;
Tags

Internasional

( 1384 )

Negara-Negara Besar Menuju Resesi

KT1 06 Jul 2022 Investor Daily (H)

Banyak negara dengan kekuatan ekonomi besar dunia akan terjun ke resesi dalam 12 bulan ke depan. Dikarenakan bank sentral masing-masing mengambil langkah agresif untuk memperketat kebijakan moneter guna memerangi lonjakan inflasi. Dalam catatan penelitian Nomura Holdings yang dirilis Selasa (5/7), selain Amerika Serikat (AS), resesi diprediksi terjadi  di zona euro, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Australia dan Kanada tahun depan. "Satu hal lagi yang saya tunjukkan  ketika Anda memiliki banyak ekonomi yang lemah,  Anda tidak dapat mengandalkan ekspor untuk pertumbuhan. Itulah alasan mengapa kami menganggap risiko resesi ini sangat nyata dan kemungkinan akan terjadi," kata Kepala Ekonom Nomura Holdings Rob Subbaraman kepada CNBC. Untuk AS, Nomura memperkirakan resesi yang dangkal tetapi panjang di negeri Paman Sam itu selama lima kuartal, mulai dari kuartal terakhir 2022. (Yetede)

Mulai Dibahas, ”Marshall Plan” untuk Ukraina

KT3 05 Jul 2022 Kompas

Belasan negara, organisasi internasional, dan perusahaan swasta berkumpul dalam konferensi, Senin (4/7) di Lugano, Swiss, untuk menyusun rencana rekonstruksi semacam ”Rencana Marshall (Marshall Plan)” guna membangun kembali Ukraina yang dilanda perang. Istilah Marshall Plan merujuk langkah yang pernah dilakukan AS untuk memulihkan kembali Eropa seusai Perang Dunia II. Awalnya, pertemuan itu direncanakan membahas reformasi di Ukraina. Namun, setelah invasi Rusia ke Ukraina, agenda pertemuan dialihkan untuk fokus pada rekonstruksi negara tersebut. Salah satu hal yang menjadi perhatian, karena dana bantuan miliaran dollar akan mengalir ke Ukraina, adalah kekhawatiran tentang korupsi yang meluas di negara itu. Ini berarti, reformasi luas tetap menjadi fokus utama dan akan menjadi syarat bagi setiap rencana pemulihan yang akan dibuat.

Ketua Komisi Eropa Ursula von derLeyen mengungkapkan, Uni Eropa akan membuat platform rekonstruksi untuk kerja sama dalam membangun kembali Ukraina setelah perang. Rencana kerja itu akan digunakan untuk memetakan kebutuhan investasi, koordinasi aksi, dan penyaluran sumber daya. ”Sejak awal perang, Uni Eropa telah memobilisasi 6,2 miliar euro dalam bentuk dukungan finansial dan akan memobilisasi dana lebih banyak lagi. Kami akan terlibat secara substansial dalam rekonstruksi itu dalam jangka menengah dan jangka panjang,” kata Von der Leyen. Bank Investasi Eropa telah menawarkan struktur pendanaan yang sebelumnya digunakan selama pandemi Covid-19 untuk membangun kembali Ukraina dengan investasi lebih dari 100 miliar euro (104,3 miliar USD). (Yoga)


Jerman Akan Menjatah Air Panas untuk Warga

KT3 04 Jul 2022 Kompas

Badan Jaringan Federal Jerman meminta warga dan perusahaan untuk hemat energi dan bersiap menghadapi musim dingin di tengah kekhawatiran Rusia akan menghentikan suplai gas. Senator Jens Kerstan, seperti dikutip koran Welt am Sonntag, Sabtu (2/7) mengatakan, Pemerintah Kota Hamburg akan menjatah air panas untuk rumah tangga jika terjadi kekurangan gas akut. (Yoga)

Putin Menasionalisasi Proyek Migas Asing

KT3 04 Jul 2022 Kompas

Presiden Rusia Vladimir Putin menasionalisasi proyek minyak dan gas asing yang sebagian sahamnya milik investor Jepang dan Inggris. Keputusan itu dikeluarkan Putin, Kamis (30//6) malam. Putin memerintahkan pembentukan perusahaan nasional baru yang akan mengambil alih kepemilikan pada Sakhalin Energy Investment Co, yang hampir 50 % dimiliki perusahaan Inggris, Shell, serta dua perusahaan Jepang, Mitsui dan Mitsubishi. (Yoga)

Perbaikan Sistem Pertahanan Kolektif Dorong Anggota Beli Senjata Baru

KT3 02 Jul 2022 Kompas

Rencana perkuatan sistem pertahanan NATO di sisi timur Eropa, yang akan menjadi tembok tebal pemisah kekuatan negara-negara Barat dan Rusia, telah memancing sejumlah negara untuk bersikap waspada. Pemerintah Yunani telah mengirim surat permintaan (LoR) kepada Pemerintah AS untuk membeli satu skuadron jet tempur siluman tercanggih, F-35. Pemerintah Yunani juga berharap bisa memperoleh opsi pembelian satu skuadron  pesawat yang sama seusai paket pertama selesai. PM Yunani Kyriakos Mitsotakis, di sela-sela KTT NATO di Madrid, Kamis (30/6) mengonfirmasi rencana tahap pertama pembelian satu skuadron jet tempur F-35 produksi Lockheed Martin itu.

