;
Tags

Pertumbuhan Ekonomi

( 473 )

Pendapatan per Kapita Kalimantan Tertinggi

Sajili 09 Feb 2021 Kontan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Indonesia pada tahun 2020 tumbuh -2,07% year on year (yoy). Perputaran pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa mencapai 58,75% dengan pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar -2,51% yoy. Secara nominal produk domestik bruto (PDB) nasional tahun 2020 senilai Rp 15.434,2 triliun sehingga Pulau Jawa menyumbang sekitar Rp 9.067,59 triliun.

Hitungan KONTAN, dengan PDB nominal Pulau Jawa sebesar Rp 9.067,59 triliun dan jumlah penduduk 151,6 juta berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2020, pendapatan per kapita di Jawa mencapai Rp 59,81 juta.

Namun, kesenjangan di Pulau Jawa yang diukur oleh gini ratio masih tinggi. Badan Pusat Statistik mencatat, gini ratio DKI Jakarta pada Maret 2020 sebesar 0,399. Bahkan Jawa Barat dan Yogyakarta periode yang sama masing-masing 0,403 dan 0, 434.

Sementara di Kalimantan, dengan pendapatan per kapita yang tinggi, gini ratio di pulau ini lebih rendah ketimbang di Jawa. Catatan BPS, gini ratio Kalimantan Barat pada Maret 2020 sebesar 0,317, Kalimantan Tengah 0,329, Kalimantan Selatan 0,332, Kalimantan Timur 0,328, dan Kalimantan Utara sebesar 0,292.


Pertumbuhan Ekonomi 2020 : Masih Lebih Baik Meski Tumbuh Negatif

Sajili 13 Jan 2021 Kontan

Pemerintah mengklaim meskipun pada tahun lalu mengalami pertumbuhan ekonomi negatif, namun kondisi ekonomi Indonesia masih lebih baik jika dibandingkan dengan mayoritas negara-negara di kawasan ASEAN.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu) Febrio Kacaribu menyebut, ekonomi Indonesia 2020 mengalami pertumbuhan ekonomi negatif di kisaran -1,7% year on year (yoy) hingga -2,2% yoy. Prediksi tersebut Ini lebih baik dibandingkan mayoritas negara ASEAN seperti Malaysia -6% yoy, Filipina -8,3% ?oy, Thailand -7,1% yoy, dan Singapura -6% yoy.

Tak hanya di tingkat ASEAN, Febrio juga mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu juga masih lebih baik jika dibandingkan dengan beberapa negara G2O. Misalnya seperti Prancis yang -9,8% yoy, Jerman -6% yoy, serta India -10,3% yoy. Hanya saja, ekonomi Indonesia lebih buruk ketimbang proyeksi ekonomi China yang yang tumbuh positif 1,9% you.

World Bank dalam publikasinya yang berjudul Global Economics Prospects January 2021 sebelumnya, meramal pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2020 sebesar -2,2% dan sebesar 4,4% pada tahun 2021.


NTP Kalsel Meningkat 1,78 Persen

Sajili 08 Jan 2021 Banjarmasin Post

Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Selatan Desember 2020 sebesar 105,37 atau naik 1,78 persen dibanding NTP November 2020 yang mencapai 103,53.

Selain itu, pada Desember 2020 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Kalimantan Selatan sebesar 0,36 persen dari 105,45 menjadi 105,83 dibulan Desember 2020 disebabkan oleh naiknya Indeks dibeberapa kelompok penyusunan IKRT, terutama kelompok makanan, minuman dan tembakau.

Sedangkan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalimantan Selatan Desember 2020 sebesar 106,24 atau naik 1,95 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Semantara tata-rata harga gabah kualitas Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani naik 2,17 persen, dari Rp 5.500,43 per Kg di bulan November 2020 menjadi Rp 5.619,59 per Kg di bulan Desember 2020.


Nilai Impor Sumut Naik 8,93 % Terbesar dari Tiongkok

Sajili 07 Jan 2021 Sinar Indonesia Baru

Nilai impor melalui Sumatera Utara bulan September 2020 atas dasar CIF (cost, insurance & freight) sebesar 331,88 juta dolar AS atau naik 8,93 % dibandingkan bulan Agustus 2020 yang sebesar 304,68 juta dolar AS.

“Nilai impor menurut golongan penggunaan barang bulan September 2020 dibanding bulan Agustus 2020, barang modal naik sebesar 10,63 %, bahan baku/penolong naik sebesar 7,76 % dan barang konsumsi naik sebesar 14,79 %,” ungkap Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Propinsi Sumatera Utara Kamis (19/11).

