Internasional
( 1384 )Kerusuhan Pasti Dapat Menghentikan Produksi dan Ekspor Minyak
Harga minyak global bergerak naik karena para investor mengkhawatirkan terganggunya pasokan, menyusul kerusuhan satu pekan terakhir di Kazakhtan, negara kaya minyak di Asia Tengah dan anggota OPEC+. Namun pasar uranium dilaporkan tidak terganggu sama sekalipun. Kazakhtan adalah produsen terbesar keduanya di dunia. Kazakthan yang juga merupakan negara kesembilan terbesar dunia dikenal kaya dengan mangan, besi, kromium, dan batu bara. Aksi protes menyebar keseluruh Kazakhtan pada pekan lalu. Rakyat negara berpenduduk 19 juta jiwa itu marah karena harga gas elpiji naik pada Tahun Baru. Yang mana elpiji dipakai untuk bahan bakar kebanyakan mobil di negara pecahan Uni Soviet tersebut. Presiden Kazakhtan Kassyim-Jomart Tokayew pada Jumat (7/1) menolak seruan dialog dengan para pengunjuk rasa. (Yetede)
Pelajaran dari Kazakhstan
Kerusuhan yang menelan korban jiwa di Kazakhstan mengingatkan pentingnya negara memastikan keadilan dan kesejahteraan rakyat terwujud. Kazakhstan sangat kaya SDA, minyak, gas alam, hingga uranium . Kerusuhan besar terjadi di sejumlah wilayah negara itu, termasuk Almaty, kota terbesar, lebih dari 150 orang tewas, gedung pemerintah dibakar, rongsokan kendaraan yang terbakar teronggok di jalan. Pemicu kerusuhan ialah kenaikan harga gas hingga 2 kali lipat, kenaikan terjadi setelah pemerintah melepas subsidi pada awal 2022. Masyarakat marah,di negara yang memiliki banyak gas alam, mengapa harga komoditas itu melonjak tinggi. Ketidakpuasan berkembang tak hanya menyangkut harga komoditas, tetapi merembet pada kejengkelan karena melihat ada kelompok elite yang terus berkuasa. Isu ketidakadilan muncul. Sumber daya politik dan ekonomi dikuasai ”orang-orang” itu saja.
Di tengah lonjakan harga komoditas dunia, harga gas kembali disubsidi Kazakhstan meski taruhannya keuangan negara. Tokayev ingin segera meredakan kerusuhan mengingat stabilitas Kazakhstan memengaruhi Asia Tengah serta dua negara raksasa tetangganya, China dan Rusia. Sejumlah negara lain memiliki cerita yang mirip. Ketidakpuasan rakyat terhadap rezim otoritarian yang menguasai sumber daya ekonomi memicu pergantian penguasa dan demokratisasi pun tak terbendung. Di negara mana pun, kenaikan harga bukan penyebab kerusuhan, tetapi hanya pemicu. Pokok persoalannya ialah keadilan, kesejahteraan, dan demokrasi yang terabaikan. (Yoga)
Jepang, Australia Sepakati Perjanjian Pertahanan
Pemerintah Jepang dan Australia pada Kamis (6/1) menandatangani perjanjian tenggara untuk memperkuat hubungan pertahanan. Pihaknya mengatakan, perjanjian itu akan berkontribusi pada stabilitas regional ketika Tiongkok memperluas kekuatan militer dan ekonominya. Menjelang konferensi tingkat tinggi (KTT) secara daring dengan PM Jepang Fumio Kishida, PM Australia Scott Morrison menyebutkan perjanjian itu merupakan pernyataan komitmen dua negara, "untuk bekerja sama dalam memenuhi tantangan strategi bersama yang kita hadapi dan demi berkontribusi pada Indo-Pasifik yang aman dan stabil," tuturnya,Kamis. Morrison menambahkan, kemitraan ini mencerminkan nilai-nilai bersama yakni komitmen kedua negera terhadap demokrasi dan hak asasi manusia (HAM). "Pertukaran dan kerja sama antar negara harus kondusif untuk meningkatkan saling pengertian dan kepercayaan diantara negara-negara di kawasan dan menjaga perdamaian dan stabilitas regional." jelas Kementerian Luar Negeri, Wang Wenbin. (Yetede)
