peluangnya masih besar, karena di Eropa sekarang banyak work from home, banyak renovasi rumah dan kamar, butuh kayu terutama plywood,” ujar Indroyono.


Rajawali Nusindo Pasok 7,2 Juta Liter Minyak Goreng

HR1 16 Mar 2022 Kontan

PT Rajawali Nusindo, anak usaha Holding BUMN Pangan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), telah mendistribusikan lebih dari 7,2 liter minyak goreng di Indonesia. Sejak 6 Februari 2022 hingga kemarin, Rajawali Nusindo sudah mendistribusikan lebih dari 7,2 liter minyak goreng, yang terdiri dari 1,6 juta liter minyak goreng kemasan dan 5,6 juta liter minyak goreng curah.

Utilitas Industri : Produksi Sepeda Masih Lesu

HR1 16 Mar 2022 Bisnis Indonesia

Produksi dan pasar sepeda awal tahun ini dilaporkan lebih rendah dibandingkan dengan akhir tahun lalu. Jika pada akhir 2021 utilitas kapasitas produksi berada di kisaran 50%, maka saat ini tinggal 20% saja. Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Sepeda dan Mainan Indonesia (APSMI) Eko Wibowo mengatakan, serapan pasar semakin melambat, sehingga industriawan belum menggenjot lagi roda produksi. Pada 2020, pasar sepeda dalam negeri sempat mengalami lonjakan permintaan karena meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat di awal pandemi Covid-19. Menurut catatan Asosiasi Industri Persepedaan Indonesia (AIPI), total permintaan sepeda di pasar domestik mencapai sekitar 8 juta unit pada 2020, yang 3 juta–3,5 juta unit di antaranya merupakan hasil produksi dalam negeri.

SKK Migas Targetkan TKDN Rp 45 Triliun

KT3 14 Mar 2022 Kompas

Deputi Dukungan Bisnis pada Satker Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Satwiko (13/3) mengatakan, pihaknya mendorong kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) hulu migas meningkatkan capaian tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tahun ini menjadi Rp 45 triliun. ”Target TKDN ini mendukung tumbuhnya kemampuan nasional untuk bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat regional dan internasional,” katanya. (Yoga)

Perindustrian, Habis Wabah, Terbit Perang

KT3 11 Mar 2022 Kompas

Dunia semakin diwarnai ketidakpastian. Baru menavigasi ketidakpastian pandemi, disrupsi lain muncul, yaitu ketegangan geopolitik akibat invasi Rusia ke Ukraina. Dunia industri harus menghadapi ujian baru di tengah rantai pasok yang semakin rentan. Dalam 2 minggu, risiko terbesar  rantai pasok global bergeser dari dampak wabah Covid-19 menjadi perang Rusia-Ukraina, yang berimbas melonjaknya harga sejumlah komoditas, yang ikut meningkatkan harga bahan baku dan biaya produksi di beberapa sektor andalan, seperti makanan dan minuman (mamin), tekstil, besi, dan baja. Di sektor mamin, dampak langsung dirasakan karena Ukraina merupakan eksportir gandum terbesar kedua diunia setelah Australia. Pada 2021, impor gandum dari Ukraina 26,8 % total impor gandum Indonesia sebanyak 11,4 juta ton. Industri besi dan baja yang bergantung impor dari Rusia turut terdampak. Per 2021, impor terbesar Indonesia dari Rusia adalah ingot besi baja sebagai bahan baku senilai 326,63 juta USD.  Selain besi baja, impor terbesar kedua dari Rusia adalah pupuk buatan pabrik senilai 326,03 juta USD, yang akan berdampak ke sektor pertanian dan mamin. (Yoga)