Dikatakan, dari total impor Sumatera Utara pada September 2020 sebesar 331,88 juta dolar AS, impor bahan baku/penolong memberikan peran terbesar, yaitu sebesar 73,87 % dengan nilai 245,16 juta dolar AS, diikuti impor barang modal sebesar 14,95 % (49,60 juta dolar AS), dan impor barang konsumsi sebesar 11,19 % (37,12 juta dolar AS).

 


BI Optimis 2021 Ekonomi Sumut Membaik Jika 3 Tantangan Diatasi

Sajili 04 Dec 2020 Sinar Indonesia Baru

Kepala Kantor Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat menyatakan optimis ekonomi Sumatera Utara tahun 2021 akan membalk berada kembali di posisi 4,8 % - 5,2%

Dia merinci ada tiga tantangan besar yang perlu diatasi yakni pertama, bagaimana mengatasi Covid-19 ini, bagaimana vaksinnya, apakah sudah bisa dengan baik. Katanya perkiraan ekonomi tumbuh 4,8 - 5,2% itu jika kesehatan lebih dulu bisa ditangani lebih baik.

Dikatakannya, pada triwulan IV 2020 diharapkan pertumbuhan ekonomi akan tumbuh positif di kisaran 0,4 - 0,8 % atau bahkan 1 %. Jadi pada Januari 2021 semua indikator yang dilihat juga akan membaik.

Pada triwulan IV 2020 sampai triwulan I - IV 2021, Investasi akan membaik, ekspor produk unggulan akan meningkat seiring dengan makin terbukanya ekspor ke negara tujuan sehingga ekspor produk unggulan seperti CPO, karet dan kopi sudah mengalami perbaikan yang signifikan. Kita melihat negara China dan India sudah membuka peluang, ujarnya.

Begitu pula inflasi tahun 2021 akan berada di 2,5 % plus minus 1 %. Inflasi di tahun 2018, 2019 dan 2020 tidak ada masalah artinya membaik, karena potensi demand yang naik. Jadi di tahun 2021 inflasi diperkirakan akan naik namun tetap berada di kisaran 2,5 % plus minus 1 % Wiwiek berharap ekonomi Sumut membaik dengan adanya sinergi dan semua pihak, terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat ini.


Tingkat Konsumsi di Kalsel Membaik

marbis 20 Nov 2020 Banjarmasin Post

Asisten Analis Kelompok Perumusan KEKDA Wilayah & Provinsi KPw BI Kalsel, Annisa Elma Nabila mengatakan, perbaikan kredit konsumsi tumbuh stabil di seluruh Indonesia kecuali di Pulau Jawa, yakni penjualan bermotor yang terus meningkat serta tertahannya penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di berbagai kota besar.

Pada Oktober 2020, Kalsel mengalami inflasi sebesar 0,22 persen (mtm), berbeda arah dengan bulan lalu yang mengalami deflasi sebesar 0,30 persen (mtm).

Inflasi terutama bersumber dari kelompok makanan bergejolak didorong oleh kenaikan harga daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga gas LPG bersubsidi dan komoditas ikan gabus.

“Selain itu Konsumsi Pemerintah dan Investasi diprakirakan meningkat seiring berlanjutnya pengerjaan beberapa proyek investasi. Dari sisi produksi, sektor pertambangan dan Industri Pengolahan diprakirakan meningkat sejalan dengan outlook harga komoditas global yang membaik,” pungkas Annisa Elma.


Investasi Jatim Tembus Rp 66,5 T

leoputra 19 Nov 2020 Surya

Pencapaian investasi Provinsi Jawa Timur tumbuh positif. Dalam tahun 2020, year on year, perolehan investasi Jawa Timur naik sebanyak 42,1 persen. Kenaikan tersebut dibandingkan antara periode bulan Januari - November 2020 terhadap capaian periode yang sama di tahun 2019.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aris Mukiyono mengatakan bahwa per bulan ini pencapaian investasi Jawa Timur mencapai Rp 66,5 trilliun. “Sampai hari ini capaian investasi kita tercatat Rp 66,5 trilliun. Terbanyak masih dari sektor Penanaman Modal Dalam Negeri,” kata Aris pada Surya.co.id, Rabu (19/11).

Rincinya, capaian penanaman modal dalam negeri yang masuk ke Jatim ada sebanyak Rp 47,39 trilliun. Sedangkan untuk capaian penanaman modal asing tercatat mencapai Rp 19,1 trilliun.