2022 Akan Jadi Tahun Pemberian Vaksin Covid
Direktur jendral (Ditjen) Institute Vaksin Internasional atau International Vaccine Institute Jerome Kim menyampaikan, jika 2021 merupakan tahun pengembangan vaksin, 2022 akan ditandai sebagai tahun pelaksanaan vaksinasi dan pemberian vaksin booster. Sekedar informasi, pada akhir Desember 2021. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (AS) atau Food and Drug Administration (FDA) mengotorisasi penggunaan darurat dua obat anti virus untuk mengobati penyakit Covid-19. Namun menjelang akhir 2021, varian baru Covid-19 Omicron yang lebih menular muncul, dan kini kasusnya diseluruh dunia telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir. Sementara itu di Asia, Otoritas Korea Selatan menyampaikan pada 31 Desember 2021 bahwa akan memperpanjang aturan pembatasan, menyusul lonjakan kasus Covid-19 yang serius. (Yetede)
2022 Akan Jadi Tahun Pemberian Vaksin Covid
Direktur jendral (Ditjen) Institute Vaksin Internasional atau International Vaccine Institute Jerome Kim menyampaikan, jika 2021 merupakan tahun pengembangan vaksin, 2022 akan ditandai sebagai tahun pelaksanaan vaksinasi dan pemberian vaksin booster. Sekedar informasi, pada akhir Desember 2021. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (AS) atau Food and Drug Administration (FDA) mengotorisasi penggunaan darurat dua obat anti virus untuk mengobati penyakit Covid-19. Namun menjelang akhir 2021, varian baru Covid-19 Omicron yang lebih menular muncul, dan kini kasusnya diseluruh dunia telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir. Sementara itu di Asia, Otoritas Korea Selatan menyampaikan pada 31 Desember 2021 bahwa akan memperpanjang aturan pembatasan, menyusul lonjakan kasus Covid-19 yang serius. (Yetede)
Laju PDB Singapura Kuartal IV Diprediksi Melambat
Pertumbuhan Ekonomi Singapura diprediksi melambat pada kuartal IV-2021, sebagian pemicunya adalah gangguan ketidakpastian dari varian Covid-19 Omicron. Menurut para analis, prospek tahun depan bakal bergantung pada kemajuan global yang dihasilkan untuk melawan pandemi. "Penurunan tingkat pertumbuhan year-on-year (yoy) sebagian besar akan disebabkan oleh efek dasar yang tidak menguntungkan," demikian laporan Ekonom Regional di Barclays Brian Tan, seraya mencatatkan capaian rebound tajam tahun lalu dari penurunan yang disebabkan oleh pandemi. "Dengan asumsi Omicron berakhir pada awal tahun 2022 maka langkah-langkah meningkatan dalam momentum layanan harus terwujud. Begitu pula untuk konstruksi, di mana relaksasi perbatasan memungkinkan lebih banyak pekerja asing untuk kembali," kata Selena Ling, kepala peneliti dan strategi perbendaharaan OCBC Bank. (Yetede)
Bekerja demi Kebahagiaan
Di tengah pandemi Covid-19 yang menghantam berbagai usaha, mulai industri besar hingga rumah tangga, generasi milenial malah ramai-ramai berhenti bekerja. Fenomena ini membawa masalah serius, yaitu orientasi pekerjaan yang lebih dari sekadar mencari pendapatan tetap dan kebutuhan masyarakat akan upah yang adil sesuai beban kerjanya. Great Resignation ini terinspirasi fenomena Great Depression tahun 1929 ketika AS alami krisis moneter membuat AS jatuh miskin. Sekarang, pandemi Covid-19, membuat pekerja milenial merefleksikan kebutuhan hidup mereka tidak hanya soal keuangan, tetapi juga kebahagiaan dan kesehatan jiwa.