Turki mendapat angin segar setelah keputusan Presiden Recep Tayyip Erdogan memberikan lampu hijau keanggotaan Finlandia dan Swedia di NATO. Presiden AS Joe Biden menyatakan, AS harus melanjutkan penjualan pesawat tempur F-16 kepada Turki. Terrence Guay, profesor bidang bisnis internasional dan Direktur Pusat Studi Bisnis Global Universitas Penn State, AS, dikutip dari laman The Conversation, mengatakan, industri persenjataan AS dipastikan akan mendominasi industri persenjataan dan perlengkapan militer global pascaperang Ukraina setidaknya selama beberapa tahun ke depan. (Yoga)


Lanjutkan Misi di Rusia- Ukraina dalam G20

KT3 02 Jul 2022 Kompas (H)

Indonesia selaku Ketua G20 diharapkan terus mendorong upaya perdamaian Ukraina dan Rusia sambil meredam   dampak perang antara dua negara itu pada krisis pangan dan disrupsi rantai pasok global. Setelah kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia, upaya itu perlu dilanjutkan lewat G20. Presiden Jokowi telah menyelesaikan lawatan ke dua negara yang tengah berperang itu dalam dua hari beruntun, 29-30 Juni 2022. Kunjungan, seperti terpantau dari laporan berbagai media internasional, mendapat perhatian dunia. ”Sebagai pemegang Presidensi G20, upaya Indonesia diharapkan tak berhenti pada kunjungan ini, tetapi juga melakukan  terobosan konkret untuk mengatasi dampak perang melalui G20,” kata Andrew Matong, peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS).

Laman media The Wall Street Journal, menyebutkan kunjungan pertama pemimpin Asia ke Ukraina-Rusia sejak invasi Rusia, 24 Februari 2022, itu sebagai ”simbol upaya dari kelompok luas negara-negara berkembang guna menghindari mengkritik Rusia terang-terangan atau memihak salah satu kubu”. Kantor berita AFP, dalam laporan, Jumat(1/7) menggambarkan peran Presiden Jokowi yang menjadi penyambung pesan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kepada Presiden Rusia Vladimir Putin membuka kemungkinan cairnya hubungan Barat-Rusia. Hal ini berlangsung di tengah kondisi hubungan Barat-Rusia, yang menurut deskripsi Menlu Rusia Sergey Lavrov, menyerupai ”kembali tertutupnya Tirai Besi”. (Yoga)


RI Jembatani Komunikasi Rusia-Ukraina

KT3 01 Jul 2022 Kompas (H)

Sebagai mitra bagi Rusia dan Ukraina, Indonesia hendak menjadi jembatan komunikasi bagi kedua negara yang tengah berperang, hal ini disampaikan Presiden Jokowi dalam jumpa pers bersama Presiden Rusia Vladimir Putin, Kamis (30/6) di Moskwa. Menurut Presiden Jokowi, meskipun situasi saat ini sangat sulit, penyelesaian damai tetap penting untuk terus dikedepankan dan ruang-ruang dialog terus dibuka. ”Saya telah menyampaikan pesan Presiden Zelensky untuk Presiden Putin dan saya sampaikan kesiapan saya untuk menjadi jembatan komunikasi di antara kedua pemimpin tersebut,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa Presiden Putin memberi jaminan pada kelancaran pasokan bahan  makanan dan pupuk. Kedua komoditas sangat penting bagi ketahanan pangan global. Tanpa pasokan gandum dan pupuk, baik dari Ukraina maupun Rusia, rantai pasok global terganggu dan berdampak serius pada kecukupan pangan. Presiden Jokowi menegaskan, apabila pasokan terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan ratusan juta warga, tetapi juga miliaran penduduk Bumi. (Yoga)


G7 Janji Bantu Atasi Krisis Pangan Global

KT3 29 Jun 2022 Kompas

Kelompok tujuh negara terkaya di dunia atau G7 menjanjikan tambahan dana 4,5 miliar USD untuk mengatasi risiko krisis pangan global. Mereka juga meminta agar tidak ada negara ataupun korporasi yang menumpuk pasokan pangan. Pada saat yang sama harus ada solusi untuk perkara ditutupnya Laut Hitam sehingga ekspor komoditas pangan dari Rusia dan Ukraina terhalang. Hal itu dibahas dalam KTT G7 di Elmau, Jerman, Selasa (28/6), dimana Presiden Indonesia Jokowi turut hadir sebagai tamu dalam KTT itu.