Geliat Bisnis Barang Konsumen, Prospek 2021 Cukup Menjanjikan

Ayutyas 05 Nov 2020 Bisnis Indonesia

Direktur Keuangan PT Unilever Indonesia Tbk Arif Hudaya menyebutkan pasar pada 2021 bakal cukup menantang jika merujuk pada perkembangan Covid-19 yang dipenuhi ketidakpastian. Dimana pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi bakal menjadi dua indikator yang akan terus diamati pelaku usaha. “Tahun 2021 Ini sangat menarik. Saya rasa masih cukup menantang. Kita tidak tahu apakah situasi akibat Covid-19 akan terus berlanjut atau justru menjadi periode pemulihan ketika pertumbuhan PDB kembali terjadi,” Kata Arif dalam acara Indonesia Industry.

Secara umum, Arif meyakini bahwa barang konsumsi tetap akan diperlukan oleh masyarakat. Penjualan produk FMCG Unilever tercatat masih tumbuh dengan akumulasi selama Januari – September senilai Rp32,45 triliun atau naik 0,27% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 32,36 triliun.

Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dalam sambutannya saat membuka IIO 2021 Conference Mengemukakan bahwa Indonesia telah menunjukkan sinyal pemulihan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan bergerak rentang -1,6% sampai 0,6% sepanjang 2020. “Kita masih punya kesempatan untuk tumbuh di rentang lebih baik dari negara lain.” Ujarnya

Di sisi lain, pertumbuhan penjualan FMCG pada 2021 bakal amat tergantung pada perfoma di general trade atau toko tradisional. Penjualan di segmen ini tercatat mengalami kontraksi dalam lantaran daya beli kelompok menengah ke bawah yang kehilangan daya beli.

Staff Ahli Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dan pengamat ritel Yongky Susilo mengatakan jumlah toko mencapai 3,5 juta unit secara nasional, kontribusi penjualan FMCG di general trade menyumbang sampai 65% setiap tahunnya. Namun dengan kontribusi yang besar itu, penjualannya justru tumbuh negatif. Namun, dia meyakini pada 2021 penjualan pada segmen general trade dan modern trade bakal sangat membaik, didukung dengan optimism vaksin Covid-19 serta kemudahan yang di tawarkan Undang-Undang Cipta Kerja.

Ekonomi Membaik di Kuartal III

Sajili 04 Nov 2020 Tribun Timur

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Yos Rusdiansyah menyampaikan, indikator ekonomi pada kuartal III-2020 sudah menunjuk perbaikan ketimbang kuartal II-2020.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan optimis pertumbuhan ekonomi positif di tahun 2020. Hal itu ditegaskan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dalam pembukaan Anging Mammiri Creative Festival (AMCF) 2020 di Ballroom Hotel Claro, Rabu (7/10) lalu.

Nurdin optimistis ekonomi Sulsel tumbuh karena kasus Covid mulai menurun. Tak dapat dipungkiri, kasus Covid-19 memang ikut mempengaruhi perekonomian. “Laporan Satgas pusat, Sulsel sudah keluar dari zona merah,” katanya.

Nurdin mengajak masyarakat bersyukur karena kasus Covid bisa ditekan dan ekonomi terus jalan. “Hotel-hotel sudah buka, ekonomi sudah berjalan dan kita sudah mulai buka pariwisata. Sudah ada penerbangan ke Toraja, kita subsidi tiketnya,” ujarnya.


Temuan Vaksin Bisa Dongkrak Penjualan Properti

Sajili 02 Nov 2020 Tribun Timur

K?tua Umum Dewan Pengurus Pusat Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan, perkembangan temuan vaksin di Indonesia sangat mempengaruhi penjualan di sektor properti.

Paulus menjelaskan, pemulihan sektor properti nampak dari penjualan di kuartal III-2020 yang langsung melonjak. Menurutnya, itu tercermin dari penjualan perumahan Sumarecon dan Ciputra yang laku keras.

“Jadi trennya meningkat, bahkan lebih dari sebelum adanya PSBB, naik berlipat-lipat, di atas 100 persen,” ujarnya dalam webinar baru-baru ini.

Tren pemulihan ini, Kata Paulus, akan berlanjut di kuartal IV-2020 sebab pasar terus melihat perkembangan vaksin Covid-19 di Indonesia yang memang dikabarkan memiliki progres yang baik.

Oleh sebab itu, ia meyakini, ketika vaksin sudah resmi ditemukan dan vaksinasi dilakukan secara massal, maka ekonomi Indonesia akan kembali bergeliat, termasuk di sektor properti.