Arwana Siapkan Belanja Modal Rp 1 Triliun

KT3 09 Mar 2022 Kompas

Produsen keramik PT Arwana Citramulia Tbk menyiapkan dana belanja modal hingga Rp 1 triliun tahun ini untuk menambah kapasitas pabrik. Penambahan kapasitas ini dilakukan bertahap. ”Kami akan menambah kapasitas produksi jadi 14 juta meter persegi per tahun dengan capex mendekati Rp 1 triliun,” kata Direktur Keuangan Arwana Rudy Sujanto, Selasa (8/3). (Yoga)

Indonesia-Bangladesh Preferential Trade Agreement: Utamakan Win-Win Solution

HR1 09 Mar 2022 Bisnis Indonesia

Kendati berpotensi mengerek kinerja perdagangan nasional, Indonesia–Bangladesh Preferential Trade Agreement perlu dilakukan dengan hati-hati agar tetap bisa menjaga industri tekstil di Tanah Air. Kementerian Perindustrian berharap agar perundingan Indonesia-Bangladesh Preferential Trade Agreement (IB-PTA) dilakukan secara hati-hati. Alasannya, Indonesia dan Bangladesh merupakan kompetitor satu sama lain di pasar ekspor produk tekstil. Plt. Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ignatius Warsito meminta agar perjanjian tersebut tidak menghambat akselerasi substitusi impor tekstil dan produk tekstil. Tahun lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor tekstil dan produk tekstil mencapai US$9,42 miliar, sedangkan ekspor pakaian jadi dan tekstil sebesar US$6,89 miliar.“Konsepnya harus win-win, terutama jika melihat kondisi tekstil dan produk tekstil. Walaupun di dalam kebutuhan substitusi impor dapat rapor hijau, tetapi saya pikir perlu juga akselerasi lebih cepat,” kata Ignatius, Selasa (8/3).

Inagurasi Bus Listrik Transjakarta

HR1 09 Mar 2022 Bisnis Indonesia

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbincang dengan Direktur Utama PT Transjakarta Mochammad Yana Aditya, Presiden Direktur PT Vektor Mobiliti Indonesia (VKTR) Gilarsi W Setijono, Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) Amri Aswono Putro dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Syafrin Liputo saat acara Inagurasi Bus Listrik Transjakarta di depan Balai Kota, Jakarta, Selasa (8/3). PT Transjakarta secara resmi meluncurkan 30 unit bus listrik di rute non-BRT yang dioperasikan oleh PT Mayasari Bakti dan dihadirkan atas kerja sama antara PT Vektor Mobiliti Indonesia (VKTR) dengan BYD Auto, China.

Pertamina Bisa Raih 15% PI di Semua Blok

HR1 07 Mar 2022 Kontan

PT Pertamina meraih keistimewaan dalam Penawaran Langsung Wilayah Kerja dan privilege penawaran participating interest (PI) 15% dari pemenang lelang wilayah kerja migas. Saat ini, pemerintah sedang melaksanakan lelang 12 blok migas. Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Alimuddin Baso mengungkapkan, secara umum kehadiran regulasi ini untuk memperbaiki skema lelang dan iklim investasi. "Tujuan dan manfaat penyusunannya meliputi perbaikan proses bisnis, penyederhanaan peraturan, harmonisasi peraturan, peningkatan investasi migas, peningkatan pelayanan pada penyiapan dan penawaran WK migas, serta percepatan penemuan cadangan migas menuju pencapaian target produksi migas," terang dia, kemarin.

Selanjutnya dalam Pasal 42, Pertamina mendapat privilege untuk mendapatkan penawaran PI 15% dari pemenang penawaran WK migas. Mengacu ketentuan tersebut, Pertamina menyampaikan surat pernyataan minat (expression of interest) kepada Badan Usaha (BU) atau Bentuk Usaha Tetap (BUT) pemenang lelang paling lambat 30 hari kalender setelah tanggal pengumuman pemenang lelang. Dalam hal Pertamina tidak menyampaikan surat pernyataan minat dalam jangka waktu tersebut, maka privilege tidak berlaku.  

Pilihan Editor