Berdasar data Biro Statistik AS, sektor yang kehilangan pekerja ialah kuliner, diikuti pariwisata, hiburan, rekreasi, dan retail. Selain itu, sektor keuangan dan asuransi juga. Survei Kamar Dagang AS mengungkap mereka mau kembali bekerja bila ada peningkatan bonus minimal 1.000 dollar AS dan jam kerja yang lebih fleksibel. Fenomena ini juga terjadi di Inggris dengan 400.000 pekerja yang berhenti. Di Uni Eropa, jumlahnya mencapai 2 juta pekerja yang semuanya adalah tenaga profesional. Hasil survei Randstad UK mengungkapkan, bukan hanya gaji lebih banyak yang mereka inginkan, melainkan juga kebahagiaan dalam pekerjaan. (Yoga)
Jepang Umumkan Rekor Anggaran Terbesar, 5,4 Triliun Yen untuk Pertahanan
Pemerintah Jepang pada akhir tahun lalu mengumumkan anggaran tahunan terbesar. Termasuk rekor belanja pertahanan senilai 5,4 triliun yen, yang disebutkan untuk menghadapi ancaman-ancaman keamanan kawasan yang terus membesar. Anggaran belanja itu antara lain akan dipakai untuk mendukung pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19. Selama pandemi ini, Jepang belum pernah menerapkan karantina besar-besaran. Sementara Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan, situasai keamanan kawasan dari waktu ke waktu semakin buruk. Kemhan Jepang menyinggung ancaman dari Tiongkok serta Korea Utara. Selain itu Kemhan Jepang mengupayakan tambahan anggaran pertahanan US$ 6,7 miliar di tahun fiskal berjalan. Jika tambahan anggaran itu dimasukkan, besaran anggaran selama 16 bulan kedepan hingga Maret 2023 akan naik 6% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. (Yetede)
IMF Setuju Putaran Final Keringanan Utang untuk Negara-Negara Miskin
Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan bahwa pihaknya telah menyetujui putaran kelima dan terakhir dari keringanan utang. Bantuan tersebut mencapai US$ 115 juta dibawah program Penanggulangan Bencana dan Pertolongan (CCRT) dari pemberi pinjaman krisis yang berbasis di Washington. CCRT, memungkinkan IMF untuk memberikan hibah kepada negara-negara termiskin dan yang paling rentan terkena bencana alam atau krisis kesehatan masyarakat. Disamping itu, pemerintah AS berencana memberikan US$ 580 juta bantuan tambahan kepada sejumlah organisasi internasional untuk memerangi Covid-19. Dana tambahan untuk tujuh badan multilateral membawa keseluruhan bantuan AS menjadi US$ 19,6 miliar, menurut Departemen Luar Negeri. (Yetede)
Bandara Dubai Kembali Beroperasi Penuh
Bandara Dubai, salah satu pusat perjalanan tersibuk di bunia, telah beroperasi penuh untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19 pada Maret 2020 menurut para pejabat."Menyusul pembukaan tahap akhir bandara ini 100% beroperasi dengan semua terminal, ruang pertemuan, lounge, restoran, dan gerai ritel sekarang dibuka," kata sebuah pernyataan yang disampaikan kantor berita resmi UEA, WAM pada Senin (20/12). Tahun lalu, Bandara Internasional Dubai melaporkan penurunan lalu lintas sebesar 70% dari sebelumnya mencatat lebih dari 86 juta wisatawan pada 2019 menjadi 25,9 juta pada 2020. Pemerintah UEA, yang terdiri dari tujuh emirat termasuk Abu Dhabi dan Dubai, telah secara komprehensif mendorong kampanye vaksinasi untuk hampir 10 juta peduduknya. WAM juga melaporkan pada Senin bahwa pemerintah UEA menerima pengiriman pertama Evusheld dari AstraZeneca, yakni pengobatan antibiotik Covid-19. (Yetede)