Uni Eropa mengemukakan usulan untuk meningkatkan produksi pupuk di Afrika agar tidak tergantung impor dari wilayah lain. Usulan ini diterima oleh G7, yang juga menambahkan agar ada bantuan untuk menaikkan produksi pangan   di negara-negara yang berisiko terdampak krisis. (Yoga)


Menguatkan Kembali Relasi Penghuni Bumi

KT3 28 Jun 2022 Kompas (H)

Perubahan besar telah terjadi di Bumi. Platform digital global menciptakan gelembung informasi. Pandemi dan perang membatasi gerak orang dan barang. Dunia yang kian menyatu tak berbatas, kini menjadi penuh sekat. Banyak ahli memprediksi situasi ini akan membalikkan arah globalisasi dan jadi pertanda awal terjadinya deglobalisasi. Sampul  majalah The Economist pun memberi judul ”Reinventing Globalisation”. Virus SARS-CoV-2 dan berbagai variannya semakin memutus interaksi penghuni Bumi. Pembatasan sosial berskala besar bahkan memutus interaksi fisik. Interaksi sosial menjadi terbatas dan berjarak. Pertemuan tatap muka berganti tatap layar. Perang Ukraina-Rusia yang diikuti pemberian sanksi ekonomi oleh negara-negara sekutu AS lebih memutus lagi relasi warga Bumi. Tidak hanya membatasi mobilitas orang, tetapi juga barang, bahkan peredaran uang.

Menghubungkan kembali relasi manusia di Bumi menjadi tugas utama ke depan. No one safe until everyone is. Semua manusia di Bumi hendaknya kembali terhubung dan bersinergi. Keselarasan bahkan perlu dibangun tidak saja antar sesama, tetapi juga dengan alam dan binatang yang juga menghuni Bumi. Gordon Allport, ahli psikologi AS, menjelaskan arti pentingnya kontak dalam membangun peradaban. Kisah pertemuan dua bersaudara kembar identik, Constand dan Abraham Viljoen, dengan Nelson Mandela, yang berhasil mencegah perang saudara jelang pemilu multirasial di Afrika Selatan, menjadi bukti betapa penting sebuah kontak. HUT Ke-57 Kompas mengangkat tema rekoneksi. Dengan saling terhubung, kita, bangsa, dan dunia akan jadi lebih baik. (Yoga)


Mendekat ke AS, Merangkul China

KT3 27 Jun 2022 Kompas

Saat menerima kunjungan sejumlah media dari Indonesia bersama Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Korea Foundation, 31 Mei 2022, Direktur Perencanaan Kebijakan Biro  Perencanaan Kebijakan Kemenlu Korsel Park Chi-young menyampaikan bahwa visi kebijakan luar negeri pemerintahan baru Korsel adalah menjadi negara poros utama (global pivotal state) yang mempromosikan nilai-nilai kebebasan, perdamaian, dan kemakmuran. Terkait AS, seperti disampaikan selama kampanye, ujar Park, Yoon akan memperkuat aliansi Korsel-AS. Dalam KTT Korsel-AS di Seoul, 21 Mei 2022, Presiden Yoon dan Presiden AS Joe Biden sepakat memperkuat hubungan kedua negara menjadi aliansi strategis komprehensif global.

Park Chi-young menyatakan, di era ketika ekonomi dan keamanan tidak bisa dipisahkan, Korsel dan AS akan memperluas kerja sama teknologi. Di antaranya bidang semikonduktor, cip, baterai, energi nuklir, teknologi luar angkasa, dan keamanan siber. Soal China, ujarnya, Korsel menghendaki hubungan masa depan yang sehat dan matang berbasis pada saling menghormati kepentingan dan kebijakan masing-masing. Dalam konferensi virtual, Menlu Park dan Menlu China Wang Yi menekankan, kedua negara harus mencari kepentingan bersama sambil tetap menghargai visi dan nilai masing-masing. Korsel mengelola hubungan yang erat dengan AS dan pada saat yang sama merangkul China, dimungkinkan karena ada ruang dalam politik luar negeri untuk menjalani keduanya.

Kepala Pusat Studi ASEAuN-India pada Korea National Diplomatic Academy Kemenlu Korsel Wongi Choe berpendapat, Presiden Yoon ingin mengubah itu semua. Tidak mau hanya fokus dengan dialog hubungan antar-Korea, ia ingin memperkuat hubungan dengan AS, memulihkan hubungan dengan Jepang, dan merespons tegas setiap ancaman nuklir dan rudal dari Korut. Peneliti politik internasional di Pusat Riset Politik BRIN, Nanto Sriyanto, berpendapat, arah politik luar negeri Korsel tidak bisa dilepaskan dari situasi geopolitik dan geoekonomi di Semenanjung Korea. Di tengah keinginan untuk membangkitkan perekonomian, Korsel tetap menanggung beban faktor keamanan. Meski aktivitas ekonomi Korsel-China dominan, aliansi dengan AS perlu dijaga. (Yoga)


Pilihan Editor